Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Perbandingan Kinerja Model Transfer Learning VGG16 dan ResNet50 Dalam Klasifikasi Tumor Otak Pada Citra MRI Yosef Mnaku Gawen, Baltasar; Indah Purnama, Sevia; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya prevalensi tumor otak dan pentingnyadeteksi dini mendorong pengembangan sistem diagnosisotomatis berbasis kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuanmembandingkan kinerja dua arsitektur deep learning, yaituVGG16 dan ResNet50, dalam mengklasifikasi empat jenis citraMRI tumor otak yakni glioma, meningioma, pituitary, dan notumor. Pendekatan yang digunakan adalah transfer learningdengan dua skenario perbandingan yakni sebelum dan sesudahfine-tuning. Transfer learning memungkinkan pemanfaatanmodel yang telah dilatih sebelumnya, sedangkan fine-tuningdilakukan untuk menyesuaikan parameter model terhadapkarakteristik data baru. Seluruh proses penelitian mengikutitahapan Knowledge Discovery in Database (KDD), yang meliputipengumpulan data, preprocessing, pelatihan model, danevaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ResNet50menghasilkan akurasi sebesar 94,80% sebelum fine-tuning danmeningkat menjadi 97,54% setelah fine-tuning. Sementara itu,VGG16 memperoleh akurasi sebesar 91,39% sebelum finetuning dan meningkat signifikan menjadi 98,68% setelah finetuning. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwamodel VGG16 dengan fine-tuning menunjukkan kinerja terbaikdalam klasifikasi tumor otak pada citra MRI. Temuan inimengindikasikan bahwa pendekatan deep learning berbasistransfer learning berpotensi meningkatkan efektivitas danefisiensi diagnosis tumor otak secara otomatis.Kata Kunci: fine-tuning, transfer learning, VGG16, ResNet50,klasifikasi tumor, citra MRI
Prototipe Otomatisasi On/Off Suction Cairan Menggunakan Sensor Non-contact liquid Di Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto Nasya Mauldi, Meyke; Indah Purnama, Sevia; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suction pump merupakan salah satu perangkat medisesensial yang digunakan untuk menyedot cairan tubuh selama prosedurpembedahan atau tindakan medis tertentu. Namun, permasalahan yangsering ditemui adalah cairan melebihi kapasitas tabung penampung danmasuk ke dalam mesin pompa, yang dapat menyebabkan kerusakankomponen internal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat keterbatasanwaktu tenaga medis dalam memantau volume cairan secara berkala.Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem otomatisasi padasuction pump dengan memanfaatkan sensor non-kontak tipe XKC-Y25-V yang dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Uno. Sensor inimampu mendeteksi keberadaan cairan tanpa perlu bersentuhanlangsung, sehingga mendukung prinsip sterilitas dan keamananperangkat medis. Sistem dirancang agar secara otomatis memutusaliran listrik ke pompa melalui aktuasi relay ketika volume cairan telahmencapai ambang batas tertentu. Pengujian dilakukan menggunakandua jenis cairan dengan viskositas berbeda, yakni 66,00 cP (encer) dan1320,00 cP (kental), untuk mengevaluasi respons sistem terhadapperbedaan karakteristik fluida. Hasil eksperimen menunjukkan bahwasistem memiliki performa tinggi dengan akurasi sensor mencapai99,14% dan nilai rata-rata kesalahan (error) sebesar 0,86%. Sistemjuga terbukti tetap stabil dalam menangani cairan dengan viskositastinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkanberpotensi meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan suctionpump, serta layak diterapkan di lingkungan rumah sakit atau fasilitasmedis lainnya.Kata kunci: Suction pump, Sensor Non-Contact, ArduinoUno, Otomatisasi, RelayI. PENDAHULUANPerkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangatberpengaruh pada kehidupan manusia khususnya dalambidang kesehatan karena kesehatan itu sendiri adalahkebutuhan manusia sejak lahir [1]. Bidang kesehatanmerupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas utamadalam perkembangan teknologi di Indonesia. Kemajuanteknologi dituntut untuk mendukung sistem kesehatan baikuntuk rumah sakit hingga tingkat puskesmas. Perkembanganalat-alat medis yang menunjang fasilitas kesehatan tersebuttentunya sebanding dengan tenaga ahli di Bidangnya [2]. Halini menjadi tuntutan utama di karenakan alat-alat yangdigunakan akan berhubungan langsung dengan manusia,tentunya berkaitan dengan nyawa klien/pasien [3]. Pelayanankesahatan yang berkesinambungan perlu didukung denganperalatan yang selalu dalam kondisi siap pakai serta dapatdifungsikan dengan baik. Agar peralatan kesehatan selaludalam kondisi baik, aman dan layak pakai, diperlukanpemeliharaan berkala [4]. Alat medis yang digunakan diRumah sakit atau klinik merupakan salah satu contohperkembangan teknologi, sesuai dengan sifatnya, terdapatdua jenis alat kesehatan yang biasa digunakan pada prosedurkesehatan yaitu alat yang bersifat manual dan juga alat yangbersifat otomatis. Sayangnya karna keterbelakangan biaya,kerap kali alat Kesehatan yang digunakan pada pelayananKesehatan masih bersifat manual, sehngga penggunaanalatnya kurang maksimal. cairan Suction pump merupakanalat kesehatan yang berfungsi untuk menghisap atau partikel(Liquid) pada tubuh manusia kesebuah wadahpengumpul/tabung yang digerakkan oleh sistem penghisappada motor kompresor. Suction pump biasa digunakan utukmenghisap cairan pada area pernapasan dan juga penghisapancairan-cairan dalam tubuh manusia ketika dilakukannyaOperasi medis [5]. Selain itu, Suction pump juga digunakanuntuk membantu dan mempermudah para tenaga medisdalam proses operasi, karena suction dapat menghiapcairancairan yang tidak dibutuhkan seperti darah dan mucus[3]. Biasanya cairan-cairan tersebut menutupi pandangandokter ketika melakukan tindakan 1 operasi, oleh sebab itucairancairan tersebut harus dibuang dengan cara dihisapmenggunakan Suction pump [6]. Pada pemeliharaan alatSuction pump malasah-masalah yang ditemukan sepert
Prototipe Otomatisasi On/Off Suction Cairan Menggunakan Sensor Non-contact liquid Di Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto Nasya Mauldi, Meyke; Indah Purnama, Sevia; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suction pump merupakan salah satu perangkat medisesensial yang digunakan untuk menyedot cairan tubuh selama prosedurpembedahan atau tindakan medis tertentu. Namun, permasalahan yangsering ditemui adalah cairan melebihi kapasitas tabung penampung danmasuk ke dalam mesin pompa, yang dapat menyebabkan kerusakankomponen internal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat keterbatasanwaktu tenaga medis dalam memantau volume cairan secara berkala.Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem otomatisasi padasuction pump dengan memanfaatkan sensor non-kontak tipe XKC-Y25-V yang dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Uno. Sensor inimampu mendeteksi keberadaan cairan tanpa perlu bersentuhanlangsung, sehingga mendukung prinsip sterilitas dan keamananperangkat medis. Sistem dirancang agar secara otomatis memutusaliran listrik ke pompa melalui aktuasi relay ketika volume cairan telahmencapai ambang batas tertentu. Pengujian dilakukan menggunakandua jenis cairan dengan viskositas berbeda, yakni 66,00 cP (encer) dan1320,00 cP (kental), untuk mengevaluasi respons sistem terhadapperbedaan karakteristik fluida. Hasil eksperimen menunjukkan bahwasistem memiliki performa tinggi dengan akurasi sensor mencapai99,14% dan nilai rata-rata kesalahan (error) sebesar 0,86%. Sistemjuga terbukti tetap stabil dalam menangani cairan dengan viskositastinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkanberpotensi meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan suctionpump, serta layak diterapkan di lingkungan rumah sakit atau fasilitasmedis lainnya.Kata kunci: Suction pump, Sensor Non-Contact, ArduinoUno, Otomatisasi, Relay
Uroflowmeter Berbasis Sensor Load Cell Untuk Pengukuran Volume Urine Dengan Analisa Metode Regresi Linear Paskah Saroengoe, Michael; Hikmah, Irmayatul; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pada kelenjar prostat seperti BenignProstatic Hyperplasia (BPH) sering kali sulit terdeteksi padatahap awal karena minimnya gejala yang tampak. Salah satumetode non-invasif yang dapat digunakan untuk membantumendeteksi gangguan tersebut adalah pemeriksaan uroflowmetri.Dalam penelitian ini, telah dikembangkan sistem uroflowmeterberbasis sensor Load Cell yang bertujuan untuk mengukurvolume urine dan menganalisis pola aliran urine menggunakanmetode regresi linear. Sistem dirancang agar dapat digunakansecara mandiri oleh pasien dengan bentuk yang portabel dansederhana. Prototipe sistem ini diuji menggunakan cairanpengganti urine sebagai simulasi proses berkemih, baik untukkondisi normal maupun kondisi gangguan seperti BPH. Hasilpengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membacaperubahan volume dengan tingkat akurasi rata-rata sebesar99,82%, error rata-rata sebesar 0,75 gram, dan persentase errorsebesar 0,34% dari 40 sampel data pengujian. Sistem juga mampumembedakan antara pola aliran normal (dengan kurva aliransimetris dan flowrate tinggi) dan pola aliran abnormal (dengankurva tidak stabil, terputus-putus, serta flowrate rendah). Analisisdata dilakukan menggunakan regresi linear untuk mengkajihubungan antara berat yang terdeteksi oleh Load Cell dan volumecairan yang keluar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadialternatif alat bantu diagnosis dini gangguan saluran kemihdengan biaya rendah, mudah digunakan, serta memberikan hasilyang cukup akurat untuk pemantauan kesehatan prostat secaramandiri.Kata kunci— Benign Prostatic Hyperplasia, Load Cell,Regresi Linear, Uroflowmeter, Akurasi
Uroflowmeter Untuk Pengukuran Kecepatan Aliran Urin Dengan Metode Regresi Linear Naufal Royan Ependi, Muhammad; Hikmah, Irmayatul; Indah, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uroflowmetry merupakan metode non-invasifuntuk mendeteksi gangguan saluran kemih sepertiBenign Prostatic Hyperplasia (BPH). Penelitian inimengembangkan sistem uroflowmeter berbasis sensorLoad Cell yang menggunakan metode regresi linearuntuk mengukur kecepatan aliran urin secara akurat.Sistem terdiri dari ESP32, HX711, dan Load Cell sebagaisensor massa, yang dikalibrasi dan diuji menggunakancairan simulasi urin. Moving Average digunakan untukmenghaluskan grafik flowrate, sedangkan data hasilpengukuran divisualisasikan secara real-time melaluiweb dan Telegram. Hasil pengujian menunjukkankecepatan maksimum (Qmax) rata-rata sebesar 18,75mL/s untuk kondisi normal dan <10 mL/s pada simulasiBPH, dengan akurasi pengukuran mencapai lebih dari95%. Sistem juga mampu mengklasifikasikan pola aliranurin menjadi normal, flat, dan saw-tooth. Alat ini bersifatportabel dan mendukung pemantauan mandiri olehpasien.Kata kunci : Benign Prostatic Hyperplasia, Load Cell,Mikrokontroler ESP32, Regresi Linear, Uroflowmeter
Pengembangan Prototipe Infus Berbasis Internet Of Things Untuk Monitoring Pasien Secara Real Time Rachel Dwi Laura Br Sigalingging, Sonia; Hikmah, Irmayatul; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe infus yang dilengkapi IoT ini dirancang untuk membangun sistem pemantauan real-time terhadap cairan infus pasien, meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pelayanan kesehatan. Dengan menggunakan sensor sel beban untuk mengukur berat kantong infus, sistem ini mentransmisikan data secara nirkabel melalui WiFi ke aplikasi Blynk. Peringatan otomatis akan dikirimkan kepada staf perawat ketika volume infus mendekati ambang batas minimum yang telah ditentukan. Penilaian kinerja mencakup empat area utama: fungsiperingatan, presisi sensor, perhitungan tetes per menit (DPM), dan kualitas jaringan. Uji peringatan memastikan sistem secara andal menyalakan indikator LED dan menghasilkan notifikasi saat tingkat cairan mencapai atau turun di bawah 50 ml. Evaluasi presisi membandingkan output sensor beban dengan timbangan digital yang dikalibrasi. Sensor 1 menunjukkan MAE sebesar 0.4166666667 (0.14970%) dan RMSE sebesar 0.6454972244(0.232%). Sensor 2 menunjukkan $MAE $sebesar $0,3846153846 $ (0,12837%) dan RMSE sebesar $0,6201736729 (0,207%). Pengujian akurasi DPM menunjukkan Sensor 1 mencapaiMAE sebesar 3,91011236 (19,55%) dan RMSE sebesar 4,546884351 (22,73%). Sensor 2, bagaimanapun, menunjukkan kesalahan yang lebih tinggi: MAE sebesar 5,714285714 (28,57%) dan RMSE sebesar 7,55928946 (37,80%). Akhirnya, metrik Kualitas Layanan (QoS)menunjukkan latensi rata-rata 1,502 ms (Sangat Baik), throughput 57,45 Kbps (Moderat), tingkat kehilangan paket yang signifikan sebesar 41,08% (Sangat Buruk), dan nilaijitter 3,296 ms (Baik). Kata kunci—Infus, Load Cell, Platform Blynk, QoS, ESP32,Monitoring Real-time
Pengembangan Prototipe Infus Berbasis Internet Of Things Untuk Monitoring Pasien Secara Real Time Saputra, Rangga; Hikmah, Irmayatul; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe infus yang dilengkapi IoT inidirancang untuk membangun sistem pemantauan real-timeterhadap cairan infus pasien, meningkatkan efisiensi dankeamanan dalam pelayanan kesehatan. Denganmenggunakan sensor sel beban untuk mengukur beratkantong infus, sistem ini mentransmisikan data secaranirkabel melalui WiFi ke aplikasi Blynk. Peringatan otomatisakan dikirimkan kepada staf perawat ketika volume infusmendekati ambang batas minimum yang telah ditentukan.Penilaian kinerja mencakup empat area utama: fungsiperingatan, presisi sensor, perhitungan tetes per menit(DPM), dan kualitas jaringan. Uji peringatan memastikansistem secara andal menyalakan indikator LED danmenghasilkan notifikasi saat tingkat cairan mencapai atauturun di bawah 50 ml. Evaluasi presisi membandingkanoutput sensor beban dengan timbangan digital yangdikalibrasi. Sensor 1 menunjukkan MAE sebesar0.4166666667 (0.14970%) dan RMSE sebesar 0.6454972244(0.232%). Sensor 2 menunjukkan $MAE $sebesar $0,3846153846$ (0,12837%) dan RMSE sebesar $0,6201736729 (0,207%).Pengujian akurasi DPM menunjukkan Sensor 1 mencapaiMAE sebesar 3,91011236 (19,55%) dan RMSE sebesar4,546884351 (22,73%). Sensor 2, bagaimanapun,menunjukkan kesalahan yang lebih tinggi: MAE sebesar5,714285714 (28,57%) dan RMSE sebesar 7,55928946(37,80%). Akhirnya, metrik Kualitas Layanan (QoS)menunjukkan latensi rata-rata 1,502 ms (Sangat Baik),throughput 57,45 Kbps (Moderat), tingkat kehilangan paketyang signifikan sebesar 41,08% (Sangat Buruk), dan nilaijitter 3,296 ms (Baik).Kata kunci—Infus, Load Cell, Platform Blynk, QoS, ESP32,Monitoring Real-time
Pengembangan Prototipe Infus Berbasis Internet Of Things Untuk Monitoring Pasien Secara Real Time Kevin Pratama Woy, Mario; Irmayatul Hikmah; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe infus yang dilengkapi IoT inidirancang untuk membangun sistem pemantauan real-timeterhadap cairan infus pasien, meningkatkan efisiensi dankeamanan dalam pelayanan kesehatan. Denganmenggunakan sensor sel beban untuk mengukur beratkantong infus, sistem ini mentransmisikan data secaranirkabel melalui WiFi ke aplikasi Blynk. Peringatan otomatisakan dikirimkan kepada staf perawat ketika volume infusmendekati ambang batas minimum yang telah ditentukan.Penilaian kinerja mencakup empat area utama: fungsiperingatan, presisi sensor, perhitungan tetes per menit(DPM), dan kualitas jaringan. Uji peringatan memastikansistem secara andal menyalakan indikator LED danmenghasilkan notifikasi saat tingkat cairan mencapai atauturun di bawah 50 ml. Evaluasi presisi membandingkanoutput sensor beban dengan timbangan digital yangdikalibrasi. Sensor 1 menunjukkan MAE sebesar0.4166666667 (0.14970%) dan RMSE sebesar 0.6454972244(0.232%). Sensor 2 menunjukkan $MAE $sebesar $0,3846153846$ (0,12837%) dan RMSE sebesar $0,6201736729 (0,207%).Pengujian akurasi DPM menunjukkan Sensor 1 mencapaiMAE sebesar 3,91011236 (19,55%) dan RMSE sebesar4,546884351 (22,73%). Sensor 2, bagaimanapun,menunjukkan kesalahan yang lebih tinggi: MAE sebesar5,714285714 (28,57%) dan RMSE sebesar 7,55928946(37,80%). Akhirnya, metrik Kualitas Layanan (QoS)menunjukkan latensi rata-rata 1,502 ms (Sangat Baik),throughput 57,45 Kbps (Moderat), tingkat kehilangan paketyang signifikan sebesar 41,08% (Sangat Buruk), dan nilaijitter 3,296 ms (Baik).Kata kunci—Infus, Load Cell, Platform Blynk, QoS, ESP32,Monitoring Real-time
Pengembangan Prototipe Infus Berbasis Internet Of Things Untuk Monitoring Pasien Secara real time - Capstone Witri Arsyada, Rifalia; Hikmah, Irmayatul; Indah Purnama, Sevia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prototipe infus yang dilengkapi IoT ini dirancang untuk membangun sistem pemantauan real-time terhadap cairan infus pasien, meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pelayanan kesehatan. Dengan menggunakan sensor sel beban untuk mengukur berat kantong infus, sistem ini mentransmisikan data secara nirkabel melalui WiFi ke aplikasi Blynk. Peringatan otomatis akan dikirimkan kepada staf perawat ketika volume infus mendekati ambang batas minimum yang telah ditentukan. Penilaian kinerja mencakup empat area utama: fungsiperingatan, presisi sensor, perhitungan tetes per menit (DPM), dan kualitas jaringan. Uji peringatan memastikan sistem secara andal menyalakan indikator LED dan menghasilkan notifikasi saat tingkat cairan mencapai atau turun di bawah 50 ml. Evaluasi presisi membandingkan output sensor beban dengan timbangan digital yang dikalibrasi. Sensor 1 menunjukkan MAE sebesar 0.4166666667 (0.14970%) dan RMSE sebesar 0.6454972244(0.232%). Sensor 2 menunjukkan $MAE $sebesar $0,3846153846 $ (0,12837%) dan RMSE sebesar $0,6201736729 (0,207%). Pengujian akurasi DPM menunjukkan Sensor 1 mencapaiMAE sebesar 3,91011236 (19,55%) dan RMSE sebesar 4,546884351 (22,73%). Sensor 2, bagaimanapun, menunjukkan kesalahan yang lebih tinggi: MAE sebesar 5,714285714 (28,57%) dan RMSE sebesar 7,55928946 (37,80%). Akhirnya, metrik Kualitas Layanan (QoS) menunjukkan latensi rata-rata 1,502 ms (Sangat Baik), throughput 57,45 Kbps (Moderat), tingkat kehilangan paket yang signifikan sebesar 41,08% (Sangat Buruk), dan nilaijitter 3,296 ms (Baik).Kata kunci—Infus, Load Cell, Platform Blynk, QoS, ESP32, Monitoring Real-time
Sistem Deteksi Gejala Hipoksia Berdasarkan Kadar Oksigen Dan Detak Jantung Berbasis IOT Secara Real Time Mahardika; Hanni Pradana, Zein; Hikmah, Irmayatul
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoksia adalah kondisi berbahaya yangterjadi ketika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah,sehingga dapat mengganggu fungsi organ-organ vitalseperti otak dan jantung. Mendeteksi gejala hipoksiasecara dini sangat penting untuk mencegah terjadinyakomplikasi yang lebih serius. Penelitian ini bertujuanuntuk merancang dan menerapkan sistem deteksi gejalahipoksia berbasis Internet of Things (IoT) secara realtime. Sistem ini menggunakan sensor MAX30100 untukmengukur kadar oksigen (SpO₂) serta detak jantung.Data yang dihasilkan dikirim ke aplikasi Blynk melaluimikrokontroler ESP8266, sehingga pengguna dapatmemantau kondisi kesehatannya langsung darismartphone. Sistem ini juga dilakukan uji coba denganWireshark untuk mengevaluasi kinerja jaringan,termasuk analisis terkait delay, jitter, dan packet loss.Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampumendeteksi perubahan kadar oksigen dan detak jantungdengan akurasi tinggi dan mengirim data secara real-timedengan delay yang rendah. Sistem ini diharapkan dapatmembantu pengguna memantau kondisi tubuh secaramandiri serta memberikan peringatan dini bila terjadigejala hipoksia. Hasil uji coba juga menunjukkan bahwasistem mampu mendeteksi kadar oksigen dan detakjantung dengan tingkat akurasi yang baik, dengan ratarata error pada pengukuran detak jantung (BPM) sebesar4,8% dan pada pengukuran kadar oksigen (SpO₂) sebesar2,5%.Kata kunci— Hipoksia, IoT, ESP8266, MAX30100, Blynk,Detak Jantung, Saturasi Oksigen