Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Integrasi Literasi dan STEAM Dalam Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis Anak Usia Dini Suharni; Alfia Rahmawati; Anisa Syahri Ramadhani; Mila Febrianti; Nurhidayah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i3.2805

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini untuk mendukung kesiapan anak menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, implementasi pembelajaran di PAUD masih cenderung memisahkan kegiatan literasi dan STEAM sehingga peluang anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi integrasi literasi dan STEAM dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen. Sumber data berupa rapor perkembangan anak Kelompok B di TK Unilak Golden School Tahun Ajaran 2025/2026. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teknik qualitative content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi dan STEAM berkontribusi positif terhadap perkembangan kemampuan berpikir kritis anak, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengamati, mengajukan pertanyaan, menghubungkan informasi, memberikan alasan sederhana, memecahkan masalah, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Aktivitas literasi membantu anak memahami serta mengolah informasi, sedangkan pembelajaran STEAM memberikan kesempatan untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan menemukan solusi terhadap permasalahan sederhana. Integrasi kedua pendekatan tersebut menciptakan pengalaman belajar yang aktif, bermakna, dan berpusat pada anak, sekaligus mendukung perkembangan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan keterampilan pemecahan masalah sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pemanfaatan rapor perkembangan anak sebagai sumber data autentik untuk menggambarkan implementasi integrasi literasi dan STEAM dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis anak usia dini
Manajemen Profesionalisme Guru Dalam Menghadapi Tantangan Pembelajaran Di PAUD: Analisis Kualitatif Kasus Mutiara Cendekia Suharni; Nurul Hidayah; Pina Febriana; Julie Dwisari
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i3.2810

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin kualitas pembelajaran serta mendukung perkembangan anak secara holistik di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di PAUD Mutiara Cendekia, dengan penekanan pada identifikasi kebutuhan perkembangan anak, penerapan strategi pedagogis yang tepat, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah serta guru kelas. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tercermin dalam kemampuan melakukan observasi secara objektif dan berkelanjutan, menghindari pelabelan negatif terhadap anak, menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak, serta mengelola emosi dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dukungan kelembagaan, seperti pengelolaan rasio kelas yang proporsional dan kemitraan aktif dengan orang tua melalui program komunikasi yang berkelanjutan, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap efektivitas guru dalam menangani berbagai permasalahan perilaku dan psikososial anak. Guru juga mengutamakan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan setiap anak dibandingkan pendekatan yang bersifat menghukum. Dengan demikian, profesionalisme guru PAUD tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga diperkuat oleh manajemen kelembagaan yang efektif, kemitraan yang erat dengan keluarga, serta praktik profesional yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, ramah anak, dan berorientasi pada perkembangan anak secara menyeluruh.
Implementasi Pembelajaran Project based learning untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Suharni Suharni; Isdayanti Hondro; Elizabeth Marbun; Sri Meisyanti Nababan; Amanda Rafmandini
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i3.2827

Abstract

Critical thinking skills are one of the abilities that need to be developed in early childhood. One of the learning models that can be used to support the development of these abilities is Project-Based Learning (PjBL). This study aims to determine the implementation of the Project-Based Learning model in fostering the critical thinking skills of children aged 5–6 years in PAUD Kalam Kudus. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation and interviews with teachers and principals. The results of the study show that the implementation of PjBL is carried out through several stages, namely determination of project themes, activity planning, project implementation, presentation of results, and reflection. Through simple project activities such as getting to know plants, children are seen to be more active in observing, asking questions, exploring, and expressing opinions. In addition, project activities also help develop children's social and communication skills through cooperation with peers. The teacher plays the role of a facilitator who guides the child during the learning process. Based on the results of the research, it can be concluded that the Project-Based Learning model can help foster early childhood critical thinking skills and create a more active and meaningful learning process.