Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK KECURANGAN TRANSAKSI JUAL BELI GETAH KARET DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM Novia Rizki Fitriah; Suci Aulia Ramadani; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 4 No 01 (2026): JUNI
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/ujhes.v4i01.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara kritis kaidah ushul fiqih kaum liberal dan aplikasinya dalam buku Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam  (CLD-KHI), yang dicanangkan untuk menjadi buku pedoman peradilan Agama di Indonesia. Kaidah kaum liberal mendiskusikan kaidah ushul fiqih yang sangat mendasar, yaitu maqa>s}id, mashlahah dan akal, serta implementasinya dalam hukum keluarga (al-ahwa>l al-shakhs}iyah). Agar persoalan ini menjadi jelas, dalam mengkaji kaidah ushul fiqih dan fiqih kaum liberal, peneliti menggunakan metode induktif dan analisis-kritis, dengan pendekatan karya ulama ushul fiqih dan fuqaha. Dari kajian ini, dapat disimpulkan bahwa kaidah ushul fiqih kaum liberal bukanlah kaidah baru, melainkan mengadopsi kaidah kontroversi (terdahulu) untuk meruntuh- kan teks-teks agama (nus}u>s}) atas nama maqa>s}id, mas}lahah dan akal, yang tercermin dari fiqih yang dihasilkan dari kaidah ini dan tertuang dalam CLD-KHI dengan cara menyandarkan terhadap pendapat yang lemah The study aims to critically examine the rules of the principles of jurisprudence propagated by the liberalists and their application in Counter Legal Draft-Kompilasi Hukum Islam (CLD-KHI), which has been developed as an endeavour to supersede the guiding texts used in religious courts in Indonesia. Their principles of jurisprudence are devoted to discussing the fundamental concept of ushul al-fiqh, covering the subject of maqa>s}id (objectives), mas}lahah (public benefit) and 'aql (logic), using difficult steps in problematic approaches. Furthermore, the application of the principles of jurisprudence dealing with issues related to the civil matters adopted atypical views. Against this backdrop, the present study undertakes to review the liberalists’ legal maxims using both inductive and critical-analytical methodologies from ushul al-fiqh and fiqh approaches. The findings of the study reveal that the maxims propagated by the liberalists are not something new. In fact, they are derived and adapted from anomalous maxims to disregard and revise the divine revelation by misusing the concept of maqa>s}id, mas}lahah and over reliance upon the logic. Most of the maxims’ applications found in CLD-KHI refer to the weak opinions.
ANALISIS PRAKTIK PENIMBUNAN BERAS BULOG DI BALIKPAPAN: Studi Kasus Pelanggaran Prinsip Keadilan Dan Kesejahteraan Umat Muhammad Natsir Sidik; Bayu Jati Supandi; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 4 No 01 (2026): JUNI
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/ujhes.v4i01.8418

Abstract

Penelitian ini membahas kasus penimbunan beras bulog yang terjadi di Balikpapan dalam perspektif etika bisnis islam. Kasus ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip muamalah dalam islam. Metode yang diterapkan dalam tulisan ini adalah penelitian pustaka, yang mengacu pada pengumpulan dan analisis informasi dari sumber-sumber literatur yang relevan atau biasa disebut studi pustaka. Temuan menunjukkan bahwa tidak diterapkannya nilai-nilai etika seperti keadilan, tanggung jawab sosial dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan menimbulkan kesulitan bagi masyarakat luas. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya berlaku adil dalam berbisnis dan menerapkan prinsip-prinsip muamalah untuk mencegah kasus serupa terjadi dan menciptakan kemashlahatan dimasyarakat.
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH SEBAGAI INSTRUMEN EKONOMI PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM MALIK BIN ANAS Defri Irham Gufronny; Fatwan Muhammad Hijaj; Fasya Dhiyaulhaq M; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 4 No 01 (2026): JUNI
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/ujhes.v4i01.8419

Abstract

Distribusi zakat fitrah merupakan salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pemikiran Imam Malik bin Anas mengenai distribusi zakat fitrah sangat relevan untuk dipelajari, mengingat pendekatannya berbeda dari madzhab lainnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pemikiran Imam Malik bin Anas dalam distribusi zakat fitrah dan implikasinya sebagai instrumen ekonomi yang dapat berkontribusi pada distribusi kesejahteraan sosial yang adil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data yang digunakan berasal dari kitab fiqh Imam Malik dan literatur terkait lainnya untuk mengungkap pandangannya tentang zakat fitrah dari perspektif ekonomi. Temuan utama dari artikel ini menunjukkan bahwa Imam Malik bin Anas memandang distribusi zakat fitrah tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai instrumen kewajiban agama untuk memakmurkan masyarakat, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan meningkatkan keseimbangan ekonomi. Pemikirannya tentang distribusi zakat yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar mereka yang membutuhkan memiliki dampak positif pada ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif pemikiran Imam Malik bin Anas dalam pendistribusian zakat fitrah dan implikasinya sebagai instrumen ekonomi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis pemikiran Imam Malik bin Anas mengenai pendistribusian zakat fitrah sebagai instrumen ekonomi.
Analisis Manajemen Kas Negara Masa Khulafaur Rasyidin dan Sentralisasi Birokrasi Keuangan Masa Dinasti Abbasiyah: Analysis of State Cash Management in the Era of Guided Caliphate and the Centralization of Financial Bureaucracy in the Abbasid Dynasty Mia Novi Rahmawati; Kyara Namira Rinjani; Lina Marlina; Ana Fauziya Dinaya
JEIZA : Jurnal Ekonomi Islam Az-Zain Vol. 2 No. 2 (2026): JEIZA : Jurnal Ekonomi Islam Az-Zain
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah & LP2M STAI Az-Zain Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67153/jeiza.2026.v2i2.90

Abstract

This study addresses the limited integrative analysis in Islamic public finance by explicitly identifying a conceptual research gap in the disconnection between cash management systems and financial bureaucracy frameworks by examining the evolution of state cash management and financial bureaucracy during the Khulafaur Rasyidin and Abbasid periods. It aims to analyze how differing fiscal governance models emerged as adaptive responses to changing state complexity. This research employs a qualitative approach using comparative historical analysis and historical content analysis based on Ibn Khaldun’s State Evolution Theory. The methodological approach is designed to systematically compare institutional structures, fiscal mechanisms, and oversight systems across historical periods. Data are derived from classical Islamic texts and recent scholarly literature to ensure both historical depth and contemporary relevance. The findings reveal two distinct fiscal paradigms. The Khulafaur Rasyidin period implemented a flow-based fiscal system characterized by a zero-reserve policy that prioritized rapid wealth distribution. In contrast, the Abbasid period developed a stock-based fiscal system through institutionalized financial bureaucracy (Diwan) and layered auditing mechanisms to support fiscal sustainability and administrative complexity. This transformation reflects institutional adaptation rather than normative decline. The study contributes by proposing a hybrid fiscal governance model that integrates high-velocity distribution with multi-layered accountability. This contribution not only bridges historical and modern governance frameworks but also provides a transferable analytical model for contemporary fiscal policy design.
Peran Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) Dalam Menunjang Pertumbuhan Industri Halal Nasional Dede San San Ramlan sandiyana; Wulan Safitri; Andinin Oktavia Widayanti; Lina Marlina
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Halal Product Assurance System (SJPH) in Indonesia plays a vital role in ensuring product halalness while strengthening the competitiveness of the national halal industry. Through the appointment of Halal Supervisors and the preparation of the SJPH Manual, business actors are required to comply with halal standards established by the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH). The system functions not merely as a regulatory requirement but as a strategic instrument integrating Islamic principles throughout production, distribution, and marketing processes. Economically, the implementation of SJPH has a significant impact on empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), expanding market access, and enhancing the competitiveness of Indonesian products in global markets. Government initiatives such as the Free Halal Certification Program (SEHATI) further accelerate inclusivity by enabling small businesses to participate in the halal ecosystem. With its gradual implementation and strong regulatory oversight, SJPH serves as a foundational mechanism for developing a sustainable, competitive, and trustworthy halal ecosystem, contributing greatly to Indonesia’s vision of becoming the world’s leading halal industry hub.
KECURANGAN DALAM JUAL BELI MINYAK GORENG MENURUT PERSPEKTIF HUKUM BISNIS ISLAM: STUDI KASUS MINYAKITA Nabila Rajabbilaula; Rida Nurul Azizah; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kecurangan dalam penjualan Minyakita oleh PT. Artha Eka Global Asia dari perspektif hukum bisnis Islam, serta menekankan pentingnya etika bisnis dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan industri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap isu yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Artha Eka Global Asia telah melakukan sejumlah pelanggaran, antara lain pengurangan volume dalam kemasan, penggunaan minyak non-DMO yang tidak sesuai ketentuan, serta penjualan produk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Praktik-praktik tersebut jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip utama dalam ekonomi Islam seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Akibat dari tindakan ini adalah menurunnya kepercayaan konsumen serta terganggunya stabilitas industri minyak goreng di Indonesia. Dengan mengkaji kasus nyata dari sudut pandang hukum bisnis Islam, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menegaskan perlunya penerapan prinsip-prinsip syariah dan nilai-nilai etika dalam praktik jual beli, serta menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis yang berintegritas.
PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM DALAM UMKM DI KABUPATEN TASIKMALAYA: FOKUS PADA KESEHATAN KONSUMEN Muhammad Nayl Rizkika Aqyla; Satria Taruna; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan etika bisnis Islam dalam praktik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tasikmalaya, dengan fokus pada perlindungan kesehatan konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka dan studi kasus, dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah terkait prinsip etika bisnis Islam serta praktik UMKM lokal dalam sektor pangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika seperti kejujuran, tanggung jawab, dan menjaga halal-thayyib memiliki implikasi langsung terhadap kesehatan konsumen. Studi ini merekomendasikan penguatan pemahaman etika bisnis Islam di kalangan pelaku UMKM sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas usaha dan perlindungan konsumen. Temuan ini juga menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan berbasis nilai-nilai Islam untuk keberlanjutan UMKM.
DAMPAK SISTEM DISTRIBUSI LPG 3 KG TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI INDONESIA DALAM PRESPEKTIF ISLAM: KONSEP KESEJAHTERAAN MENURUT ISLAM Aulia Fauziah; Nurlaila Juniawati; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of the 3 kg LPG distribution system on people's welfare in Indonesia using an Islamic economic perspective. 3 kg LPG is an energy subsidy intended for low-income people. However, in its implementation, LPG distribution often misses the target, causes scarcity, and triggers social inequality. Through a qualitative approach with literature study and policy analysis, this paper evaluates how the LPG distribution system affects the social and economic aspects of society and reviews its compatibility with the principles of justice, benefit and equitable distribution in Islam. The results of the study show that the inaccuracy of the 3 kg LPG distribution system can hinder the achievement of fair and equitable welfare as taught in Islamic teachings. Therefore, it is necessary to reform the distribution system based on the values of social justice and collective responsibility to realize sustainable welfare for the entire community.
Studi Kasus Penipuan Pemasaran 'Wine Halal' Nabidz: Isu Sertifikasi Halal dan Kandungan Alkohol dalam Produk Fermentasi Alya Aisyi; Ima Nurmaliah; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi kontroversi seputar pemasaran "Halal Wine" yang disebut-sebut oleh Nabidz, sebuah minuman yang diproduksi melalui fermentasi anggur namun diberi label halal tanpa sertifikasi resmi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa keabsahan klaim halal pada produk fermentasi yang tidak memiliki verifikasi dari lembaga yang berwenang dan untuk menilai kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip hukum Islam serta regulasi halal Indonesia. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis literatur, makalah ini menyelidiki konsep halal dan thayyib, fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai tingkat alkohol yang diperbolehkan, serta peran badan regulasi seperti MUI dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Temuan tersebut mengungkapkan bahwa mempromosikan klaim halal yang tidak terverifikasi dapat menyesatkan konsumen Muslim dan melanggar etika bisnis Islam, khususnya prinsip amanah (kepercayaan) dan sidq (kebenaran). Menurut Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, setiap produk yang mengklaim status halal harus disertifikasi secara resmi. Selain itu, hukum Islam menganggap produk dengan kandungan alkohol yang melebihi ambang batas yang diterima atau menyerupai minuman memabukkan (khamr) sebagai tidak diperbolehkan. Kasus Nabidz menekankan perlunya penegakan yang lebih ketat terhadap regulasi sertifikasi halal dan peningkatan kesadaran di kalangan produsen mengenai praktik pelabelan yang sah. Studi ini menyimpulkan bahwa sertifikasi halal harus transparan dan diperoleh secara resmi untuk menjaga kepercayaan konsumen dan menjaga integritas industri halal di Indonesia. Kata Kunci: _Sertifikasi Halal, Nabidz, Etika Bisnis Islam, Kandungan Alkohol, Fermentasi, Hukum Halal di Indonesia.
Analisis Kasus First Travel Dalam Perspektif Etika Dan Hukum Bisnis Islam Sugih Patoni; Fia Aulia Yasyroh; Lina Marlina
UQUDUNA: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 3 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kasus penipuan yang dilakukan oleh biro perjalanan First Travel dalam perspektif etika bisnis Islam. Kasus ini menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar dalam muamalah, seperti amanah, keadilan, dan tanggung jawab. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan etika bisnis Islam, menyoroti penyalahgunaan dana jamaah umrah yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan dalam menerapkan nilai-nilai etika seperti transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan mencoreng citra bisnis syariah. Studi ini merekomendasikan pentingnya pengawasan ketat dan penerapan prinsip syariah dalam operasional bisnis untuk mencegah terulangnya kasus serupa.