Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemeliharaan larva arwana silver (Osteoglossum bicirrhosum) pascatransportasi dengan padat tebar berbeda Hasrah Hasrah; Windu Sukendar; Eki Juanda; Budiyanti Budiyanti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i2.1109

Abstract

Arwana silver merupakan salah satu ikan hias bernilai ekonomis tinggi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kegiatan distribusi larva dan benih dari daerah produksi ke wilayah perkotaan memerlukan teknik transportasi yang tepat, salah satunya padat tebar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji padat tebar optimal pada transportasi tertutup larva arwana silver selama 12 jam. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan padat tebar, yaitu A (10 ekor/L), B (13 ekor/L), dan C (16 ekor/L). Larva arwana silver berukuran 4–6 cm dipelihara pascatransportasi selama 21 hari dan diberi pakan cacing darah serta ulat hongkong sesuai fase pertumbuhan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, konsumsi pakan, tingkat kelulushidupan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan A (10 ekor/L) dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Tingkat kelulushidupan larva mencapai 100% pada seluruh perlakuan. Konsumsi pakan meningkat seiring pemulihan stres pascatransportasi hingga hari ke-21, terutama pada perlakuan C. Hasil ini menunjukkan bahwa padat tebar selama transportasi lebih berpengaruh terhadap respons stres dibandingkan terhadap kelulushidupan larva. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran toleransi larva arwana silver, yaitu DO 5,4–7,8 ppm, suhu 27–30 °C, pH 6,5–8,79, dan amonia 0,03–0,18 ppm. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pembudidaya dalam menentukan padat tebar optimal untuk meminimalkan stres dan risiko mortalitas larva arwana silver selama transportasi jarak menengah.
Transplantasi Terumbu Karang Berbasis Citizen: Strategi Pendampingan Generasi Muda Desa Karae untuk Konservasi Pesisir: Citizen-Based Coral Reef Transplantation: A Youth Mentorship Strategy for Coastal Conservation in Karae Village Alim Setiawan; Budiyanti Budiyanti; Sekar Alim Padar; Arwin Arwin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.11988

Abstract

Karae Village, Siompu District, possesses coral reef ecosystems that are essential to the sustainability of coastal resources; however, these ecosystems are increasingly threatened by destructive fishing practices and low awareness among young people. This community service activity aimed to enhance youth participation and understanding in Karae Village regarding coral reef conservation through a citizen-based coral reef transplantation approach. The program was implemented using a participatory approach comprising preparation, education, transplantation implementation, mentoring, and activity evaluation stages, involving 25 young participants. The results showed that all transplanted coral fragments were in good initial condition and remained stable on the substrate. In addition to producing physical outputs in the form of coral reef transplantation structures, the activity also improved participants’ knowledge, awareness, and environmental attitudes toward the ecological functions of coral reefs and the importance of coastal conservation. The citizen-based approach proved effective in integrating conservation knowledge with practical action and has strong potential to serve as a sustainable community service model for coastal ecosystem management.