Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IMPLEMENTING PROBLEM-BASED LEARNING IN EIGHTH-GRADE SCIENCE EDUCATION Yosi Nofadila; Arief Muttaqiin; Monica Prima Sari; Febri Yanto
Universe Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Science Education Teaching and Learning
Publisher : Department of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student-centered learning has become a fundamental approach in twenty-first-century education to equip learners with the competencies required to address the rapid advancement of science and technology. Among the various student-centered instructional approaches, Problem-Based Learning (PBL) has been widely recognized for promoting active engagement and meaningful learning. This study aimed to describe the implementation of the Problem-Based Learning model in eighth-grade science classrooms and to examine students' responsses to its implementation. A descriptive research design was employed involving 28 eighth-grade students and three classroom observers. Data were collected using validated observation sheets to assess the implementation of the PBL model by teachers and students, as well as a student responsse questionnaire. All research instruments were validated by three experts prior to data collection. The data were analyzed descriptively using percentage analysis. The findings revealed that the implementation of the Problem-Based Learning model reached 98%, indicating that the learning process was carried out with a very high level of implementation fidelity. In addition, students expressed positive responses toward the PBL model, suggesting that it effectively supported active participation and meaningful learning during science instruction. These findings demonstrate that Problem-Based Learning is a feasible and well-accepted instructional approach for promoting student-centered science learning at the junior high school level.
THE EFFECT OF STEM-PjBL ON SEVENTH-GRADE STUDENTS' CREATIVE THINKING SKILLS IN LEARNING SUBSTANCES AND THEIR CHANGES Annisa Fitria Rahayu; Muhyiatul Fadilah; Febri Yanto; Fatma Wati
Universe Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Science Education Teaching and Learning
Publisher : Department of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative thinking is one of the essential competencies required for learners in the twenty-first century. However, students' creative thinking skills remain relatively low in science learning. Preliminary observations conducted in a seventh-grade class at SMPN 1 Sijunjung revealed that students' creative thinking skills reached only 49%, indicating the need for more innovative instructional approaches. This study aimed to investigate the effect of STEM Project-Based Learning (STEM-PjBL) on seventh-grade students' creative thinking skills in the topic of Substances and Their Changes. A quasi-experimental research design employing a nonequivalent control group design was adopted. The participants were selected using purposive sampling, with one class assigned as the experimental group receiving STEM-PjBL instruction and another class serving as the control group receiving conventional instruction. Data were collected using an essay-based test designed to assess students' creative thinking skills. The collected data were analyzed using normality, homogeneity, and independent-samples t-tests. The results indicated no significant difference between the two groups on the pretest (p = 0.524 > 0.05), confirming comparable initial abilities. However, a statistically significant difference was found in the posttest scores (p = 0.005 < 0.05), indicating that students who learned through STEM-PjBL demonstrated significantly higher creative thinking skills than those who received conventional instruction. Therefore, it can be concluded that STEM Project-Based Learning has a significant positive effect on seventh-grade students' creative thinking skills in learning Substances and Their Changes.
Pemberdayaan Lingkungan Berbasis Sekolah: Pemanfaatan Sampah Botol Plastik sebagai Tong Sampah Edukatif dan Pembuatan Plang Edukasi Penguraian Sampah di SDN 31 Ujung Labuang Nagari Tiku Limo Jorong Faiz Ramadhana Putra; Farin Nofita Sari; Khairunnisa Khairunnisa; Rendy Ariano; Kevin Aflah; Febri Yanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah dasar bukan sekadar isu kebersihan, melainkan cerminan belum tertanamnya budaya peduli lingkungan pada peserta didik sejak dini. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk melaksanakan program pemberdayaan lingkungan berbasis sekolah melalui dua intervensi nyata: (1) pembuatan dua unit tong sampah edukatif dari botol plastik bekas yang dibedakan berdasarkan kategori organik (warna hijau) dan anorganik (warna kuning), serta (2) pembuatan dan pemasangan plang edukasi penguraian sampah berisi informasi lama waktu penguraian berbagai jenis sampah. Kegiatan dilaksanakan di SDN 31 Ujung Labuang, Nagari Tiku Limo Jorong, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif dengan teknik observasi langsung dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 80 botol plastik berhasil dimanfaatkan menjadi dua unit tong sampah terpilah yang fungsional dan estetis, serta satu plang edukasi beratap dengan delapan panel informasi terpasang di halaman sekolah. Seluruh indikator keberhasilan yang ditetapkan tercapai, dengan respons positif dari Kepala Sekolah Ibu Teti Parida, S.Pd. Program ini berkontribusi pada implementasi prinsip reuse dalam pengelolaan sampah, pembangunan karakter peduli lingkungan siswa melalui media visual konkret, serta peningkatan estetika dan fungsi edukatif lingkungan sekolah.
Sosialisasi Anti Bullying di Sekolah Dasar sebagai Upaya Preventif Berbasis Pendidikan Karakter: Pengalaman KKN di Nagari Tiku Limo Jorong, Kabupaten Agam Nasyifa Aulia; Magdalena Tampubolon; Rahmadiyah Arnanda; Roif Hade Alwali; Muhammad Zaqi; Febri Yanto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) di sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang berdampak luas pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Artikel ini memaparkan pelaksanaan program sosialisasi anti bullying berbasis pendidikan karakter yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga sekolah dasar di Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, yaitu SDN 09 Masang (3 Januari 2026), SDN 24 Muaro Putuih (14 Januari 2026), dan SDN 31 Ujung Labuang (29 Januari 2026). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif dengan teknik observasi langsung dan evaluasi lisan. Pelaksanaan kegiatan menggabungkan presentasi visual, diskusi interaktif, permainan peran (role play), dan kegiatan kreatif pembuatan bingkai foto anti bullying. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi hanya sekitar 32% siswa mampu menyebutkan jenis-jenis bullying dengan benar, sedangkan setelah sosialisasi persentase tersebut meningkat menjadi 87%. Tingkat partisipasi aktif siswa selama seluruh sesi mencapai rata-rata 91%, dengan respons positif dari guru dan kepala sekolah di ketiga lokasi. Penggunaan metode role play terbukti paling efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai anti bullying karena sesuai dengan karakteristik belajar anak usia operasional konkret. Temuan ini menegaskan bahwa sosialisasi anti bullying yang dirancang secara kontekstual dan berbasis karakter merupakan intervensi preventif yang efektif di lingkungan sekolah dasar, terutama apabila dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh komponen sekolah
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Edpuzzle Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik silvia virginia; Skunda Diliarosta; Febri Yanto; Putri Qalbina
Al-Alam: Islamic Science Education Journal Vol 5 No 1 (2026): (Edisi Januari) Inovasi Pembelajaran IPA
Publisher : LP2M UIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/al-alam.v5i1.15721

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang harus dikembangkan dalam pembelajaran IPA, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada peserta didik SMP masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Edpuzzle terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi Pencemaran Lingkungan dan Perubahan Iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen semu (quasi experiment). Desain kelompok kontrol pre-test dan post-test dirancang menggunakan pendekatan ini. Sampel ditentukan secara purposive sampling, yaitu kelas VII.A sebagai kelompok eksperimen yang belajar dengan PBL berbantuan Edpuzzle dan kelas VII.B sebagai kelompok kontrol yang belajar dengan PBL tanpa Edpuzzle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori yang sangat baik dengan rata-rata 94%. Uji hipotesis pada data posttest memperoleh t-hitung sebesar 3,28 yang melampaui t-tabel 1,99 sehingga ditolak, yang membuktikan bahwa model PBL berbantuan Edpuzzle berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Rata-rata setelah posttest di kelas eksperimen (81,53) juga lebih tinggi daripada kelas kontrol (76,42), dengan peningkatan tampak pada seluruh indikator berpikir kritis, terutama pada aspek analisis dan interpretasi. Angket respons peserta didik menunjukkan tanggapan positif sebesar 83% pada kategori sangat baik. Dengan demikian, integrasi Edpuzzle ke dalam sintaks PBL terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran IPA untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Guided Discovery Learning Di SMPN 3 Padang Sopia Helwinda; Logita Candra Gusrini; Febri Yanto
Journal of Global Research Education Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/jjzdat61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IX SMPN 3 Padang melalui penerapan model pembelajaran Guided Discovery Learning. Latar belakang penelitian adalah rendahnya motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPA, yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar, observasi aktivitas guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 59,09% (kategori sedang) pada siklus I menjadi 81,45% (kategori tinggi) pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar IPA di kelas IX.
Upaya Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik melalui Model Guided Discovery Learning dengan Pendekatan Joyful Learning pada Pembelajaran IPA Suci Ramadhani Arfi; Logita Candra Gusrini; Febri Yanto
Journal of Global Research Education Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/awf78502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran IPA melalui penerapan model Guided Discovery Learning dengan pendekatan Joyful Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama mencakup pelaksanaan tindakan sesuai perencanaan, sedangkan siklus kedua merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari tindakan awal. Subjek penelitian ini adalah 30 peserta didik kelas IX.2 SMPN 3 Padang, yang terdiri dari 14 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan partisipasi peserta didik , dari 52,25% pada tahap pra tindakan, meningkat menjadi 70% pada siklus I, dan meningkat lagi sebesar 15% menjadi 85% pada siklus II. Peningkatan tersebut tampak pada empat indikator utama, yaitu: keterlibatan dalam diskusi kelas, kerja sama dalam kerja kelompok, keaktifan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan partisipasi dalam menyelesaikan tugas. Pada awal penelitian, peserta didik cenderung pasif, namun setelah penerapan model pembelajaran, keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengalami peningkatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Guided Discovery Learning dengan pendekatan Joyful Learning dapat mendorong partisipasi peserta didik yang lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Bimbingan Teknis untuk MGMP IPA SMP tentang Pembuatan Media Evaluasi Interaktif Model PISA Khairil Arif; Arief Muttaqiin; Febri Yanto; Olyivia Retdwina Rusma; Harmedi Yulian Saputra; Trio Mahendro Alam Sad
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2026): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i3.2249

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan perbedaan kemampuan guru di MGMP Sains sebelum dan setelah menggunakan bimbingan teknis untuk membuat media evaluasi interaktif menggunakan aplikasi Quizizz dan Wordwall. Ini adalah aplikasi yang menyediakan berbagai pertanyaan yang telah berkembang sesuai dengan model PISA. Data dalam penelitian ini diambil dari hasil tes, dan produk dibuat dalam bentuk pertanyaan yang dibuat oleh para guru menggunakan kedua aplikasi ini untuk membantu meningkatkan keterampilan literasi ilmiah siswa. Menggunakan data pretest dan posttest, tes Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Proses ini dilakukan untuk menciptakan media evaluasi interaktif. Analisis mengungkapkan bahwa ada perbedaan antara dua periode sebelum dan setelah implementasi panduan teknis. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Whitung<Wtabel yang berarti bahwa Ho ditolak karena ada perbedaan antara dua sebelum dan setelah Panduan Teknis diterapkan.
The Effect Discovery Learning Model Using 3D Interactive Media On Students' Learning Outcomes At SMPN 4 Payakumbuh Azkia Hanifa; Rani Oktavia; Febri Yanto; Skunda Diliarosta; Ade Sazaliana
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 9 No. 1 (2026): Semesta: Journal of Science Education and Teaching
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol9-iss1/664

Abstract

Through the use of interactive 3D media, this study aims to examine how the Discovery learning model affects seventh-grade students' academic achievement. This research is motivated by the insufficient diversity of learning media utilized in the classroom. A nonequivalent control group design is applied in the research approach, which is quasi-experimental. The experimental class will implement the Discovery Learning model utilizing 3D media, while the control group will use the same model without the support of 3D media. The employed sample method is purposive sampling. A student response questionnaire and an exam with twenty-four objective questions make up the research tools. Parametric tests, particularly t-tests, were used for data analysis, along with tests for normality and homogeneity. Results of the student response questionnaire regarding with the use of interactive 3D media, the Discovery Learning model achieved a 95% success rate, which is considered excellent. A total implementation rate of 97.94% was determined to be indicative of successful implementation of the Discovery Learning Model accompanied by interactive 3D media, according to the observation data. The t-value of 2.18 is higher than the t-table value of 2.00, leading to the rejection of Hâ‚€ in the hypothesis test. This indicates that student learning outcomes in grade VII of senior high school are significantly influenced by the Discovery Learning Model supported by 3D interactive media covering material about the Earth and the solar system.
Pengaruh Model PBL Berbantuan PhET Simulation Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII di MTsN 6 Kota Padang Neha Grasia; Khairil Arif; Febri Yanto
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 9 No. 1 (2026): Semesta: Journal of Science Education and Teaching
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol9-iss1/672

Abstract

This study aims to examine the effect of the implementation of Problem-Based Learning (PBL) assisted by PhET simulation on the learning outcomes of eighth-grade students at MTsN 6 Padang. A quasi-experimental design was used, involving an experimental group receiving PBL treatment and a control group following conventional learning methods. Data were collected through observation sheets and objective tests aligned with learning indicators on the topic of vibration, waves, and sound. The results showed that the experimental class achieved a significantly higher average posttest score (84) compared to the control class (70). The independent sample t-test analysis yielded a sig (2-tailed) of 0.000, less than the 0.05 significance level, leading to the rejection of the null hypothesis (H0). These findings indicate that PBL supported by PhET simulation significantly improves student learning outcomes. In addition, it increases student engagement and motivation in the learning process compared to traditional methods. This study concludes that the implementation of PBL with PhET simulation is an effective strategy to improve conceptual understanding and academic performance in physics education.