Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Mental Health Psychoeducation: Effort to Increase Mental Health Literacy in Adolescence Alqifari, Salman; Amellia, Riska Azza; Septiany, Fildzah Ayudhia; Merida, Sarita Candra
Developmental and Clinical Psychology Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dcp.v5i2.17098

Abstract

Some adolescents demonstrate a deficiency in awareness regarding mental health. This deficit in knowledge is attributable to a lack of mental health literacy. The objective of this research is to ascertain the efficacy of psychoeducation in enhancing mental health literacy among teenagers belonging to the Karang Taruna organisation. Eighteen participants were selected using a purposive sampling technique, with the criteria being young men or women who were members of Karang Taruna. The methodology employed in this study is a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest. The results of the data analysis, conducted using the Paired Sample T-test, indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest results. The results demonstrated a notable increase in scores from the pretest to the posttest following the administration of psychoeducation. This outcome substantiates the efficacy of psychoeducation in enhancing public awareness about mental health literacy. It is anticipated that by fostering mental health literacy, individuals will be better equipped to identify, comprehend, and avert issues pertaining to mental health.
Analisis Deskriptif : Self Esteem Pengguna Instagram Ditinjau dari Profil Demografis Merida, Sarita Candra; Yuliana, Yomima Viena; Tasya, Faidah Ana
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12588038

Abstract

In Digital Era, The use of social media is increasing. Nowdays, an individual with positive self-esteem will present himself more often on social media. For Example, the people using Instagram. In fact, If the people receive appreciation in the form of positive comments, the individual becomes more valuable and their self-esteem increases. Therefore, Instagram users try to present themselves as well as possible to get positive feedback from other people. The purpose this research is to describe the self-esteem of Instagram users in terms of the demographic profile which includes the area of residence and gender of the respondent. After being able to describe the self-esteem variable, the implication of this research is that through Instagram, users can share useful content so that they can increase self-esteem. The method used in this research is descriptive quantitative. The results of this research show that the self-esteem of Instagram users is in the high category in both the city and district.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Student Well-Being Pada Mahasiswa Semester Akhir Merida, Sarita Candra; Febrieta, Ditta; Husnah, Hilmiatul; Ria, Roma; Novianti, Rospita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5695

Abstract

Proses pembelajaran dalam perkuliahan menuntut mahasiswa semester akhir lebih bertanggung jawab dari semester sebelumnya, sehingga adanya perubahaan, tentunya perlu penyesuaian baru supaya mahasiswa dapat lebih produktif dan berkontribusi untuk fakultas. Dalam proses penyesuaian tersebut tidak mudah, salah satunya muncul indikator well-being yaitu stress sehingga perlu peningkatan student well-being untuk mendukung kesuksesaan mahasiswa diperguruan tinggi. Pada penelitian ini mahasiswa diberikan terapi SEFT untuk meningkatkan student well-being salah satunya ialah komponen emosi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 mahasiswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Analisis statistika menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbedaan data prestest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pretest dan posttest dengan skor Z -2950ᵇ dan signifikansi sebesar 0,003 serta terdapat peningkatan dari pretest ke posttest. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap peningkatan student well-being pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Rancangan Model Peer Support Family Meeting Program (FMP 2C1S): Upaya Pemulihan Pasien Stroke terhadap Frekuensi Kekambuhan Stroke Berulang Lina Indrawati; Kiki Deniati; Sarita Candra Merida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53239

Abstract

Kejadian stroke berulang sampai saat ini masih menjadi fokus perhatian pada program rehabilitasi pasien pasca stroke. Tantangan terbesar bagi tenaga kesehatan dengan multidisplin untuk menyadarkan pasien dan keluarga pentingnya informasi mengenai layanan Masyarakat setelah keluar dari perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan program khusus yang berfokus pada pemulihan pasien dengan pendekatan keluarga melalui model Peer Support- Family Meeting Program (FMP 2C1S) untuk mengurangi dampak komplikasi pasca stroke. Program FMP2C1S ini meliputi counselling, coping skill development dan Stress Management. Tujuan penelitian ini sebagai upaya pemulihan pasien stroke terhadap frekuensi kejadian stroke berulang. Metode Penelitian ini menggunakan quasi experiment with a pre and post without control group dengan tahapan tahapan penelitian sebagai berikut mulai dari identifikasi masalah, membuat rumusan masalah penelitian, penentuan variabel, melakukan studi pustaka dan telaah jurnal, melakukan ethical clearance ini sangat memprihatinkan, merancang intervensi model Program (FMP 2C1S, melakukan reduksi data dan olah data sebelum intervensi dan sesudah intervensi dan penyusunan laporan akhir.Hasil penelitian ini melalui FMP2C1S efektif untuk mengurangi kejadian serangan berulang pasca stroke, membantu pengelolaan emosi dan manajemen stres pada keluarga pasien.
Studi Komparatif Kecemasan Pada Atlet Judo Pelatda Salman Alqifari; Sarita Candra Merida
Journal of Physical Activity (JPA) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari (2026)
Publisher : Asosiasi Program Studi Olahraga PGRI Indonesia (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58343/6w16pr20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kecemasan olahraga pada atlet judo dari tiga provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kecemasan diukur menggunakan Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2) oleh Smith et al. (2006), yang mencakup tiga dimensi: kecemasan somatik, kekhawatiran, dan gangguan konsentrasi. Dengan desain kuantitatif komparatif, data dikumpulkan dari 106 atlet melalui teknik stratified random sampling. Instrumen terbukti valid dan reliabel (r = 0,437–0,842; α = 0,924). Analisis One-Way ANOVA (SPSS v26) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar provinsi (p = 0,617). Namun, terdapat kecenderungan perbedaan dimensi dominan: Banten pada kecemasan somatik, Jawa Barat pada kekhawatiran, dan DKI Jakarta pada gangguan konsentrasi. Secara umum, seluruh atlet berada pada kategori kecemasan sedang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dan psikolog olahraga dalam merancang intervensi mental yang lebih kontekstual.
Self-concept dengan Citra Tubuh pada Mahasiswi Rospita Novianti; Sarita Candra Merida
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i1.4516

Abstract

Setiap perempuan saat ini memiliki standar tubuh ideal. Ideal yang dimaksudkan adalah keselarasan antara tinggi dan berat badan. Hal ini membuat mereka melakukan sebuah upaya dalam meningkatkan atau mengubah penampilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-concept dengan citra tubuh pada mahasiswi. Subjek penelitian ini sebanyak 174 mahasiswi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Kampus II: Bekasi. Metode yang dipergunakan kuantitatif dengan jenis korelasional. Proses pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui google form. Analisis data penelitian menggunakan teknik korelasi pearson product-moment. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,571** dengan nilai signifikansi (p) 0,000 ≤ 0.01. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara self-concept dengan citra tubuh pada mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Kampus II: Bekasi.
Scrolling into Crisis: Social Comparison as a Predictor of Quarter-Life Crisis among Emerging Adults on TikTok Syafira Suniyah Nur Fahmi; Sarita Candra Merida; Sandra Adetya
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/njbss.202616753

Abstract

The rapid development of social media, particularly TikTok, has increased social comparison among emerging adults. Algorithm-driven content often presents curated portrayals of success, ideal lifestyles, and appearance, which may influence users’ self-evaluations. During emerging adulthood, a phase marked by identity exploration and instability, such exposure may contribute to psychological distress, including quarter-life crisis. This study aimed to examine social comparison as a predictor of quarter-life crisis among TikTok users. A quantitative correlational design was employed with 116 emerging adults in Bekasi City selected through purposive sampling. Data were collected using social comparison and quarter-life crisis scales with acceptable psychometric properties. Data were analyzed using simple linear regression. The results showed that social comparison significantly predicted quarter-life crisis (p < .001), with an R² value of 0.651, indicating that 65.1% of the variance in quarter-life crisis is explained by social comparison. These findings indicate that social comparison contributes substantially to vulnerability to quarter-life crisis. The study emphasizes the importance of media literacy and self-regulation to mitigate its negative psychological impact. Abstrak: Perkembangan pesat media sosial, khususnya TikTok, telah meningkatkan kecenderungan perbandingan sosial pada dewasa awal. Konten berbasis algoritma sering menampilkan gambaran yang telah dikurasi mengenai kesuksesan, gaya hidup ideal, dan penampilan, yang dapat memengaruhi evaluasi diri pengguna. Pada masa dewasa awal, yang ditandai dengan eksplorasi identitas dan ketidakstabilan, paparan tersebut dapat berkontribusi pada tekanan psikologis, termasuk quarter-life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan sosial sebagai predictor quarter-life crisis pada pengguna TikTok. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan pada 116 dewasa awal di Kota Bekasi yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala perbandingan sosial dan quarter-life crisis yang memiliki kualitas psikometrik yang memadai. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan sosial berpengaruh signifikan terhadap quarter-life crisis (p < 0,001), dengan nilai R² sebesar 0,651, yang berarti 65,1% variasi quarter-life crisis dijelaskan oleh perbandingan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi media dan regulasi diri untuk mengurangi dampak psikologis negatif.
Social Comparison dan Body Image pada Perempuan Dewasa Awal Pengguna TikTok: Studi Korelasional Bunga Chantiqa; Sarita Candra Merida; Tugimin Supriyadi
Jiwara: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/jiwara.v1i2.246

Abstract

Perempuan dewasa awal merupakan kelompok individu yang berada pada tahap perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya perhatian terhadap penampilan fisik dan penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dengan body image pada perempuan dewasa awal pengguna TikTok di Kecamatan Bekasi Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 110 responden yang diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling dengan jenis convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala social comparison dan skala body image dari penelitian terdahulu yang telah dimodifikasi. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara social comparison dengan body image (r = -0.622; p < 0.05), artinya semakin tinggi tingkat social comparison maka semakin negatif body image yang dimiliki individu. Sebaliknya, semakin rendah tingkat social comparison individu maka body image cenderung lebih positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan konten TikTok yang menampilkan standar kecantikan tertentu dapat meningkatkan kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain, sehingga hal ini berpengaruh terhadap penilaian negatif individu terhadap kondisi tubuhnya.
Hubungan Mental Health Literacy dengan Sikap Mencari Bantuan Profesional Mahasiswa Siti Nuriah; Kus Hanna Rahmi; Sarita Candra Merida
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/hkd3zm45

Abstract

Permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa masih menjadi perhatian karena tekanan akademik dan sosial yang dialami mahasiswa tidak selalu diikuti dengan sikap positif untuk mencari bantuan profesional. Hal ini dapat terjadi karena rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan mental serta masih adanya hambatan stigma dalam memanfaatkan layanan psikologis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adakah hubungan antara mental health literacy dengan sikap mencari bantuan profesional pada mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu skala mental health literacy dan skala sikap mencari bantuan profesional yang disebar menggunakan Google Form. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara mental health literacy dengan sikap mencari bantuan profesional pada mahasiswa, dengan nilai koefisien korelasi (Pearson's r) sebesar 0,555 dan nilai signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi mental health literacy, maka semakin positif sikap mencari bantuan profesional pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan literasi kesehatan mental agar mampu mengenali permasalahan psikologis serta lebih terbuka dalam mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan.
Hubungan antara Social Comparison dengan Body Image pada Remaja Akhir Pengguna TikTok Nabila Cahyani; Kus Hanna Rahmi; Sarita Candra Merida
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/dvh3p338

Abstract

Paparan visual yang intens di TikTok berpotensi mendorong social comparison yang memengaruhi body image remaja akhir, namun penelitian terdahulu mengenai hubungan kedua variabel ini masih terbatas pada kelompok tertentu, seperti remaja putri, siswa satu sekolah, atau dewasa awal, dengan arah hubungan yang belum konsisten antarpenelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara social comparison dengan body image pada remaja akhir usia 17 sampai 22 tahun pengguna aktif TikTok di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, sekaligus mengisi kekosongan kajian pada kelompok usia dan konteks platform tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 172 responden yang diambil melalui teknik convenience sampling. Pengukuran menggunakan skala social comparison dari Jones dan skala body image dari Cash dan Pruzinsky yang diisi secara daring melalui Google Form. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara social comparison dengan body image (r = 0,657, p < 0,001), dengan mayoritas responden berada pada kategori social comparison rendah namun body image tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja akhir pengguna TikTok cenderung memaknai perbandingan sosial secara adaptif sehingga tetap mempertahankan persepsi positif terhadap tubuh dan penampilan dirinya, sekaligus memperkaya kajian social comparison pada konteks penggunaan media sosial berbasis video pendek.