Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Traveling Wave Signal untuk Menentukan Titik Gangguan Pada Saluran Tranmisi 150 KV PT PLN (Persero) Gardu Induk Glugur Hutasuhut, Abdul Azis; Medan, Muhammad Daffa Aprilio; Noorly Evalina; Medan, Faisal Irsan Pasaribu; Cholish; Abdullah
Jurnal Ilmiah Tenaga Listrik Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Tenaga Listrik
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jitl.v1i2.735

Abstract

Kontinuitas penyaluran tenaga listrik yang baik merupakan dambaan bagi setiap konsumen energi listrik., maka diperlukan sistem proteksi untuk melindungi saluran transmisi dari kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan, sistem proteksi yang digunakan pada saluran transmisi salah satunya adalah relai jarak (distance relay). Relai jarak digunakan karena kemampuannya menghilangkan gangguan dengan cepat serta penyetelannya yang relatif mudah. travelling wave sinyal adalah alat tambahan sebagai penguat dan pembanding untuk mengetahui lokasi gangguan yang akurat, metode yang digunakan adalah gelombang berjalan yang dimana komponen frekuensi tinggi diambil dari satu titik gangguan, perhitungan dan analisis dari sinyal yang diambil, persentase error perhitungan menggunakan metode travelling wave signal tidak ada yang melebihi 0,5 %.
PENGGUNAAN SISTEM KONTROL KINCIR AIR OTOMATIS UNTUK TAMBAK UDANG DI DESA PEMATANG GUNTUNG Noorly Evalina; Faisal Irsan Pasaribu; Abdul Azis; Arfis A; Indra Roza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3432-3437

Abstract

Kualitas air yang baik sangat dibutuhkan pada usaha budidaya udang vanamei di desa Pematang Guntung, kualitas air yang buruk akan mengakibatkan kegagalan panen atau udang yang dibudidayakan akan mati, untuk menghasilkan kualitas air yang baik petani tambak menggunakan kincir air, khusus untuk udang yang berumur 1 – 25 hari petani tambak membutuhkan kincir air  yang bekerja selama 3 jam dan tidk bekerja selama 1 jam demikian terus menerus, permasalahan yang dialami petani tambak adalah petani tambak masih mengoperasikan kincir air secara manual, apabila petani tambak sebagai operator lupa untuk menghidupkan kincir air sesuai jadwal ditentukan akan mengakibatkan kualitas air jelek dan udang akan mati, dan jika petani tambak lupa mematikan kincir air akan mengakibatkan motor induksi yang digunakan dan kincir air panas yang bisa berakibat kerusakan motor. tim pengabdian mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan petani tambak dengan menggunakan alat kontrol otomatis kincir air yang dirancang berdasarkan waktu sehingga kincir air dapat beroperasi hidup dan mati berdasarkan setting waktu yang ditentukan secara otomatis, penggunaan alat ini akan mengurangi kelalaian dari operator dalam hal ini petani tambak sehingga motor induksi dan kincir air yang digunakan terhindar dari panas yang berlebih dan kualitas air tambak udang baik. keberhasilan pengabdian yang dilaksanakan  dibuktikan dengan kemampuan petani tambak memasang dan menggunakan alat kontrol kincir air otomatis pada tambak udang yang beroperasi berdasarkan waktu dimana kincir air bekerja selama 3 jam dan berhenti bekerja selama 1 jam.
IMPLEMENTASI ALAT PENYIRAM TANAMAN CABAI OTOMATIS BERBASIS TENAGA SURYA Noorly Evalina; Partaonan Harahap; Faisal Irsan Pasaribu; Arfis A
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.%p

Abstract

Tanaman cabai merah  adalah tumbuhan perdu yang berkayu, dan buahnya berasa pedas. Cabai merah termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan. Tanah dalam keadaan lembap tetapi tidak becek sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Penyiraman tanaman cabai masih dilakukan secara manual oleh petani. Letak lahan yang jauh dari rumah  atau adanya keperluan lain yang mengakibatkan penyiraman cabai tidak teratur.Tim pengabdian mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan penyiraman tanaman cabai. Karena jarak lahan pertanian jauh dari jaringan listrik, maka digunakanlah panel surya sebagai sumber energi untuk menggantikan energi fosil. Pada lahan pertanian cabai, cahaya matahari berlimpah sehingga panel surya dapat menerima energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik sebagai sumber energi bagi berbagai alat pertanian. Solar panel 50 WP monocrystalline mampu  menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. Tegangan yang dihasilkan panel surya rata-rata 20,40 volt. Lama pengisian baterai adalah 6 jam 19 menit, dan berdasarkan hasil pengujian di lapangan, baterai dapat bertahan bekerja selama 4 jam. Baterai mengirimkan energi pada  Arduino untuk memerintahkan RTC menyiram tanaman pada jam 10.00 dan 16.00 WIB untuk mengontrol kelembapan tanah. Arduino juga memerintahkan pompa air untuk memompa air dan mengirimkan air ke lahan pertanian sehingga kelembapan tanah dapat terjaga.
PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA BUDIDAYA LELE UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT arfis amiruddin; Zulkifli Siregar; sri asfiati; indra yani; Noorly Evalina; Partaonan Harahap
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 31 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v31i4.69661

Abstract

Teknologi bioflok merupakan salah satu inovasi dalam sistem budidaya ikan yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas air, serta mengurangi ketergantungan terhadap pakan buatan. Dalam konteks budidaya ikan lele, teknologi ini terbukti efektif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi ekonomi masyarakat pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan sistem bioflok terhadap kualitas air, pertumbuhan ikan, efisiensi pakan, serta dampaknya terhadap ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi bioflok mampu menurunkan kadar amonia, nitrit, dan kekeruhan air secara signifikan, sekaligus meningkatkan kandungan oksigen terlarut. Ikan lele yang dibudidayakan dengan sistem bioflok menunjukkan peningkatan pertumbuhan bobot hingga 33%, penurunan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 25%, serta peningkatan tingkat kelangsungan hidup mencapai 95%. Selain itu, biaya pakan dapat ditekan hingga 30–40% dan produktivitas meningkat hingga 47%. Penerapan teknologi bioflok tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dengan menjamin ketersediaan sumber protein hewani yang berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat. Kata Kunci: Teknologi Bioflok, Budidaya Lele, Efisiensi Pakan, Ketahanan Pangan.
Pengaturan Kecepatan Putaran Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Programmable logic controller Noorly Evalina; Abdul Azis H; Zulfikar Zulfikar
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 3, No 2 (2018): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v3i2.545

Abstract

Motor induksi adalah motor yang paling banyak digunakan saat ini, karena memiliki konstruksi yang sederhana, relatif murah, lebih ringan dan memiliki efisiensi yang tinggi serta mudah dalam pemeliharaannya dibandingkan dengan motor DC. Namun dalam hal pengaturan kecepatan dan torsi motor induksi bukanlah suatu permasalahan yang mudah untuk dIlakukan, dengan berkembangnya Teknologi sistem kontrol salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan  Inverter satu fasa dan frekuensi 50 Hz untuk digunakan mengatur kecepatan  motor induksi tiga fasa.   Pengaturan frekuensi tegangan motor induksi dapat dilakukan dengan menggunakan inverter. Inverter mengkonversikan sumber tegangan AC 3 fasa maupun sumber tegangan AC 1 fasa yang memiliki frekwensi 50 Hz konstan menjadi sumber tegangan AC 3 fasa yang frekuensinya dapat diatur antara 0 – 50 Hz. Pada penelitian ini program Ladder diagram dirancang menggunakan CX-Programmer pada Programmable Logic Controller (PLC) yang digunakan sebagai pengendali kecepatan motor induksi tiga fasa melalui inverter. Frekuensi yang dikendalikan mulai dari 5 Hz sampai 60 Hz dan putaran yang dihasilkan 124 rpm sampai dengan 1441 rpm.  Semakin besar data frekuensi yang disetting ke PLC, maka kecepatan putaran motor induksi akan berubah semakin cepat.
Penggunaan Inverter 3G3MX2 Untuk Merubah Kecepatan Putar Motor Induksi 3 Phasa Zulfikar Zulfikar; Noorly Evalina; Arfis A.
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 2 (2019): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v4i2.1622

Abstract

Motor  induksi  adalah  motor  yang  paling  banyak  di  gunakan  saat  ini, karena memiliki konstruksi yang sederhana, relatif murah, lebih ringan dan memiliki efisiensi yang tinggi serta mudah dalam pemeliharaannya di bandingkan dengan  motor  DC.  Namun  dalam  hal  pengaturan  kecepatan  dan  torsi  motor induksi bukanlah suatu permasalahan yang mudah untuk di lakukan. Pengaturan putaran motor induksi dapat dilakukan dengan menggunakan inverter 3G3MX2 dengan merubah arus, tegangan, daya dan frekuensi. Penelitian ini menganalisis karakteristik kerja dari arus, tegangan, daya, frekuensi dan kecepatan putaran motor induksi,  Berdasarkan hasil penelitian bahwa ketika tegangan dinaikkan maka frekuensi akan semakin besar dan putaran akan semakin cepat.Bila frekuensi diubah lebih besar maka daya yang terukur juga akan semakin besar dan putaran yang dihasilkan akan semakin cepat.