Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS DIMENSI EKONOMI KESIAPAN DAERAH DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN PABRIK RUMPUT LAUT Siti Hajar Suryawati; Widodo Farid Ma’ruf
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4354.082 KB) | DOI: 10.15578/marina.v4i1.7330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status kesiapan pada dimensi ekonomi dan memberikan rekomendasi kebijakan industrialisasi rumput laut. Analisis kesiapan dilakukan dengan metode RAPFISH yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks tingkat kesiapan pada dimensi ekonomi pembangunan pabrik rumput laut di Kabupaten Jeneponto sebesar “40,00”, Kabupaten Bone sebesar 44,33”; dan untuk Kabupaten Buton Tengah sebesar “41,65”. Nilai tersebut terletak antara 25,01 - 50,00 berarti “Kurang Siap”. Nilai indeks esiapan untuk Kabupaten Buton sebesar “71,64” yang menunjukkan kondisi “Cukup Siap” karena berada pada kisaran 50,01 – 75,00. Nilai indeks dan status kesiapan saat ini menunjukkan kondisi ekonomi wilayah  erairan di Kabupaten Butin yang cukup siap dalam pembangunan pabrik rumput laut. Adapun Kabupaten Jeneponto, Bone dan Buton Tengahkurang mendukung pengembangan pabrik rumput laut, sehingga perlukan intervensi kebijakan melalui pemberian bantuan modal usaha, pelatihan teknis diversifikasi produk, dan peningkatan kapasitaskelembagaan pemasaran untuk meningkatkan status kesiapan pembangunan dimensi ekonomi.Title: Analysis of Economic Dimension Toward Local GovernmentReadiness for Developing Seaweed IndustryThis research aims to measure the readiness status on economic imension as well as to provide policy recommendation concerning seaweed industry. The readiness level had been analyzed using modified RAPFISH technique. The result suggests that the readiness level of  seaweed industry inJeneponto Regency was on a score of “40,00”, Bone Regency of “44,33”, and Central Buton of “41,65”. Those value ranged between 25,02 to 50,00 indicating “Less Ready”. While readiness level of Buton Regency was on score “71,64” that indicates “Adequate” since it is on range between 50,01 to 75,00. This current index value and status indicate the readiness of economic condition in Buton territorial water to develop seaweed factory. Meanwhile, Jeneponto, Bone and Central Buton have not been ready to support the development of seaweed industry.  herefore, the policy is necessary through capital, product diversification training, and enhancing capacity the marketing institution to increase the readiness level of economic development.
PERAN IKAN DALAM POLA KONSUMSI PANGAN HEWANI RUMAH TANGGA INDONESIA: ANALISIS DATA SUSENAS 1996-2002 Siti Hajar Suryawati; Subhechanis Saptanto; Mewa Ariani; Sonny Koeshendrajana
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5561.888 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.41-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ikan dalam perkembangan pola konsumsi pangan hewani rumah tangga di Indonesia. Data yang dipublikasikan oleh BPS (Biro Pusat Statistik) untuk tahun 1996 sampai dengan 2002 seperti nilai konsumsi dan nilai pengeluaran untuk daging, telur, susu dan ikan digunakan dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi pangan hewani di Indonesia pada tahun 1996 adalah Daging lkan-Telur-Susu.
KAJIAN TINGKAT PARTISIPASI DAN KONSUMSI IKAN DITINJAU DARI ASPEK REGIONAL KOTA DAN DESA DIINDONESIA Subhechanis Saptanto; Siti Hajar Suryawati; Sonny Koeshendrajana
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 9 (2005): (Vol. 11 No. 9 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.908 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.9.2005.73-82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi dan konsumsi ikan di masyarakat perkotaan dan pedesaan berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Metode yang digunakanadalah metode analisis deskriptif dan studi literatur. Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data SUSENAS tahun 1996, 1999,2002. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat partisipasikonsumsi ikan di wilayah perkotaan umumnya lebih tinggi daripada daerah pedesaan.
Analisis Potensi dan Peranan Sektor Perikanan di Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat Siti Hajar Suryawati
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Majene merupakan salah satu kabupaten di wilayah Propinsi Sulawesi Barat, dimana hampir semua wilayahnya berbatasan dengan laut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan peranan sektor perikanan dalam peningkatan perekonomian wilayah Kabupaten Majene. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Majene Tahun 2010-2018. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS). Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa sektor perikanan sebagai salah satu subsektor dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan bukan sektor basis dan unggulan bagi Kabupaten Majene. Hasil analisis SS menunjukkan bahwa sektor perikananbersama dengan pertanian dan kehutanan di Kabupaten Majene masih memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Provinsi Sulawesi Barat, tetapi memiliki keunggulan kompetitif yang rendah. Rekomendasi kebijakan yang disarankan adalah berupaya untuk meningkatkan masuknya investasi pada sektor perikanan serta meningkatkan daya saing sektor perikanan agar lebih kompetitif yang terintegrasi dari hulu ke hilir.