Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Elemen

PERANCANGAN SISTEM KERJA SIMULATOR AC (AIR CONDITIONER) MOBIL Rusuminto Syahyuniar; Yuliana Ningsih; Ridho Dwi Kurniawan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.124 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i1.71

Abstract

Sistem AC memiliki beberapa komponen yaitu kompresor, kondensor, receiver dryer, katup ekspansi dan evaporator, yang mana memiliki fungsinya tersendiri. Untuk itu perlu adanya suatu simulator untuk mensimulasikan sistem kerja dari simulator AC mobil. Pengujian untuk simulator ini adalah bagaimana pengaruh massa refrigerant terhadap rpm motor listrik, tekanan kerja refrigerant, suhu kondensor dan suhu evaporator.Simulator AC mobil ini digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa mesin otomotif dibidang sistem refrigerasi mobil. Metode pengujianya adalah dengan memasukkan beberapa variasi massa refrigerant (100 gram, 200 gram, 300 gram) kedalam sistem simulator AC mobil kemudian mencatat hasil pengujian. Berdasarkan hasil pengujian massa refrigerant sangat berpengaruh terhadap sistem kerja simulator AC mobil(rpm motor listrik, tekanan kerja refrigerant, suhu kondensor dan suhu evaporator), Rpm motor listrik paling tinggi adalah pada massa refrigerant 100 gram yaitu 1446 rpm. Tekanan kerja refrigerant paling tinggi adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu 20 Psi / 195 Psi. Suhu kondensor paling tingi adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu mencapai 58,8oC. Dan suhu evaporator paling dingin adalah pada massa refrigerant 300 gram yaitu mencapai 11,4oC. Kecepatan blower evaporator juga berpengaruh terhadap sistem kerja dari simulatir AC mobil, namun tidak terlalu signifikan. Di setiap massa refrigerant rpm motor listrik paling tinggi adalah saat massa refrigerant 100 gram dan dengan kecepatan blower 1 yaitu 1446 rpm. Suhu kondensor paling tinggi adalah pada massa refrigerant 300 gram dan dengan kecepatan blower 3 yaitu mencapai 61,6oC. Dan suhu evaporator paling dingin adalah pada massa refrigerant 300 dan dengan kecepatan blower 3 gram yaitu mencapai 9,2oC.
PERANCANGAN SISTEM ELEKTRIKAL PADA ALAT PENGISIAN MINYAK REM OTOMATIS MOBIL Anggun Angkasa Bela Persada; Yuliana Ningsih; Heru Gunawan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.502 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i1.91

Abstract

Sistem rem adalah komponen yang ada pada mobil termasuk keamanan dalam berkendara. Untuk keamanan pengendara maka harus dibutuhkan sistem pengereman yang optimal. Perawatan minyak rem dilakukan dengan cara pengecekan minyak rem. Jika minyak rem habis maka minyak rem diganti. Untuk mempermudah pengisian minyak rem maka dibuatlah Alat pengisian minyak rem secara otomatis agar memudahkan saat pengisian minyak rem. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara kerja kelistrikan pada alat pengisian minyak rem dan mengetahui Tegangan Baterai, Tegangan Motor, Arus Motor dan Volume minyak rem. Alat ini mempunyai sistem kelistrikan dan rangkaian sistem kelistrikan alat pengisian minyak rem otomatis berawal dari baterai menuju ke Fuse lalu ke Switch terus ke Potensiometer sprayer terus ke motor Washer. Adapun pengukuran pada alat pengisian minyak rem yaitu mengukur Tegangan, Arus, dan Volume. Dari hasil pengukuran Tegangan, Arus danVolume keluarnya minyak rem yang di lakukan sebanyak tiga kali pengukuran di dapat nilai rata rata yaitu pengukuran tegangan batrai nilai rata ratanya 12,41 V. Tegangan Motor nilai rata-ratanya yaitu 10,7 V. Arus Motor nilai rata-ratanya yaitu 0,57 danVolume keluarnya minyak rem niai rata-ratanya yaitu 40,25 ml/s. Pengisian minyak rem yang lebih optimal yaitu dilakukan pada putaran potensiometer keempat karena diputaran keempat volume keluarnya minyak rem lebih cepat.
RANCANG BANGUN BLADE TURBIN ANGIN TIPE HORIZONTAL Rusuminto Syahyuniar; Yuliana Ningsih; Herianto Herianto
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.55 KB) | DOI: 10.34128/je.v5i1.74

Abstract

Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Di dalam turbin angin terdapat komponen yang sangat penting yaitu blade/baling-baling. Blade merupakan bagian dari turbin angin yang berfungsi menerima energi kinetik dari angin dan merubahnya menjadi energi gerak (mekanik) putar pada poros penggerak, dari fungsi blade tersebut dan beberapa faktor di atas maka dilakukan eksperimen lebih lanjut untuk mencoba membuat blade turbin angin horizontal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara perancangan pembuatan blade turbin angin tipe horizontal, dan mengetahui cara pembuatan blade turbin tipe horizontal. Pada saat perancangan blade tersebut diperlukan perancangan gambar teknik geometris tampak depan, tampak atas, dan tampak samping agar menghasilkan tangkapan angin yang baik dan putaran poros yang optimal. Adapun perancangan dan pembuatan blade adalah dengan pembentukan blade, pembuatan penampang blade, pengeleman, dan pemasangan blade ke poros, dan pengujian. Dari pengujian kecepatan poros tersebut maka didapatkan hasil kecepatan putaran poros dalam 10 kali pengujian yang paling maksimal adalah 171 rpm, dengan kecepatan angin 18 m/s.
METODE PENGUKURAN BLOW-BY MENGGUNAKAN U-TUBE AIR BERBASIS PERSAMAAN BERNOULLI TERHADAP DIESEL ENGINE BULDOZER Rusuminto Syahyuniar; Yuliana Ningsih
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.514 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i1.6

Abstract

Pada motor diesel proses pembakaran yang terjadi didalam ruang bakar disebabkan oleh adanya salah satu proses 4 langkah yaitu kompresi udara yang dilakukan oleh dorongan piston dari titik mati bawah ke titik mati atas dengan menekan udara didalam ruang bakar sampai dengan volume tertentu yang mengakibatkan naiknya temperatur dan tekanan didalam ruang bakar, pada saat langkah akhir kompresi udara didalam ruang bakar mengalami kenaikan temperatur berkisar antara 450 sampai 500 derajat Celcius dan naiknya tekanan menjadi 30 Kg/Cm3, kemudian bahan bakar diesel disemprotkan kedalam ruang bakar yang mengakibatkan terjadinya rambatan api yang begitu cepat yang dimulai dari dinding silinder atau, dari hasil pembakaran inilah yang digunakan untuk mendorong kembali piston dari titik mati atas ketitik mati bawah dan proses tersebut terjadi secara berulang ulang berdasarkan prinsip 4 tak, Prestasi suatu engine terutama mesin diesel itu tidak lepas dari kemampuannya melakukan proses kompresi secara baik, proses ini diharapkan karena prinsip kerja dari motor diesel  yaitu memanfaatkan naiknya temperatur udara yang tinggi didalam ruang bakar untuk membakar bahan bakar, dalam proses kegiatan preventive maintenance salah satu unsur yang terpenting adalah memeriksa tekanan kompresi engine dengan cara mengetahui seberapa besar tingkat kebocoran kompresi, keakuratan hasil pengukuran menjadi faktor yang sangat penting untuk menghasilkan data yang tepat untuk digunakan sebagai dasar dalam menganalisa dimana kerusakan yang terjadi.
PERANCANGAN SIMULATOR CHARGING SYSTEM PADA SEPEDA MOTOR Adhiela Noer Syaief; Yuliana Ningsih; Rizqiannor Rizqiannor
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.725 KB) | DOI: 10.34128/je.v4i2.50

Abstract

Charging system merupakan bagian dari sistem kelistrikan pada sepeda motor, yang mana charging system ini mensuply kebutuhan listrik pada sepeda motor. Untuk memudahkan dalam pemahaman proses tersebut, maka perlu adanya pembuatan simulator charging system sebagai alat bantu mahasiswa dalam pembelajaran. Adapun charging system pada simulator tersebut meliputi baterai, fuse (sekring), switch (stop kontak), regulator serta alternator. Berdasarkan dari hasil pembuatan simulator charging system, maka telah diperoleh hasil pembuatan bahwasanya lampu LED (Light Emitting Diode) untuk warna merah sebesar 1,7 Watt dan wrna hijau sebesar 2,2 Watt, sedangkan resistornya 1 KΏ beserta tegangan pengisian baterai sebesar 12 Volt. Jadi, dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwasanya simulator charging system tersebut sesuai kebutuhan mahasiswa dalam memahami system, fungsi dan proses kerja charging system yang tidak kalah sama seperti fungsi pada kondisi aslinya dengan kelengkapan yang sama