Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

USAHA RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA KEMA III KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Djafar, Helmi S.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22603

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine what business diversification was chosen by the fishing community of Kema III Village, Kema District, North Minahasa District in maintaining their lives and their families and also to determine the differences and implications of business diversification chosen by fishing communities in Kema III Village, Kema District, Minahasa Regency North.The method used in this study, namely survey. Survey research is used to collect data or information about large populations using relatively small samples. The population can be related to people, institutions, institutions, organizations and community units, etc., but the main source is people.To maintain the economic viability of fisherman households, one of the strategies undertaken is to diversify jobs, outside of activities as fishermen. Alternative efforts by fishermen in Kema III Village to increase their household income outside the fisheries sector include construction workers, shop stalls, workshops and shops. By diversifying jobs, the fishermen's family has a meaning that is very meaningful for the sustainability of the household economy. This is related to irregularities and instability of their income from the results of fishing.Keywords: fishermen, household businesses, household economic sustainability, diversification AbstrakTujuan penelitian ini adalah dapat menentukan diversifikasi usaha apa yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara dalam mempertahankan hidup mereka dan keluarga dan juga untuk menentukan perbedaan dan implikasi dari diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan Desa Kema III Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu survey. Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi, lembaga, organisasi dan unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi sumber utamanya adalah orang.Untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi rumah tangga nelayan, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, di luar kegiatan sebagai nelayan. Usaha alternatif yang dilakukan nelayan di Desa Kema III dalam meningkatkan pendapatan rumah tangganya di luar sektor perikanan antara lain buruh bangunan, usaha warung, bengkel dan toko. Dengan melakukan diversifikasi pekerjaan, bagi keluarga nelayan memiliki makna yang sangat berarti bagi kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Hal ini terkait dengan ketidakteraturan dan ketidakstabilan penghasilan mereka dari hasil melaut.Kata kunci: nelayan, usaha rumah tangga, kelangsungan ekonomi rumah tangga, diversivikasi
ANALISIS SENSITIVITAS USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA NAIN KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sumerah, Shelin Sintia; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28329

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to study coordination and analyze the level of sensitivity in seaweed farming in Nain Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used was a survey. Primary data were taken from farmers' respondents and secondary data from the Nain Village Government. The target population in this study was seaweed farmers in Nain Village. Data collection procedures performed by purposive sampling. ) Sampling is done by taking 10 small scale farmers and 10 large scale farmers. Small scale cultivators are categorized with the amount of dry production under 1,000 kg and large scale cultivators with a total production of more than 1,000 kg dry. One example of seaweed cultivators. The results of the research on price reduction of (44.50%) caused the NPV to be -141, IRR #NUM !, and B/C ratio of 0.00 so as to make this business unfeasible. A decrease in production of (44.50%) caused the NPV to be -12,854, IRR #NUM !, and a B/C ratio of 0.00 making this business unfeasible to run. Increasing variable costs (variable costs) by (86%) makes the NPV to -5.65, IRR #NUM !, and B/C Ratio 0.00. Based on this value, the business can be carried out unfit to be carried out.Keywords: Nain Village, cultivation, seaweed, sensitivity analysis AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala dan menganalisis tingkat sensitivitas pada usaha budidaya rumput laut di Desa Nain Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitan yang digunakan adalah survei. Data primer diambil dari responden pembudidaya dan data sekunder dari Pemerintah Desa Nain. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah pembudidaya rumput laut di Desa Nain. Prosedur pengambilan data dilakukan secara purposive sampling. ) Pengambilan sampling dilakukan dengan mengambil 10 pembudidaya skala kecil dan 10 pembudidaya skala besar. Pembudidaya skala kecil dikategorikan dengan jumlah produksi kering di bawah 1.000 kg dan pembudidaya skala besar dengan jumlah produksi lebih dari 1.000 kg kering. Dalam pengambilan sampel dibantu oleh informan kunci yaitu salah satu pembudidaya rumput laut. Hasil penelitian pada penurunan harga sebesar (44,50%) menyebabkan NPV menjadi -141, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00 sehingga membuat usaha ini menjadi tidak layak. Penurunan produksi sebesar (44,50%) menyebabkan NPV menjadi -12,854, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00 sehingga membuat usaha ini dikatakan tidak layak untuk dijalankan.Kenaikan biaya tidak tetap (variable cost) sebesar (86%) menjadikan NPV menjadi -5,65, IRR #NUM!, dan B/C Ratio 0.00. Berdasarkan nilai ini maka usaha bisa dikatakan tidak layak untuk dilaksanakan.Kata Kunci : Desa Nain, budidaya, rumput laut, analisis sensitivitas
EKSISTENSI BUDAYA MARITIM KELOMPOK NELAYAN KELURAHAN MALALAYANG DUA, KOTA MANADO, PROVINSI SULAWESI UTARA Kambey, Melinda A.; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.1.2020.28979

Abstract

AbstractThis research was conducted to find out the forms of maritime culture in the Aurora Fishermen group, and the reasons for maintaining maritime culture which was considered as material for the formulation of local government policy on maritime. This is done using the census method to obtain primary and secondary data. Data analysis was performed descriptively qualitatively, based on Adaptation, Goal Attention, Integration, and Latency (AGIL). The results were obtained that the maritime activities of the Aurora fishing group were influenced by the ethnic origin culture of the members of the fishing group, the Sangihe. Thus it can be concluded that the maritime culture of the Aurora fishermen group is a culture of culture before going to sea originating from the ancestors of members of the fishing group, and forms of art culture that must be preserved as ancestral heritage, namely cultural arts such as Tulude, Masamper, and Ampa Wayer which are performed once in a year.Keywords: Maritime Culture; Fishing group; Tulude; Masamper; Ampa wayer. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk budaya maritim pada kelompok Nelayan Aurora, dan  alasan  mempertahankan budaya maritim yang dipertimbangkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah tentang kemaritiman.  Hal ini dilakukan menggunakan cara sensus untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, berdasarkan   Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency (AGIL). Diperoleh hasil bahwa kegiatan kemaritiman kelompok nelayan Aurora dipengaruhi oleh budaya asal suku dari anggota kelompok nelayan yaitu suku Sangihe. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa budaya maritim kelompok nelayan Aurora adalah budaya kebiasaan sebelum melaut yang berasal dari suku nenek moyang anggota kelompok nelayan,  dan bentuk budaya kesenian  yang harus dipertahankan sebagai warisan nenek moyang yaitu budaya kesenian seperti Tulude, Masamper, dan Ampa Wayer yang dilakukan sekali dalam setahun.Kata Kunci : Budaya Maritim;  Kelompok nelayan; Tulude; Masamper; Ampa wayer
ANALISIS PORTOFOLIO OPTIMUM PERUSAHAAN AGRIBISNIS DI BURSA EFEK INDONESIA Masloman, Ikrama; Dien, Christian R.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13306

Abstract

Abstract Investment decision process is an understanding of the relationship between risk and return that is expected by an investor. An investor who will invest reasonably to derive the maximum possible benefit. In general economics and special science of investing there is an assumption that investors are rational beings. Rational investor would choose stocks that provide maximum return or minimum risk, and this attitude is held by the risk averse. This study is conducted by using secondary data obtained from the Center for Capital Market Reference or Pusat Referensi Pasar Modal (PRP. M) in IDX (Indonesia Stock Exchange) at the Jakarta headquarters and representative offices Manado. The company is a joint field agribusiness studied in the period February 2011 - February 2012. The processed data is taken from the data in the study JCI, stock prices and dividends. Data were analyzed using a model of a single index. This model analyzes the variables of share and market in shaping the optimal portfolio The method of data analysis in this study using the value Excess Return to Beta (ERB) of each stock, and then narrow down the value of the shares with Cutoff Point (Ci). When ERB > Ci then, the stock is included in the optimal portfolio. However, if the ERB < Ci, then the stock is not included in the optimal portfolio. The study was being conducted in April-May 2012. The results showed that 4 of 9 shares of Agribusiness, namely Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudera Tbk, inti Agri Resources Tbk, and Multibreeder Adirama are classified as an optimum portfolio, which has a positive value of ERB that is greater than Ci, or the rate of return over of the risks that may be encountered by the portfolio. Keywords: Investment process, stock Exchange, agribusiness   Abstrak Tahapan dalam memutuskan suatu investasi tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara risk and return yang diharapkan oleh seorang investor. Investor yang akan melakukan investasi beralasan ingin memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin. Dalam ilmu ekonomi pada umumnya dan ilmu investasi pada khususnya terdapat asumsi bahwa investor adalah mahkluk yang rasional. Investor yang rasional akan memilih saham yang memberikan maximum return atau minimum risk, dan sikap ini dimiliki oleh para risk averse. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRP.M) di BEI (Bursa Efek Indonesia) di kantor pusat Jakarta dan kantor perwakilan Manado. Perusahaan yang diteliti merupakan perusahaan dibidang argibisnis yaitu pada periode Februari 2011 – Februari 2012. Data yang diolah dalam penelitian diambil dari data IHSG, harga saham, dan deviden. Data yang dianalisis menggunakan model indeks tunggal (single index model). Model ini menganalisa tentang variabel saham dan pasar dalam membentuk portofolio optimum. Metode Analisis data dalam penelitian ini menggunakan nilai Excess Return to Beta (ERB) masing-masing saham, kemudian melakukan pembatasan nilai saham dengan Cut off Point (Ci). Bila ERB > Ci maka, saham tersebut termasuk dalam portofolio optimum. Namun, bila ERB < Ci, maka saham tersebut tidak termasuk dalam portofolio optimum. Penelitian sudah dilaksanakan pada April-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 9 saham Agribisnis , yaitu Agro Astra Lestari Tbk, bahtera Adimina Samudra Tbk, inti Agri Resources Tbk, dan Multibreeder Adirama tergolong sebagai portofolio optimum, dimana memiliki nilai ERB yang positif serta lebih besar dari Ci, atau tingkat return lebih besar dari resiko yang mungkin dihadapi portofolio tersebut. Kata Kunci: proses investasi, bursa saham, agribusiness
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI DESA MINANGA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Karim, Nurhikma; Durand, Swenekhe S.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31028

Abstract

AbstractSolidarity is something that is really needed by a social group because basically every society needs solidarity. Minanga Village is a coastal village located in Bintauna sub-district, North Bolaang Mongondow district, North Sulawesi Province. The majority of the community work as fishermen, namely 143 people. Coastal communities are economically dependent on marine products, so that requires them to socialize and form solidarity. This is what attracts researchers to conduct research on the social solidarity of the Nelyan community in Minanga Village.The purpose of this research is to find out how the form of social solidarity of the community in the village, and what efforts are made by the community to maintain good relations as fellow fishermen who utilize marine resources. The method used in this study is a survey method, with the population in this study are all fishermen who are in Minanga Village. Sampling in this study using purposive sampling method, which is taking samples based on certain considerations. The data collected consists of primary data and secondary data.The analysis used in this research is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Quantitative descriptive analysis was conducted to provide an overview of social solidarity that occurred in the fishing community in Minanga Village, Bintauna District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province.Based on the results and discussion, it can be concluded: High solidarity is also seen from the solidarity to share and ease each other's burdens. The effort made by the fishing community in Minanga Village, Bintauna District to maintain good relations as fellow fishermen is social interaction, namely maintaining good communication and a strong sense of brotherhood. Suggestions that must be put forward are: solidarity that has been closely intertwined among fishermen should be maintained and guarded until the next generation of children and grandchildren so as to produce a community that has high solidarity.Keywords: Solidarity, fisherman, Minanga AbstrakSolidaritas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sebuah kelompok sosial karena pada dasarnya setiap masyarakat membutuhkan solidaritas.Desa Minanga merupakan salah satu desa pesisir yang berada di kecamatan Bintauna kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utaramayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan yaitu 143 orang. Masyarakat pesisir perekonomianya bergantung pada hasil laut sehinga mengharuskan mereka bersosialisasi dan terbentuk solidaritas.Hal inilah yang menarik peneliti untuk mengadakan penelitian tentang solidaritas sosial masyarakat nelyan di Desa Minanga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial masyarakat didesa tersebut, dan apasaja upaya yang dilakukan masyarakat untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan yang memanfaatkan sumberdaya laut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey,dengan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang berada di Desa Minanga.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu mengambil sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk memberikan gambaran solidaritas sosial yang terjadi pada mayarakat nelayan diDesa Minanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara.Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat dismpulkan : Solidaritas yang tinggi juga terlihat dari kekompakan untuk berbagi dan saling meringankan beban satu sama lain. upaya yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Minanga Kecamatan Bintauna untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan adalah interak sosial yakni mempertahankan komunikasi yang baik dan adanya rasa persaudaraan yang kuat. Saran yang harus dikemukakan yaitu : solidaritas yang sudah terjalin erat diantara sesama nelayan sebaiknya tetap dipertahankan dan dijaga sampai anak cucu generasi selanjutnya sehinga menghasilkan masyarakat yang memiliki solidaritas yang tinggi.Kata Kunci: Solidaritas, nelayan, Minanga
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN PANCING LAYANG-LAYANG DI DESA TALAWAAN BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Ridwan, Adriansyah; Tambani, Grace O.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Bataragoa, Nego Elvis
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34062

Abstract

AbstractThe research objectives, namely 1) describe the fishing gear for kites, and 2) to determine the socioeconomic conditions of kite fishing rods in Talawaan Bajo Village. The research method is a census where all respondents have the same opportunity to collect primary data. Sources of data are primary data and secondary data. This data source will be discussed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research, fishing gear consisted of; kites, kite ropes, fishing lines, fishing rods, artificial bait, reels, boats and engines. The age of fishermen ranges from 30-65 years. Primary school (SD) fishermen education is 65% and the rest cannot complete elementary school. Home ownership, already owns 100% of your own house. Family dependents range 1 - 3 people. The experience of being a fisherman is around 10-30 years as much as 90%, and the remaining 10% has been more than 30 years. The catch is differentiated from that in Manado waters in April - May, while in Morotai waters from June - August. The average catch in Manado waters is 60 kg of fish. The number of fishing trips in Manado waters in 2 (two) months, namely 32 trips. Sales Price of Rp. 55,000 / kg. Whereas in Morotai, the catch is 120 kg / trip in 81 trips for 3 (three) months, with a selling price of IDR 22,000 / kg. So the income of the kite fishing rod is Rp. 94,420,000, - / year. AbstrakTujuan penelitian, yaitu 1) mendeskripsikan alat tangkap pancing layang-layang, dan 2) mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan pancing layang-layang di Desa Talawaan Bajo. Metode penelitian adalah Sensus dimana semua responden mendapat kesempatan yang sama dalam penganmbilan data primer. Sumber data yaitu berasal dari data primer dan data sekunder. Sumber data ini akan dibahas berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian, alat tangkap terdiri dari; layang-layang, tali layang-layang, tali pancing, mata pancing, umpan tiruan, gulungan tali, perahu dan mesin. Umur nelayan berkisar antara 30 – 65 tahun. Pendidikan nelayan Sekolah Dasar (SD) yakni 65% dan sisanya tidak dapat menyelesaikan SD. Kepemilikan rumah, sudah memiliki rumah sendiri 100%. Tanggungan keluarga berkisar 1 – 3 orang. Pengalaman menjadi nelayan sekitar  10 – 30 tahun sebanyak 90%, dan sisanya 10% sudah lebih dari 30 tahun. Hasil tangkapan dibedakan dari penangkapan di perairan Manado pada April - Mei, sedangkan diperairan Morotai pada Juni - Agustus. Hasil tangkapan rata-rata di perairan Manado 60 kg ikan. Jumlah trip pengkapan di perairan Manado dalam 2 (dua) bulan yakni 32 trip. Harga Penjualan Rp. 55.000 /kg. Sedangkan di perarian Morotai, hasil tangkapan 120 kg/trip dalam 81 trip selama 3 (tiga) bulan, dengan harga jual Rp 22.000/kg. Jadi hasil pendapatan pancing layang-layang adalah Rp. 94.420.000,-/tahun.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN RAKIT RUMAH JAGA RUMPON DI KELURAHAN MANADOTUA SATU KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Maluwu, Andre R.Y.; Rarung, Lexy K.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30622

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the feasibility of a rafting guard house building business in Manadotua Satu village, Bunaken Kepulauan District, Manado City. The benefits of this research are as work training for writers in completing studies at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, this research is expected to be input from local governments, especially the Fisheries and Maritime Affairs Office. The method used in this study is a survey, while data collection uses a census, because there are two respondents. Fishermen set up this business with their own capital, this business is said to be feasible because an analysis has been carried out with the following results: Operating Profit value = Rp. 493,800,000, Total Profit = Rp. 489,704,000, Profitability = 2,339%, Benefit Cost Ratio = 1.5, Return Period = 16 Days Break Even Point: Sales BEP = Rp. 11,702,857, BEP Uni 0,9 or can be said as 1 unit.Keywords: Manadotua Satu, Feasibility Analysis, Foster Homes AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan dari usaha pembuatan rakit rumah jaga rumpon di kelurahan Manadotua Satu, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado. Adapun mafaat dari penelitian ini yaitu sebagai latihan kerja bagi penulis dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dari pemerintah daerah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautam. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu survei, sedangkan pengumpulan data menggunakan sensus, karena responden ada dua orang. Nelayan mendirikan usaha ini dengan modal sendiri, usaha ini dikatakan layak karena telah dilakukan analisis dengan hasil sebagai berikut : nilai Operating Profit = Rp. 493.800.000, Total Keuntungan = Rp. 489.704.000, Rentabilitas = 2.339%, Benefit Cost Ratio = 1,5, Jangka Waktu Pengembalian = 16 Hari Break Even Point: BEP Penjualan = Rp. 11.702.857, BEP Uni 0,9  atau dapat dikatakan 1 unitKata Kunci: Manadotua Satu, Analisis Kelayakan, Rumah Jaga Rumpon
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL ALAT TANGKAP JARING IMII DI DESA MIMIKA TIMUR, KECAMATAN POMAKO, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA Tipagau, Merince; Aling, Djuwita R.R; Wasak, Martha P.; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Pangemanan, Novie P.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34620

Abstract

AbstractMimika Regency has a very large fishery potential and this potential has been underutilized optimally and sustainably. The socio-economic condition of fishermen is a problem faced by the fishing community which has become a major factor in determining the level of welfare, especially in Mimika Timur Village, Pomako District, Mimika Regency. This study aims to determine the socio-economic condition of traditional fishermen in the Imii fishing gear business in East Mimika Village, Pomako District, Mimika Regency, Papua Province. The population in this study were fishermen who used traditional fishing gear Imii nets. Data collection was carried out using the census method on 4 business owners of Imii fishing gear. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through field surveys and direct interviews guided by questionnaires. Apart from going through interviews, also by asking and answering questions to respondents using a recording device and using documentation. Secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports obtained from village data related to this research. The data analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and qualitative descriptive analysis. The result of the research shows that social aspects such as the age of the fisherman in this net are in the productive age range. The average education of fishermen is primary school and the dependents of the families vary. Each fisherman family is 3-7 people. For the economic aspect, fishermen have an average income of iDr 650,000. The average expenditure is IDR 200,000 and you get a profit of IDR 450,000. Apart from the relatively low income from fishing, to meet the daily needs of fishing families in East Mim ika Village, it is obtained from the assistance provided by both the government and NGOs that exist on an ongoing basis. Assistance in the form of fishing gear packages consisting of motorboats, nets, coolboxes and fuel. Apart from that, cash assistance, foodstuffs, education fees and other village facilities support support the livelihoods of the village community.KeyWords: Fishing community, income, poverty, welfare, productivity. AbstrakKabupaten Mimika mempunyai potensi Perikanan yang sangat besar dan potensi tersebut selama ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Kondisi sosial ekonomi nelayan merupakan masalah yang dihadapi masyarakat nelayan yang sudah menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kesejahteraan khususnya di Desa Mimika Timur Kecamatan Pomako Kabupaten Mimika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan tradisional usaha alat tangkap jaring Imii di Desa Mimika Timur, Kecamatan Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap tradisional jaring Imii. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode sensus atas 4 orang pemilik usaha alat tangkap Imii. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara langsung yang dipandu dengan kuisioner. Selain melalui wawancara juga dengan cara tanya jawab kepada responden dengan menggunakan alat perekam, serta menggunakan alat dokumentasi. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang di dapatkan dari data desa yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan aspek sosial seperti umur nelayan jaring imii berada pada kisaran umur produktif. Pendidikan nelayan rata-rata sekolah dasar dan tanggungan keluarga bervariasi setiap keluarga nelayannya adalah 3 -7 orang. Untuk aspek ekonomi nelayan memiliki pendapatan rata- rata sebesar Rp 650.000. Pengeluaran rata-rata Rp 200.000 dan diperoleh keuntungan sebesar Rp 450.000. Selain dari penghasilan melaut yang relative rendah, untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga nelayan jaring imii di desa Mimika Timur, didapatkan dari bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah maupun LSM yang ada secara kontinu. Bantuan berupa paket alat tangkap yang terdiri dari perahu motor, jaring, coolbox dan bahan bakar. Selain itu juga bantuan uang tunai, bahan makanan, biaya pendidikan dan bantuan fasilitas desa lainnya untuk menopang kehidupan masyarakat desa ini.Kata Kunci: Masyarakat nelayan, Pendapatan, Kemiskinan, Kesejahteraan, Produktivitas
EVALUASI PENGENDALIAN ECENG GONDOK (EICHORNIACRASSIPES) DI DANAU TONDANO KABUPATEN MINAHASA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Moningkey, Gerry Sean; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Jusuf, Nurdin; Rarung, Lexy K.; Moningkey, Ruddy D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34615

Abstract

AbstractThis research was conducted to evaluate the factors that determine so that the control of water hyacinth in Lake Tondano since the existence of this weed in 1996 until now has not provided maximum results. The research method used is a qualitative research method, more specifically a 'Case Study' with the research object of 'place' which in this case is Lake Tondano, the 'actors' namely the government and citizens of the Minahasa district, and 'activities'. namely the cleaning of water hyacinth in Lake Tondano by the government and the community that has been going on for more than two decades. The data collection methods applied were "unstructured interviews", "non-participant observation", and "document study". The analysis method used was "descriptive analysis." The research began at the end of February 2020 and ended in December 2020. The results showed that there are several factors that determine the inadequate control of water hyacinth in Lake Tondano, namely management factors, institutional factors, technical factors, budget factors, and regulatory factors.Key words: Lake Tondano, water hyacinth, prevention, management AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang menentukan sehingga pengendalian Eceng Gondok di Danau Tondano sejak keberadaan gulma ini pada tahun 1996 sampai saat ini belum memberikan hasil yang maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, lebih khusus lagi adalah sebuah ‘Studi Kasus’ dengan obyek penelitian ‘tempat’ yang dalam hal ini adalah Danau Tondano, ‘para pelaku’ yaitu pemerintah dan warga masyarakat kabupaten Minahasa, dan ‘aktivitas-aktivitas’ yaitu kegiatan pembersihan Eceng Gondok di Danau Tondano oleh pemerintah dan masyarakat yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Adapun metode pengumpulan data yang diterapkan adalah ‘wawancara tidak terstruktur’, ‘observasi non partisipan’, dan ‘studi dokumen’ dengan metode analisis yang digunakan adalah metode ‘analisis deskriptif. Penelitian dimulai padaakhir Pebruari 2020 dan berakhir pada Desember 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang yang menjadi penentu tidak maksimalnya pengendalian Eceng Gondok di Danau Tondano selama ini yaitu faktor manajemen, faktor kelembagaan, faktor teknis, faktor anggaran, dan faktor regulasi.Kata kunci: Danau Tondano, eceng gondok, penanggulangan, manajemen
KARAKTERISTIK USAHA MANDIRI BUDIDAYA IKAN NILA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Stevanus, Tobias; Aling, Djuwita R.R.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.; Rarung, Lexy K.; Watung, Julian Ch.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34621

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain and describe the Characteristics of tilapia farming partnership business in fixed net cages in Eris Village, Eris District, and Minahasa Regency. The aspects that will be examined in this research include the characteristics of the source of capital, the partnership pattern of tilapia aquaculture in live net cages, and the characteristics of the marketing system.The method used in this research is a survey. Surveys are research conducted to obtain facts from existing symptoms and seek factual information about social, economic, or political institutions of a group or individual.The population in this study were fish cultivators with a partnership business, namely those who carried out a partnership business and did not work alone. Samples were taken as many as 10 respondents from a population of 31 people Partnership cultivators. The sample was determined by purposive sampling, which is to be determined by the researcher for cultivators who are considered under the criteria of the respondents that have been set. In this study, it was determined that the respondents were cultivators who had been doing business for more than 5 years. The data obtained in the field were discussed descriptively qualitatively and descriptively quantitatively.The results of the study concluded: 1) The activity of tilapia cultivators is divided into 2) the first is before harvest, where the cultivators provide feed every week, starting at 8:00 in the morning until late in the evening and eating break at 12:00 PM, the total working hours are not fixed, because each worker must complete their respective tasks, and the second is after harvest where the cultivators sell and also supply the needs of their respective partner companies, the partner companies are the Bitung fishery factory, the large tilapia fish cultivators in Eris Village, Manado fish factory, Kotamobagu fish factory, South Minahasa fish factory, and fish factory in Bolaang Mongondow. 2) Several tilapia aquaculture entrepreneurs in Eris Village get capital to build a business from a bank, their capital, and some also get funds from their partners. 3) The partnership pattern run by tilapia fish cultivators in live net cages in Eris Village uses 2 partnership patterns, the first is general trading where the owner (group of partners) is a tilapia cultivator who sells the products needed by the partner company, then the production results will be sold to consumers (industry), and the second is a subcontract, where the owner (partner group) produces the components needed by the partner company, there are also several owners who act as partner companies.Keywords: Characteristics, Tilapia Cultivation, Fixed Net Cages, Business Partnership, Eris Village  AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik usaha Kemitraan budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi, karakteristik sumber modal, dan pola kemitraan usaha budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap, dan karakteristik sistem pemasaranMetode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survei. Survei adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau individu.Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan dengan usaha kemitraan yaitu mereka yang melaksanakan usaha kemitraan dan tidak bekerja secara sendiri. Sampel diambil sebanyak 10 responden dari populasi pembudidaya Kemitraan sebanyak 31 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu akan ditentukan sendiri oleh peneliti bagi pembudidaya yang dianggap sesuai dengan kriteria responden yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi responden adalan pembudidaya yang sudah melakukan usaha di atas 5 tahun. Data yang diperoleh di lapangan dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Aktivitas pembudidaya ikan nila terbagi 2, yang pertama adalah sebelum panen, dimana pembudidaya menyediakan pakan setiap minggu, mulai kerja jam 8:00 pagi hari sampai sore hari dan istirahat makan jam 12:00, total jam kerja tidak tetap karena setiap tenaga kerja harus menyelesaikan tugasnya masing-masing, dan yang kedua adalah sesudah panen dimana pembudidaya menjual dan juga memasok kebutuhan dari perusahaan mitra masing-masing, perusahaan mitra merupakan pabrik perikanan bitung, pembudidaya ikan nila besar di Desa Eris, pabrik ikan Manado, pabrik ikan Kotamobagu, pabrik ikan Minahasa Selatan, dan pabrik ikan di Bolaang Mongondow. 2) Ada beberapa pengusaha budidaya ikan nila di Desa Eris mendapatkan modal untuk membangun usaha dari bank, modal sendiri, dan ada juga yang mendapatkan dana dari mitra mereka. 3) Pola kemitraan yang dijalankan oleh pembudidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris menggunakan 2 pola kemitraan, yang pertama adalah dagang umum dimana pemilik(kelompok mitra) adalah pembudidaya ikan nila menjual hasil yang di butuhkan oleh perusahaan mitra, kemudian hasil produksi tersebut akan dijual kepada konsumen(industri), dan yang kedua adalah subkontrak, dimana pemilik(kelompok mitra) memproduksi komponen-komponen yang diperlukan oleh perusahaan mitra, ada juga beberapa pemilik yang berperan sebagai perusahaan mitra.Kata kunci : Karakteristik, Budidaya Ikan Nila, Keramba Jaring Tancap, Usaha Kemitraan, Desa Eris