Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

COMMUNITY SERVICE OF IMMIGRATION POLYTECHNIC CADETS ON FIRE DISASTER VICTIMS IN THE WORK AREA OF IMMIGRATION OFFICE CLASS II BORDER CONTROL TANJUNG BALAI M. Andhika Arya Rifansyah; Bobby Briando
Jurnal Abdimas Imigrasi Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Imigrasi
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaim.v2i1.240

Abstract

Community dedication activities are routine activities carried out while undergoing LATJAPURA (Latihan Kerja Bhumi Pura) to bring Immigration Polytechnic Cadets closer to all levels of society, one of which is by giving support and assistance to community members who are affected by disasters. In this case, 5 Immigration Polytechnic cadets distributed aid directly to the victims of the fire disaster in the working area of the Class II TPI Immigration Office of Tanjung Balai. This activity aims as a sense of sensitivity and concern for the community and creates a positive impression to the Immigration Polytechnic.
DIMENSION OF WHISTLEBLOWING SYSTEM: URGENSITY OF LEGISLATION STRENGTHENING Bobby Briando; Sri Kuncoro Bawono; Tony Mirwanto
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.8.3.2019.371-390

Abstract

Eradication of corruption in Indonesia is still the main agenda of the government in building good governance. One method to expose corruption is to use a whistleblower role that can help find the criminal mode of corruption. Whistleblower mechanism is divided into three main dimensions: Human, Structure and Process. But in practice whistleblower reporters in corruption cases in Indonesia have not received maximum legal protection. In Indonesia the normative regulation governing pursuant to Law No.13 of 2006 concerning Witness and Victim Protection as well as Supreme Court Circular Letter (SEMA) No.4 Year 2011 on Treatment of Criminal Reporting and Witness of Actors Cooperation The results show that from three dimensions of whistleblower system still does not yet have binding legislation. Whistleblower reporters only accept lightening relief. Specific whistleblower legislation is urgent. In legislation, at least, it should be in accordance with Whistleblower's protection.
TUAH SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN ETIKA PENGELOLA KEUANGAN NEGARA Bobby Briando; Muhamad Ali Embi; Iwan Triyuwono; Gugus Irianto
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.2.14

Abstract

Abstrak: Tuah sebagai Sarana Pengembangan Etika Pengelola Keuangan Negara. Artikel ini berupaya untuk membangun konsep pribadi beruntung bagi pengelola keuangan negara dengan menggunakan budaya Melayu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian spritiualis untuk membangun pribadi pengelola keuangan negara yang bertuah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pribadi bertuah berorientasi pada kesadaran tertinggi manusia, yaitu takwa (memiliki tujuan akhir kembali kepada Tuhan dengan jiwa yang suci dan tenang). Selain itu, penulis juga menawarkan etika profetik sebagai solusi dalam membangun etika pengelola keuangan negara yang selama ini dibangun hanya berdasar pada aspek material. Abstract: Luck as the Ethical Foundation for State Financial Manager. This research seeks to build a personal concept of fortune for state financial managers using Malay culture. This research uses a spiritualist research design to build a person of a successful state financial manager. The results show that the person with luck is oriented towards the highest human consciousness, namely piety (having the ultimate goal of returning to God with a holy and calm soul). In addition, the authors also offer prophetic ethics as a solution to build state financial manager ethics which has been built based only on material aspects.
SOCIAL NETWORK ANALYSIS TERKAIT IMPLEMENTASI SISTEM KESEHATAN PERTAHANAN NEGARA DALAM PERSEPEKTIF PENANGANAN COVID-19 Bobby Briando; Ohan Suryana; Muhamad Ali Embi
Journal of Administration and International Development Vol 1 No 2 (2021): JAID: Journal of Administration and International Development
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaid.v1i2.215

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan dalam rangka melihat sejauh mana publik memberikan suatu repson terhadap upaya percepatan penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) sebagai implementasi sistem kesehatan pertahanan negara. Dalam sistem pertahanan Negara harus memperhatikan Global Health Security Agenda (GHSA) yang merupakan tantangan global saat ini yang menjadi perhatian utama dunia. GHSA menjadi pendulum tarik ulur problematika keamanan kesehatan dunia, yang merambah area dimensi nasional dan regional masing-masing Negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan big data analysis berupa Drone Emprit Academic (DNA). Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya satuan gugus tugas penangangan covid-29 telah memperhatikan aspek tersebut. Hal ini terlihat dari telah terpenuhinya unsur-unsur pendukung dalam pelaksanaannya. Respon publikpun memiliki tren positif dalam menilai kinerja gugus tugas.
TEKNOLOGI FINANSIAL SEBAGAI MODUL PENERIMAAN NEGARA GENERASI KETIGA Ohan Suryana; Bobby Briando; Mila Rosmaya
TEMATICS: Technology Management and Informatics Research Journals Vol 5 No 1 (2023): TEMATICS: Technology ManagemenT and Informatics Research Journals
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/tematics.v5i1.464

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui dinamika teknologi finansial atau dikenal dengan fintech sebagai model inovasi pembangunan. Metode penulisan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis melakukan kajian literatur untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi finansial di Indonesia melalui artikel pada jurnal ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi finansial memiliki kecenderungan dalam meningkatkan kesejahteraan dengan cara menggerakkan roda perekonomian secara mikro. Inovasi yang dihadirkan oleh teknologi informasi memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi sehingga meningkatkan aktivitas perekonomian dan memajukan pembangunan nasional sebagai modul penerimaan negara kegerasi ketiga
The Role of Artificial Intelligence in Immigration Law Enforcement: Balancing Efficiency, Transparency, and Ethical Accountability Muhammad Arief Hamdi; Bobby Briando; Faisal Santiago
Journal of Multidisciplinary Sustainability Asean Vol. 1 No. 6 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijmsa.v1i6.1835

Abstract

Background. The integration of Artificial Intelligence (AI) in immigration law enforcement has significantly improved efficiency in areas such as fraud detection, border security, and visa application assessments. However, the implementation of AI raises critical concerns related to transparency, fairness, and ethical accountability. The "black box" nature of AI systems often obscures the reasoning behind decisions, posing risks to the rights of migrants, especially refugees and asylum seekers. Furthermore, the increased use of biometric data for security purposes heightens privacy concerns and potential misuse. Purpose. This study aims to analyze the role of AI in immigration law enforcement, focusing on its benefits, limitations, and ethical challenges. It seeks to provide recommendations for regulatory frameworks that ensure a balance between operational efficiency and the protection of human rights. Method. The research adopts a qualitative approach, combining a review of scholarly articles and case studies from journals such as Comparative Migration Studies and AI & Society. Key themes include transparency, fairness, privacy, and accountability. Results. AI significantly enhances operational efficiency but remains vulnerable to biases and errors that can disproportionately affect vulnerable populations. Human oversight is critical to ensuring ethical decision-making and maintaining accountability. Conclusion. The integration of AI in immigration law must be guided by transparent, fair, and ethical regulatory frameworks. Emphasizing human oversight ensures that moral responsibility remains with human actors rather than AI systems.
Transformasi Digital untuk Meningkatkan Layanan dan Keamanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Indonesia: Studi Terhadap Kebijakan Basis Data Terintegrasi Mochammad Ryanindityo; Koesmoyo Ponco Aji; Bobby Briando; M. Alvi Syahrin
Jurnal Administrasi Publik Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v21i1.429

Abstract

Guna melindungi perbatasan negara dari dampak negatif akibat adanya migrasi global, maka Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia bekerja sama dengan International Criminal Police Organization (Interpol) dalam memanfaatkan basis data terintegrasi ‘I-24/7’ dan Border Control Management (BCM). Sistem interoperabilitas ini memungkinkan petugas imigrasi untuk melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana implementasi dari kebijakan terintegrasi antara I-24/7 dengan BCM beserta faktor-faktor penghambatnya yang berdampak terhadap layanan dan keamanan di perbatasan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap lima orang partisipan, observasi, dan kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan terkait sistem yang terintegrasi sebagaimana yang disebutkan dalam MoU antara Kepolisian Negara RI dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia belum berjalan optimal. Beberapa faktor penghambat implementasi kebijakan yang berhasil diidentifikasi antara lain adalah minimnya landasan hukum pelaksanaan kebijakan, personil yang kurang terlatih, terbatasnya jaringan dan basis data, terbatasnya diseminasi, serta keterbatasan keamanan platform. Faktor-faktor penghambat tersebut berdampak pada terganggunya layanan keimigrasian khususnya dalam waktu layanan pemeriksaan imigrasi, dan berpotensi mengancam keamanan negara Indonesia seperti masuknya orang yang tidak diinginkan di Indonesia. Rekomendasi yang dapat diberikan diantaranya adalah dengan menyusun SOP yang mengatur tindakan terperinci petugas dalam menangani subjek yang ditemukan dalam notice sistem, meningkatkan kapabilitas personil Imigrasi dan Kepolisian RI dalam mengoperasikan sistem terintegrasi BCM-I-24/7, upgrading dan menambahkan back-up server perangkat keras agar sistem berjalan dengan optimal tanpa jeda, mengalihkan sistem komunikasi ke platform yang lebih aman dan tertutup untuk menjaga keamanan pertukaran data antara pihak Imigrasi, Kepolisian RI, dan Interpol.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Penyusunan Kode Etik Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Pramella Yunindar Pasaribu; Bobby Briando
Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Vol 13 No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/kebijakan.2019.V13.245-264

Abstract

Latar Belakang penulisan artikel ini berawal dari kegelisahan penulis pada semakin lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam segenap aspek kehidupan bangsa. Lunturnya nilai-nilai tersebut juga merambah pada kalangan Aparatur Sipil Negara khususnya Pengawas Internal Pemerintah. Kode Etik Auditor Internal Pemerintah Indonesia yang sejatinya harus memiliki ruh Pancasila ternyata dalam implementasinya sama sekali jauh dari nilai-nilai tersebut. Penulisan artikel menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Kesimpulan menunjukkan bahwa Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) harus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam tugas dan fungsinya termasuk dalam menyusun kode etik. Saran penulis adalah agar kode etik auditor internal pemerintah harus lebih mengedepankan nilai-nilai pancasila yang sejatinya merupakan jati diri bangsa Indonesia tanpa harus mengadopsi secara penuh kode etik asing.
Pelayanan Publik Keimigrasian Berbasis HAM Sebagai Perwujudan Tata Nilai "PASTI" Kemenkumham Pramella Yunidar Pasaribu; Bobby Briando
Jurnal HAM Vol 10 No 1 (2019): Edisi Juli
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2019.10.39-55

Abstract

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2018 tentang Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia, jajaran keimigrasian yang merupakan bagian dari pelayanan publik harus menyesuaikan segala bentuk pelayanan berbasis pada Hak Asasi Manusia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membangun konsep baru pelayanan keimigrasian berbasis Hak Asasi Manusia sesuai nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, kemudian dilakukan analisis secara kualitatif terhadap substansi dan konteks serta refleksi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila merupakan falsafah kehidupan bangsa dan harus menjadi satu-satunya rujukan dalam menginternalisasikan prinsip Hak Asasi Manusia khususnya dalam memberikan pelayanan kepada publik. Kesimpulan menunjukkan bahwa Pelayanan Publik Keimigrasian berbasis Hak Asasi Manusia berdasarkan nilai-nilai Pancasila harus menjadi prioritas utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saran penulis adalah agar pelayanan publik keimigrasian selalu mengutamakan Hak Asasi Manusia yang sesuai dengan falsafah Pancasila dan jati diri bangsa Indonesia.