Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Factors Related to Adolescent Reproductive Health Behavior at SMKN I Subang, West Java Province in 2023 Melysa Melysa; Laila Ulfa; Yuna Trisuci Aprilia
PROMOTOR Vol. 6 No. 6 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i6.449

Abstract

Adolescents have a significant position in the development process because adolescents are the next generation of the nation. Health conditions, including reproductive health, are important. Based on interviews with 20 students, it was found that 80% of female students and 90% of male students had less knowledge about reproductive health behaviors. The purpose of this study was to determine the factors associated with adolescent reproductive health behavior. Mixed methods (sequential explanatory) research method cross-sectional research design. The population in this study is all grade X students of SMKN 1 Subang as many as 849 students. The research sample was class X as many as 201 students, quantitative sampling techniques purposive sampling, qualitative informants 6 people who had risky behavior. Analysis of univariate, bivariate data with chi-square test and multivariate with logical regression. The results of the bivariate analysis showed an association between sex (p-value = 0.000), exposure to information (p-value = 0.000), living with parents (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.000), no attitude relationship (p-value = 0.171) access to health services with reproductive health behavior (p-value = 0.457). The dominant factor associated with reproductive health behavior is exposure to information (p-value = 0.000). The conclusion is that adolescent reproductive health behavior is greatly influenced by exposure to information. It is expected that the school will be able to collaborate and cooperate with the puskesmas to increase knowledge about reproductive health behavior, especially about sexually transmitted diseases through health counseling which is carried out a maximum of once every 3 months.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Sikap Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Desy Setiawati; Laila Ulfa; Atik Kridawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1453

Abstract

Kehidupan remaja menentukan kehidupan mereka selanjutnya. Permasalahan yang kompleks dapat terjadi pada masa remaja, diantaranya pola hidup yang tidak sehat dan ketidakstabilan emosi. Selain itu, remaja juga memiliki resiko dalam kesehatan reproduksi, diantaranya kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, kekerasan seksual dan terbatasnya remaja terhadap layanan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 216 siswa dan siswi SMK Mutiara Bangsa dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Desain penelitian adalah one-group pre-post test design. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan perangkat lunak komputer. Uji hipotesis menggunakan uji non-parametris dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan nilai rata-rata sikap antara sebelum (68,73) dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (87,10). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang kesehatan reproduksi (Pv = 0,000). Diharapkan Puskesmas dan Sekolah bekerja sama untuk lebih giat dan aktif dalam memberikan KIE dilingkungan sekolah secara berkala dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan.
Efektivitas Media Audio Visual dalam Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Pekerja Sektor Swasta Sri Mastuti; Laila Ulfa; Susiana Nugraha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2160

Abstract

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi terus meningkat, peningkatan prevalensi hipertensi pada pekerja di Pusyankesja tahun 2020 sebesar 41% menjadi 52% di tahun 2021. Salah satu cara yang efektif bisa dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah dengan menjaga pola makan. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui penyuluhan media audio visual. Audio visual adalah sebuah media yang bisa merangsang indra lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan praktik pekerja dalam pencegahan hipertensi. Rancangan penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan pre dan post test one group. Sampel berjumlah 47 pekerja, pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling disertakan dengan kuesioner yang dianalisis mengunakan uji beda mean atau uji t. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan audiovisual sebagai media penyuluhan, efektif meningkatkan pengetahuan (P-value = 0,001), sikap (P-value = 0,001) dan praktik pekerja (P-value = 0,001) dalam pencegahan hipertensi. Kedepannya perlu monitoring dan evaluasi serta diperlukan upaya sinergitas dengan program kesehatan lain.
Faktor yang Berhubungan dengan Locomotive Syndrome pada Lansia Fajar Wijanarko; Susiana Nugraha; Laila Ulfa; Sudibyo Alimoeso
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i05.2169

Abstract

Ageing atau proses penuaan adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap seumur hidup yang sangat bervariasi, dan bersifat progresif dan kumulatif berupa penurunan fungsi fisiologis secara umum. Salah satu penurunan fungsi fisiologis adalah penurunan kekuatan otot dan keseimbangan yang mengakibatkan locomotive syndrome (LS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap locomotive syndrome pada lansia di sekolah lansia Indonesia Ramah Lansia (IRL) Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian cross sectional, dengan populasi peserta sekolah lansia IRL Jawa Barat berjumah 854, dengan purposive sampling sebanyak 200 responden. Analisis dilakukan secara bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Analisis bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan locomotive syndrome adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) (nilai p = 0,010), hand grip strength (nilai p = 0,012) dan keseimbangan (nilai p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa factor keseimbangan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap locomotive syndrome (nilai p = 0,001). Pencegahan locomotive syndrome dapat dilakukan dengan IMT yang ideal, melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan. Perempuan mempunyai risiko lebih tinggi terjadi locomotive syndrome, maka disarankan untuk memprekecil faktor risiko sejak dini.
Analisis Kebutuhan Tenaga Farmasi dengan Pendekatan Metode Workload Indicators of Staffing Need Salman Shiddiq; Eka Yoshida; Laila Ulfa
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.491

Abstract

Kecukupan tenaga farmasi sangat penting dalam kualitas pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga farmasi dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan, distribusi, serta ketersediaan sumber daya manusia farmasi di Rumah Sakit Umum UKI Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode WISN untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja aktual. Analisis kualitatif dilaksanakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan tenaga farmasi dibandingkan kebutuhan menurut WISN, yaitu kekurangan 3 orang tenaga pada depo rawat jalan dan rawat inap, kekurangan 1 orang tenaga di depo IGD dan didapat kelebihan 1 orang tenaga di depo OK. Ketersediaan obat yang lengkap akan mengurangi kebutuhan tenaga farmasi sebanyak 1 orang pada depo rawat jalan, rawat inap dan juga OK. Beban kerja tidak merata, terutama pada shift pagi, menyebabkan tenaga sering lembur dan waktu istirahat berkurang. Dari temuan kualitatif, apoteker banyak terserap dalam pekerjaan teknis karena kekurangan tenaga teknis kefarmasian. Hambatan pelayanan juga timbul akibat keterlambatan penyerahan obat dan kekosongan stok yang memicu keluhan pasien. Kesimpulannya, kebutuhan tenaga farmasi belum terpenuhi berdasarkan perhitungan WISN. Beban kerja, cakupan tugas apoteker dan ketersediaan obat mempengaruhi kebutuhan.
Analyzing the Impact of Electronic Medical Record Implementation on Net-Benefit Using HOT-FIT Rizqi Satria Andhika Gusni; Alih Germas Kodyat; Laila Ulfa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.581

Abstract

This study aims to analyze the impact of Electronic Medical Records (EMR) implementation on the hospital’s Net Benefit using the HOT-Fit model approach, which includes the Human, Organization, and Technology components. The research was focused on the Outpatient Unit of RSB TK. III Ambon, involving 232 employees directly or indirectly involved in the EMR system implementation. A non-experimental quantitative approach with a cross-sectional correlational design was applied. Data were collected using questionnaires and analyzed through bivariate analysis using the Chi-Square test and multivariate analysis using logistic regression with the backward conditional method. The results indicate that all three HOT components Human, Organization, and Technology have a significant relationship with Net Benefit (p-value < 0.05). The calculated Prevalence Odds Ratio (POR) shows that the Human factor has a POR of 49.54, the Organization factor has 84.46, and the Technology factor has 60.00. The coefficient of determination (R²) is 0.744, meaning 74.4% of the variation in Net Benefit can be explained by the HOT variables, while the remaining 25.6% is explained by other factors outside the model. Multivariate analysis revealed that the Organization factor is the most dominant variable, with the highest odds ratio of 22.813 at a 95% confidence level and a significant p-value < 0.05. Furthermore, the Human factor was identified as a confounding variable in the relationship. It is recommended that the hospital enhance user training on system features, optimize EMR technical performance, and strengthen education and monitoring of data completeness and accuracy. Additionally, periodic and practical training tailored to each unit’s needs should be implemented, along with continuous post-training technical support. From the technological aspect, improvements in network infrastructure, provision of backup systems, and partnerships with IT service providers are necessary for regular maintenance and user support.
Analisis Kebutuhan Tenaga Gizi dengan Metode WISN di RSUD dr. Salim Alkatiri Provinsi Maluku Irin Nabila Hasanusi; Laila Ulfa; Abdul Aziz
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7485

Abstract

Pelayanan kesehatan modern menghadapi tantangan akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan beban kerja tenaga gizi, yang berdampak pada mutu layanan, proses penyembuhan pasien, serta risiko burnout. Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dari WHO dan Kementerian Kesehatan RI menawarkan pendekatan berbasis beban kerja untuk menentukan kebutuhan tenaga secara akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga instalasi gizi dengan metode WISN di RSUD dr. Salim Alkatiri Provinsi Maluku Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan Sequential Explanatory, diawali perhitungan WISN lalu dilengkapi data kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan kunci meliputi Kepala Instalasi Gizi, Koordinator, ahli gizi, dan pramusaji/pemasak. Hasil menunjukkan ketidakseimbangan tenaga: ahli gizi berlebih 3 orang, sedangkan Koordinator dan Pemasak/Pramusaji kurang masing-masing 1 dan 2 orang. Pemasak/Pramusaji juga memiliki faktor kelonggaran hanya 10%. Kondisi ini menuntut redistribusi dan penambahan tenaga untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan kualitas pelayanan gizi. Temuan menegaskan pentingnya perencanaan SDM berbasis beban kerja melalui metode WISN demi mutu layanan, keselamatan pasien, dan kesejahteraan tenaga gizi.
Evaluasi Pelaksanaan dan Pengelolaan Kebijakan Pengendalian Tuberkulosis di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Karolina Baransano; Cicilia Windiyaningsih; Laila Ulfa
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.34428

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan Papua Barat termasuk di antara provinsi dengan angka notifikasi kasus tertinggi. Di Kabupaten Manokwari, tercatat 927 kasus TB paru dengan tingkat kematian 3% pada tahun 2023. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pengendalian TB di Manokwari berdasarkan kerangka implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif yang dilaksanakan pada April–Juni 2025 melalui diskusi kelompok terarah (FGD) dengan 26 partisipan dan wawancara mendalam (IDI) dengan 3 partisipan, terdiri atas tenaga kesehatan, pasien TB, pendamping pengobatan, tokoh masyarakat, LSM, dan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten. Data dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Braun dan Clarke, mengacu pada kerangka Policy Implementation Process dan model Input–Process–Output–Outcome, dengan triangulasi sumber dan metode untuk validitas. Hasil: Program TB masih bergantung pada regulasi nasional tanpa adaptasi lokal yang kuat, menghadapi keterbatasan sumber daya, infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Kesimpulan: Diperlukan penyusunan regulasi daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penguatan koordinasi lintas sektor sebagai prioritas jangka pendek, serta integrasi program TB ke dalam rencana pembangunan kesehatan daerah untuk menjamin keberlanjutan program.
Evaluasi Penanganan Klaim Tertunda Rawat Inap Bpjs Kesehatan Di Rs Sentra Medika Cibinong Tahun 2025 Dian Roshita; Alih Germas Kodyat; Laila Ulfa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8243

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan menjadi tulang punggung pembiayaan kesehatan di Indonesia. Namun, fenomena klaim tertunda masih menjadi kendala serius bagi rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab klaim tertunda rawat inap BPJS Kesehatan di RS Sentra Medika Cibinong tahun 2025, menilai dampaknya terhadap operasional dan mutu pelayanan, serta merumuskan strategi perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi terstruktur dan telaah dokumen klaim rawat inap periode Januari–Oktober 2025. Informan dipilih secara purposive, melibatkan corporate casemix, kepala divisi, koder, verifikator, case manager, dan DPJP pendukung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sepanjang Januari–Oktober 2025 tercatat 1.305 kasus klaim tertunda dengan nominal Rp19,09 miliar atau sekitar 10,2% dari total klaim layak. Faktor utama penyebab klaim tertunda meliputi ketidaklengkapan dokumen medis, kesalahan koding diagnosis dan tindakan, ketidaksesuaian administrasi, kedisiplinan proses pengajuan berkas, serta keterbatasan integrasi SIMRS–eKlaim. Dampak klaim tertunda terlihat pada terganggunya arus kas, keterlambatan pembayaran vendor, penurunan motivasi tenaga medis, serta potensi menurunnya mutu pelayanan. Klaim tertunda merupakan fenomena sistemik yang menuntut perbaikan menyeluruh. Rumah sakit perlu memperkuat kompetensi SDM melalui pelatihan rutin, meningkatkan disiplin dokumentasi, menegakkan kepatuhan prosedur, memperkuat koordinasi lintas unit, serta mempercepat integrasi teknologi informasi. Monitoring rutin dan harmonisasi regulasi dengan praktik klinis juga diperlukan untuk menekan angka klaim tertunda dan menjaga keberlanjutan pelayanan. Kata Kunci: Klaim Tertunda, BPJS Kesehatan, Rawat Inap, Manajemen Rumah Sakit, SIMRS
Analisis Efektifitas Penerapan Adult Early Warning Score Pada Pasien Dewasa Di Unit Rawat Inap Dewasa Rsud Oku Timur Tahun 2025 Fresca Yudiman Utama; Grace Rumengan; Laila Ulfa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7142

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah kegagalan mengetahui penurunan kondisi klinis pada pasien dapat menyebabkan keterlambatan pengelolaan dan penanganan yang tepat, serta dapat meningkatan angka mortalitas di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk menilai dan menganalisis penerapan Adult Early Warning Score (AEWS) pada pasien dewasa di ruang rawat inap dewasa RSUD OKU Timur. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Forum Group Discussion, observasi dan studi dokumentasi di RSUD OKU Timur. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 17 informan kunci dan delapan informan pendukung. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif Creswell. Hasil penelitian menunjukkan penerapan AEWS efektif dalam menurunkan angka kematian Gross Death Rate (GDR) dan Nett Death Rate (NDR). Ditemukan beberapa faktor pendukung dan kendala baik dari segi man, methods maupun machine dalam penerapan AEWS yang perlu menjadi perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi Unit Rawat Inap dan manajemen RSUD OKU Timur dalam merancang kebijakan serta program yang lebih efektif, seperti mengusulkan penerapan Adult Early Warning Score (AEWS) sebagai kebaruan/novelty pada indikator mutu unit rawat inap diikuti dengan peningkatan pada faktor pendukung dan perbaikan pada kendala yang ada. Kata kunci: Adult Early Warning Score, unit rawat inap dewasa, angka kematian.