Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN AKURASI PREDIKSI ARUS KAS DAN TATA KELOLA KEUANGAN Tirtosetianto, Raden Hario; Haritsar, yosar; solichah, Fatmawati
Akademika : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis. Vol. 22 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Pusat Publikasi dan Penerbitan Karya Ilmiah STIE Indonesia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51881/jak.v22i2.133

Abstract

Perusahaan di era digital menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan dengan efisien dan memprediksi arus kas secara akurat. Sistem Informasi Keuangan (SIK) muncul sebagai solusi integral yang mampu mengatasi tantangan ini dengan meningkatkan akurasi prediksi arus kas dan memperkuat tata kelola keuangan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana SIK membantu perusahaan dalam mengintegrasikan data keuangan, mengotomatisasi proses, dan menerapkan analisis prediktif untuk menghasilkan proyeksi arus kas yang lebih akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa perusahaan yang telah mengimplementasikan SIK. SIK mencakup berbagai modul dan alat, termasuk: Modul Akuntansi: Mengelola buku besar, hutang, piutang, dan persediaan. modul Anggaran: Membantu dalam perencanaan dan pengawasan anggaran. modul Pelaporan Keuangan: Menghasilkan laporan keuangan standar dan kustom.dan modul Prediksi dan Analitik, menganalisis data keuangan untuk prediksi dan perencanaan. Dengan mengintegrasikan prediksi arus kas dan tata kelola keuangan melalui SIK, perusahaan dapat: mengoptimalkan Pengelolaan Sumber Daya Keuangan: Memastikan bahwa prediksi arus kas yang akurat mendukung perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik, dan meningkatkan Ketahanan Keuangan: Dengan prediksi yang lebih baik, perusahaan dapat lebih siap menghadapi fluktuasi keuangan dan mengelola risiko dengan lebih efektif. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Sistem Informasi Keuangan (SIK) digunakan dalam perusahaan untuk meningkatkan akurasi prediksi arus kas dan tata kelola keuangan. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui studi kasus, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Pendekatan penelitian kualitatif menggunakan studi kasus untuk memahami pemanfaatan SIK secara mendalam dalam konteks organisasi tertentu. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi detail proses, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan dampak SIK pada pengelolaan keuangan. Tujuan dari pemilihan beberapa kasus adalah untuk mendapatkan perspektif yang beragam dan mendalam mengenai implementasi SIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIK menghasilkan peningkatan signifikan dalam akurasi prediksi arus kas, dengan integrasi data yang lebih baik dan proses otomasi yang mengurangi kesalahan manual. SIK juga memperkuat tata kelola keuangan dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kontrol internal. Implementasi SIK memungkinkan akses real-time ke data keuangan, memfasilitasi proses audit yang lebih efisien, dan mendukung pengambilan keputusan manajerial berbasis data. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi seperti kebutuhan akan pelatihan pengguna dan integrasi dengan sistem lain, manfaat jangka panjangnya mencakup efisiensi operasional yang lebih tinggi, penghematan biaya, dan peningkatan kualitas keputusan strategis. Kesimpulan artikel ini menggarisbawahi bahwa Sistem Informasi Keuangan adalah alat penting yang mendukung perusahaan dalam menghadapi tantangan keuangan modern dan memastikan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Penguatan Pelayanan Customer Service Berbasis ServQual di BRI KCP Rampal Yosar Haritsar; Yuni Kusuma Arumsari; Mahayu Saraswati Dewi; Ifa Dwi Lutfiana
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.880

Abstract

Latar Belakang: Transformasi digital perbankan menuntut peningkatan kualitas pelayanan tatap muka agar tetap responsif dan empatik, khususnya pada cabang dengan karakteristik nasabah heterogen dan lonjakan layanan pada periode tertentu. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kualitas pelayanan Customer Service berbasis Service Quality (ServQual) melalui pendampingan praktik pelayanan dan edukasi literasi digital di BRI KCP Rampal Malang. Metode: Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi kebutuhan mitra, perencanaan penguatan pelayanan, pendampingan praktik interaksi dan penataan alur layanan, pendampingan literasi digital, serta evaluasi berbasis survei kepuasan mitra sebelum–sesudah kegiatan. Hasil: Intervensi menunjukkan peningkatan konsistensi komunikasi pelayanan, stabilitas antrean pada periode puncak, serta kejelasan prosedur penanganan keluhan. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan mitra sebesar 4,52 (kategori sangat baik) dan peningkatan pemahaman literasi digital pada nasabah lansia. Kesimpulan: Penguatan pelayanan berbasis ServQual dan pendampingan literasi digital efektif meningkatkan kualitas layanan cabang dan berpotensi direplikasi pada unit perbankan serupa.
The Normative Leadership And Work Discipline Of Public Officials: Key Determinants Of Successful Urban Village Development In The Era Of Regional Autonomy Fotris Junimiati Sanjaya; Ernani Hadiyati; F.X. Bhakti Hendrakusuma; Yosar Haritsar
JURNAL EMA (Ekonomi Manajemen Akuntansi) Vol 11 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Management Study Program, Faculty of Economics, Merdeka University Pasuruan. East Java. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jurnalema.v11i1.754

Abstract

The success of development at the urban village level is largely determined by the quality of local governance, particularly leadership styles and employee discipline. This study aims to analyze the implementation of normative leadership patterns and work discipline among apparatus members, as well as their contribution to development in Kraksaan Wetan Urban Village, Probolinggo Regency. A qualitative descriptive approach was employed in this research. Data collection techniques included in-depth interviews, field observations, and document studies. The informants consisted of the village head, division heads, village staff, and community leaders. The findings reveal that normative leadership, which emphasizes role modeling, rule enforcement, and fairness, significantly improves work discipline among the apparatus. Supporting factors for work discipline include a consistent supervision system, transparent reward and punishment mechanisms, and a professional work culture. The synergy between normative leadership and high work discipline accelerates the implementation of both physical development and community empowerment programs. This study confirms that simultaneously strengthening leadership and work discipline serves as a key strategy for achieving effective, accountable, and sustainable development at the urban village level.
A COLLABORATION OF FOUR PILLARS IN COORDINATING PUBLIC PEACE AND ORDER IN KRAKSAAN WETAN SUBDISTRICT Mistahul Munir; Ernani Hadiyati; Rini Astuti; Yosar Haritsar
JURNAL EMA (Ekonomi Manajemen Akuntansi) Vol 11 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Management Study Program, Faculty of Economics, Merdeka University Pasuruan. East Java. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jurnalema.v11i1.759

Abstract

Abstract This study aims to analyze the forms of coordination, the urgency of coordination, the obstacles encountered, and the optimization efforts made by the village government, the Civil Service Police Unit, the police apparatus, and the community in maintaining public order and tranquility in Kraksaan Wetan Village, Probolinggo Regency. The research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, documentation studies, and focus group discussions. The findings reveal that coordination takes place through vertical and horizontal relationships, routine and incidental meetings, community involvement through neighborhood forums and Community Protection Units, as well as the use of communication technology. This coordination is important for improving supervision effectiveness, reducing overlapping duties, accelerating the handling of social problems, and increasing community participation. The obstacles encountered include limitations in human resources and facilities, differences in perception among personnel, less than optimal community participation, as well as bureaucratic and regulatory hurdles. Optimization efforts are carried out through strengthening regular communication, improving the capacity of apparatus and Community Protection Units, developing information technology, policy advocacy, and cross-sector synergy. Keywords: coordination; public_order_and_tranquility; community_security; community_participation; village
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi Akuntansi, dan Kolaborasi Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Probolinggo Arie Ikasano Trisna Dewi; Rosidi Rosidi; Umi Muawanah; Yosar Haritsar
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.15815

Abstract

Di era desentralisasi fiskal Indonesia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Probolinggo menghadapi tantangan menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu dan akurat meskipun implementasi wajib SIPD dan kepatuhan terhadap SAP. Penelitian ini menguji pengaruh kompetensi sumber daya manusia, sistem informasi akuntansi (SIPD), dan kolaborasi terhadap kualitas informasi akuntansi. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpul melalui kuesioner skala Likert dari 77 responden di 87 OPD dengan teknik sampling jenuh. Analisis menggunakan SPSS 25 mencakup statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi SDM (β=0,298, p=0,000) dan kolaborasi (β=0,522, p=0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi akuntansi, sementara SIPD tidak signifikan (β=-0,021, p=0,234). Secara simultan, ketiga faktor menjelaskan 61,7% varians (R²=0,617). Kesimpulan menekankan prioritas peningkatan kompetensi dan sinergi antar-OPD dibandingkan ketergantungan sistem untuk memperkuat akuntabilitas pelaporan keuangan.
Pengaruh Financial Distress dan Profitabilitas terhadap Accounting Prudence pada Perusahaan Subsektor Konstruksi Bangunan Frianto Frianto; Yosar Haritsar; Ranny Rosediana
Jurnal Akuntansi Indonesia Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Indonesia
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Faculty of Economic and Business, Accounting Dept

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jai.13.2.192-206

Abstract

Abstract Financial reports reflect the company's performance. The information contained in it is used by interested parties as a basis for decision making. Accounting principles require that losses be recorded as quickly as possible, while profits only when realized. This research aims to understand the influence of financial distres and profitabilty on the principle of prudent accounting. The population of this study is all construction subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2022. Data was collected from company financial reports taken from the official website of the Indonesia Stock Exchange. The research method used was quantitative, with purposive sampling selecting 15 companies from 25 companies that existed during that period. Multiple linear regression analysis was carried out using SPSS version 25 with a significance level of 5%. The research results show that partialy, financial distres has a positive but not significant efect on prudent acounting. Meanwhile, profitability has a negative and significant efect on acounting prudence. Simultaneously, financial distress and profitability have a significant influence on accounting prudent.Keywords: accounting prudence, financial distress, profitability AbstrakLaporan keuangan mencerminkan performa perusahaan. Informasi di dalamnya digunakan oleh pihak-pihak berkepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan. Prinsip akuntansi mewajibkan kerugian dicatat secepat mungkin, sementara keuntungan hanya saat direalisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh financial distress dan profitabilitas terhadap prinsip kehati-hatian akuntansi. Populasi studi ini adalah semua perusahaan subsektor konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 hingga 2022. Data dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan yang diambil dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pengambilan sampel purposif yang memilih 15 perusahaan dari 25 perusahaan yang ada selama periode tersebut. Analisis regresi linier berganda dilakukan menggunakan SPSS versi 25 dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, financial distress berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi. Sementara itu, profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi. Secara simultan, financial distress dan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap kehati-hatian akuntansi.Keywords: kehati-hatian akuntansi, kesulitan keuangan, profitabilitas
Pengaruh Kepemimpinan dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja melalui Budaya Kerja sebagai Variabel Mediasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Tenaga Alih Daya Vandy Faizal Putra; Gunadi Gunadi; Djuni Farhan; Yosar Haritsar
Jurnal Simki Economic Vol 9 No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jse.v9i2.1579

Abstract

Studi ini mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan dapat meningkatkan produktivitas karyawan alih daya melalui pengembangan disiplin kerja, etika kerja, dan budaya kerja. Di banyak organisasi, karyawan alih daya sering menghadapi tantangan seperti terbatasnya kesempatan pelatihan, status pekerjaan sementara, dan keterikatan emosional yang lebih lemah terhadap organisasi. Kondisi ini dapat menyebabkan motivasi dan produktivitas yang lebih rendah. Oleh karena itu, kepemimpinan memainkan peran penting dalam membentuk perilaku kerja yang positif dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan secara langsung memengaruhi disiplin kerja dan etika kerja, untuk menguji peran mediasi budaya kerja, dan untuk memahami bagaimana disiplin kerja dan etika kerja berkontribusi terhadap produktivitas karyawan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SEM/PLS, studi ini melibatkan karyawan alih daya yang bekerja di organisasi pengguna. Temuan menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin dan etos kerja, serta diperkuat oleh budaya kerja sebagai variabel mediasi. Disiplin kerja dan etos kerja juga terbukti meningkatkan produktivitas, dengan etos kerja sebagai faktor paling dominan. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integratif yang menghubungkan kepemimpinan, budaya kerja, dan perilaku kerja dalam meningkatkan produktivitas tenaga alih daya secara berkelanjutan.
PENINGKATAN LITERASI CORE TAX UNTUK PENGELOLA BUMDES: STRATEGI MENUJU TATA KELOLA YANG TAAT PAJAK DAN AKUNTABEL Ahmad Dahlan; Tri Cicik Wijayanti; Sri Hastuti; Yosar Haritsar; Dadieng Kurniawan; Yeni Tata Rini; Dekki Umamur Ra’is
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 6 (2025): November
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i6.8696

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, adalah rendahnya literasi perpajakan (core tax) di kalangan pengurus, yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum dan menghambat tata kelola keuangan yang transparan serta akuntabel. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDes dalam memahami serta mengimplementasikan kewajiban perpajakan melalui pelatihan berbasis simulasi teknologi Core Tax System. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan simulasi langsung, melibatkan seluruh pengurus BUMDes sebagai populasi dan peserta aktif dalam workshop, didahului asesmen kebutuhan, penyusunan modul, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor literasi pajak dan kemampuan praktis peserta, dengan tingkat kepatuhan pelaporan pajak naik dari 38% menjadi 92% dalam tiga bulan pasca pelatihan. Program ini juga mendorong pembentukan tim pajak internal dan menurunkan kasus pelaporan pajak yang keliru atau terlambat. Rekomendasi utama adalah replikasi model pelatihan ini di wilayah lain dan penguatan pendampingan digital untuk mendukung good governance pada BUMDes di era digital. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat tata kelola keuangan desa yang taat pajak dan berkelanjutan.