Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN USAHA IKAN CAKALANG ASAP (FUFU) DI KELURAHAN SARIO UTARA KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Losoh, Alex Sandro; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Kotambunan, Olvie V.; Tumembouw, Sipriana S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v9i2.36914

Abstract

AbstractThe aims of this study were: to find out the profile of the seller of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario Subdistrict, Manado City, and to find out the public perception of the existence of smoked skipjack tuna (fufu) in Sario Utara Village, Sario District, Manado City.. Types and sources of data in this study using primary and secondary data.Sampling method is done by using purposive sampling method. The data analysis technique used is descriptive analysis.The profiles of sellers are 41-50 years old (40%), all of them are from Minahasa, Muslim and Protestant, most of them are married, have junior high and high school education and some only have elementary school. Family dependents of 1-2 people and the duration of being a smoked skipjack seller for 5-15 years in a day can sell a minimum of 50 flops. The results of sales in a day between Rp. 500,000 - 750,000.Consumer perceptions of smoked skipjack tuna (fufu) include a) Product elements are good, including product variety, product packaging, product durability, and product taste; b) The price element is also good, including the suitability of the price with the product obtained, the price level of the product (affordability of the price), the influence of price on purchasing decisions; and c) The element of place includes the level of strategic location (affordability of the location), and the physical appearance of the outlet Keywords: skipjack fufu; perception; Northern Sario AbstrakTujuan penelitian ini yaitu: mengetahui profil penjual ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota Manado, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan usaha ikan cakalang asap (fufu) di Kelurahan Sario Utara Kecamatan Sario Kota ManadoMetode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Jenis dan sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder.Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purpossive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Profil penjual berumur 41 – 50 tahun (40%), semuanya berasal dari Minahasa, beragama Islam dan Kristen Protestan, sebagian besar sudah menikah, berpendidikan SMP dan SMA dan ada juga yang cuma SD. Tanggungan keluarga 1 – 2 orang dan lamanya menjadi penjual ikan cakalang asap 5 – 15 tahun dalam dalam sehari bisa menjual minimal 50 jepit. Hasil penjualan dalam sehari antara Rp. 500.000 - 750.000.Persepsi konsumen terhadap usaha ikan cakalang asap (fufu) antara lain a) Unsur produk sudah baik, mencakup variasi produk, pengemasan produk, daya tahan produk, dan cita rasa produk; b) Unsur harga juga sudah bagus mencakup kesesuaian harga dengan produk yang diperoleh, tingkat harga produk (keterjangkauan harga), keterpengaruhan harga terhadap pengambilan keputusan membeli; dan c) Unsur tempat mencakup tingkat strategisasi lokasi (keterjangkauan lokasi), dan tampilan fisik outlet Kata Kunci: cakalang fufu; persepsi; Sario Utara
BAURAN PEMASARAN PADA BERBAGAI PRODUK PERIKANAN TANGKAP DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Onibala, Christian; Andaki, Jardie A.; Rarung, Lexy K.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38320

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to see how the implementation and marketing mix strategy for capture fisheries products in Bulutui Village, where marketing is carried out using a marketing mix system that uses 4P techniques, including: product, place, price and promotion. The plan for writing uses a descriptive qualitative approach. The method that will be used in this research is the survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was done through observation and interviews. Secondary data were obtained directly from the Bulutui Village government.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: 1) The business of collecting fish from the capture fisheries of Bulutui Village does apply the marketing mix method or Marketing Mix in its business, namely: (a) Products, Capture fisheries products from Bulutui Village are the catches of fishermen in the form of seafood; (b) Price, in terms of the price of fish, is determined by the type of fish and size, the selling price of fish at the fish holding place is different from that of fish brought to Manado because there are additional costs required for transportation; (c) The location for distribution is in Bulutui Village where the potential for capture fisheries is quite abundant; and (d) Promotion, fish catchers promote their products in two ways, among others: first, word of mouth marketing, secondly the Internet, marketing with this method has been widely used because it is simple and easy to do; 2) There are three marketing strategies for fishery products, namely: first, market segmentation. Based on the results of field observations, the marketing of capture fishery products can be divided into several segments, namely markets that are in the village area in general, Second, markets outside the Bulutui Village area, namely the location the market in Manado is like a heart market. The second is the marketing target, the capture fishery products of Bulutui Village cover all market segments (Full Market Coverage), meaning that producers will meet the demand from both market segments, namely the market in Bulutui Village and the market outside the village, namely the Manado Heart Market. Third Positioning, Positioning of capture fisheries products in Bulutui Village is carried out through two steps, namely: (a), fish reservoirs as producers always try to meet the demand for capture fisheries products. (b), producers always build a good image to consumers, that capture fisheries products from fishermen in Bulutui village are always in good condition. Keywords: capture fisheries, marketing mix, Bulutui AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan dan strategi bauran pemasaran pada produk perikanan tangkap di Desa Bulutui, dimana pemasaran dilakukan menggunakan sistem bauran pemasaran (Marketing Mix) yang menggunakan teknik 4P antara lain: product, place, price dan promotion. Rencana untuk penulisan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh langsung dari pemerintah Desa Bulutui.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: 1) Usaha penampung ikan hasil perikanan tangkap Desa Bulutui memang menerapkan metode bauran pemasaran atau Marketing Mix dalam usaha, yaitu: (a) Produk, Produk perikanan tangkap dari Desa Bulutui merupakan hasil tangkapan nelayan yang berupa hasil laut; (b) Harga, dari sisi harga ikan ditetapkan dari jenis ikan dan ukuran, harga jual ikan ditempat penampung ikan berbeda dengan ikan yang dibawah ke Manado karena ada biaya tambahan yang diperlukan untuk transportasi; (c) Tempat, untuk distribusi berada di Desa Bulutui dimana potensi perikanan tangkap cukup melimpah; dan (d) Promosi, penampung ikan mempromosikan produknya melalui dua cara, antara lain: pertama pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) yang kedua Internet, pemasaran dengan hal ini sudah banyak dilakukan karena caranya yang sederhana dan mudah untuk dilakukan; 2) Ada tiga strategi pemasaran produk perikanan yang dilakukan yaitu: pertama Segmentasi pasar, Berdasarkan hasil pengamatan hasil lapangan maka pemasaran produk perikanan tangkap dapat dibagi dalam beberapa segmen yaitu pasar yang berada berada dikawasan desa secara umum, Kedua, pasar luar daerah Desa bulutui yaitu lokasi pasar yang berada di Manado seperti pasar bersehati. Kedua adalah Target pemasaran, produk hasil perikanan tangkap Desa Bulutui meliputi seluruh segmen pasar (Full Market Coverage), artinya produsen akan memenuhi permintaan dari kedua segmen pasar, yaitu pasar yang ada di Desa Bulutui dan pasar yang berada di luar desa yaitu pasar bersehati Manado. Ketiga Positioning, Positioning produk perikanan tangkap Desa Bulutui dilakukan melalui dua langkah yaitu: (a), penampung ikan sebagai produsen selalu berusaha untuk mencukupi kebutuhan permintaan produk perikanan tangkap. (b), produsen selalu membangun image yang baik terhadap konsumen, bahwa produk perikanan tangkap hasil nelayan desa Bulutui selalu dalam kondisi yang bagus. Kata Kunci: perikanan tangkap, bauran pemasaran, Bulutui
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU (katsuobushi) DI PT. NICHINDO MANADO SUISAN KELURAHAN PONDANG KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumewu, Jorgie Y.S.; Pangemanan, Jeannette F.; Jusuf, Nurdin; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Sinjal, Chatrien A.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.38590

Abstract

AbstractThis study aims to determine the exchange rate of workers in wood fish processing (katsuobushi) in PT. Nichindo Manado Suisan, Pondang Village, East Amurang District. This research was conducted in Pondang Village, East Amurang District, South Minahasa Regency, North Sulawesi Province from September 2020 to March 2021. Based on the results of the study, it was obtained: (1) The exchange rate of wood fish processing workers on the total income and income of processing by workers is 1.5% and 29.28%, meaning that the workers are able to cover the subsistence needs and costs of the wood fish processing business. (2) Observations and calculations in November 2019 and October 2020 did not experience an increase or decrease in NTP, with an (INTP) of 100. So, based on the analysis of the NTN calculation, it was >1, meaning that the family acceptance of wood fish processing workers at PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang, East Amurang District, South Minahasa Regency is currently able to meet subsistence needs (basic needs). Keywords: wood fish processing; NTP; INTP; subsistence needs AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai tukar pekerja pada pengolahan ikan kayu (katsuobushi) yang ada di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan September 2020 sampai Maret 2021. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan: (1) Nilai tukar pekerja pengolahan ikan kayu pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan oleh pekerja sebesar 1,5% dan 29,28% artinya pekerja mampu menutupi kebutuhan subsisten dan biaya usaha pengolahan ikan kayu. (2)Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2019 dan Oktober 2020 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTP, dengan (INTP) sebesar 100 Jadi, berdasarkan analisis perhitungan NTN sudah >1, artinya penerimaan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Nichindo Manado Suisan Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan untuk saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar). Kata Kunci: pengolahan ikan kayu; NTP; INTP; kebutuhan subsisten
PERSEPSI ANAK TERHADAP MATA PENCAHARIAN ORANG TUA SEBAGAI NELAYAN DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sualang, Julio B.A; Aling, Djuwita R.R; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v10i1.39329

Abstract

AbstractPeople in Jayakarsa Village, West Likupang District, generally have a fishing background. Fishing in Jayakarsa Village is a hereditary occupation. The potential of natural resources provides a source of livelihood for fishermen to support household life. In Jayakarsa Village, there are many children who help their parents earn a living at an early age, which is normal for them.The basic method of this research is survey. The population of this research is the fisherman of Jayakarsa Village. Data was collected using the sampling method, which use purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. The data analysis method used in quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the results of the research, it is known that fishermen's children in Jayakarsa Village, West Likupang District are active in fishing activities, not only to accompany their parents, but also to participate in fishing business with various fishing gear; and the perception of fishermen's children on average is good for the fishing profession, as evidenced by the results of the assessment on fishing activities, assessment on work, and excellent knowledge of the fishing profession. Keywords: fisherman's son; Jayakarsa village; fisherman; perception AbstrakMasyarakat di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat pada umumnya memiliki latar belakang mata pencarian nelayan. Nelayan di Desa Jayakarsa merupakan pekerjaan turun temurun. Potensi sumberdaya alam memberikan sumber mata pencaharian bagi nelayan guna menopang kehidupan rumah tangga. Pada Desa Jayakarsa ini banyak anak-anak yang ikut membantu orang tua mencari nafkah dalam usia dini adalah hal yang biasa bagi mereka.Metode dasar dalam penelitan ini adalah Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah anak nelayan Desa Jayakarsa. Metode Pengambilan data menggunakan metode Sampling, dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui anak nelayan di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat aktif dalam melakukan aktivitas menangkap ikan, bukan hanya untuk menemani orang tua, tapi ikut bersama-sama melakukan usaha penangkapan ikan dengan berbagai alat tangkap; dan persepsi anak nelayan rata-rata tergolong baik terhadap profesi nelayan, dibuktikan dengan hasil penilaian pada aktivitas melaut, penilaian pada pekerjaan, dan pengetahuan terhadap profesi nelayan yang sangat baik. Kata Kunci: anak nelayan; Desa Jayakarsa; nelayan; persepsi
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP LAYANAN ADMINISTRASI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Nova Kristiani Matondang; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44814

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishing Port is located in the waters of the Lembeh Strait. PPS Bitung is a class A fishing port located in Bitung City, North Sulawesi. The Bitung Ocean fishing port as the Technical Implementation Unit of the Director General of Capture Fisheries. Bitung Ocean Fishing Port has services such as port facility services and administrative services, the two services are one unit in fulfilling fishermen's satisfaction. Administrative services in Bitung Ocean Fishing Port such as issuance of STBLKK, SLO, SPB and IJTL. The population in this study are users of administrative services such as agents, captains and ship owners. The purpose of this study was to determine the satisfaction level of administration service users at Bitung Ocean Fishing Port. This research method uses a survey method. The number of samples taken as many as 15 people, using the sampling method. Sampling using incidental sampling method. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers by means of interviews. Secondary data is data collected from a second party in the form of notes or reports obtained from the port chief office at PPS Bitung. Data analysis in this study used a Likert scale. Based on the results of the analysis it can be concluded that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung because the results of the analysis with a Likert scale obtained a score of 4.14 which means that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung.  Keywords: fishery, port, port chief, service, satisfaction   Abstrak Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung terletak di perairan Selat Lembeh. PPS Bitung merupakan pelabuhan perikanan kelas A yang berlokasi di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pelabuhan perikanan Samudra Bitung sebagai Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Direktur Jendral Perikanan Tangkap. PPS Bitung memiliki layanan seperti layanan sarana pelabuhan serta layanan administrasi, kedua layanan tersebut merupakan satu kesatuan dalam memenuhi kepuasan nelayan. Layanan Administrasi yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis layanan administrasi apa saja yang ada di PPS Bitung dan mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan administrasi yang disediakan PPS Bitung Populasi dalam penelitian adalah pengguna layanan administrasi seperti agen, nahkoda dan pemilik kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 orang. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner . Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kesyahbandaran di PPS Bitung. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada beberapa layanan administrasi yang disediakan oleh PPS Bitung yaitu sarana penunjang layanan administrasi, layanan penerbitan STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Kedatangan Kapal),STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Keberangkatan Kapal) SLO (Surat Laik Operasi), SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dan IJTL (Imbalan Jasa Tambat Labuh). Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh hasil bahwa pengguna layanan administrasi PPS Bitung merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang disediakan. Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh skor 4,14 yang berarti bahwa pengguna merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang diberikan oleh PPS Bitung. Kata Kunci: perikanan, pelabuhan, syahbandar, layanan, kepuasan
Dinamika Kelompok Usaha Cakalang Asap (Fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung Manompato, Marcelino A.; Dien, Christian R.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Aling, Djuwita R.R.; Andaki, Jardie A.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.54979

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung dan menentukan dinamika kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah 25% dari kelompok usaha cakalang asap (fufu) di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi langsung terhadap objek yang menjadi sasaran tujuan. Analisis data merupakan suatu cara untuk mengelola data dari hasil penelitian menjadi informasi, sehingga menjadikan karakteristik data tersebut dapat dipahami dan berguna untuk solusi permasalahan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa data primer dan data sekunder kemudian diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif analitik, metode penelitiannya menggunakan metode penelitian deskriptif analitik, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menciptakan gambaran atau deskrpsi objektif tentang suatu keadaan yang kemudian dianalisis untuk menemukan hubungan antara dua variabel. Metode ini digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi saat ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, maka dapat disimpulkan: 1) aktivitas kelompok pengolah ikan asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung sehari-harinya melakukan penangkapan ikan dan memasarkan hasil tangkapannya. Selain itu untuk mengisi waktu setelah pengolahan ikan dilakukan pertemuan (rapat), menabung, arisan untuk setiap anggota nelayan, kegiatan sosial seperti: memberikan bantuan bagi nelayan yang terkena musibah (kebakaran atau kedukaan). Semua aktivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekompakkan dan keaktifan anggota kelompok pengolah ikan asap; dan 2) pentingnya dinamika kelompok dikarenakan kelompok pengolah ikan asap sebagai individu tidak dapat hidup sendiri dalam lingkungan masyarakat dan tidak dapat bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dinamika kelompok pengolah ikan asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung menunjukkan bahwa keberadaan kelompok nelayan membawa proses perubahan yang baik bagi kehidupan pengolah ikan. Kelompok membantu pengolah ikan asap dalam memecahkan masalah, meningkatkan kerja sama (gotong royong), pekerjaan menjadi lebih mudah diselesaikan, dan pendapatan semakin meningkat.
Karakteristik dan Kontribusi Perempuan Pekerja Usaha Wisata Bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Manueke, Renada Amelily; Dien, Christian R.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55314

Abstract

Abstract The objectives of the research are: 1) to determine the characteristics of female marine tourism business workers and 2) to determine the contribution to household income of female marine tourism business workers in Kasawari Village, Aertembaga District, Bitung City. The time required for this research, starting from consultation, pre-survey, proposal examination, fieldwork, data analysis, consultation, report writing, to comprehensive examination, is approximately 5 months from November 2023 to April 2024. The method used in this research is the survey method. The survey method is research that takes samples from a population and uses a questionnaire as the main data collection tool. Data collection was carried out on female marine tourism business workers and the contribution to household income in Kasawari Village. Data collection was carried out by means of observation, interviews and filling out questionnaires. The number of respondents taken purposively was 13 housewives. The sample was purposively selected, namely housewives who worked, both in marine tourism and beach tourism businesses. The data obtained was processed and analyzed descriptively. To calculate the contribution, a simple descriptive analysis is used, namely comparing the income of the wives of marine tourism workers to the total family income. The income data obtained was analyzed without statistical tests by calculating the amount of money earned from work carried out by women divided by total household income multiplied by one hundred percent. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded: 1) the characteristics of female workers, in this case female marine tourism business workers, choose to work hard to support the family economy. Female marine tourism business workers mostly work in the age range of 31-40 and 41-50 because at this age female respondents working in marine tourism businesses are wiser in taking the initiative to do a job. However, education is not the main factor in working because the work carried out by respondents only requires attitudes and skills in doing the work; and 2) the contribution can be seen from the various types of work carried out by women working in marine tourism businesses, namely 55.69% of the total family income.  Key words: marine tourism; working women; income; contribution   Abstrak Tujuan penelitian, yaitu: 1) mengetahui karakteristik perempuan pekerja usaha wisata bahari dan 2) mengetahui kontribusi pendapatan rumah tangga perempuan pekerja usaha wisata bahari di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini, mulai dari konsultasi, pra-survey, ujian proposal, turun lapangan, analisis data, konsultasi, penulisan laporan, sampai ujian komprehensif kurang lebih 5 bulan mulai November 2023 sampai April 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Metode survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Pengumpulan data dilakukan pada perempuan pekerja usaha wisata bahari dan kontribusi pendapatan rumah tangga di Kelurahan Kasawari. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Jumlah reponden diambil secara purposive sebanyak 13 ibu rumah tangga. Penentuan sampel secara purposive dipilih yaitu ibu rumah tangga yang bekerja, baik pada usaha wisata bahari maupun wisata pantai. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Guna menghitung kontribusi digunakan analisis deskritif sederhana, yaitu membandingkan pendapatan isteri pekerja wisata bahari terhadap pendapatan total keluarga. Data pendapatan yang diperoleh dianalisis tanpa uji statistik dengan menghitung jumlah uang yang diperoleh dari suatu pekerjaan yang dilakukan perempuan dibagi dengan pendapatan total rumah tangga dikali seratus persen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : 1) karakteristik pekerja perempuan dalam hal ini perempuan pekerja usaha wisata bahari, memilih bekerja keras untuk menopang perekonomian keluarga. Perempuan pekerja usaha wisata bahari kebanyakan bekerja pada kisaran umur 31-40 dan 41-50 karena pada umur dewasa ini responden perempuan pekerja usaha wisata bahari ini lebih bijak dalam mengambil inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan. Namun pendidikan tidak menjadi faktor utama dalam bekerja karena pekerjaan yang dilakukan oleh responden hanya diperlukan sikap dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan; dan 2) kontribusi dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan pekerja usaha wisata bahari yaitu sebesar 55,69% dari total pendapatan keluarga. Kata kunci: wisata bahari; perempuan pekerja; pendapatan; kontribusi
Kontribusi Usaha Nelayan Pancing Ulur Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Regar, Alisya S.; Dien, Christian R.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.55317

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much fishermen earn from the hand-line fishing business in Wori Village and how much the families of hand-line fishermen in Wori Village earn and find out how much the results of the hand-line fishing business contribute to the income of fishing families in Wori Village. The method used in this research is the survey method. The population in this study were handline fishing gear owners in Wori Village, while data collection was carried out by census. The data collected in this research consists of primary data and secondary data. Primary data was collected through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data was collected by quoting data that already exists at the Subdistrict office or from journals related to this research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, it was concluded that the income of fishermen from the hand-line fishing business in Wori Village was Rp 26,231,000 and the family income of hand-line fishermen in Wori Village was Rp 33,258,000The contribution from the results of the hand-line fishing business to The income of fishing families in Wori Village is 78.87%, which means that working as a fisherman is the main job to meet the living needs of fishermen and their families. Keywords: Contribution, Income, Fishing Rod, Wori.   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan dari usaha pancing ulur di Desa Wori dan berapa besar pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Wori serta mengetahui besarnya kontribusi hasil usaha pancing ulur terhadap pendapatan keluarga nelayan di Desa Wori. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik alat tangkap pancing ulur yang ada di Desa Wori, sedangkan pengambilan datanya di lakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan dengan mengutip data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau dari jurnal-jurnal yang terkait dengan penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pendapatan nelayan dari usaha pancing ulur di Desa Wori adalah sebesar Rp26.231.000 dan Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Wori adalah sebesar Rp33.258.000.Kontribusi dari hasil usaha pancing ulur terhadap pendapatan keluarga nelayan di Desa Wori yaitu 78,87%, yang berarti pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup nelayan dan keluarganya. Kata kunci: Kontribusi, Pendapatan, Pancing Ulur, Wori
Analisis Rantai Pemasaran Pada Usaha Pancing Tonda di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sarendeng, Jovani Y.; Rantung, Steelma V.; Pangemanan, Jeannette F.; Dien, Christian R.; Kotambunan, Olvie V.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.55907

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine how many marketing channels and marketing margins of the catch of the Trolling Trolling business in Jiko Village. The method used in this study is the survey method. The survey method is a critical observation or investigation to obtain good information on a particular problem in a particular area or location that is patterned to obtain the required information. The data collected consists of primary data and secondary data. The collection of primary data in this study was carried out through direct observation and interviews by researchers in the field guided by a questionnaire. Secondary data was obtained from existing sources such as the village office and so on. There are 3 marketing channels for the Trolling Trolling business in Jiko Village, namely: Channel I (fishermen to retailers); Channel II (fishermen - collectors - companies); and Channel III (fishermen - collectors - smoked fish processors). Calculation of marketing margin, fisherman share and efficiency level in existing marketing channels, marketing channel I total margin of Rp10,000/kg, fisherman share 75% and marketing efficiency level of 2.81%, then marketing channel II total margin, Rp25,000 fisherman share 68.18% and marketing efficiency level of 2.27% then marketing channel III, total marketing margin of Rp15,000/kg fisherman share 60%, marketing efficiency level of 4.5%. Marketing pattern of channel I is classified as efficient because the margin is the smallest, fisherman share is the largest and marketing efficiency level is <5% compared to marketing channel patterns II and III besides that marketing channel pattern I is the shortest marketing channel.  Keywords: analysis; marketing chain; trolling rod   Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui berapa banyak saluran pemasaran dan margin pemasaran hasil tangkapan usaha Pancing Tonda di Desa Jiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu yang dipolakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara secara langsung oleh peneliti di lapangan yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari sumber yang telah ada seperti di kantor desa dan sebagainya. Ada 3 saluran pemasaran usaha Pancing Tonda di Desa Jiko,yaitu : Saluran I (nelayan ke pedagang pengecer); Saluran II (nelayan – pedagang pengumpul – perusahaan); dan Saluran III (nelayan – pedagang pengumpul – pengolah ikan asap). Penghitungan margin pemasaran, fisherman share dan tingkat efisiensi pada saluran pemasaran yang ada, saluran pemasaran I jumlah margin Rp10.000/kg, fisherman share 75% serta tingkat efisiensi pemasaran 2,81%, selanjutnya saluran pemasaran II jumlah margin, Rp 25.000 fisherman share 68,18% dan tingkat efisiensi pemasaran 2,27% kemudian saluran pemasaran III, jumlah margin pemasaran Rp 15.000/kg fishermanshare 60%, tingkat efisiensi pemasaran 4,5%. Pola pemasaran saluran I tergolong efisien karena margin paling kecil, fisherman share paling besar serta tingkat efisiensi pemasaran <5% dibandingkan dengan pola saluran pemasaran II dan III disamping itu pola saluran pemasaran I merupakan saluran pemasaran yang paling pendek. Kata Kunci: analisis, rantai pemarasan, pancing tonda
Kajian Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Perikanan Suntung (Loligo Sp) di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Takahipe, Teofianus A.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57426

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the activities and socio-economic conditions of squid fishermen in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. The method used in this study is a survey. A survey is a means of collecting data from sources or research informants by conducting observations and interviews to collect data and research materials. The data collected are primary and secondary data. The results show that the social conditions of squid fishermen include: the age of fishermen in Makawidey Regency is in productive age, fishermen's education is in elementary school with a percentage of 50,000, the condition of the fishermen's house already has a semi-permanent house with a percentage of 100%, the number of family dependents is 1-2 people with the highest percentage of 66.67, the length of time as a fisherman has been more than 30 years with the highest percentage of 50.00%. The economic conditions of squid fishermen are: initial capital of IDR 500,000-IDR 1,000,000 with a percentage of 50.00%, and fishermen's income with an average of IDR 51,840,000 per year, and fishermen's expenditure with an average of IDR 13,566,667 per year. Keywords: socio-economic conditions; squid; Makawidey Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui aktivitas dan kondisi sosial ekonomi nelayan cumi-cumi di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Survei adalah sarana mengumpulkan data dari narasumber atau informan penelitian dengan melakukan pengamatan dan wawancara untuk mengumpulkan data dan bahan penelitian.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder Hasil menunjukkan bahwa kondisi sosial nelayan cumi-cumi meliputi: umur nelayan di kabupaten Makawidey berada di usia produktif, pendidikan nelayan pada sekolah dasar dengan presentase 50,000, keadaan rumah nelayan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan presentase 100%, jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1-2 orang dengan presentase terbanyak 66,67, lamanya menjadi nelayaan sudah lebih dari 30 tahun dengan presentase terbanyak 50,00%. Kondisi konomi nelayan cumi-cumi yaitu : modal awal Rp500.000- Rp1.000.000 dengan presentase 50,00%, dan pendapatan nelayan dengan rata- rata per tahunnya Rp51.840.000, dan pengeluaran nelayan dengan rata-rata per tahunnya Rp13.566.667. Kata Kunci : Kondisi sosial ekonomi; cumi-cumi; Makawidey