Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Riptek

FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI KOTA SEMARANG: ANTARA SEKS BEBAS HINGGA FAKTOR PENGETAHUAN Suwito Eko Pramono; Inaya Sari Melati; Edi Kurniawan
Jurnal Riptek Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.216 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i2.63

Abstract

Pernikahan dini masih umum terjadi dan menimbulkan berbagai permasalahan di bidang sosial dan ekonomi. Faktor-faktor penyebab kejadian pernikahan dini di masyarakat cukup bervariasi dan umumnya berbeda di setiap lokasi. Penelitian ini terfokus pada identifikasi faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini di Kota Semarang. Subjek penelitian terdiri atas para pelaku pernikahan dini yang ada di Kota Semarang, baik yang menikah di antara tahun 2015–2018, pemerintah Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat di sekitar pelaku tinggal, dan petugas KUA dengan total sebanyak 427 responden. Sampel penelitian ditentukan menggunakan sistem snowball sampling karena keterbatasan data dan sulitnya mengakses informasi pelaku pernikahan dini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode wawancara, dan metode kuesioner. Analisis data yang digunakan pada data kuantitatif dalam penelitian ini adalah teknik Structural Equation Modelling (SEM) untuk mengukur faktor-faktor penyebab pernikahan dini. Beberapa temuan utama dari penelitian ini meliputi: (a)  fakta bahwa 83,88% motif pelaku pernikahan dini di Kota Semarang adalah kehamilan di luar nikah; (b) pelaku pernikahan dini di Kota Semarang lebih banyak ditemukan di daerah-daerah pinggiran dibandingkan di pusat kota; (c) terdapat perbedaan persepsi mengenai faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini, masyarakat umum beranggapan bahwa pekerjaan dan ekonomi menjadi faktor pendorong yang sangat tinggi (90%) namun demikian pelaku mengaku bahwa faktor tersebut hanya mampu mendorong keputusan menikah sebesar 4%. Diperlukan program yang terintegrasi untuk penanggulangan pernikahan dini baik secara preventif maupun represif dari dinas-dinas terkait untuk menekan jumlah pernikahan dini di Kota Semarang dan meminimalisir dampak sosial bagi pelaku di masa depan. 
Kajian Pembumian Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kota Semarang Tahun 2023 Edi Kurniawan; Tutik Wijayanti; Didi Pramono
Jurnal Riptek Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v17i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi gerakan pembumian nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan , mengukur indeks pembumian nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan masyarakat, dan menguji efektivitas gerakan pembumian nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan mix method, menggabungkan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang tersebar di 16 kecamatan di Kota Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pembumian Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di Kota Semarang yaitu sebesar 83,63. Angka tersebut diperoleh dari dua dimensi, yakni dimensi Pancasila dan dimensi Wawasan Kebangsaan. Adapun untuk dimensi Pancasila diperoleh nilai sebesar 86,06. Sedangkan dimensi wawasan kebangsaan diperoleh nilai sebesar 81,2. Berdasarkan pada hasil PPWK yang ada di Kota Semarang sebesar 83,63, maka dapat disimpulkan bahwa Pembumian Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang ada di Kota Semarang berkategori sangat baik. Gerakan pembumian nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diterapkan pada masyarakat Kota Semarang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, hal tersebut dapat terlihat dari adanya perubahan gaya hidup masyarakat Kota Semarang yang semakin rukun, di tengah keberagaman yang tinggi. Pemerintah Kota Semarang perlu memperbanyak ruang untuk mengimplementasikan nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, membentuk Satuan Tugas Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK), dan mengintegrasikannya dengan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) yang dapat bekerjasama dengan lingkungan pendidikan seperti sekolah dan universitas untuk mencapai optimalisasi pembumian Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.