Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

SIFAT-SIFAT HIMPUNAN PROXIMINAL Arta Ekayanti
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2018): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v2i1.422

Abstract

Pada artikel ini, akan dipelajari beberapa fakta mengenai himpunan proximinal. Di antaranya, himpunan proximinal pada ruang bernorma linear merupakan himpunan tertutup. Himpunan tertutup pada ruang bernorma linear berdimensi hingga merupakan himpunan proximinal. Himpunan proximinal yang konveks merupakan himpunan Chebyshev.Kata Kunci: aproksimasi terbaik, himpunan proximinal, himpunan chebyshev, himpunan konveks
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP NEGERI 6 PONOROGO PADA PEMBELAJARAN DARING DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR Kun Nadhifah Mualifah; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v6i1.1236

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berpikir kreatif   serta keberagaman kemandirian belajar peserta didik SMP Negeri 6 Ponorogo. Dalam pembelajaran daring, kesulitan dalam belajar matematika jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran daring yang ditinjau dari kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel sebanyak 6 peserta didik dari kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo yang terdiri dari 2 peserta didik tiap kategori kemandirian belajar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner kemandirian belajar, tes kemampuan berpikir kreatif, dan wawancara untuk mengetahui lebih dalam tentang kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran daring. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu 1) reduksi data hasil kuesioner, tes, dan wawancara tak terstruktur; 2) penyajian data; dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu 1) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar tinggi memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration dengan memenuhi kedua aspek penilaian indikator fluency dan elaboration secara maksimal; 2) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar sedang memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration namun terdapat beberapa aspek penilaian indikator fluency dan elaboration yang berlum terpenuhi secara maksimal; 3) kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran daring peserta didik kelas VII A dan VII B SMP Negeri 6 Ponorogo pada pembelajaran daring yang memiliki kemandirian belajar rendah memenuhi 2 indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu fluency dan elaboration namun masih banyak aspek penilaian indikator fluency dan elaboration yang belum terpenuhi secara maksimal.
SIFAT KELENGKAPAN DAN KEKOMPAKAN PADA RUANG METRIK HAUSDORFF Dewanti Inesia Putri; Arta Ekayanti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.478 KB) | DOI: 10.24269/silogisme.v3i2.1469

Abstract

In this paper, will be discuss the definition of the Hausdorff metric space, completeness of the Hausdorff metric space, and compactness of the Hausdorff metric space. By used the theory of the metric space, the compact set was given the definition of the Hausdorff metric space. By used the completeness of the metric space, it is shown that the Hausdorff metric space was complete if the metric space was complete. Furthermore, used the compactness of the metric space was shown the Hausdorff metric space was compact if the metric space was compact
KEKONVERGENAN BARISAN OPERATOR SELF-ADJOINT MONOTON Arta Ekayanti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.521 KB) | DOI: 10.24269/js.v1i1.246

Abstract

In this paper, we discuss about monoton sequences of self-adjoint operator which bounded. By considering the commutative properties of positive operator, we prove this sequence convergence to a self-adjoint operator. Furthermore, the sequence and its limit was bounded by the same operator.Keywords: sequence, self-adjoint, monoton, convergence
Hubungan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Terhadap Motivasi Belajar & Kemampuan Pemecahan Masalah Fika Karunia Rufaidah; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalahn. Penelitian ini termasuk penelitian kajian pustaka. Pada penelitian ini terdapat beberapa literatur dari berbagai sumber. Dalam hal ini motivasi belajar merupakan dorongan yang muncul baik dari dalam ataupun dari luar diri peserta didik yang mampu menimbulkan semangat belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga mencapai tujuan pembelajaran itu. Selain itu kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi yang dimiliki peserta didik dalam memahami permasalahan kemudian dapat menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan matematis tersebut. Diantara model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran CIRC. Model pembelajaran CIRC ini merupakan model pembelajaran cooperative berbasis kelompok. Model pembelajaran CIRC suatu proses pembelajaran cooperative  berbasis kelompok yang memberikan kesempatan peserta didik untuk aktif dalam menyelesaikan suatu permasalahan soal. Hal ini berdasarkan langkah langkah model pembelajaran CIRC yaitu membentuk kelompok, guru memberikan bacaan kepada peserta didik sesuai dengan materi bahan ajar, peserta didik bekerja sama kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, mempersentasikan hasil kelompok, refleksi. Dalam langkah-langkah yang diterapkan pada model pembelajaran CIRC tersebut membiasakan peserta didik untuk lebih aktif sehingga dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didikdan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu ditunjukkan dalam kelebihan model pembelajaran CIRC bahwa model pembelajaran ini dapat membangkitkan motivasi belajar.
Penyusunan Instrumen Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat Berdasarkan Teori Kastolan Rizal Nur Rochman; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v5i2.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai penyusunan instrumen analisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika, khususnya pada materi Persamaan Kuadrat dengan teori Kastolan. Kesalahan adalah kondisi dimana siswa mengerjakan soal mengalami kesalahan dalam memahami dan menyelesaikan dan gagal dalam mengerjakan soal yang diberikan. Berdasarkan teori kastolan ada 3 jenis kesalahan yaitu konseptual, prosedural dan teknik. Dalam penyelesaian soal persmaaan kuadrat dimungkinkan terjadi 3 kesalahan tersebut. Kesalahan konseptual terjadi ketika siswa mengalami ketidakmampuan dalam dalam menyatakan bentuk variabel serta menulis rumus dan langkah yang digunakan. Kesalahan prosedural terjadiketika siswa tidak mampu menyelesaikan dengan metode yang digunkan dalam menyelesaikan soal dan tidak bisa menyederhanakan ke bentuk paling sederhana. Kesalahan teknik terjadi ketika siswa tidak mampu memberikan atau menuliskan  hasil yang diperoleh serta siswa tidak mampu mengitung dari awal pengerjaan hingga akhir. Sehingga dapat dibuat instrumen dengan jenis tes yang dapat menguji dan mengetahui jenis kesalahan-kesalahan siswa dalam mengerjakan soal persamaan kuadrat. 
FAKTORISASI PADA GRAF REGULER Joko Prasetio; Arta Ekayanti
EDUPEDIA Vol 4, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.057 KB) | DOI: 10.24269/ed.v4i1.434

Abstract

This research aims to: (1) know the criteria of a graph that has a -factor, (2) know the conditions of a regular graph that has a 1-factorization , (3) know the conditions of a regular graph that has a 2-factorization.This research is a qualitative descriptive study using the method of literature study or literature review where a study of books, scientific journals, and other literature languages is carried out relating to factorization on regular graphs. This research begins by discussing the definitions and examples of euler graphs and regular bipartite multigraphs. Next in reviewing the terms of a regular graph which has a 1-factorization and which has a 2-factorization, it starts by discussing the definition and theorem of matching on bipartite graphs, definitions and examples of factorization graphs, then discussing the proof of theorem of regular graphs that have a 1-factor and a regular graph which has a 2-factor.The results of this study indicate that: (1) Graph  is said to be -factorable  or can be factored into -factor , if can be decomposed or be eksplained into spanning subgraphs , where each  has a -factor and is edge-disjoint from , that is 1)  2)  … n) = . (2) The condition for a graph that has a 1-factorization is, if the graph is a -regular bipartite multigraph, with . (3) The condition for a graph that has a 2-factorization is, if the graph is a -regular graph, with .               Key words: Bipartite graphs, Factorization, Decomposition, Regular graph.
PENGEMBANGAN SOAL TIPE TIMSS UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KELAS VIII Melisa Ratna Sari; Arta Ekayanti
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 1 No. 11: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.856 KB) | DOI: 10.53625/joel.v1i11.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal tipe TIMSS yang valid dan efektif untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII. Soal tipe TIMSS yang dihasilkan diharapkan dapat mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif. Soal yang dihasilkan juga diharapkan dapat membuat siswa terbiasa dengan soal-soal tipe TIMSS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis dilakukan analisis kurikulum matematika SMP kelas VIII dan analisis soal tipe TIMSS. Pada tahap perancangan ini hal yang dilakukan yaitu menyusun kisi-kisi dan menyusun instrumen ahli. Selanjutnya, pada tahap pengembangan dilakukan penyusunan soal tipe TIMSS dan kemudian dilakukan validasi oleh validator ahli. Setelah soal dinyatakan valid, pada tahap implementasi dilakukan uji coba soal secara terbatas kepada 10 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bungkal. Pada tahap evaluasi, hasil pekerjaan siswa dinilai untuk mengetahui keefektifan soal. Hasil penelitian soal tipe TIMSS untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif yang telah dikembangkan dinyatakan “sangat valid” setelah divalidasi oleh dua validator ahli dan memenuhi kriteria “efektif” setelah diujicobakan kepada siswa
ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIPE ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) Wahyu Linda Setianingsih; Arta Ekayanti; Jumadi Jumadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.633 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5915

Abstract

AbstrakKemampuan numerasi merupakan salah satu kemampuan dasar individu yang dibutuhkan dalam bidang matematika di kehidupan sehari-hari. Kemampuan numerasi menjadi salah satu kemampuan yang diukur dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yaitu bagian dari Asesmen Nasional (AN). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa SMP dalam menyelesaikan soal tipe AKM. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini dilaksanakan di SMPN 1 Bungkal pada kelas VII E dengan teknik pengumpulan data melalui tes dan wawancara. Empat siswa dengan kemampuan komunikasi baik berdasarkan rekomendasi guru dan memenuhi indikator kemampuan numerasi dipilih sebagai subjek wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi numerasi subjek termasuk dalam tingkat dasar. Subjek belum mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang terkait dengan matematika dasar pada soal tipe AKM numerasi sebab subjek kurang teliti dalam melakukan operasi hitung dasar. Subjek belum mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, diagram dan lain sebagainya) dikarenakan tiga dari empat subjek dapat menjelaskan maksud data yang disajikan, namun belum mampu menganalisis informasi yang diperoleh dari data. Tiga dari empat subjek mampu menafsirkan hasil analisis permasalahan untuk memprediksi dan mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalahan soal tipe AKM numerasi. AbstractThis research aims to describe the numerical ability of Junior High School students in solving Minimum Competency Assessment (AKM) types. This research is research with a qualitative approach. This research was conducted at SMPN 1 Bungkal in class VII E. The data gathering techniques used in this research are test and interview methods. All students of class VII E were given a numeracy ability test using AKM type questions. Furthermore, four students were taken as interview subjects who had good communication skills based on the teacher's recommendations and who met the indicators of numeracy ability. Data analysis used in this research is data reduction, data presentation, and data verification. The results of this research indicate that the subject's level of numerical competence is included in the basic level. The subject has not been able to use various kinds of numbers or symbols related to basic mathematics in numeration AKM type questions because the subject is not thorough in carrying out basic arithmetic operations. Subjects have not been able to analyze the information presented in various forms (graphs, tables, charts, diagrams and so on) because three of the four subjects can explain the purpose of the data presented, but have not been able to analyze the information obtained from the data. Three of the four subjects were able to interpret the results of the problem analysis to predict and make decisions in solving numeric AKM type questions.
PEMETAAN DALAM RUANG METRIK-G Anton Wahono; Arta Ekayanti
Euclid Vol 6, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.113 KB) | DOI: 10.33603/e.v6i1.1457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui hubungan pemetaan kontinu-G, pemetaan kontinu Cauchy-G, dan pemetaan kontinu seragam-G dalam ruang metrik-G. (2) Mengetahui hubungan himpunam diskrit-G, himpunan diskrit Cauchy-G, dan himpunan diskrit seragam-G pada ruang metrik-G. (3) Mengetahui hubungan antara pemetaan kontinu Cauchy-G dan himpunan diskrit Cauchy-G pada ruang metrik-G. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah mengkaji berbagai literatur ilmiah seperti buku, artikel dan jurnal terkait pemetaan dalam ruang metrik-G. Referensi utama dalam penelitian ini adalah artikel berjudul “Uniform Kontinuity and Cauchy Continuity in G-Metric Spaces”. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pemetaan yang kontinu seragam-G merupakan pemetaan kontinu Cauchy-G dan pemetaan yang kontinu Cauchy-G merupakan pemetaan kontinu-G. (2) Setiap himpunan diskrit seragam-G merupakan diskrit Cauchy-G dan setiap himpunan diskrit Cauchy-G merupakan diskrit-G (3) Hubungan pemetaan kontinu Cauchy-G dan himpunan diskrit-G pada ruang metrik-G dapat dilihat dari ekuivalensi berikut: Ruang metrik-G(X,G) merupakan ruang metrik lengkap-G ekuivalen dengan pernyataan jika  dan  merupakan himpunan bagian saling asing dari X maka terdapat pemetaan kontinu Cauchy-G bernilai Real pada X sehingga f(x)=0 dan f(y)=1 untuk setiap x anggota A  dan y anggota B  dan ekuivalen dengan pernyataan jika D adalah himpunan bagian tertutup diskrit-G dari X maka D  Diskrit Cauchy-G.