Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATH) UNTUK PENGUATAN LITERASI-NUMERASI SISWA Pita Nirmala Sari; Jumadi; Arta Ekayanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.90

Abstract

Program Pengabdian Kampus Mengajar bertujuan salah satunya untuk meningkatkan literasi-numerasi siswa Indonesia yang masih kurang. Model Pembelajaran terintegrasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, And Math) adalah salah satu model pembelajaran yang dapat menguatkan literasi-numerasi siswa. Sehingga dalam pelaksanaan program mengajar ini akan diterapkan model pembelajaran STEAM dengan tahapan pretest, pembelajaran STEAM tiga kali dan post test. Berdasarkan hasil belajar dan respons siswa sejumlah 13 anak, penerapan model pembelajaran STEAM dapat menguatkan literasi-numerasi siswa dan respons positif terhadap pembelajaran
Calistung-Based Smart Book Media to Increase Student Interest in Learning Mathematics Salma Febrina Putri; Wahyudi Wahyudi; Arta Ekayanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.4606

Abstract

Low learning interest among Hulu Langat Guidance Studio students has been observed, prompting efforts to enhance engagement through innovative methods. This study investigates the effectiveness of Smart Book  media in increasing students' interest in learning. Employing a classroom action research approach, the study followed four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Conducted at the Hulu Langat Guidance Studio in Malaysia, the study involved a sample of 10 students. Data were collected through observation and questionnaires over two research cycles, incorporating Smart Book  media. The findings revealed a significant improvement in students' learning interest following the implementation of Smart Book  media. Questionnaire results indicated that all students categorized their learning interest as "Very Interested" after using Smart Book  media. The results demonstrate that Smart Book  media effectively enhances student engagement by making the learning process more interactive and appealing. Smart Book  media is a valuable tool for increasing students' interest in learning, as evidenced by the positive outcomes of this study. Further research with larger samples and diverse contexts is recommended to validate these findings and explore broader applications of Smart Book  media.
Keterampilan Berfikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Kemampuan Number Sense Lilik Setyaningsih; Arta Ekayanti
Didaktik Matematika Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v6i1.11699

Abstract

This research aimed to describe the students thinking skills of each number sense category in solving mathematics problems. This study used a qualitative descriptive approach and involved one class of Year 7 students in one of junior high school in Ponorogo, Indonesia. Data collection involved test and non-test. The instruments were number sense ability test and mathematics problems including six cognitive categories. Data analysis included collecting data, reducing data, analyzing data and drawing conclusions. The results showed that students who had low number sense ability were classified as Lower Order Thinking Skill (LOTS) level. In this category, students can only solve mathematics problem involving remembering and understanding categories. While the students with medium number sense ability also identified at LOTS level. In this category, students can only solve the problem involving applying category. Furthermore, the students who had a high number sense ability were classified as Higher Order Thinking Skill (HOTS) level. In this category, students can solve the mathematics problem involving analyzing) and evaluating categories.
English Math For Young Learners Based on Nature (EMYLBON) sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Guru Arta Ekayanti; Ana Maghfiroh; Betty Yulia Wulansari
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This program aims to provide support for strengthening teacher competence in mathematics, English, and nature-based learning. This activity was packaged in workshops and training programs. The results of this activity indicated a positive effect on the competence of the participants. This program can elevate the participants' understanding. There was a significant increase in understanding scores, on average, from 68.75 to 88.08. In other words, there was an increase of 28.12%, of course this was quite a large value. In addition, the responses of the participants were also quite good. 74.17 agreed and 25.83 stated strongly agree on the aspects asked. This indicated that the participants gain benefits from this program
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Organik Di Desa Mrican Adinda Kusuma Wardani; Anton Winaryo; Arta Ekayanti; Binti Rohani; Erika Puji Astuti; Hananda Luthfi Juwariyah; Hasanah Ahlaqul Karimah; Helen Candra Puspita Dewi; Imam Sa’id Nurfrendi; Kaneisya Hokia Alfitri; Shintya Ayu Setyawati
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 : September (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of waste accumulation in Mrican Village, Ponorogo Regency, Indonesia, has become a big challenge for the local community. The ever-increasing waste has caused significant impacts on the environment, such as soil, water and air pollution. The government has made efforts to reduce waste by processing it into alternative fuel, but this innovation did not last long.  To overcome this problem, the Mathematics Community Research (MCR) Student Organization Capacity Strengthening (PPK ORMAWA) team at Muhammadiyah University of Ponorogo developed an innovative solution in the form of a Digital Waste House Based on the Zerowastemate Application. This concept aims to make it easier to manage waste efficiently and sustainably, starting from the household scale. Through this application, people can easily manage their waste, both in sorting, processing and data collection.
Permainan Tradisional sebagai Media Pembelajaran Berbasis Budaya bagi Pemelajar BIPA di Australia Ida Yeni Rahmawati; Betty Yulia Wulansari; Arta Ekayanti; Agita Risma Nurhikmawati
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9162

Abstract

Studi ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan penelitian mengenai perkembangan pendidikan bahasa Indonesia di Australia, dengan menekankan peran permainan tradisional sebagai perangkat pedagogis yang berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik yang dilakukan terhadap 17.600 artikel, di mana 2.500 artikel dipilih melalui proses multitahap berdasarkan topik dan relevansi. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi, tema penelitian dominan, serta peluang pengembangan kajian di masa mendatang. Temuan menunjukkan minat akademis yang berkelanjutan terhadap tema-tema seperti pendidikan antarbudaya, kebijakan bahasa, dan peran guru dalam mempromosikan studi bahasa Asia di sekolah-sekolah Australia. Studi ini mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Australia lebih dari sekadar pemerolehan bahasa; pembelajaran ini merupakan upaya strategis untuk mendorong pemahaman bilateral antarnegara tetangga. Khususnya, integrasi permainan tradisional Indonesia seperti congklak, engklek, dan gobak sodor memberikan pengalaman belajar multisensori yang menarik yang meningkatkan motivasi pembelajar, empati budaya, dan kompetensi bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis permainan tradisional menawarkan pendekatan yang responsif secara budaya dan relevan secara kontekstual untuk pengajaran Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing (BIPA), khususnya di Australia. Temuan ini menawarkan kontribusi teoretis dan implikasi praktis bagi inovasi kurikulum bahasa serta menekankan perlunya kebijakan pendidikan untuk mempertahankan dan memperluas pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bagian dari keterlibatan regional Australia yang lebih luas.
Penguatan Paradigma Pembelajaran Mendalam (Deep learning) bagi Guru Matematika Tingkat Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Ponorogo Arta Ekayanti; Dwi Avita Nurhidayah; Sutrisno
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.425

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru matematika Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ponorogo melalui penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam bentuk lokakarya interaktif yang melibatkan 50 guru MTs sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi reflektif, serta sharing session pengalaman praktik mengajar. Materi utama membahas transformasi paradigma pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman mendalam dengan strategi seperti problem-based learning, project-based learning, dan pendekatan STEM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi deep learning dalam pembelajaran matematika serta tumbuhnya kesadaran reflektif untuk menerapkan pembelajaran bermakna di kelas. Para guru juga berperan aktif sebagai narasumber lapangan, berbagi praktik baik dan tantangan yang mereka hadapi di sekolah. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru sebagai mitra sejajar dalam upaya membangun budaya pembelajaran inovatif di Ponorogo
Unraveling Mathematical Anxiety: Perspectives from Cognitive Styles Sumaji Sumaji; Arta Ekayanti; Cintia Oktavia Sari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 3 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i3.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan matematika peserta didik berdasarkan gaya kognitif Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI), serta mengidentifikasi perbedaan kecemasan antara kedua kelompok tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelas VII-A SMP Negeri 2 Babadan yang dikelompokkan berdasarkan gaya kognitif menjadi dua kategori yaitu FD dan FI dengan menggunakan tes GEFT. Setelah diperoleh klasifikasi gaya kognitif, siswa menjalani tes pemecahan masalah matematis. Berdasarkan analisis kesalahan dan kategori kemampuan yang dihasilkan, enam siswa representatif dari berbagai kombinasi gaya kognitif dan kemampuan dipilih untuk wawancara mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya kognitif FD cenderung mengalami kecemasan matematika pada kategori berat akibat ketergantungan pada dukungan sosial, rendahnya kepercayaan diri, serta kesulitan dalam memahami konsep. Sebaliknya, peserta didik dengan gaya kognitif FI mengalami kecemasan pada kategori ringan hingga sedang yang dipengaruhi kesulitan mengingat langkah penyelesaian, namun lebih terbantu oleh kontrol diri yang baik. Secara umum, peserta didik FI lebih sistematis dan percaya diri, sehingga terbukti gaya kognitif berpengaruh terhadap kecemasan matematika dan kemampuan pemecahan masalah. This study aims to analyze the level and differences in students' mathematics anxiety based on Field Dependent (FD) and Field Independent (FI) cognitive styles, as well as to identify differences in their anxiety. Using a qualitative approach, this study involved 20 seventh-grade students of class VII-A at SMP Negeri 2 Babadan, who were categorized into two cognitive style groups, Field Dependent (FD) and Field Independent (FI) based on the Group Embedded Figures Test (GEFT). After the cognitive style classification was obtained, the students took a mathematical problem-solving test. Based on the error analysis and the resulting ability categories, six representative students from various combinations of cognitive styles and ability levels were selected for in-depth interviews. The data obtained were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing stages. The research findings show that students with FD cognitive styles tend to experience severe mathematical anxiety due to their dependence on social support, low self-confidence, and difficulty in understanding concepts. Conversely, students with FI cognitive styles experience mild to moderate anxiety influenced by difficulties in remembering solution steps, but are more helped by good self-control. In general, FI students are more systematic and confident, thus proving that cognitive style influences math anxiety and problem-solving abilities. 
Implementation of Deep Learning in Mathematics Education at MTs:: An Impact Analysis on Student Engagement and Conceptual Understanding Dwi Avita Nurhidayah; Sutrisno Sutrisno; Arta Ekayanti
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 13 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v13i2.12489

Abstract

Many students struggle to grasp mathematical concepts due to conventional, rote-based learning approaches. Furthermore, teachers are often limited in integrating modern learning technologies such as deep learning due to a lack of knowledge and infrastructure. This Community Service activity emerged in response to these challenges, encouraging the transformation of mathematics education through a technology-based deep learning approach. This research aims to introduce and implement deep learning in mathematics instruction at MTs (Islamic junior high school), focusing on increasing in-depth understanding, student engagement, and teacher readiness to use innovative learning approaches. This research used a qualitative approach with a community service approach. Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of activities. Data were analyzed thematically to identify patterns and meanings from participants' experiences during the program. The results showed a significant increase in student engagement and confidence in solving mathematics problems. Teachers said the deep learning approach helped them design meaningful and engaging lessons. Students became more active in discussions, more easily grasped abstract concepts, and demonstrated higher learning motivation. Furthermore, several teachers have begun integrating project-based learning and reflection into their mathematics classrooms. These findings demonstrate that deep learning is not just a trend, but a relevant and practical approach to improving the quality of mathematics learning in MTs (Islamic junior high school). The results of this research will form the basis for developing deep learning-based learning modules that can be used across schools.