Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik Kepribadian Introvert dan Konsep Uzlah dalam Tasawuf Islam: Implikasi bagi Manajemen Diri dan Pendidikan Spiritual Kontemporer Ari Mustopa; Larasati Kirana Putri; Milana Abdillah Subarkah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jeis.v5i1.10863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara karakteristik kepribadian introvert dalam psikologi modern dan konsep uzlah dalam tradisi tasawuf Islam, serta implikasinya terhadap manajemen diri dan pendidikan spiritual kontemporer. Uzlah selama ini sering dipahami secara keliru sebagai bentuk isolasi sosial atau pelarian dari realitas, sementara introvert kerap distigmatisasi sebagai individu yang asosial. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif terhadap literatur psikologi kepribadian dan teks-teks tasawuf klasik. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi substantif antara keduanya, di mana orientasi internal individu introvert selaras dengan praktik uzlah yang menekankan muhasabah, tazkiyatun nafs, dan taqarrub kepada Allah SWT. Perbedaannya terletak pada orientasi dasar: introversi berfokus pada pemulihan energi psikologis (psiko-edukatif), sedangkan uzlah berorientasi pada transformasi spiritual (teosentris). Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik introvert dapat diposisikan sebagai modal psikologis positif (psychological capital) dalam membangun praktik uzlah modern yang produktif, yang tidak memutus hubungan sosial, melainkan memperkuat kualitas kontribusi individu dalam masyarakat melalui penguatan diri secara mental dan spiritual
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Perencanaan Pembelajaran PAI untuk Mengembangkan Berpikir Kritis Siswa pada Era Digital di SD Islam YAKMI Tangerang Adzra Rahma Aulia; Syahreza Syahron Asy-Syamtani; Hatchi Azis Noviansyah; Alma Aulia Rachman; Tasya Aulia Magfiroh; Milana Abdillah Subarkah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.288

Abstract

The digital age requires students to have strong critical thinking skills. This study discusses the integration of deep learning concepts in PAI planning to develop students' critical thinking skills in the digital age. The research methods used are literature study and descriptive analysis of deep learning models relevant to PAI learning. The results show that the integration of deep learning can provide a new approach to designing learning materials, evaluation methods, and interactive strategies that are more personalized and adaptive. The implication of this study is to contribute to the development of a PAI curriculum that is responsive to technological developments and student needs in the digital age. It can be concluded that despite the challenges in its implementation, the integration of deep learning offers great opportunities in creating PAI learning that is more interesting, relevant, and effective in developing students' critical thinking skills, showing that the use of deep learning models in PAI learning planning increases student learning motivation, deepens material understanding, and provides practical recommendations for effective implementation.   Abstrak Era digital menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berfikir kritis yang kuat. Penelitian ini membahas tentang intregasi konsep deep learning dalam perencanaan PAI untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah study literature dan analisis deskriptif terhadap model-model deep learning yang relevan dengan pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi deep learning dapat memberikan pendekatan baru dalam merancang materi pembelajaran, metode evaluasi, dan strategi interaktif yang lebih personal dan adaptif. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum PAI yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa di era digital. Dapat diungkapkan meskipun terdapat tantangan-tantangan dalam implementasinya, namun integrasi deep learning menawarkan peluang besar dalam menciptakan pembelajaran PAI yang lebih menarik , relevan, dan efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada siswa, hingga menunjukan bahwa penggunaan model deep learning dalam perencanaan pembelajaran PAI dalam meingkatkan motivasi belajar siswa, memperdalam pemahaman materi, dan memberikan rekomendasi praktis implementasi secara efektif. Integrasi konsep deep learning dalam perencanaan pembelajaran pendidikan (PAI) menjadi solusi inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital penelitian ini bertujuan untuk merancang model pembelajaran PAI yang memanfaatkan deep learning untuk meningkatkan analisis, evaluasi, dan kreasi siswa terhadap keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam pembelajaran PAI mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, personal, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital, sehingga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis mereka. Model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi pacuan bagi pendidik PAI dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, serta mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang esensial dalam menghadapi tantangan zaman.
Responding to the Crisis of Religious Literacy among Generation Z in the Era of Algorithmic Islam: Developing a Deep Learning-Based Islamic Education Model Milana Abdillah Subarkah; Sri Hastuti
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.199

Abstract

The expansion of digital technology and algorithm-driven platforms has transformed the ways Generation Z encounters and interprets religious knowledge, creating new challenges for Islamic education. Although digital media broaden access to religious information, they also encourage the spread of fragmented narratives, misinformation, and uncritical patterns of religious learning. This study aims to examine the crisis of religious literacy experienced by Generation Z in the era of algorithmic Islam and to develop a deep learning-based Islamic education model capable of strengthening critical religious literacy. Using an Educational Design Research (EDR) approach, the study was conducted from March to May 2026 in four Islamic educational institutions in Banten Province, Indonesia. Twenty-five participants, including school principals, Islamic Religious Education teachers, and parents, were selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, focus group discussions, document analysis, expert validation, and limited model implementation. The findings indicate that existing Islamic Religious Education remains predominantly transmission-oriented and has not adequately addressed the epistemological complexities of digitally mediated religious environments. The study subsequently developed the Deep Learning-Based Critical Religious Literacy (DL-CRL) Model, which comprises five interconnected dimensions: critical inquiry, digital religious verification, reflective dialogue, collaborative knowledge construction, and transformative religious engagement. Limited implementation demonstrated improvements in students’ ability to evaluate religious information, verify digital sources, and construct evidence-based religious arguments. The proposed model offers an integrative pedagogical framework that connects Islamic educational values, deep learning, and digital religion studies to support religious literacy among Generation Z.
Implementasi Kurikulum Peningkatan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di RT 03/RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang Zulkifli; Nasrullah; Milana Abdillah Subarkah; Erpin Harahap; Syaufa Ramadhan; Pramesty Kusumaning Palupi; Rezki Fauziah
CITAKARYA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2026): August - October
Publisher : CITAKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citakarya.v4i03.6160

Abstract

Permasalahan sampah pada tingkat permukiman tidak semata-mata berkaitan dengan keterbatasan sarana pengangkutan atau tempat pembuangan akhir, tetapi juga berhubungan dengan pengetahuan, sikap, kebiasaan, norma sosial, serta kapasitas masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merumuskan implementasi kurikulum berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah di RT 03 RW 08 Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dan analisis dokumen, dengan mengintegrasikan perspektif pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pendidikan karakter, serta ekopedagogi Islam. Proses implementasi dirancang melalui tahapan pemetaan masalah, penyusunan materi, pendidikan lingkungan, integrasi nilai keislaman, praktik pemilahan, penguatan kelembagaan bank sampah, monitoring, dan evaluasi partisipatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum pengelolaan sampah di tingkat RT perlu dipahami sebagai proses pendidikan sosial yang berlangsung melalui pengalaman nyata, bukan sekadar penyampaian informasi. Bank sampah berpotensi menjadi instrumen pendidikan sekaligus ekonomi sirkular, tetapi manfaatnya akan terbatas apabila partisipasi warga hanya didorong oleh insentif ekonomi. Integrasi nilai kebersihan, amanah, khalifah, larangan membuat kerusakan, serta tanggung jawab sosial dalam pendidikan Islam dapat memperkuat legitimasi moral program. Artikel ini menawarkan model implementasi yang menghubungkan rumah tangga, RT/RW, bank sampah, lembaga keagamaan, dan kebijakan pendidikan sehingga pengelolaan sampah berkembang menjadi budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Perencanaan Pembelajaran PAI Berbasis Gamifikasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Andi Kusniadi; Fajar Kurniawanysah; Noval Waliadin; Raga Segara; Milana Abdillah Subarkah
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 3 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i3.324

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) plays a crucial role in shaping students’ moral values, attitudes, and behaviors in accordance with Islamic teachings. However, IRE learning in schools still frequently relies on conventional, teacher-centered approaches, which tend to be monotonous and may negatively affect students’ learning motivation and engagement. This article aims to examine the development of gamification-based IRE lesson planning as an innovative strategy to enhance students’ learning motivation. This study employs a library research method by reviewing relevant books and scholarly journal articles addressing IRE, educational gamification, and learning motivation theories. The findings indicate that integrating gamification elements, such as points, badges, levels, challenges, and rewards, can create a more engaging, enjoyable, and meaningful learning environment. Gamification also encourages active participation, collaboration, healthy competition, and both intrinsic and extrinsic motivation, while supporting the achievement of cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. Therefore, gamification-based IRE lesson planning can serve as an innovative, effective, and practical alternative strategy for enhancing students’ learning motivation and improving the overall quality of Islamic Religious Education.Abstraksi Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk nilai moral, sikap, dan perilaku peserta didik sesuai ajaran Islam. Namun, pembelajaran PAI masih sering menggunakan pendekatan konvensional yang berpusat pada guru sehingga cenderung monoton dan berdampak pada rendahnya motivasi serta keterlibatan siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji pengembangan perencanaan pembelajaran PAI berbasis gamifikasi sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah berbagai buku dan artikel jurnal ilmiah mengenai pembelajaran PAI, gamifikasi, dan teori motivasi belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi unsur gamifikasi, seperti poin, lencana, level, tantangan, dan penghargaan, dapat menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, dan bermakna. Gamifikasi juga mendorong keaktifan, kerja sama, kompetisi sehat, serta motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa, sekaligus mendukung pencapaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran PAI berbasis gamifikasi dapat menjadi alternatif strategi yang inovatif, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.