Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Effectiveness of Video and Leaflet to Improve Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Regarding Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Consumption Crysma Alfina Damayanti; Agung Suharto; Nana Usnawati; Tinuk Esti Handayani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 6 No. 4 (2026): August
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v6i4.639

Abstract

Multiple Micronutrient Supplements (MMS) are multimicronutrient preparations containing 15 essential vitamins and minerals that play a critical role in preventing anemia and supporting fetal growth and development during pregnancy. Inadequate knowledge and negative attitudes among pregnant women toward MMS consumption may compromise adherence to supplementation regimens. This study aimed to analyze and compare the effectiveness of video and leaflet educational media in improving pregnant women’s knowledge and attitudes regarding MMS consumption. This study employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group pretest–posttest approach. The study population consisted of 63 pregnant women in the working area of Sukomoro Primary Health Center (Puskesmas Sukomoro), Magetan Regency, East Java, with a sample of 60 respondents selected using simple random sampling, divided equally into a video group (n=30) and a leaflet group (n=30). Data were collected using validated knowledge and attitude questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann–Whitney U Test. Results showed that knowledge increased by 85.71% in the video group and 84.57% in the leaflet group, while attitudes improved by 67.55% in the video group and 103.71% in the leaflet group. Statistical analysis demonstrated significant improvements in both groups (p < 0.001). However, there was no significant difference in effectiveness between video and leaflet media in improving either knowledge (p = 0.059) or attitudes (p = 0.496) among pregnant women. Both video and leaflet educational interventions were effective in improving pregnant women’s knowledge and attitudes regarding MMS consumption, with no statistically significant difference between the two media types
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Multipara Post Sectio Caesarea Dengan Postpartum Blues Gelintina Kurniawati; Sulikah; Agung Suharto; Tutiek Herlina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1275

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis ringan yang sering terjadi pada masa nifas dan ditandai dengan perubahan suasana hati, mudah menangis, cemas, serta kesulitan beradaptasi dengan peran sebagai ibu. Meskipun lebih sering terjadi pada ibu primipara, kondisi ini juga dapat dialami oleh ibu multipara sehingga memerlukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Penelitia ini bertujuan mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan pada ibu nifas multipara post sectio caesarea yang mengalami postpartum blues. Penelitian menggunakan desain laporan kasus (case report) dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menggunakan metode SOAP. Subjek penelitian adalah seorang ibu nifas multipara post sectio caesarea yang mengalami postpartum blues. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, serta skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Asuhan kebidanan meliputi edukasi mengenai postpartum blues, dukungan psikologis, konseling, peningkatan dukungan keluarga, pemenuhan kebutuhan istirahat dan nutrisi, serta pemantauan kondisi ibu secara berkala. Hasil asuhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi emosional ibu yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sedih, cemas, dan mudah menangis, meningkatnya kemampuan ibu dalam beradaptasi dengan peran barunya, serta penurunan skor EPDS dari 10 pada kunjungan kedua menjadi 9 pada kunjungan ketiga. Penerapan asuhan kebidanan secara komprehensif disertai dukungan keluarga dan skrining menggunakan EPDS berperan dalam membantu pemulihan kondisi psikologis ibu nifas yang mengalami postpartum blues. Skrining kesehatan mental pada masa nifas perlu dilakukan secara rutin sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan berkembangnya gangguan psikologis yang lebih berat. Kata kunci: postpartum blues; nifas; sectio caesarea