Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman Orangtua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Latifah Susilowati; Masta Hutasoit; Retno Sumiyarini; Ida Nursanti
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.751

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orangtua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita melalui promosi Kesehatan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 25 ibu dengan balita mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sebelum dilakukan penyuluhan semua peserta mengerjakan pretest terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan kepada orangtua, serta posttest dan tahap akhir untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56 %, sedangkan tingkat pengetahuan baik sebesar 36% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 8%. Setelah pengabdi memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada balita, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebesar 88%. Tingkat pengetahuan cukup menjadi 12% dan tidak ada peserta dengan tingkat pengetahuan kurang. Uji beda mean menujukkan data bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orangtua sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan tentan pencegahan stunting pada balita Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman orangtua tentang pencegahan stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mendapatkan penyuluhan.
Gambaran Persepsi dan Sikap Anak Usia Sekolah Dasar Tentang Kesehatan Seksual dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Bantul, Yogyakarta Retno Sumiyarrini; Latifah Susilowati; Dwi Yati
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 1 No. 02 (2022): JURINSE, Agustus 2022
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.329 KB)

Abstract

Background: Child Sexual Abuse was a major global problem widespread in many cities in Indonesia. Komisi Perlindungan Anak Indonesia or Indonesian Children Protection Commission (KPAI) records as many as 1.880 children become victims of sexual abuse activities such as rape, fornication, sodomy and pedophilia. Around 62% of victims experienced this abuse during their elementary school period. However, little is known about the perception and attitude of school children toward this issue in Yogyakarta. Purpose: The aim of this research is to investigate the perception and attitude of school-age children toward sexual health and child sexual abuse prevention program. Method: This was a cross-sectional study and was conducted between June-October 2021 in one elementary school in Bantul, Yogyakarta. The participant of this study was 90 elementary school children aged 6-12 years, which recruited using multistage random sampling. The outcome was measured using a questionnaire and was analyzed. Result : Majority of respondent (84,4%) has positive perception and attitude toward sexual health and child abuse. Most of respondent also has positive perception and attitude on item maintenance the hygiene of reproductive organ (63,3%), preventing sexual abuse by protecting the body from intimate groping (75,6%), refusing stranger approach (66,7%), physical against towards abuse (77,8%), and reporting when sexual abuse exist (82,2%). Conclusion: Respondent has positive perception and attitude toward sexual abuse as implication of good comprehension about sexual abuse
Hubungan Status Imunisasi Campak Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 12-59 Bulan Latifah Susilowati; Masta Hutasoit
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v2i1.228

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of infant mortality worldwide. InIndonesia, diarrhea is among the top 10 diseases handled in the Puskesmasand the top 10 inpatient diseases at regional hospitals. Measlesimmunization is recommended by the world health organization as aprevention and health care effort for children including prevention of theincidence of diarrhea. The general objective of this study was to determinethe relationship between measles immunization status and the incidenceof diarrhea in toddler in the work area of Kasihan Bantul Health Center.This study uses a case control research design with a retrospectiveapproach. Data collection began with data collection ages 12 - 59 monthssuffering from diarrhea in the last 6 months at the Kasihan Bantul HealthCenter. Then the researcher conducted homevisit to ask about the historyof measles immunization in children. The number of samples in thecontrol group was 44 children and the case group was 44 children. Theresults showed that there was no statistically significant relationshipbetween measles status and the incidence of diarrhea in children aged 12-59 months at the Kasihan Bantul Health Center. Health centers and healthworkers need to increase public awareness of the importance of measlesimmunization in infants as a form of support for government programs toprevent the occurrence of diarrhea.
EDUKASI AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GUNUNG MELETUS PADA ANAK USIA DINI Novita Nirmalasari; Latifah Susilowati; Hesty Yuliasari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3985

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu kawasan rawan bencana karena memiliki gunung aktif yaitu Gunung Merapi dengan kategori siaga Level III. Hal ini merupakan peringatan untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus. Peristiwa bencana ini terkait dengan upaya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana gunung meletus. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bencana gunung meletus pada anak usia dini. Kegiatan dilakukan di TK Islam Gunungjati yang merupakan salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 50 peserta. Metode kegiatan dengan memberikan materi dan praktik terkait kesiapsiagaan bencana gunung berapi melalui edukasi audiovisual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak terhadap kesiapsiagaan bencana gunung berapi dengan rata-rata sebesar 17 poin (rentang penilaian 0-100). Pendidikan bencana memainkan peran penting dalam menanamkan budaya kesiapsiagaan di kalangan siswa dan menumbuhkan ketahanan dalam menghadapi bencana.
Permainan Edukatif Flashcard Meningkatkan Pengetahuan Anak tentang Kesehatan Gigi Rohmah, Atika; Latifah Susilowati
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v2i2.1498

Abstract

Background: Dental health issues are commonly found among school-aged children. These issues can cause pain and discomfort, affecting dental function and leading to difficulties in eating, which in turn impacts nutritional intake. Efforts to improve dental health can be implemented through educational games. Educational tools are equipment used by children for play or games aimed at enhancing their skills, one of which is flashcards. Flashcards are cards with two sides, where the front side displays an image, and the back side contains a description of the image. Objective: To determine the effect of educational flashcard games on children's knowledge of dental health at Noyosutan Elementary School. Method: A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design was used. The study involved 36 respondents, using a questionnaire on dental health knowledge as the instrument and flashcards containing images related to dental health as the educational game. Result: The study showed a significant difference in knowledge before and after playing the educational flashcard game, with a p-value of 0.000 (p <0.005). The educational flashcard game had a significant effect on children’s knowledge of dental health. Conclusion: Children's knowledge of dental health improved after engaging in the educational game using flashcards.
Edukasi Kesehatan Seksual Dengan Media Video dan Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Yang Bersekolah Dengan Basis Asrama Sumiyarini, Retno; Riyadi, Sujono; Dwiyati; Susilowati, Latifah
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.691

Abstract

ABSTRAK : Isu pelecehan dan kekerasan seksual pada anak yang bersekolah dengan basis asrama dilaporkan mengalami peningkatan. Pelecehan seksual di asrama dapat meliputi sodomi, meraba bagian tubuh bahkan hingga pemerkosaan berkedok kegiatan spiritual. Hal ini disebabkan faktor budaya hirarki dan maskulinitas yang terlalu kuat ditambah rendahnya pemahaman anak mengenai praktik pelecehan seksual. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masayarakt ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual khususnya saat mereka berada di asrama. Kegiatan ini melibatkan 19 orang anak usia sekolah dasar di Rumah Belajar Ummu Yasmin yang bersekolah di asrama. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, pemutaran video dan permainan ular tangga. Kegiatan ini diawali dengan pre test untuk mengukur pengetahuan awal siswa, dilanjutkan dengan pemberian materi dan evaluasi akhir mengenai materi yang diberikan melalui post test. Setelah edukasi, pengetahuan siswa mengenai pendidikan seksual naik secara signifikan dengan nilai P< 0,05. Aspek pengetahuan yang spesifik yakni pengetahuan mengenai tindakan pencegahan kekerasan seksual dan dampak kekerasan seksual mengalami peningkatan yang jauh lebih siginifikan (P= 0,01). Hal ini berarti edukasi seksual efektif meningkatkan pengetahuan siswa untuk mencegah kekerasan seksual.
Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Tk Islam Sunan Gunung Jati Latifah Susilowati; Susanti, Dwi; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.697

Abstract

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak, bahkan gangguan menetap. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas di perlukan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Sebagai upaya untuk mencegah adanya keterlambatan pada perkembangan dan masalah pertumbuhan maka perlu adanya deteksi dini. Deteksi dini pertumbuhan berdasarkan buku panduan SDIDTK menggunakan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan. Sedangkan deteksi dini perkembangan dapat dilakukan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan deteksi dini dapat dilaksanakan melalui pengabdian masyarakat dengan alur sebagai berikut pengabdi melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan selanjutnya menentukan status gizi. Pemeriksaan perkembangan dilakukan kepada peserta menggunakan KPSP untuk mengetahui apakah peserta mengalami keterlambatan dalam perkembangannya dan diinterpretasikan hasilnya. Tahap terakhir adalah konsultasi hasil pemeriksaan oleh pengabdi. Hasil pengabdian masyarakat adalah peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 60,9% dan 39,1% berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar peserta berusia 6 tahun yaitu sebanyak 47,83% diikuti usia 5 tahun sebanyak 39,13% dan usia 4 tahun sebanyak 13,04%. Sebagian besar peserta memiliki status gizi baik yaitu sebesar 87% sedangkan peserta yang berisiko gizi lebih sebanyak 8,7% dan obesitas sebanyak 4,3%. Perkembangan peserta sesuai umur sebanyak 95,7% sedangkan peserta dengan perkembangan meragukan sebesar 4,3%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anak usia pra sekolah masih ada yang mengalami masalah keterlambatan perkembangan dan memiliki status gizi beresiko gizi berlebih serta obesitas.
Upaya Peningkatan Pemahaman Orangtua Tentang Pencegahan Stunting Pada Balita Latifah Susilowati; Hutasoit, Masta; Sumiyarini, Retno; Nursanti, Ida
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.751

Abstract

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu selama hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orangtua dalam melakukan pencegahan stunting pada balita melalui promosi Kesehatan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 25 ibu dengan balita mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Sebelum dilakukan penyuluhan semua peserta mengerjakan pretest terlebih dahulu kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan kepada orangtua, serta posttest dan tahap akhir untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56 %, sedangkan tingkat pengetahuan baik sebesar 36% dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 8%. Setelah pengabdi memberikan penyuluhan tentang pencegahan stunting pada balita, hasil posttest menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebesar 88%. Tingkat pengetahuan cukup menjadi 12% dan tidak ada peserta dengan tingkat pengetahuan kurang. Uji beda mean menujukkan data bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orangtua sebelum dan setelah mendapatkan penyuluhan tentan pencegahan stunting pada balita Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman orangtua tentang pencegahan stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah mendapatkan penyuluhan.
Peningkatan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Menarche Melalui Ular Tangga Madyfa Latifah Susilowati; Dwi Yati; Masta Hutasoit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3233

Abstract

Remaja putri memasuki fase pubertas ditandai dengan menstruasi. Perubahan yang dialami ketika menstruasi dapat berdampak secara fisik maupun psikis, sehingga remaja yang belum siap menjalani menstruasi cenderung merasa ketakutan dan kurang percaya diri dengan perubahan yang terjadi. Remaja putri membutuhkan informasi tentang proses menstruasi dan permasalahan yang menyertainya sehingga akan lebih bersikap positif dan mampu berperilaku yang baik saat menghadapi menstruasi dan mengalami beberapa keluhan yang menyertai menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh menstrual health education dengan media ular tangga “Madyfa” terhadap kesiapan anak usia sekolah menghadapi menarche. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental pre test-post test with control group. Responden dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi sebanyak 45 siswa yang mendapatkan perlakuan berupa Menstrual health education dengan media ular tangga madyfa. Sedangkan kelompok kontrol sebanyak 45 siswa mendapatkan perlakuan menstrual health education dengan media ular tangga setelah perlakuan di kelompok intervensi selesai. Sebelum dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok dilakukan pretest dan posttest. Rata-rata skor kesiapan anak menghadapi menarche sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi adalah 79,67. Sedangkan setelah perlakuan rata-rata skor kesiapan meningkat menjadi 82,93. Pada penelitian ini diketahui terdapat perbedaan kesiapan anak menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan intervensi menstrual health education dengan media ular tangga madyfa yang ditunjukkan dengan nilai p <0,000. Menstrual health education menggunakan media ular tangga “Madyfa” berpengaruh terhadap kesiapan mental anak usia sekolah menghadapi menarche. 
The Effect of Flashcard Education on Premarital Sexual Behavior in Adolescent Latifah Susilowati; Dwi Yati; Lily Zulaikhah
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 1 (2024): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i1.534

Abstract

Background: Adolescent who experience puberty in their bodies appear sex hormones that begin to work, resulting in a sense of attraction to the opposite sex. Premarital sex is a behavior that is carried out based on sexual desire in adolescents. Adolescent knowledge and sources of information received by adolescents are important points in efforts to prevent premarital sexual behavior. The preventive efforts can be done by providing education about the right information through various methods and media. One of them is education using flashcard media. Purpose: The purpose of this study was to analyze the effect of education on premarital sexual behavior using flashcard media. Methods: This study design was a quasi-experimental pre-test-post test design with control group. The number of samples were 60 which were divided into two groups and the inclusion criteria being adolescents aged 15-17 years and were or had been dating. The intervention group received treatment in the form of pre-marital sexual behavior education with flashcard media. The control group received pre-marital sexual behavior education using the lecture method. Before and after the intervention, researchers conducted a pretest and posttest using a pre-marital sexual behavior questionnaire and data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: There was a difference in the average score of premarital sexual behavior in the intervention group after receiving flashcard education intervention with p value = 0.010 (p <0.05). Conclusion: Education using flashcard affects premarital sexual behavior in adolescents. Preventive and promotive efforts of premarital sexual behavior in adolescents using flashcard media are an alternative for nurses in providing counseling.