Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna Untuk Anak Usia Dini Dengan Sentuhan Kearifan Lokal Mil, Silvie; Nurillah, Desi; Yulia, Cici
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i2.4062

Abstract

AbstrakLebak Muncang merupakan desa wisata di kawasan Ciwidey Kabupaten Bandung Jawa Barat yang terkenal akan kekayaan kearifan lokal, budaya, tradisi dan nilai-nilai karakter positive yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah. RA Birrul Walidai, sebuah Taman Kanak-Kanak di daerah tersebut, berfokus pada pendidikan anak usia dini khususnya dalam membaca, menulis dan berhitung. Hasil analisis situasi dan kebutuhan mengidentifikasikan perlunya peningkatan pengetahuan guru tentang bagaimana menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru PAUD di Desa Lebak Muncang dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak yang terintegrasi kearifan lokal melalui penyelenggaraan kegiatan pelatihan. Kegiatan diikuti oleh 6 orang peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dan konsultasi dengan narasumber yang kompeten bidang pendidikan anak usia dini dan psikologi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari 80% (pre-test) mencapai 85% (post-test) dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 96%. Semua peserta dapat memahami materi yang disampaikan narasumber dengan baik dan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka. Diharapkan setelah kegiatan ini dilaksanakan, kepala sekolah dan guru-guru RA Birrul Walidain dapat mengimplementasikannya di kelas dan anak-anak dapat lebih menikmati proses belajar dengan menyenangkan.Kata kunci: Anak Usia Dini, Guru, Kearifan Lokal, Pembelajaran Yang Menyenangkan, Taman Kanak-Kanak.
Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Workshop Media Edukasi Digital di SMA Tadika Pertiwi Depok Latifah, Nur; Mil, Silvie; Yamin
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8960

Abstract

 Pemanfaatan media edukasi sangat penting untuk meningkatkan literasi digital siswa di tengah tantangan era digital. Masalah utama adalah pengetahuan siswa yang terbatas dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, yang memerlukan solusi praktis. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui lokakarya pengenalan media pendidikan berbasis digital. Proyek ini mencakup tahap persiapan, pelaksanaan lokakarya, dan evaluasi. Pada fase persiapan, tim mengembangkan modul pelatihan yang relevan. Lokakarya mengedukasi peserta tentang konsep literasi digital, mengeksplorasi media pendidikan berbasis aplikasi seperti Educandy dan PhET, serta mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui kuesioner, tes keterampilan, dan proyek tugas siswa, untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan sebesar 70% dalam pemahaman literasi digital, serta peningkatan yang signifikan dalam penggunaan media pendidikan sebesar 85%, serta sikap kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap teknologi 65%.
Pelatihan Pengenalan Loose Parts Sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru PAUD Mil, Silvie; Dewi, Chandra; Hajar, Siti
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6084

Abstract

Keterbatasan bahan dan dana menjadi salah satu tantangan bagi guru PAUD dalam membuat Alat Permainan Edukatif (APE) untuk pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam merancang dan mengembangkan APE berbahan loose part. Loose part adalah material yang dapat dipindahkan, dibawa, digabungkan, disusun ulang, dipisahkan dan disatukan dalam berbagai macam cara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pelatihan pada tanggal 23-24 Mei 2024 dan diikuti oleh 44 guru dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal di Kabupaten Pandeglang. Pelatihan diawali dengan memberikan materi tentang konsep dan penggunaan loose parts untuk APE dan dilanjutkan dengan workshop membuat APE. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang konsep loose part dan penggunaannya berdasarkan hasil rata-rata pretest 69, 69% ke rata-rata skor posttest 80%. Sebanyak 86% peserta kegiatan sangat puas dengan materi yang disampaikan dan penyelenggaraan kegiatan. Setelah kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan APE berbahan loose parts pada kegiatan di sekolahnya masing-masing
Peningkatan Literasi Digital Siswa melalui Workshop Media Edukasi Digital di SMA Tadika Pertiwi Depok Latifah, Nur; Mil, Silvie; Yamin
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v5i1.8960

Abstract

 Pemanfaatan media edukasi sangat penting untuk meningkatkan literasi digital siswa di tengah tantangan era digital. Masalah utama adalah pengetahuan siswa yang terbatas dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, yang memerlukan solusi praktis. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui lokakarya pengenalan media pendidikan berbasis digital. Proyek ini mencakup tahap persiapan, pelaksanaan lokakarya, dan evaluasi. Pada fase persiapan, tim mengembangkan modul pelatihan yang relevan. Lokakarya mengedukasi peserta tentang konsep literasi digital, mengeksplorasi media pendidikan berbasis aplikasi seperti Educandy dan PhET, serta mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui kuesioner, tes keterampilan, dan proyek tugas siswa, untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan sebesar 70% dalam pemahaman literasi digital, serta peningkatan yang signifikan dalam penggunaan media pendidikan sebesar 85%, serta sikap kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap teknologi 65%.
Digital Literacy Profile of Prospective Elementary School Teachers in Indonesian Language Learning: a Case Study at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Latifah, Nur; Meilin, Septi Fitri; Mil, Silvie; Sa'odah, Sa'odah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 12, No 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19875

Abstract

AbstractDigital literacy is essential for Prospective Elementary School Teachers to foster the development of technology-based teaching skills. Therefore, understanding the digital literacy profile of prospective is essential as a foundation for developing informed learning policies. This study aims to describe the digital literacy profiles of prospective elementary school teachers by analyzing their digital literacy skills through a quantitative survey-based research approach. The study population consisted of 1,400 students, from which a sample of 210 was selected using stratified random sampling. The research instrument consisted of a Likert-scale questionnaire encompassing indicators such as functional and technical skills in operating digital devices, creativity in producing digital learning content, collaboration abilities using digital platforms, communication skills within digital spaces, information literacy in locating and selecting learning resources, critical thinking in evaluating digital content, socio-cultural awareness related to digital ethics, electronic security in safeguarding personal data, and technical problem-solving competencies. The study’s findings indicated that prospective of elementary school strong proficiency in information literacy, with an average score of 4.57, and digital communication, scoring 4.42. However, certain areas require further development, particularly electronic security (3.50) and digital socio-cultural understanding (3.65), which received comparatively lower scores. In light of these findings, measures should be taken to enhance the digital literacy of prospective primary school teachers, particularly through language skills courses aimed at strengthening their understanding and effective use of digital technology and information.Keywords: digital literacy, Indonesian language learning, prospective elementary school.AbstrakLiterasi digital sangat penting bagi Calon Guru Sekolah Dasar untuk mendorong pengembangan keterampilan mengajar berbasis teknologi. Oleh karena itu, memahami profil literasi digital calon guru sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan pembelajaran yang terinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi digital calon guru sekolah dasar dengan menganalisis keterampilan literasi digital mereka melalui pendekatan penelitian berbasis survei kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 1.400 siswa, dengan sampel sebanyak 210 siswa dipilih secara acak. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner skala Likert yang mencakup indikator-indikator seperti keterampilan fungsional dan teknis dalam mengoperasikan perangkat digital, kreativitas dalam menghasilkan konten pembelajaran digital, kemampuan berkolaborasi menggunakan platform digital, keterampilan komunikasi dalam ruang digital, literasi informasi dalam menemukan dan memilih sumber belajar, berpikir kritis dalam mengevaluasi konten digital, kesadaran sosial budaya terkait etika digital, keamanan elektronik dalam menjaga data pribadi, dan kompetensi pemecahan masalah teknis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru sekolah dasar memiliki kecakapan yang kuat dalam literasi informasi, dengan skor rata-rata 4,57, dan komunikasi digital, dengan skor 4,42. Namun, beberapa area perlu dikembangkan lebih lanjut, terutama keamanan elektronik (3,50) dan pemahaman sosial budaya digital (3,65), yang mendapatkan skor relatif lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, langkah-langkah perlu diambil untuk meningkatkan literasi digital calon guru sekolah dasar, terutama melalui kursus keterampilan berbahasa yang bertujuan memperkuat pemahaman dan penggunaan teknologi dan informasi digital secara efektif.Kata kunci: literasi digital, pembelajaran bahasa indonesia, calon guru sekolah dasar.
Father's Attachment and Its Implications for Children's Self-Confidence in Kindergarten Mil, Silvie; Natasha, Devvi
Al Hikmah Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Vol 9 No 1 (2025): IJECIE
Publisher : Universitas Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/ijecie.v9i1.980

Abstract

In the Jatimurni sub-district of Bekasi City, this study is to examine the relationship between father attachment and self-confidence in children aged 5 to 6. This study's foundation is the observation that, in Indonesia, fathers are not actively involved in their children's upbringing, which has negative effects on their children's social and emotional development, especially their self-confidence. Involving 104 dads and children between the ages of 5 and 6, the study method used a correlational quantitative approach with a purposive sample strategy. A validated and reliable questionnaire serves as the research tool. A basic linear regression and Spearman's rho correlation test are used in data analysis. A correlation coefficient of 0.752 and a R Squared value of 0.566 indicate that there is a strong relationship between father attachment and self-confidence in young children. Except for the father's connection, which is affected by variables not included in this research. The significance of the father's involvement in fostering self-confidence in children from a young age is highlighted by these results, which support Bowlby's attachment theory. Family education programs and social support should be more prominent in raising dads' consciousness of their roles as active participants in their children's upbringing, according to the research's practical implications. Additional research into the elements that influence children's self-confidence is needed, according to this study.
Analisis Dimensi Self-Harm Dalam Pandangan Islam Mil, Silvie; Nurul Fadhilah; Fetriyah Amanda; Fakhira Alyaa; Nadia Dwinanda; Ikfina Kamalia
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5884

Abstract

Perilaku self-harm berbahaya bagi fisik dan mental dan saat ini fenomena tersebut semakin banyak terjadi di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisa dimensi self -harm dalam pandangan Islam dan penanganannya. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur. Terdapat empat dimensi utama dari perilaku self-harm yaitu dimensi kognitif, lingkungan, biologis dan dimensi afektif. Dalam pandangan Islam perilaku menyakiti diri sendiri termasuk kedalam tindakan zalim karena menganiaya diri sendiri. Pandangan Islam memberikan anjuran agar menjauhi perilaku menyakiti diri sendiri dengan berzikir, senantiasa bersyukur, bersabar dan sholat. Masing-masing dimensi memiliki penanganan bidang konseling masing-masing dan dapat bersinergi cara pandangan Islam yang lebih menyorot pada pencegahan perilaku self-harm tersebut. Diharapkan dengan memahami self-harm dengan pandangan Islam dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya remaja untuk menghindari self-harm dan mendorong upaya untuk menyediakan sumberdaya yang diperlukan dalam menanganinya. Kata kunci: self-harm, pandangan islam, bimbingan dan konseling