Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Alternatif Pembuatan Bakpao dengan Menggunakan Tepung Suweg Sebagai Pengganti Tepung Terigu Mieke Wijayanti; Dian Retno Sari Dewi; Anastasia Lidya Maukar
Widya Teknik Vol. 9 No. 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v9i2.1421

Abstract

Tepung suweg adalah hasil olahan dari umbi suweg yang dihilangkan kulitnya, dikeringkan, dihaluskan, dan diayak halus. Tepung suweg digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan bakpao. Pada penelitian ini tepung suweg diolah menjadi suatu makanan yaitu kulit bakpao. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh perbandingan komposisi tepung terigu dan tepung suweg, ragi, dan mentega terhadap warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan kulit bakpao. Dalam hal ini penelitian terbagi dalam dua tahap. Tahap yang pertama adalah mencari faktor, dan level yang berpengaruh pada kulit bakpao terhadap respon warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan. Tahap yang kedua adalah memperoleh kombinasi yang berpengaruh pada respon warna, rasa, tekstur, dan kekenyalan. Berdasarkan hasil analisis data pada desain faktorial yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh bahwa semua faktor secara statistik adalah signifikan. Residual dari masing-masing respon telah memenuhi asumsi IIDN (0,σ2 ), yaitu bahwa residual tersebut independent, dan berdistribusi normal(0,σ2 ). Hasil analisis data menunjukkan dari empat respon sifatnya signifikan semua, maka dipilih salah satu respon yaitu respon rasa. Kombinasi rasa yang didapat yaitu perbandingan antara komposisi tepung terigu dan tepung suweg 200 gram:100 gram, komposisi ragi 2 sendok teh, dan komposisi mentega 50 gram. Selanjutnya dilakukan perancangan usaha bakpao suweg.
Analisis Kelayakan Bisnis Kue Muffin dari Tepung Uwi Gabby Lionora; Dian Retno Sari Dewi; Dini Endah Setyo Rahaju
Widya Teknik Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v12i1.1446

Abstract

Kue muffin merupakan salah satu jenis cupcake yang sedang populer di pasaran dan sangat disukai oleh banyak orang mulai dari anak hingga orang dewasa. Pada umumnya, kue muffin dibuat dari tepung terigu. Namun, pada penelitian ini kue muffin dibuat dari tepung gembili/uwi. Kue muffin selain dapat dikonsumsi oleh semua orang, juga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes dan anak berkebutuhan khusus (autis). Kue muffin dari tepung gembili/uwi ini merupakan produk baru, sehingga permasalahan yang dihadapi yaitu penentuan parameter faktor pada proses pembuatan. Untuk memproduksi kue muffin, perlu ditentukan kombinasi level faktor yang optimal. Penelitian ini menggunakan tiga faktor, yaitu tepung gembili/uwi, mentega, dan baking powder. Untuk setiap faktor digunakan dua level, yaitu tepung gembili/uwi dengan takaran 75 dan 100 gr, mentega dengan takaran 75 dan 100 gr, serta baking powder dengan takaran ½ dan 1 sdt. Langkah yang diambil untuk penelitian ini ialah mengujicobakan kue muffin dari tepung gembili/uwi kepada responden kemudian responden memberikan penilaian pada kuesioner terhadap tingkat kesukaan. Dari data yang diperoleh lalu diolah dan dianalisis lebih lanjut untuk mendapatkan satu resep yang akan digunakan dalam pembuatan kue muffin dari salah satu tepung yang lebih disukai oleh konsumen. Bisnis kue muffin ini ditinjau kelayakannya dari segi teknis maupun finansial.
Perancangan Sistem Informasi Produksi di CV. Lintas Bangun Perkasa Darwin Febrianto; Peter Rhatodirdjo Angka; Dian Retno Sari Dewi
Widya Teknik Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v12i2.1448

Abstract

CV. Lintas Bangun Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang lantai kayu (flooring). Produk-produk yang dibuat oleh perusahaan diantaranya berupa Flooring Finger Joint Laminating, Flooring Uni Joint, Wood Tiles, dan Profiles Wood Tiles. Kecepatan dalam pelayanan dan ketepatan dalam mengolah data merupakan kunci utama untuk meningkatkan pelayanan kepada customer. Saat ini sistem yang ada pada perusahaan memiliki beberapa kekurangan seperti dalam proses penyimpanan data, pembuatan laporan, dan pengecekan stok produksi. Untuk itu, dibuatlah suatu sistem informasi yang dapat menyelesaikan masalah diatas. Selain itu, sistem ini akan terintegrasi antar divisi dalam departemen produksi dan juga dilengkapi dengan notifikasi stok bahan di lantai produksi baik bahan baku, WIP, maupun bahan jadi.
Usulan Perbaikan Tata Letak Pabrik di PT. A dengan Metode Graph Theoretic Approach Elly Setia Budi; Julius Mulyono; Dian Retno Sari Dewi
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1462

Abstract

Tata letak pabrik adalah tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik secara efektif dan efisien pada area yang telah disediakan, sehingga dapat meminimasi pergerakan. Perpindahan material yang pendek akan meminimasi total momen perpindahan dan akan membuat waktu yang dibutuhkan semakin kecil, hal tersebut dapat memperkecil biaya material handling yang harus dikeluarkan. Perpindahan material yang pendek dilakukan dengan merancang tata letak pabrik yang baik. Untuk memecahkan masalah perancangan tata letak pabrik yang melibatkan banyak departemen, dapat digunakan salah satu metode heuristik, yakni Graph Theoretic Approach, yang dilakukan dengan mengidentifikasi Maximal PAG departemen-departemen pada lantai produksi. Tempat penelitian dilakukan pada PT. A, sebuah industri yang bergerak pada bidang manufaktur yang memproduksi furniture dan merupakan perusahaan job shop. Beberapa macam produk yang dihasilkan, seperti meja belajar dan meja komputer. Layout lantai produksi PT. A tidak pernah berubah secara signifikan dari awal pendirian. Selama ini hanya dilakukan peletakan mesin baru pada area yang kosong. Pada lantai produksi PT.A akan dilakukan perancangan tata letak yang dapat meminimasi total momen perpindahan yang terjadi dengan menggunakan Graph Theoretic Approach. Layout usulan didapatkan dengan membuat Maximal PAG dari beberapa iterasi, kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Dari hasil penelitian, diperoleh pengurangan total momen perpindahan sejumlah 1.155.006,2603 kg.m dengan persentase minimasi 47,9323 % dari layout awal.
Penerapan Model Optimasi Line Balancing dan Genetic Algorithm (Studi Kasus: PT Karya Mekar Dewatamali) Andy Lisanto; Dian Retno Sari Dewi; Dini Endah Setyo Rahaju
Widya Teknik Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v13i1.1463

Abstract

Keseimbangan dalam suatu lintasan perakitan (Line Balancing) sangatlah penting bagi industri perakitan. Sebuah produk yang memiliki N elemen kerja memerlukan suatu keseimbangan lintasan karena jika keseimbangan tidak tercapai, maka keterlambatan akan terjadi akibat dari kemacetan. Dua permasalahan utama dalam lintasan perakitan adalah menyeimbangkan stasiun kerja sekaligus mempertahankan lintasan perakitan agar terus menerus berproduksi. PT. Karya Mekar Dewatamali (PT. KMD) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri perakitan sepatu. Pada perusahaan ini akan diterapkan model Algoritma Genetik yang kemudian akan divalidasi oleh model Subiantoro. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jumlah stasiun kerja dan mengalokasikan elemen kerja yang ada agar menjadi optimal sehingga biaya pengadaan stasiun kerja, biaya waktu siklus, biaya operator, dan biaya idle operator dapat diminimalkan. Adapun penelitian dimulai dari tahap pengamatan awal, studi literatur, pengumpulan data, input data (model optimasi Subiantoro dan Algoritma Genetik), verifikasi dan validasi model, analisa dan pembahasan, serta kesimpulan. Hasil dari penerapan model ini adalah Algortima genetik hanya menyimpang 0,0001% dari hasil model optimasi dan terbentuk 5 stasiun kerja dengan total biaya sebesar Rp 75.017.690,98.
Penentuan Rute Terpendek untuk Multi Depot Vehicle Routing Problem Menggunakan Algoritma Ant Colony sianto, martinus edy; Dian Retno Sari Dewi; Dian Trihastuti
Widya Teknik Vol. 24 No. 1 (2025): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi Depot Vehicle Routing Problems (MDVRP) merupakan masalah optimasi dalam bidang logistik dan transportasi yang melibatkan beberapa depot (gudang atau lokasi pengiriman) yang melayani sejumlah pelanggan dengan tujuan untuk meminimalkan total jarak yang ditempuh. Penyelesaian masalah MDVRP seringkali membutuhkan perhitungan yang lama dan kemungkinan terdapat lebih dari satu solusi sehuingga solusi menjadi tidak relevan. Oleh karena itu, diperlukan algoritma untuk dapat memecahkan permasalahan rute kendaraan ini. Algoritma Ant Colony didasarkan pada tingkah laku alami semut saat berjalan mencari jalan terpendek dari sarang menuju sumber makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute terpendek atau meminimalisasi jarak dengan menggunakan Algoritma Ant Colony. Algoritma Ant Colony diterapkan dalam kasus di PT. X dan menghasilkan jarak dengan selisih 2.05% lebih panjang daripada jarak optimum menggunakan Full Enumeration Method.
Penentuan Rute Terpendek Pada PT. SES dengan Menggunakan Algoritma Modifikasi Clarke and Wright Savings Setiawan, Angga; Sianto, Martinus Edy; Dewi, Dian Retno Sari
Widya Teknik Vol. 23 No. 2 (2024): November-Profesi Insinyur
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i2.5542

Abstract

Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan masalah optimasi yang melibatkan pencarian rute yang paling efisien untuk sebuah armada kendaraan dalam melayani sejumlah pelanggan dengan memperhatikan berbagai batasan. Penyelesaian masalah VRP bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan Clarke and Wright Savings. Penelitian ini mengembangkan algoritma Clarke and Wright Saving yaitu dengan menambahkan pembatas time window dan kapasitas angkut kendaraan. Dengan pengembangan modifikasi ini, algoritma menghasilkan penghematan jarak sebesar 1315,3 km, dengan persentase penghematan jarak tempuh adalah 25%. Biaya yang dapat dihemat setelah menggunakan modifikasi algoritma ini adalah sebesar Rp 1.313.358,67.
AMP Modifikasi Aspal Konvensional Penetrasi 60/70 Menggunakan Polimer Limbah Plastik Polipropilena (PP) Menjadi Produk Aspal Modifikasi Plastik Herman Hindarso; Aning Ayucitra; Chintya Gunarto; Nathania Puspitasari; Dian Retno Sari Dewi; Gogot Seto Budi
Widya Teknik Vol. 25 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v25i1.7806

Abstract

Peningkatan volume limbah plastik dan kebutuhan pada aspal jalan dengan kinerja lebih baik menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini mengusulkan modifikasi aspal konvensional penetrasi 60/70 dengan menambahkan limbah plastik jenis Polipropilen (PP) sebagai aditif sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, 50% berat dari berat aspal konvensional yang digunakan melalui proses pencampuran mekanis pada suhu 180°C dan kecepatan pengadukan 500-1000 rpm selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif limbah plastik jenis PP meningkatkan titik lembek (dari 48°C menjadi 72°C), viskositas (dari 350 cP menjadi 2150 cP), dan elastisitas aspal, serta mengurangi kehilangan berat pada Thin Film Oven Test (TFOT), tetapi menyebabkan daktilitas menurun seiring peningkatan jumlah aditif limbah plastik PP. Stabilitas penyimpanan campuran aspal dan aditif limbah plastik optimal tercapai pada penambahan jumlah limbah plastik PP sebanyak 30% berat. Sebagai kesimpulan adalah limbah plastik jenis PP efektif memodifikasi aspal konvensional dengan penambahan jumlah limbah plastik optimum pada 20-30% berat, meningkatkan ketahanan termal dan elastisitas, serta menawarkan solusi pemanfaatan limbah plastik dan peningkatan kinerja perkerasan aspal.
Studi Penerapan Deep Learning untuk Prediksi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Karijadi, Irene; Widjaja, Yoseph; Dewi, Dian Retno Sari; Asrini, Luh Juni
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7215

Abstract

This study aims to develop and evaluate a prediction model for the movement of the Composite Stock Price Index (JCI) using the Long Short-Term Memory (LSTM) method as one of the effective deep learning approaches in capturing nonlinear time series patterns. This study tested three model approaches, namely the Univariate model which only uses historical JCI data, the Multivariate All Feature model which integrates all external variables, and the Multivariate Selected Feature model which uses selected external variables. External variables considered include world gold prices, world oil prices, rupiah exchange rates against the United States dollar, and international stock indices that affect the Indonesian capital market. The model performance evaluation was carried out using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE), Root Mean Square Error (RMSE), and Mean Absolute Error (MAE) indicators. The results showed that the Multivariate All Feature model provided the best performance with a MAPE value of 0.76, an RMSE of 66.72, and an MAE of 51.58, which was consistently lower than the other two models. Significance tests using ANOVA and Tukey HSD confirmed significant performance differences between models. These findings indicate that the integration of external variables is able to significantly increase the accuracy of JCI predictions. This research is expected to be a reference for investors, capital market analysts, and researchers in the development of artificial intelligence-based decision support systems in the Indonesian stock market.
ANALISIS PENGARUH ANGKATAN KERJA DAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR Nathanniel, Clayren; Asrini, Luh Juni; Dewi, Dian Retno Sari; Mulyana, Ig. Jaka; Kosasih, Wilson
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v4i3.35800

Abstract

Gross Regional Domestic Product is one of the good indicators to measure the economy of a region. In this study, GRDP modeling was conducted with the independent variables of the employed workforce (X1) and the number of job training institutions (X2) using spatial regression and Ordinary Least Square (OLS). The purpose of this study was to determine the spatial regression model of GRDP with these two predictors or independent variables, to determine the interaction of the proximity of districts/cities with neighboring districts/cities, and to determine the effect of the employed workforce (X1) and the number of job training institutions (X2) on the GRDP value. The results showed that based on the Robust Lagrange Multiplier test, the appropriate spatial regression was the SAR model. The coefficient of determination and MAPE in the OLS model were 57.8% and 1.888, while in the spatial regression model were 68.72% and 0.4139. These results indicate that spatial regression is better than OLS in modeling GRDP in East Java, because the coefficient of determination of the spatial regression model was larger and the MAPE was smaller than the OLS model. The interaction of the proximity of a district/city with neighboring districts/cities indicates that the district/city economy is influenced by the economy of neighboring districts/cities. The two independent variables, namely the employed workforce (X1) and the number of job training institutions (X2) have a positive influence on the GRDP value.