Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode TAM dan Metode UTAUT 2 dalam Mengukur Kesuksesan Penerapan SIMRS pada Rumah Sakit Wijaya Kusuma DKT Purwokerto Fiby Nur Afiana; Pungkas Subarkah; A. Kholil Hidayat
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v19i1.432

Abstract

Guidelines regarding the development of health services by the community indirectly require the management and executors of health services to provide services in an optimal and professional manner. With the help of information systems, it is expected to help management to achieve improved health services. This study aims to analyze the success of the application of the Hospital Management Information System (SIMRS), especially the medical record information system applied at Wijaya Kusuma Hospital, DKT Purwokerto. The TAM and UTAUT 2 methods are used by several researchers to measure the success of the application of information systems based on the wishes of users / consumers in using information systems. The TAM method was developed to explain the behavior of information system users. Placing attitude factors and each user behavior with the construct. UTAUT 2 is a development of the previous method which aims to help companies / organizations to understand how the use of information technology in supporting company / organizational performance Comparison of the final results of both methods is done to determine the extent to which the success of information systems can be explained by the two analysis results. produced. The final result stated that a better method was used in the success of the hospital management information system at Wijaya Kusuma Hospital, DKT Purwokerto, namely the UTAUT 2 method because the UTAUT method was able to measure 2,109 while the TAM method only measured 1,782.
Manajemen Risiko Sistem Informasi Menggunakan ISO 31000 dan Standar Pengendalian ISO/EIC 27001 di Tripio Purwokerto Ito Setiawan; Aldistya Riesta Sekarini; Retno Waluyo; Fiby Nur Afiana
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v20i2.1093

Abstract

Bertambahnya ketergantungan organisasi terhadap penggunaan sistem informasi dalam rutinan sejalan dengan ancaman dan risiko yang timbul dari penggunaan sistem informasi tersebut. Permasalahan penggunaan sistem informasi juga dialami oleh Tripio Purwokerto. Tripio merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi di Purwokerto. Tripio memiliki dua sistem informasi untuk menunjang proses bisnisnya yaitu website dan Point of Sales (POS) systems. Dalam penggunaan sistem informasi mengalami permasalahan seperti server mengalami error, jaringan yang bermasalah, data yang rusak karena terkena virus dan human error. Tujuan penelitian adalah mengetahui risiko dan juga dampak dari penggunaan sistem informasi di Tripio Purwokerto. Metode yang digunakan adalah International Organization for Standardization (ISO) 3100:2018 dan standar pengendalian menggunakan International Organization for Standardization (ISO) 27001:2013. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 15 risiko yang terdiri dari 6 risiko dengan tingkat risiko high, 7 risiko dengan tingkat risiko medium, dan 2 risiko dengan tingkat risiko low. Rekomendasi kontrol yang digunakan mengacu pada ISO 27001:2013 bagian human recource security, access control, physical and environmental security, operations security, protection from malware, communications security, system acquisition, development and maintenance.
Penerapan alat produksi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk olahan kopi melung Yusyida Munsa Idah; Zanuari Rifai; Siti Alvi Sholikhatin; Fiby Nur Afiana; Anugerah Bagus Wijaya; Rida Purnama Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31063

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pelaksana dari Universitas Amikom Purwokerto berkolaborasi dengan mitra yaitu Kopine Inyong dan Lung Coffee, didampingi oleh BUMDes Alam Lestari, bertujuan untuk mengangkat brand kopi lokal Melung dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk kopi. Metode peningkatan kapasitas produk kopi dilakukan dengan menerapkan inovasi berupa pengadaan alat produksi yang lebih mutakhir, antara lain alat roasting, grinder, dan alat pengemasan sachet. Sementara metode untuk meningkatan kualitas dilakukan dengan menciptakan produk turunan kopi berupa kopi rempah, kopi krimer, dan kopi gula aren. Visibilitas merek dilakukan dengan membuatkan desain logo dan kemasan sehingga lebih menarik. Selain itu, pelatihan dan pendampingan digital marketing juga dilakukan dalam upaya menjangkau konsumen di pasar yang lebih luas. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdiri dari delapan kegiatan yaitu: Sosialisasi, Pelatihan Public Speaking, Pelatihan Desain Logo dan Kemasan, Pelatihan Diversifikasi Produk Turunan Kopi, Pelatihan dan Pendampingan Pemasaran Online, Pendampingan Peningkatan Bahan Baku, Pendampingan Pengujian Label Nutrisi, Pelatihan dan Pendampingan Kemasan Sachet. Hasil kegiatan yaitu mitra Kopine Inyong dan Lung Coffee telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk kopi melung, serta adanya pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kopi melung; digital marketing AbstractCommunity service activities conducted by the team of Amikom Purwokerto University in collaboration with partners Kopine Inyong and Lung Coffee, accompanied by BUMDes Alam Lestari, aim to raise the local coffee brand Melung by increasing the capacity and quality of coffee products. The method of increasing the capacity of coffee products is carried out by implementing the product equipments, including roasting equipment, grinders, and sachet packaging equipment. Meanwhile, the method to improve quality was carried out by creating coffee derivative products such as spice coffee, creamer coffee, and palm sugar coffee. Brand visibility was enhanced by creating logo and packaging designs to make them more attractive. In addition, digital marketing training and assistance were also conducted in an effort to reach consumers in a wider market. The training and mentoring consisted of eight activities, namely: Introduction of the Program, Public Speaking Training, Logo and Packaging Design Training, Coffee Derived Product Diversification Training, Online Marketing Training and Assistance, Raw Material Improvement Assistance, Nutrition Label Testing Assistance, Sachet Packaging Training and Assistance. The results of the activity are that Kopine Inyong and Lung Coffee partners have succeeded in increasing the production capacity and quality of melung coffee products, as well as digital marketing through social media and marketplaces. Keywords: community service; kopi melung; digital marketing