Andi Eka Putra
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI NILAI PESANTREN DALAM PERSPEKTIF FALSAFAH PENDIDIKAN ISLAM Edi Sulaiman; Andi Eka Putra; Gama Setyazi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 1 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i1.1511

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi keilmuan dan pembentukan karakter umat Muslim Indonesia. Sebagai institusi pendidikan tertua di Nusantara, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga sebagai wadah internalisasi nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kedisiplinan, ukhuwah Islamiyah, serta kebebasan berpikir merupakan unsur penting yang membentuk kepribadian santri. Nilai-nilai tersebut menjadi ciri khas pesantren dan menjadi kekuatan utama yang membuat lembaga ini tetap eksis serta relevan di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur, yaitu penelitian yang dilakukan melalui penelaahan, analisis, dan sintesis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik integrasi nilai pesantren dan falsafah pendidikan Islam. Metode ini dilakukan dengan menelusuri dan mengkaji literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan nilai-nilai pesantren, falsafah pendidikan Islam, konsep pendidikan karakter, serta berbagai hasil penelitian sebelumnya. Data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber seperti buku-buku akademik, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dokumen pesantren, karya pemikir pendidikan Islam, dan literatur yang membahas tradisi keilmuan pesantren. Sumber-sumber tersebut dipilih secara purposif berdasarkan relevansinya dengan fokus penelitian.
Nalar Mistik dalam Tradisi Jejampi pada Masyarakat Adat Kaur: Sebuah Kajian Epistemologi di Desa Ulak Pandan Aurelia Fadhila; Andi Eka Putra; Nesia Mu'asyara; Fatonah Fatonah
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 3 (2026): September: Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i3.12665

Abstract

This article examines the epistemological structure of mystical reasoning in the jejampi healing tradition of the Kaur indigenous community in Ulak Pandan Village, Bengkulu Province, using Seyyed Hossein Nasr's framework of scientia sacra. It responds to positivist epistemology, which reduces revelation based knowledge and spiritual intuition to superstition without assessing them by their own criteria. The article argues that jejampi operates through three constitutive levels of reality Lahut (revelatory authority), Nasut (empirical herbal treatment), and Malakut (the imaginal world accessed through dreams, firasat, and dzauq) that collectively resist positivist reduction. Using qualitative field research combined with philosophical epistemological analysis, this study interviewed 34 informants three healers, thirty patients or villagers, and one village official. Findings show that the three levels function as a coherent, mutually supportive system, validated through internal coherence, practical efficacy, and community consensus rather than sensory verification. Unlike previous studies of Nusantara mysticism that emphasize social or semiotic functions, this article offers a systematic epistemological reading of jejampi through Nasr's scientia sacra. The findings imply that modern epistemology requires broader criteria to fairly assess indigenous spiritual knowledge systems.