siluh putu sri dia utari
Program Studi Pengolahan Hasil Laut, Politeknik Kelautan Dan Perikanan Jembrana, Bali

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Berkala Perikanan Terubuk

ANALYSIS OF HISTAMIN CONTENT IN LOIN TUNA (Thunnus maccoyii) In Denpasar, Bali Siluh Putu Sri Dia Utari; Resti Nurmala Dewi; Ferlina Febrianti
Berkala Perikanan Terubuk Vol 50, No 3 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.50.3.1685-1689

Abstract

Fish is a fishery resource that has very important economic value. One of the fishery commodities in Indonesia which is produced and exported in large quantities is bluefin tuna (Thunnus maccoyii). The high protein content causes tuna to be easily damaged if it is not immediately processed and stored at high ambient temperatures and can cause histamine. Histamine is a compound derived from the amino acid histidine which is formed due to the action of bacteria that have decarboxylase enzymes. The formation of histamine is influenced by several factors, including temperature and pH. The purpose of this study was to identify histamine content in raw materials and final products of bluefin tuna (Thunnus maccoyii) loin form. This test uses the ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) method with VERATOX media (Veratox Quantitative Histamine Test Neogen). Histamine testing was carried out for approximately 5 days using 2 repetitions for both raw materials and frozen tuna loin products. The histamine content in raw materials and final products of frozen tuna loin does not exceed the SNI 4104:2015 standard, which is 100 ppm. The average histamine test result for raw tuna loin was 0.52 ppm and the average histamine test result for the final product was 0.96 ppm.
Morphometric Measurement and Yield of Barramundi Fish Fillet (Lates calcarifer) at UD. Damen, Bali Siluh Putu Sri Dia Utari; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; I Made Bayu Bawa Temaja
Berkala Perikanan Terubuk Vol 51, No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/terubuk.51.1.1990-1998

Abstract

Ikan Barramundi memiliki nama latin Lates calcarifer atau yang sering dikenal sebagai seabass Asia, ikan ini memiliki sifat katadormus yang artinya ikan ini besar di air tawar dan kawin di air laut. Ikan ini memiliki karakteristik badan memanjang, ramping, batang sirip ekor yang lebar, kepala lancip dengan bagian atas cekung dan di bagian depan sirip punggung cembung. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi ukuran morfometrik panjang baku, panjang cagak, dan panjang total, dan mengidentifikasi rendemen dan hasil samping dari pengolahan fillet ikan barramundi di UD. Damena. Adapun metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data morfometrik yaitu dengan cara meletakan ikan barramundi di atas meja dengan memposisikan kepala ikan di sebelah kiri kemudian diukur. Sedangkan data rendemen diperoleh dari penimbangan bobot awal dan bobot akhir hasil fillet. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian bahwa pada bulan April memiliki ukuran ikan yang lebih besar dan lebih panjang dibandingkan dengan bulan Februari dan Maret. Ikan barramundi laut memiliki rata-rata panjang 23,49 cm dan barramundi tambak memiliki rata-rata panjang 24,93 cm. Hasil juga menunjukkan bahwa ukuran ikan yang paling tinggi dihasilkan di bulan April, baik ikan barramundi tambak maupun laut. Hasil rendemen fillet ikan barramundi pada UD. Damena rata-rata untuk ikan barramundi laut memiliki rendemen sebesar 51,78 % dan menghasilkan hasil samping sebesar 10491,3, dan barramundi tambak memiliki rendemen sebesar 52,21% dan hasil samping 4614,2 kg.