Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

EFEKTIVITAS PRAKTIK PEMBUATAN YOGHURT BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA ORGANISASI KEMADRASAHAN Dian Tauhidah; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.725 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i2.1664

Abstract

Yoghurt merupakan produk susu yang banyak digemari oleh masyarakat, selain dapat meningkatkan daya tahan susu, kandungan dalam yoghurt juga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Selama ini pelaksanaan penyuluhan yoghurt lebih ditekankan pada lingkungan peternakan sapi maupun masyarakat, padahal praktik pelatihan yoghurt dapat meningkatkan keterampilan siswa bila dilatihkan dengan benar, selain itu juga dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi kimia dan biologi di kelas. Kegiatan penyuluhan pembuatan yoghurt dilakukan di MA Mu’allimin Mu’allimat Rembang dengan peserta yaitu pengurus dan anggota organisasi sekolah. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pemberian materi, pengenalan alat dan bahan, praktik pembuatan, dan melihat hasil akhir. Hasil kegiatan menunjukan antusiasme peserta dalam membuat produk dan menerima pengetahuan baru, serta menumbuhkan keterampilan life skill peserta.
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TTMC Deni Ebit Nugroho; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.087 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2300

Abstract

Miskonsepsi seringkali terjadi pada mata pelajaran yang bersifat abstrak. Beberapa materi yang terdapat pada mata pelajaran Kimia bersifat abstrak, seperti materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat miskonsepsi siswa terhadap materi perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan tes diagnostik three tier multiple choice (TTMC). Tes diagnostic TTMC pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron belum banyak dikembangkan, sehingga pengembangan tes diagnostik TTMC pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron perlu disusun terlebih dahulu. Pengembangan instrumen soal tes diagnostic TTMC pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengembangan butir soal, validasi butir soal, dan ujicoba butir soal kepada peserta didik. Hasil penelitian diperoleh 21 butir soal valid dan reliabel dengan nilai CVR 1.00. Miskonsepsi tertinggi pada materi bilangan kuantum dan konfigurasi elektron ditemukan pada sub konsep menentukan seperangkat bilangan kuantum dari suatu orbital. Perbedaan miskonsepsi tertinggi antara kelas X IPA dan X imersi terdapat pada sub konsep menentukan seperangkat bilangan kuantum dari elektron pada tingkat energi tertinggi.
IMPLEMENTATION OF QUESTION CARD ASSISTED TAPPS ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AND ACTIVITY Ulfa Lutfianasari; Mohammad Agus Prayitno; Nur Alawiyah
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.721 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i4.3200

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the application of the TAPPS model assisted by Question Cards on student learning outcomes and activeness. The population in this study were students of class XI-IPA at SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak. Determination of the sample using the purposive sampling system obtained two classes to be sampled, namely class XI-IPA2 as the experimental class which was treated using the TAPPS model assisted with Question Cards while XI-IPA1 as the control group which received treatment using the lecture method assisted by Question Cards. The research data were obtained by means of test and observation. Based on the results of the study, the average value for the experimental group was 83.16 while for the control group an average value of 77 was obtained.Based on the analysis based on the learning outcomes, the experimental group's results were better than the control group as indicated by the tcount (3.59)> ttable (1.98). As for student activeness, it was found that the experimental group was better than the control group with the results of data analysis tcount (4.23)> ttable (1.98). solubility subject matter and solubility product, with the magnitude of the influence on student learning outcomes is 20.48% and the magnitude of the influence on student activeness is 27.04%.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBENTUK TESLET UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA Mar’attus Solihah; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.733 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument penilaian berbentuk teslet untuk mengukur keterampilan generik sains (KGS) mahasiswa. Pengembangan dilakukan mengikuti model four-D Thiagarajan dengan langkah pengembangan define, desain, develop dan diseminasi. Berdasarkan hasil analisis pustaka diputuskan untuk mengembangkan instrumen KGS berbentuk soal pilihan ganda yang dikemas dalam butir teslet. Analisis indikator KGS dan kompetensi mata kuliah kimia dasar menghasilkan kesimpulan untuk mengembangkan instrumen berdasar pada empat indikator KGS yakni keterampilan kesadaran akan skala, bahasa simbolik, konsistensi logis, dan pemodelan. Pembuatan produk awal instrumen menghasilkan 15 butir teslet dimana tipa-tiap teslet terdiri dari 3 butir soal pilihan ganda. Produk awal kemudian divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan 3 orang reviewer dosen kimia/pendidikan kimia. Validasi oleh ahli media dan ahli materi dilakukan secara berkesinambungan hingga menghasilkan instrumen yang layak untuk dilanjutkan pada proses uji coba. Ada 3 kemungkinan keputusan butir teslet yang diambil yakni valid tanpa revisi, valid dengan revisi, dan tidak valid. Butir yang dinyatakan valid dengan revisi diperbaiki hingga dinyatakan layak dipakai tanpa revisi oleh validator. Review oleh reviewer berupa angket terbuka untuk masing-masing butir teslet dan butir soal baik dari aspek konstruksi, materi, maupun bahasa. Hasil validasi baik oleh validator ahli maupun oleh reviewer dipakai untuk memperbaiki instrumen secara terus menerus hingga instrumen dinyatakan valid dan layak dilanjutkan ke tahapan pengembangan yang selanjutnya. Hasil evaluasi oleh ahli dan reviewer menghasilkan instrumen KGS berbentuk teslet pilihan ganda berjumlah 15 butir.