Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Determinan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Tb Di Poli Tb Puskesmas Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Heni Purmiasih Rahayu; Laila Ulfa; Izattul Azijah
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.886 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.595

Abstract

Di Indonesia penyakit TB masih merupakan  masalah  kesehatan masyarakat yang utama, hal ini disebabkan  masih tingginya angka kesakitan dan kematian. Angka insiden kejadian TB di Indonesia sekitar 189/100.000 penduduk. Hasil Pendataan di Poli TB Puskesmas Kecamatan Cipayung didapat jumlah penderita TB pada tahun 2015 sebanyak 1156 kasus dan pada tahun 2016 mengalami peningkatan kasus sebanyak 35,2% sebanyak 1431 kasus serta 391 kasus di bulan Januari sampai Maret 2017 serta kasus TB-MDR sebanyak 8 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dan mengetahui faktor – faktor kepatuhan pengobatan pada penderita tuberkulosis di poli TB puskesmas kecamatan cipayung tahun 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang (Cross Sectional). Populasi adalah penderita yang datang dan berobat pada saat itu sebanyak 160. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Chi Square. Hasil analisis bivariat antara kepatuhan dengan  pengetahuan, sikap penderita, pekerjaan didapat pvalue < 0,05. Kesimpulan dari penelitian didapat sebagian besar penderita TB patuh terhadap pengobatan. Saran untuk penderita meningkatkan pengetahuan tentang TB yang bisa didapat dari petugas langsung ataupun dari kader TB.Kata Kunci    : Kepatuhan pengobatan, TB, Puskesmas Kec.Cipayung
Perbedaan Kadar Kolesterol Di Antara Pekerja Di Bandara Soekarno Hatta Nia Kurniawati; Laila Ulfa
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.637 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i2.585

Abstract

Prevalensi penyakit kardiovaskular berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yaitu penyakit jantung koroner umur ≥15 tahun (1,5%), gagal jantung (0,3%), dan stroke (12,1‰). Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan atherosclerosis yang merupakan penyebab utama dari penyakit kardiovaskular.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata rata kadar kolesterol di antara pekerja di Bandara Soekarno Hatta. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder Posbindu Penyakit Tidak Menular di Bandara Soekarno Hatta.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta Posbindu Penyakit Tidak Menular di Bandara Soekarno Hatta, dengan total sampling 411 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji T Independen). Hasil penelitian menemukan rata rata kadar kolesterol responden adalah 205 mg/dl. Ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar koleserol pada pekerja di Bandara Soekarno Hatta diantara kelompok jenis pekerjaan, usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa rata-rata kadar kolesterol lebih tinggi pada responden yang bekerja di lapangan, usia > 45 tahun dan pada laki-laki. Kata Kunci       : Kolesterol, pekerja, Posbindu, umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan
Hubungan Kepuasan Pengembangan Karir dengan Turnover Intention Perawat di RSIA Brawijaya Tahun 2017 Rika Yusmi; Laila Ulfa; Izattul Azijah
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.68 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.562

Abstract

ABSTRAKTurnover Intention perawat merupakan keinginan atau niat perawat untuk keluar dari organisasi tempat ia bekerja. Turnover intention perawat dapat berakibat pada turnover secara nyata. Jenis Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi  penelitian adalah sejumlah 141 perawat dengan teknik pengambilan sampel yaitu total populasi. Hasil analisa univariat menunjukkan sebagian besar  perawat menyatakan tidak puas terhadap pengembangan karir. Hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengembangan karir dengan Turnover Intention (ρ value < 0,05). Responden yang tidak memiliki kepuasan terhadap pengembangan karir mempunyai peluang lebih tinggi untuk berniat melakukan Turnover Intention.Kata Kunci : RSIA Brawijaya, Kepuasan Pengembangan Karir, Turnover Intention, Perawat
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Lansia di Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Ruci Nike Vuspitasari; Laila Ulfa
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.4 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.552

Abstract

Dari hasil informasi yang didapat bahwa lansia di Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai Kecamatan Kecamatan Cipayung belum pernah dilakukan pengukuran status gizi, oleh karena itu perlu di ketahui bahwa ada kemungkinan terjadi masalah gizi kurang atau gizi lebih pada lansia. Tujuan Penelitan ini untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada lansia di Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai Kecamatan Cipayung Tahun 2016. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua lansia sebanyak 30 responden, dan sample dari penelitian ini semua lansia di Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai Kecamatan Cipayung Jakarta Timur. Hasil dari penelitin ini adalah responden yang mengalami status gizi normal sebanyak 62.1 %, status gizi gemuk sebanyak 37.9 % dan tidak ditemukan responden dengan status gizi kurus. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan riwayat penyakit (Pvalue = 0.033, OR = 1.143) dan pola makan (Pvalue = 0.014, OR = 1.886). Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan umur (Pvalue = 0.968), status gizi dengan merokok (Pvalue = 0.690), status gizi dengan olahraga (Pvalue = 0.688). Dapat Diimpulkan Riwayat penyakit dan pola makan berhubungan dengan status pada lansia di Yayasan Kesejahteraan Sosial Teratai Kecamatan Cipayung Jakarta Timur 2016. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan perlunya pemeriksaan kesehatan yang sudah di lakukan Yayasan 1x/bulan perlu dilakukan evaluasi berkala mengenai pengukuran status gizi dan senam lansia yang di laksanakan 1x/ minggu dapat di tambah dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan berkelanjutan seperti bersih-bersih lingkungan.Kata kunci : Status Gizi,Pola makan, Riwayat penyakit.
Analisis Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja, Penghargaan dan Sanksi Kerja Terhadap Kinerja Kerja Pada Perawat Ruang Rawat Inap RS X Kota Bogor Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 Aditya Wicaksono; Grace Rumengan; Laila Ulfa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v6i2.2579

Abstract

Rumah sakit harus mampu bersaing dalam memberikan pelayanan terbaik dan mampu bersaing dengan para competitor untuk mendapatkan kepuasan konsumen, salah satu usaha untuk mendukung persaingan adalah meningkatkan kinerja perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan pada pasien agar tujuan organisasi menjadi lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh beban kerja, stress kerja, penghargaan dan sanksi kerja terhadap kinerja kerja pada perawat unit rawat inap Rumah Sakit X Kota Bogor. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat unit rawat inap RS X Kota Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel yang ditentukan sebesar 95 perawat unit rawat inap.  Metode analisis menggunakan pendekatan multiple linear regression. Hasil penelitian menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap  kinerja kerja (P-value  0,003; β -0,299), Beban kerja berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap  kinerja kerja (P-value  0,043; β -0,100), penghargaan dan sanksi kerja berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap  kinerja kerja (P-value  0,000; β 0,588). Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh yang signifkan baik secara parsial ataupun simultan antara stres kerja, beban kerja dan punishment & reward terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Bogor. Oleh karena itu management RS harus berusaha keras untuk menekan tingkat stres pada perawat, secara berkala melakukan evaluasi terhadap beban kerja yang dialami perawat, dan meningkatkan penghargaan kepada perawat karena prestasi dalam bekerja.Kata Kunci : Stress Kerja, Beban Kerja, Penghargaan dan Sanksi Kerja, Kinerja Kerja
Hubungan Kepercayaan, Kualitas Pelayanan, Kewajaran Harga, dan Lingkungan Fisik Terhadap Kepuasan Pasien Pada Unit Rawat Inap RS Azra Kota Bogor Provinsi Jawa Barat Aditya Pratama Saanin; Grace Rumengan; Laila Ulfa; Jeffry Rustandy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v6i2.2582

Abstract

Persaingan di industri pelayanan kesehatan semakin tinggi, karena tingginya persaingan, rumah sakit harus memiliki strategi yang tepat agar dapat bersaing, salah satu upaya yang diperlukan yaitu menjaga dan meningkatkan kepuasan pasien. Kepuasan pasien memberikan peran kiritis dalam industri jasa Kesehatan, karena pasien yang puas cenderung memiliki keinginan untuk kembali (revisit) dan positive word of mouth. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan Kepercayaan, Kewajaran harga, Kualitas pelayanan dan Lingkungan fisik terhadap Kepuasan Pasien pada unit Rawat inap Rumah Sakit Azra Kota Bogor. Penelitian ini merupakan survey, dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pada unit rawat jalan dengan total sampel175 pasien. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Metode analisis menggunakan metode statistik Analisis Regresi Berganda digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai koefisien R Square sebesar 86,5% variabel kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh variabel Kepercayaan, Kewajaran harga, Kualitas Pelayanan dan Lingkungan fisik. Berdasarkan analisa parsial terdapat berhubungan secara signifikan dan positif antara kepercayaan terhadap Kepuasan Pasien (P-value = 0,023), terdapat berhubungan secara signifikan dan positif antara Kewajaran harga terhadap Kepuasan Pasien (P-value = 0,000), terdapat berhubungan secara signifikan dan positif antara kualitas pelayanan terhadap Kepuasan Pasien (P-value = 0,001), terdapat berhubungan secara signifikan dan positif antara lingkungan fisik terhadap Kepuasan Pasien (P-value = 0,010). Kesimpulan penelitian terdapat berhubungan secara signifikan dan positif antara Kepercayaan, Kewajaran harga, Kualitas pelayanan dan lingkungan fisik terhadap Kepuasan Pasien pada pasien rawat inap Rumah Sakit Azra Bogor. Sehingga managemen RS perlu membangun image yang baik sehingga kepercayaan pasien meningkat, harga yang kompetitif dan tidak lebih mahal dari RS lainnya, kualitas pelayanan yang prima dan lingkungan fisik yang membuat pasien nyaman berada di lingkungan rumah sakit.Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Kepercayaan, Kewajaran harga, Kualitas Pelayanan, Lingkungan Fisik
Edukasi Healthy Life Style untuk Mencegah Penyakit Degeneratif Laila Ulfa; Asyifa Robiatul Adawiyah; Nanda Berliana Tania Fidzikri; Samingan Samingan
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i2.3025

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit kronis sebagai akibat kemunduran dari fungsi tubuh yang terjadi secara alamiah dan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang, seperti penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Penyakit ini semakin berkembang karena menurunnya aktifitas fisik, perubahan gaya hidup dan pola makan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Metode yang digunakan berupa edukasi gizi seimbang dan aktifitas fisik yang dilakukan kepada para ibu-ibu dari murid sekolah PAUD di Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Bekasi Selatan. Media edukasi menggunakan leaflet aktifitas fisik dan gizi seimbang. Setelah diberikan edukasi dilakukan penilaian pengetahuan terhadap gizi seimbang dan aktifitas fisik. Hasil pre dan post test sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menunjukan peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang aktifitas fisik dan gizi seimbang dari 5,08 menjadi 7,08. Hasil edukasi terhadap gizi seimbang secara keseluruhan terjadi peningkatan persentase pengetahuan, namun pengetahuan terhadap lemak menurun setelah dilakukan edukasi (76,9% menjadi 65,1%). Hasil PKM ini menyimpulkan, pemberian edukasi mengenai gaya hidup sehat yaitu aktifitas fisik dan gizi seimbang dapat meningkatkan pengetahuan, namun akan lebih baik jika edukasi diberikan secara berkala. Oleh karena itu diperlukan adanya program edukasi  yang berkelanjutan, dan bisa dilakukan dengan menggunakan media social online yang lebih informatif dan efektif. Kata Kunci :edukasi,  gaya hidup sehat (healthy life style), penyakit degeneratif, aktifitas fisik, gizi seimbang
Efektivitas Media Audio Visual dalam Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Pekerja Sektor Swasta Sri Mastuti; Laila Ulfa; Susiana Nugraha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2160

Abstract

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi terus meningkat, peningkatan prevalensi hipertensi pada pekerja di Pusyankesja tahun 2020 sebesar 41% menjadi 52% di tahun 2021. Salah satu cara yang efektif bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah dengan menjaga pola makan. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui penyuluhan media audio visual. Audio visual adalah sebuah media yang bisa merangsang indra lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktik pekerja dalam pencegahan hipertensi. Rancangan penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan pre dan post test one group. Sampel berjumlah 47 pekerja, pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling disertakan dengan kuesioner yang dianalisis mengunakan uji beda mean atau uji t. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan audiovisual sebagai media penyuluhan, efektif meningkatkan pengetahuan (P-value = 0,001), sikap (P-value = 0,001) dan praktik pekerja (P-value = 0,001) dalam pencegahan hipertensi. Kedepannya perlu monitoring dan evaluasi serta diperlukan upaya sinergitas dengan program kesehatan lain.
Faktor yang Berhubungan dengan Locomotive Syndrome pada Lansia Fajar Wijanarko; Susiana Nugraha; Laila Ulfa; Sudibyo Alimoeso
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2169

Abstract

Ageing atau proses penuaan adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap seumur hidup yang sangat bervariasi, dan bersifat progresif dan kumulatif berupa penurunan fungsi fisiologis secara umum. Salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan kekuatan otot dan keseimbangan yang mengakibatkan locomotive syndrome (LS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap locomotive syndrome pada lansia di sekolah lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian cross sectional, dengan populasi peserta sekolah lansia IRL Jawa Barat berjumah 854, dengan purposive sampling sebanyak 200 responden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan locomotive syndrome adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) (nilai p = 0,010), hand grip strength (nilai p = 0,012) dan keseimbangan (nilai p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa factor keseimbangan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap locomotive syndrome (nilai p = 0,001). Pencegahan locomotive syndrome dapat dilakukan dengan IMT yang ideal, melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan. Perempuan mempunyai risiko lebih tinggi terjadi locomotive syndrome, maka disarankan untuk memprekecil faktor risiko sejak dini.
Correlation Between The Nutrient Status And The Toddler Growth Of 3 And 4 Years Old In Rau Primary Health Center, Serang City In 2019 Nurlela Nurlela; Atik Kridawati; Laila Ulfa
Journal of Ageing And Family Vol 2, No 1 (2022): Journal Of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v2i1.2169

Abstract

Background: In the prevalence of Under-nutrition (Underweigth) the improvement occurred successively from 2013 amounted to 19.6%, up to 17.7% 2018. Despite the decline, the decline recorded was judged to be still insignificant. The World Health Organization (WHO) sets a prevalence limit of 20 percent for malnutrition. In fact, 'closing down' cases of malnutrition has been recorded as one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs) second point 'zero hunger' in 2030. Indonesia along with other United Nations countries are committed to ending all forms of malnutrition, including reaching the world target by 2025. In the age of 3 and 4 years old, the optimal of nutrition status and children growth is the result of growth and development which has passed the critical period well and vice versa. Since the first thousand days of life, Children with the fulfilled or unfulfilled of provided nutrition can be assessed for their possible impacts on their development in 3 and 4 years old. Methodology: This type of research is quantitative research, with a non-experimental design using the study approach of cross sectional. The samples of this research were the majority of toddlers of 3 and 4 years old who were selected 64 toddlers be the samples. The inclusion criteria are toddlers aged 3 and 4 years in the Rau Puskesmas and at the time of data distribution. Then, Analysis data used the logistic regression test. Results: Through Univariate analysis found that the majority of respondents had poor nutritional status (57.8%), had low education (67.2%), with low income (56.3%) and lack of food consumption (54.7%). So that most of the development of the toddler is distorted (62.5%). Bivariate analysis, it has been found that all variables have the correlation each one, the toddler nutrition status (p-value 0.000), the level of parent education (p-value 0.000), the parent income (p-value 0.000), and the food consumption (p-value 0.004) towards the toddler development in 3 and 4 years old. Whereas for multivariate analysis, it has been found that the income variable is the dominant variable in the toddler growth in 3 and 4 years old, with the largest OR at 23.401. Conclusion: The majority of respondents have the low nutrition status, the low level of education, the equal of low and high rate of incomes, and the less of nutritious food consumption. Thereby, the most of toddler development is distorted. There is the significant correlation among the toddler nutrition status, the level of parent education, the parent income, and the food consumption against the toddler development in 3 and 4 years old. The most dominant variable of toddler growth in 3 and 4 years old is toddler nutrition status.Suggestion: In the future, may Rau Primary Health Centre in Serang city can often provide counselling to every parent regarding of the nutrition and health programs and more concern to promote the health about the growth and development of toddlers.  Keywords: Toddler growth in 3 and 4 years old, toddler nutrition status, parent education level, parent income level, and food consumption