Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Langsung dan Tidak Langsung terhadap WUS Melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Tahun 2016 Nara Lintan Mega Puspita; Cicilia Windiyaningsih; Sri Widodo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.014 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i1.169

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit mematikan kedua yang sering terjadi pada wanita. Penyakit kanker menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita perTahun. Deteksi dini kanker serviks salah satunya dengan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Tujuan penelitian untuk menjelaskan pengaruh penyuluhan terhadap umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan, sikap, jarak ke tempat pelayanan, kesanggupan biaya, kepercayaan, keterpaparan informasi, dukungan petugas kesehatan, dukungan kader terhadap pemeriksaan IVA  sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Metode  penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimental design. Sampelnya adalah Wanita Usia Subur 50 orang untuk penyuluhan langsung (ceramah) dan 50 orang penyuluhan tidak langsung  (pemberian leaflet). Analisisnya univariat,bivariat uji non parametrik dengan uji Macnemar dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyuluhan langsung sebelum dan sesudah intervensi ada peningkatan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA yaitu sebesar 3 kali lipat (300%), sedangkan penyuluhan tidak langsung mengalami peningkatan sebesar 87,5% dan nilai p value < 0,05 yang artinya ada pengaruh yang bermakna sesudah dilakukan intervensi kepada WUS yang melakukan dan tidak melakukan pemeriksaan IVA. Variabel yang berpengaruh dengan pemeriksaan IVA adalah penyuluhan, umur, sikap, biaya, pekerjaan. Variabel dominan terhadap pemeriksaan IVA adalah Penyuluhan dengan OR 2,956, 95%CI 1,088-8,032 dan kontribusinya sebesar 25%. Kesimpulan penyuluhan, umur, sikap, biaya dan pekerjaan mempunyai kontribusi 32,3% WUS melakukan pemeriksaan IVA. Saran untuk pemeriksaan IVA perlu ditingkatkan melalui penyuluhan langsung dengan ceramah dan juga pemberian leaflet  dan mencangkup seluruh WUS melalui ibu-ibu PKK, arisan, kegiatan keagamaan dll. Kata Kunci           : Biaya, Pekerjaan, Pemeriksaan IVA, Penyuluhan, Sikap, Umur 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI RW 04 KELURAHAN PEKAYON KECAMATAN PASAR REBO JAKARTA TIMUR TAHUN 2016 Emelia Irasti; Sri Widodo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.328 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.39

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga adalah upaya memberdayakan anggota rumah tangga tersebut agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Di Wilayah Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta rumah tangga yang berPHBS baru 53,3%, Menurut data Puskesmas tahun 2016 rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat di kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur RW 04 sebesar 368 KK dan rumah tangga yang ber-PHBS sebesar 157 KK dan yang tidak ber-PHBS sebesar 186 Kk, karena masih banyaknya rumah tangga yang tidak berPHBS, maka dibuatlah penelitian ini. dimana tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat di kelurahan pekayon kecamatan pasar rebo Jakarta Timur tahun 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional. Dengan Jumlah sampel 191 responden. menggunakan kuesioner dan mengolahan data menggunakan uji Chi Square. hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara Pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur (p=0,097). ada hubungan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat di kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur (p=0,036 dan OR=0,510). Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Ada hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Sarannya adalah meningkatkan pengawasan dan pembinaan dari RT/RW atau puskesmas, penyuluhan dari puskesmas setempat, melakukan pendekatan pada warga setempat agar bisa meningkatkan peran serta kesehatan disetiap kegiatan kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Penyuluhan DBD Terhadap Kader Jumantik Rw 09/13 Kecamatan Cipayung Dan Cilangkap Jakarta Timur Suwarto Suwarto; Sri Widodo; Samingan Samingan; Tamri Tamri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.138 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v1i1.439

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah dikenal di Indonesia sebagai penyakit yang endemis di masyarakat, terutama sangat berbahaya bagi kalangan anak-anak. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Timur meningkat drastis. Adapun permasalahan yang ditemukan  pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur adalah Kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) dalam menanggulangi nyamuk DBD di Kelurahan Cilangkap , Kecamatan Cpayung Jakarta Timur.  Kelurahan Cilangkap , Kecamatan Cipayung Jakarta Timur  berkomitmen untuk melaksanakan program kegiatan PSN secara rutin setiap hari jum’at pukul 09.00-11.00 bersama dengan masyarakat dan kader Jumantik di wilayah setempat. Adapun tujuan secara umum dilakukannya PSN di Kelurahan Cilangkap , Kecamatan CIpayung Jakarta Timur adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) sehingga seluruh Masyarakat terbebas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pencetus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan  PSN. Upaya pemberantasan dan pencegahan yang dilakukan Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur  yaitu yang pertama dengan penyuluhan DBD  biasanya melakukan penyuluhan pada saat adanya kegiatan arisan di tiap RT/RW.   Kedua dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara 3M plus yaitu Menguras TPA, Menutup TPA , Mengubur barang-barang bekas dan Memantau Jentik nyamuk DBD. Dengan kegiatan  Pemberantasan Sarang Nyamuk dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik(ABJ) Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Upaya pemberantasan DBD hanya dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan secara aktif  dalam PSN DBD. Gerakan PSN DBD merupakan bagian yang paling  penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran kader JUMANTIK sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga dari jentik nyamuk DBD.   Kata kunci : penyuluhan, DBD, nyamuk.
Penyuluhan Program Keluarga Berencana Di Posyandu Melati IV Kelurahan Rambutan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur Sri Widodo; Neneng Hasanah
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.93 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v2i1.422

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah yang diselenggarakan untuk membatasi kelahiran guna mengurangi pertumbuhan penduduk dan menurunkan laju penduduk.Program KB diatur berdasarkan UU No 10 Tahun 1992 dan disempurnakan lagi dengan terbitnyaUU No 52 Tahun 2009. Program KB merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas (UU No 52, 2009). Tujuan dari program KB pada dasarnya yaitu pengaturan kelahiran guna membangun keluarga sejahtera (Sulistyaningsih, 2013).Macam–macam alat kontrasepsi pun bermacam – macam yaitu KB alamiah, pil, suntik dan KB jangka panjang.  Penyuluhan yang telah dilakukan di RT 11 RW 006 di Kelurahan Rambutan Kecamatan Ciracas dengan sasarannya pasangan usia subur pada bulan Maret – Mei tahun 2016 yaitu menghasilkan meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur yaitu dari 19 responden diperoleh dengan hasil post test 94 % yang nilainya lebih tinggi dibandingkan hasil pre test 66 % dan banyak pasangan usia subur yang belum menggunakan KB menjadi  ingin menggunakan KB serta ada pula pasangan usia subur yang banyak beralih ke alat kontrasepsi jangka panjang. Berdasarkan penuturan selaku kepala diklat Kelurahan Rambutan bahwa di wilayah rambutan ada 3 kasus yang terjadi, yaitu penanganan sampah, program KB, dan penyakit degeneratif pada lansia. Lalu kami di arahkan ibu Endang Sulistyaningsih.SAP selaku kepala PLKB (Penyuluhan Keluarga Berencana) kelurahan rambutan untuk membahas masalah yang telah di beritahu oleh ibu  diklat. Kata kunci : Keluarga berencana, program KB, kontrasepsi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA TANJUNGTANI KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2016 Baktianita Ratna Etnis; Sutanto Priyo Hastono; Sri Widodo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.239 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.301

Abstract

Gerakan Keluarga Berencana Nasional disiapkan untuk membangun keluarga sejahtera dalam rangka membangun sumber daya manusia yang optimal, dengan ciri semakin meningkatnya peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan KB. Jumlah WUS yang menggunakan IUD di Desa Tanjungtani sebesar 6,28% Tahun 2015 dan sebesar 0,15 dari bulan januari-september tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2016. Rancangan penelitian ini adalah Case Control. Sampel sebanyak 104 dengan 52 kasus dan 52 kontrol. Sampel dipilih dengan teknik Proportional Stratified Rondom Sampling. Uji statstik menggunakan Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Didapatkan bahwa faktor yang berhubungan bermakna dengan penggunaan kontrasepsi IUD yaitu pengetahuan (p=0,005), pendidikan (p=0,031), umur (p=0,027), sikap (p=0,007), paritas (p=0,017), dukungan tenaga kesehatan (p=0,049), dan dukungan suami (p=0,018) dan faktor yang tidak berhubungan adalah fasilitas pelayanan KB (p=0,117). Variabel yang dominan berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD adalah pengetahuan (p=0,000, OR=12.199). Kata kunci: Kontrasepsi IUD, Wanita Usia Subur, Pengetahuan
Pola Makan Dan Kebiasaan Berolahraga Penyebab Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur Dimas Cahyo Setyono; Sri Widodo
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.632 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v1i1.559

Abstract

Hipertensi (tekanan sistolik ≥ 90 mmHg) prevalensinya meningkat seiring pola makan dan gaya hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola makan dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada peserta program pelayanan penyakit kronis di Puskesmas Kecamatan Pulogadung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah populasi peserta prolanis sebanyak 300 orang, berdasarkan perhitungan besar sampel dengan menggunakan rumus lemeshow didapatkan jumlah sampel yang harus diteliti sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Berdasarkan penelitian 45% responden menderita hipertensi dan 55% responden tidak hipertensi. Sebanyak 70% responden sering mengkonsumsi lemak, 60% responden sering mengkonsumsi natrium, 47% responden banyak mengkonsumsi kopi, 62% responden tidak perokok, dan 40% responden mempunyai kebiasaan berolahraga yang jarang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan konsumsi lemak, kebiasaan konsumsi natrium, dan kebiasaan berolahraga dengan hipertensi, sementara kebiasaan mengkonsumsi kopi dan merokok tidak memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi pada peserta prolanis di Puskesmas Kecamatan Pulogadung. Diperlukan upaya penyuluhan kepada peserta prolanis oleh kader dan tim khsus yang terdiri dari dokter dan perawat mengenai hipertensi dan makanan yang harus dibatasi dan penyebarluasan media mengenai pencegahan hipertensi oleh Puskesmas Kecamatan PulogadungKata kunci: Hipertensi, pola makan, gaya hidup, prolanis
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Pada Pasien BPJS Di Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit Jakarta Tahun 2017 Aminilia Aminilia; Sri Widodo
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.32 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i1.560

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, sebanyak 30% pasien BPJS mengeluh kepada pihak Rumah Sakit mengenai mutu pelayanan atau service quality yang diberikan terhadap pasien yang meliputi lima unsur yaitu kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan Analisis Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Pada Pasien BPJS di Rawat Jalan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit Jakarta Tahun 2017. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 22.697 pasien dengan total sampel 100.Metodeyang digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa 54.0% tidak puas terhadap pelayanan kesehatan,45.0%tidak setuju dengan mutu pelayanan dimensi kehandalan, 47.0% tidak setuju dengan mutu pelayanan dimensi daya tanggap, 41.0% tidak setuju dengan mutu pelayanan dimensi kehandalan daya tanggap, 63.0% tidak setuju dengan mutu pelayanan dimensi empati, 26.0% tidak setuju dengan mutu pelayanan dimensi bukti fisik. Adahubungan yang signifikan antara dimensi kehandalan (p= 0.000), dimensi daya tanggap (p=0.000), dimensi jaminan (p=0.003)dan dimensi empati (p=0.023) empati dengan tingkat kepuasan pasien pada pasien BPJS. Tidak ada hubungan yang signifikan antara dimensi bukti fisik (p = 0.113) dengan tingkat kepuasan pasien pada pasien BPJS.Kesimpulan bahwa 54.0% pasien tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, ada hubungan yang signifikan antara dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati.Tidak ada  hubungan dengan dimensi bukti fisik.Saran peneliti diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan pada dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik yang dirasa kurang baik dan mempertahankan kualitas yang sudah baik agar kepuasan pasien khususnya untuk pengguna BPJS dapat tercapai secara maksimal karena dimensi tersebut berhubungan dnegan nilai kepuasan pasien.Kata Kunci       : Pasien, kepuasan pasien, service quality dan mutu pelayanan
Dukungan Sarana Dan Fasilitas Kantin Dengan Praktik Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah Di Sdn Cipayung 05 Tahun 2018 Thalia Vega Yunita; Sri Widodo
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.66 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v3i1.599

Abstract

Berdasarkan observasi sarana dan fasilitas dari tempat penyimpanan peralatan dikantin belum tersedia. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran praktek keamanan pangan jajanan anak sekolah pada siswa siswi sekolah di SDN Cipayung 05 .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 96 orang. Teknik sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 77 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan Tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kantin dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,639).Ada hubungan yang signifikan antara sarana dan fasilitas dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,019).Tidak ada hubungan yang signifikan antara penjaja PJAS dengan praktik keamanan PJAS (p value = 0,434).Kesimpulan bahwa praktik keamanan PJAS tidak ada hubungan dengan kondisi kantin dan penjaja pjas. Sehingga disarankan kepada pihak SDN Cipayung 05 untuk memperhatikan penjual dari kantin di SDN Cipayung 05 dengan cara diberikan penyuluhan mengenai kebersihan kantin, sarana dan fasilitas dari kantin tersebut, serta makanan yang dilarang untuk dijual.Kata Kunci : Kebijakan, Sekolah, Keamanan Pangan.
Peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Terhadap Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa Sekolah Dasar SDN Cipayung 05 Jakarta Timur Rani Dwi Safitri; Sri Widodo
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.209 KB) | DOI: 10.52643/jukmas.v2i2.587

Abstract

Kegiatan Trias UKS  menjadi alat ukur perilaku kesehatan untuk siswa dan siswi di sekolah iti sendiri salah satu nya adalah PHBS. Tujuan umum dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  gambaran  pelaksanaan  program  UKS denga Perilaku PHBS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa dan  siswi  kelas  VI  SDN  Cipayung  05  pagi  tahun  2018  sejumlah  96  orang.  Teknik sampling dengan menggunakan teknik Random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 77 responden. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.   Hasil   penelitian   menunjukan   tidak   ada   hubungan   antara   pendidikkan kesehatan  dengan PHBS siswa (p value = 0,331), tidak ada hubungan antara Pelayanan kesehatan dengan PHBS siswa (p value = 0,450) dan tidak ada hubungan antara Pembinaan Lingkungan Sekolah dengan PHBS siswa (p value = 1.000).  Kesimpulan nya adalah tidak ada hubungan nya pelaksanaann Trias UKS dengan PHBS. Sehingga disarankan kepada pihak sekolah SDN Cipayung 05 untuk memperhatikan factor – factor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap PHBS siswa.Kata Kunci : Sekolah dasar, Siswa,UKS, PHBS
Hubungan Dukungan Petugas dan Kecemasan Masyarakat RW 4 Kelurahan Bambu Apus Terhadap Kemauan Mengikuti Vaksinasi Booster Covid-19 Puskesmas Cipayung Tahun 2022 Anggelina Bella Purnama Sari; Sri Siswani; Sri Widodo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i4.2552

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan bahwa masyarakat RW 04 kelurahan Bambu Apus memiliki pengetahuan kurang mengenai vaksin booster covid-19 yaitu sebesar 55,9% dan kecemasan yang dialami oleh masyarakat sebesar 63%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan hubungan dukungan petugas dan kecemasan masyarakat RW 4 Kelurahan Bambu Apus terhadap kemauan mengikuti vaksinasi booster covid-19 Puskesmas Cipayung tahun 2022. Hasil penelitian menyatakan dukungan petugas tinggi sebesar 83% dan masyarakat mengalami cemas biasa sebesar 84% hasil perhitungan statistik didapatkan terdapat hubungan dukungan petugas dengan kemauan megikuti vaksinasi booster covid-19 dengan nilai p=0,000 dan terdapat hubungan kecemasan masyarakat dengan kemauan mengikuti vaksinasi booster covid-19 dengan nilai p=0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan petugas dan kecemasan masyarakat terhadap kemauan mengikuti vaksinasi booster covid-19.Kata Kunci : vaksinasi, booster, vaksin, cemas, dukungan, petugas, kecemasan, masyarakat, kesehatan.