Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Pastura

GROWTH RESPONSE OF Pennisetum purpureum, Setaria spacelata AND Panicum maximum IN SALINITY Diana Sawen; Lamberthus Nuhuyanan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 1 (2020): Pastura Vol 10 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v10.i01.p04

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga jenis rumput yaitu rumputgajah, setaria dan benggala terhadap perbedaan salinitas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, berlokasi diKompleks Perumahan Dosen UNIPA Amban Manokwari Papua Barat. Penelitian didesain dengan rancanganacak lengkap dalam pola petak terpisah 4 × 3. Sebagai petak utama adalah spesies rumput dan anak petakadalah salinitas berdasarkan media tanam. Petak utama (Sp) adalah spesies rumput yang terdiri dari:Panicum maximum (Sp2), Setaria spacelata (Sp3) dan Pennisetum purpureum (Sp1). Anak petak (M)adalah media tanam yaitu 100% tanah (control) (M0), 70% tanah + 30% pasir (M1), 50% tanah + 50%pasir (M2), dan 30% tanah + 70% pasir (M3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perbedaan salinitas memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhantanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan dari setiap spesies rumput. Media tanamyang memberikan respon terbaik adalah M1 (70% tanah + 30% pasir) dan spesies yang memberikan responpositif terhadap salinitas adalah rumput setaria (Sp3).Kata kunci: salinitas, rumput gajah, setaria, benggala
GROWTH RESPONSE OF SETARIA GRASS (Setaria sphacelata) ON APPLICATION OF CUSCUS MANURE IN THE SECOND DEFOLIATION Sriani Nauw; Diana Sawen; Lamberthus Nuhuyanan; Muhammad Junaidi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan rumput setaria (Setaria sphacelata)yang diberikan pupuk kotoran satwa kuskus asal penangkaran pada defoliasi kedua. Penelitian dilakukanselama 3 bulan berlokasi di Jl. Flamboyan B.18 Amban Manokwari Papua Barat. Penelitian didesain denganrancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan antara lain:P0= kontrol (tanpa pupuk); P1= Pupuk kotoran satwa kuskus berbasis pakan pisang; dan P2= pupuk kotoransatwa kuskus berbasis pakan avokad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupukkotoran satwa kuskus berbasis pakan pisang dan avokad memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan rumput Setaria sphacelata. Rataan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan terbaik dihasilkan pada perlakuan P1 berturut-turut adalah 52,98±2,34 cm, 74,63±18,46 helai daun, dan 16,30±4,97 anakan. Perlakuan pemberian pupuk kotoran satwa kuskus memberikan hasil optimal pada pertumbuhan rumput setaria. Kata kunci: Setaria sphacelata, pupuk organik, pertumbuhan
RESPONSE OF BEDE GRASS (Brachiaria decumbens) PRODUCTION DUE TO DEKAMON HORMONE TREATMENT IN VARIOUS SPRAYING FREQUENCY OF GANDASIL D Diana Sawen; M. Aff’an Muin; . Susilowati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.212 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p01

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon produksi rumput Brachiaria decumbens akibat perlakuanpemberian dekamon sebagai zat pengatur tumbuh pada berbagai frekuensi penyemprotan pupuk daungandasil. Penelitian berlangsung selama 4,5 bulan, bertempat di Balai Pembibitan Ternak dan HijauanMakanan Ternak (BPT-HMT) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, KampungSumber Boga, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak FapetUNIPA Manokwari. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengandua perlakuan. Perlakuan dekamon (D) dengan 6 taraf yaitu D0 (tanpa pemberian), D1= 0,4 ml/250 ml air,D2= 0,5 ml/250 ml air, D3=0,6 ml/250 ml air, D4=0,7 ml/250 ml air dan D5= 0,8 ml/250 ml air. Masingmasingtaraf perlakuan diulang 5 kali. Selanjutnya menggunakan 3 petak percobaan dengan ukuran 2,4 ×2 m2 /petak untuk perlakuan frekuensi penyemprotan pupuk daun dengan Gandasil D, masing-masing petak I (S0) untuk tanpa penyemprotan, petak II (S1) untuk penyemprotan 1 kali/minggu dan petak III (S2) untuk enyemprotan 2 kali/minggu. Data dianalisis secara statistik dengan analisis ragam dan perbedaan antara taraf perlakuan dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dekamon sebagai zat pengatur tumbuh tidak berpengaruh terhadap produksi rumput bede, namun frekuensi penyemprotan pupuk daun 2 kali/minggu berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas rumput bede pada dosis dekamon 0 ml dan 0,6 ml. Dosis dekamon yang tepat bagi produksi rumput bede adalah tanpa dekamon dengan frekuensi penyemprotan 2 kali/minggu. Kata kunci: Brachiaria decumbens, produksi, dekamon, pupuk daun
BOTANIC COMPOSITION AND DRY MATTER PRODUCTION OF FORAGES UNDER PALM OIL SHADE OF PT MEDCO PAPUA HIJAU SELARAS MANOKWARI Diana Sawen; M. Junaidi; Hengky Y. Yepasedanya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p11

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui komposisi botani dan produksi bahan kering hijauan pakan yangterdapat di bawah naungan kelapa sawit. Penelitian dilakukan pada perkebunan kelapa sawit milik PT.Medco Papua Hijau Selaras Manokwari selama 2 bulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptifdengan teknik studi kasus. Analisis kadar air dilakukan di sub Laboratorium Agrostologi Fakultas PeternakanUniversitas Papua. Hasil studi memperlihatkan bahwa spesies yang ditemukan berjumlah 22 spesies, produksi bahan kering hijauan pakan di bawah naungan kelapa sawit pada areal kelapa sawit umur 2 tahun adalah sebesar 0,36 ton/ha, pada umur 3 tahun sebesar 0,44 ton/ha dan pada areal kelapa sawit umur 4 tahun sebesar 0,45 ton/ha. Kandungan bahan kering hijauan pakan berkisar antara 5,85-20,80%, dan kapasitas tampung untuk ketiga umur tanam kelapa sawit masing-masing sebesar 0,12 UT/ha/tahun (2 tahun), 0,15 UT/ha/tahun (3 tahun) dan 0,15 UT/ha/tahun (umur tanam 4 tahun). Komposisi spesies hijauan dan kapasitas tampung areal ini belum ideal. Kata kunci: komposisi botani, naungan kelapa sawit, produksi bahan kering
KELIMPAHAN SPESIES DAN PRODUKSI BAHAN KERING HIJAUAN PAKAN KELINCI DI KABUPATEN PANIAI Diana Sawen; B.W. Irianti Rahayu
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.958 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p05

Abstract

The potential forage largely determines the success of the development of a ruminants farm. This study aims to find out how much abundance and production of dry matter forage of rabbits. The study was conducted for one month in the District of East Paniai and Tigi in Paniai Regency, analysis of dry matter at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed FPPK UNIPA Manokwari, using descriptive method with survey techniques and field observations. This study shows that there are five species of grasses, 5 species of non forage and 4 types of food crops which is consumed by the rabbit with fresh forage production is 4600 gram/ m2. Dry matter production of 5630.71 gram/m2 and dry matter percentage of 23.56%., while the legume species was not found.Key words: species abundance, dry matter, rabbit forage
POTENSI TANAMAN OBAT BANONDIT (Biophytum petersianum Klotzsch) SEBAGAI SUMBER PAKAN HIJAUAN DI LEMBAH KEBAR PAPUA BARAT Diana Sawen
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.608 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2012.v02.i01.p08

Abstract

Banondit has been known as “Kebar grass” by the people in Papua Kebar valley and also in Indonesia for generations. This study was carried out to know the potential extent of banondit as medical plant and source of forage for livestock. The study lasted for 2 months by using descriptive method with case studies. Local com- munities, the one who get benefit from these species, were used as respondents by using random sampling. The results showed that community utilized banondit as drugs in their life to improve fertility for men and women, to normalize menstrual cycle, and for livestock (Bali cattle, goats, pigs and chicken) which cultivated in this location. Banondit within other forages grew naturally dispersed on pastures at Kebar. Livestock raising system remain extensive with the biological rhythm which has been formed for years. In that case, these animals continually consumed banondit according to their needs.
PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN BUAH MERAH PADA SISTEM PEMELIHARAAN BABI SECARA PASTURA Diana Sawen; Bernaddeta Wahyuni Irianti Rahayu; Iriani Sumpe
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.988 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p08

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan pada bulan April 2013, untuk mengetahui pemanfaatan limbah hasil pengolahan buah merah pada sistem pemeliharaan ternak babi secara pastura di Kampung Umpakalo Jayawijaya. Bagi masyarakat suku Dani di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya, babi memiliki nilai penting secara sosial budaya dan ekonomi. Babi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan keseharian mereka secara turun temurun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan percobaan lapangan untuk mengukur pertambahan bobot badan. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari tiga perbedaan pakan tambahan menggunakan limbah buah merah (kontrol, biji buah merah dan biji + sari buah merah). Jumlah sampel ternak sebanyak 15 ekor babi lokal fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kecenderungan peningkatan berat badan pada perlakuan dengan penambahan biji + sari buah merah. Pertambahan bobot badan harian yang diperoleh dari semua perlakuan adalah 0,41 kg. Hal ini karena sari buah merah mengandung betakaroten dan tokoferol yang lebih tinggi sehingga sangat membantu dalam pertumbuhan ternak di samping pakan lainnya yang dikonsumsi. Limbah buah merah sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pakan
BIOMASS OF Setaria sphacelata DUE TO ORGANIC FERTILIZERS OF CUSCUS FECES BASED ON FRUIT CONSUMPTION IN THE SECOND DEFOLIATION Diana Sawen; L. Nuhuyanan; Sriani Nauw; M. Junaidi; B. T. Hariadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p02

Abstract

Penggunaan pupuk organik sudah banyak dilakukan dalam budidaya hijauan pakan. Salah satu jenispupuk organik yang juga bisa dimanfaatkan yaitu yang berasal dari kotoran satwa kuskus yang ada di penangkaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biomassa rumput setaria berupa rasio daun batang, produksi segar, dan produksi bahan kering akibat pemberian perlakuan pupuk organik (PO) feses kuskus pada defoliasi kedua. Penelitian didesain dalam rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu: P0= kontrol; P1 = 40 g/polybag PO feses kuskus berbasis konsumsi pisang; dan P2= 40 g/polybag PO feses kuskus berbasis konsumsi avokad. Penelitian dilakukan dengan 4 ulangan dengan lama waktu 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan masing-masing dosis 40 g/polibag PO feses kuskus berbasis konsumsi pisang dan avokad, secara analisis ragam nyata memberikan perbedaan terhadap biomassa rumput setaria (bobot segar dan produksi bahan kering), yaitu perlakuan P0 82 g/polybag, P1 dan P2 masing-masing, 123 g/polibag dan 122 g/polybag, sedangkan produksi BK 24,93 g (P0), 43,08 g (P1) dan 41,25 g (P2). Selain itu rasio daun batang dan bobot kering setaria juga tidak memberikan pengaruh. Dengan demikian disimpulkan bahwa P1 merupakan perlakuan terbaik yang mampu meningkatkan biomassa rumput setaria. Kata kunci: biomassa, pupuk organik feses kuskus, Setaria sphacelata
Co-Authors . Susilowati A Yaku Abdul Rahman Ollong Agustinus Y. Vuin Alnita Baaka Andoyo Supriyantono B. Santoso B. T. Hariadi B.T. Hariadi B.W. Irianti Rahayu Bambang Tj. Hariadi Bayu Rifai Bernaddeta Wahyuni Irianti Rahayu, Bernaddeta Wahyuni Irianti Caroline D. Ariana D D Rahardjo D Nurhayati D T.R Saragih Daniel Y. Seseray Daud Keiya Deny Anjelus Iyai Djonly Woran Emma F. Kendy Emma F. Kendy Evi W. Saragih Firna Novita Yafur Fredrik R.S. Mauri Gaby Fonataba H Fatem H Mofu Hanike Monim Hariadi, Bambang Tj Haryati, Stefani F. Hengky Y. Yepasedanya Iriani Sumpe Isak S. Sembay Isti Widayati Jeinuddin M. R. M. Iha John A. Palulungan John Arnold Palulungan L. Nuhuyanan Lamberthus Nuhuyanan Lamberthus Nuhuyanan Lambertus E. Nuhuyanan Lekitoo , Marlyn N. Lekitoo , Merlyn N. Lekitoo, Marlyn N Linkolin Soe Lukas Yowel Sonbait Luki Abdullah M Arim M Baransano M L Orisu M. Abdurahim M. Djunaedi M. Djunaedi, M. M. Junaidi M. Junaidi M. Junaidi Martha Kayadoe Martha Kayadoe Martha Kayadoe Merani, Jeki Romelus Mikael G. Sallosa Mohamad Jen Wajo Monim , Hanike Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muin, Muh. Affan Mulyadi Mulyadi Murwanto, A. Gatot Norma Y. Nouwenik Onesimus Yoku Onesimus Yoku Onesimus Yoku Purwaningsih Rahayu, Bernadetta W. I. Rika L. A. Waliana Rinetha Stella Suabey Rumbewas, Yosina E.S. S Y Randa Seseray , Daniel Y. Sientje D. Rumetor Sriani Nauw Sriani Nauw Tethool , Angelina Widayati , Trisiwi W. Widayati, Trisiwi W. Wolfram Mofu Y Syufi Yohanis P. E. A. Nurak Yoppy Kafiar