Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The influence of the guided inquiry method and critical thinking on the learning outcomes of culinary arts in class X high school students Wawan Gunawan; Yunus Karyanto; Yoso Wiyarno; Atiqoh Atiqoh; Suharti Suharti; Harwanto Harwanto
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12024p001

Abstract

Abstrak: Pembelajaran yang memberikan pengalaman dan partisipasi siswa adalah pembelajaran inkuiri karena pembelajaran inkuiri menuntut siswa untuk melakukan aktivitas, mengamati, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari aktivitas yang diamati. Artinya metode inkuiri dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa sehingga menuntut siswa untuk mengambil inisiatif dalam memecahkan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada pengaruh hasil belajar tata boga antara yang menggunakan metode guided inquiry dan metode ekspositori, pada siswa yang mempunyai kemampuan berpikir kritis berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental faktorial 2X2. Hasil penelitian ini dapat ditarik simpulan sebagai berikut: Ada perbedaan hasil belajar tata boga siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan kemampuan berpikir kritis rendah dan ada interaksi antara penerapan metode guided inquiry dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar tata boga siswa. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode guided inquiry dan keterampilan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar tata boga pada siswa SMA Kelas X. Abstract: Learning that provides student experience and participation is inquiry learning because inquiry learning requires students to carry out activities, observe, analyze and draw interesting conclusions from the activities observed. This means that the inquiry method can develop students' thinking abilities so that it requires students to take the initiative in solving problems. The aim of this research is to determine whether there is an influence on culinary learning outcomes between those using the guided inquiry method and the expository method, on students who have different critical thinking abilities. This research uses a 2X2 factorial quasi-experimental design. The following conclusions can be drawn from the results of this research: There are differences in the culinary learning outcomes of students who have high critical thinking abilities and those with low critical thinking abilities and there is an interaction between the application of the guided inquiry method and critical thinking abilities on students' culinary cooking learning outcomes. Based on research findings, it can be concluded that the use of guided inquiry methods and critical thinking skills can improve culinary learning outcomes in Class X high school students.
The influence of E-PjBL and student learning interest on critical thinking skills Prihatin Prihatin; Wawan Gunawan
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i12024p024

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran electronic project-based learning (E-PjBL) dan minat belajar terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi pola pemotongan busana tanpa perca. Penelitian dilakukan di lembaga kursus dan pelatihan di Surabaya dengan jumlah responden sebanyak 120 peserta didik dan terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 60 peserta didik pada kelompok kontrol dan 60 peserta didik pada kelompok eksperimen. Hasil analisis menunjukkan sebagai berikut: terdapat pengaruh model pembelajaran electronic project-based learning (E-PjBL) dan metode konvensional serta minat belajar terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi pola pemotongan busana tanpa perca dan terdapat interaksi antara model pembelajaran electronic project-based learning (E-PjBL) dan minat belajar terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi pola pemotongan busana tanpa perca. Maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian bahwa model pembelajaran electronic project-based learning (E-PjBL) dan minat belajar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Abstract: This study attempted to see the impact of the electronic project-based learning (E-PjBL) learning model and learning interest on students' critical thinking skills using Lean pattern fashion design materials. The research was carried out at a course and training institute in Surabaya, with 120 students divided into two groups and surveyed: 60 in the control group and 60 in the experimental group. According to the findings, the electronic project-based learning (E-PjBL) learning model and the traditional learning method and interest increase student's critical thinking skills in fashion design through lean patterns. It also unveiled the relationship between modeling and a desire to learn with critical thinking skills in lean pattern fashion design. As a result of the research findings, the current study concluded that the electronic project-based learning (E-PjBL) learning model and students' interest in learning can improve students' critical thinking abilities.
Pengembangan e-modul IPA berbasis literasi untuk mendukung pembelajaran daring bermakna Mochamad Zainun Aslik; Hari Karyono; Wawan Gunawan
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v9i12022p056

Abstract

Abstrak: Pengembangan modul ini bertujuan menghasilkan E-modul siswa dan guru berbasis literasi melalui media WhatsApp untuk pembelajaran daring bermakna. Dengan media ini siswa dapat belajar dengan mudah dan bermakna walaupun harus belajar di rumah secara daring. Model pengembangan dengan ADDIE. Adapun langkahnya (1) menganalisis kebutuhan, kurikulum, dan karakter peserta didik, (2) perancangan instrumen penilaian, konten, latihan, dan analisis materi pembelajaran, (3) pengembangan realisasi produk berupa E-modul, (4) menguji coba produk hasil pengembangan. Hasil penelitian validasi ahli materi menunjukkan bahwa rerata 89%. Sedangkan validasi ahli desain buku siswa mencapai 88,5%, buku guru mencapai 92%. Hasil validasi ahli media modul siswa 85% dan buku guru 86,5%. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil mencapai 89,9%. Uji lapangan mencapai hasil rerata 91,0%, dan review teman sejawat mencapai rerata 87,6%. Kesimpulannya adalah pengembangan E-modul IPA Berbasis Literasi melalui media WhatsApp untuk mendukung pembelajaran daring bermakna dikategorikan layak. Abstract: The development of this module aims to produce literacy-based E-modules for students and teachers through WhatsApp media for meaningful online learning. With this media, students can learn easily and meaningfully even though they have to study at home online. Development model with ADDIE. The steps are (1) analyzing the needs, curriculum, and character of students, (2) designing assessment instruments, content, exercises, and analysis of learning materials, (3) developing product realization in the form of E-modules, (4) testing the product developed. . The results of the material expert validation research show that the average is 89%. While the validation of student book design experts reached 88.5%, teacher books reached 92%. The results of the expert validation of the student module media are 85% and the teacher's book is 86.5%. While the results of the small group trial reached 89.9%. Field trials achieved an average result of 91.0%, and peer reviews reached an average of 87.6%. The conclusion is that the development of Literacy-Based Science E-modules through WhatsApp media to support meaningful online learning is categorized as feasible.