Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH FERMENTASI FESES AYAM LAYER SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP KANDUNGAN LEMAK DAN GROSS ENERGY (GE) PADA MAGGOT Rosanti, Rita; Saefulhadjar, Deny; Sinaga, Sauland
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v4i2.49168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi feses ayam layer sebagai media tumbuh terhadap kandungan lemak kasar dan gross energy maggot.  Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam layer PT. Talaga Unggas Bahagia Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada bulan Maret-Mei 2023.  Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah maggot yang beru 21 hari.  Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 3 perlakuan yaitu P1 (Fermentasi Feses Ayam Layer), P2 (Fermentasi Feses Ayam Layer + 2% ekoenzim), dan P3 (Fermentasi Feses Ayam Layer + 0,25% Stardec) dan diulang sebanyak 6 kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi feses ayam layer dengan Stardec sangat berbeda nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan gross energy maggot.  Fermentasi feses layer yang menggunakan Stardec menghasilkan nilai lemak kasar (10,81%) dan gross energy (4.456,50 kkal/kg) yang terbaik untuk dijadikan sebagai pakan ternak.
PENGARUH PEMBERIAN TOLTRAZURIL DAN TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP JUMLAH OOKISTA COCCI DAN KONVERSI PAKAN KELINCI LOKAL Alhuur, Ken Ratu gharizah; Wibisono, Luqman Rahadian; Sinaga, Sauland
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 6, No 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v6i2.63718

Abstract

Kelinci adalah salah satu ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia untuk menjadi peluang usaha. Faktor yang harus diperhatikan dalam berternak kelinci diantaranya adalah kesehatan kelinci, catatan produksi kelinci, umur kelinci, jenis kelinci, dan manajemen pemeliharaan kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian toltrazuril dan tepung temulawak dan dosis yang efektif untuk menurunkan jumlah ookista cocci dan konversi pakan kelinci lokal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 17 Desember 2023 sampai 14 Februari 2024 di kandang kelinci, laboratorium ternak potong Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan objek 25 ekor kelinci lokal dengan rataan umur 8 minggu. Peubah yang diamati yaitu jumlah ookista cocci dari sampel feses yang dihitung dengan metode McMaster dan konversi pakan yang diperoleh dari data pertambahan bobot badan dan konsumsi ransum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian di analisis dengan analisis variansi dan uji lanjut dunnet. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang berbeda nyata dari pemberian toltrazuril dan tepung temulawak terhadap jumlah ookista cocci dan konversi pakan kelinci lokal (P<0.05). Dari hasil dapat disimpulkan bahwa pemberian toltrazuril dan tepung temulawak dapat menurunkan jumlah ookista cocci dan nilai konversi pakan kelinci lokal.
PENGARUH FERMENTASI FESES AYAM LAYER SEBAGAI MEDIA TUMBUH MAGGOT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN WAKTU MENCAPAI PREPUPA Anggraeni, Adinda Fauziah Dwi; Sinaga, Sauland; Ramdani, Diky
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3000

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulan Mei 2023 di PT Talaga Unggas Bahagia, Majalengka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh fermentasi feses ayam layer sebagai media tumbuh maggot terhadap pertumbuhan dan waktu mencapai prepupa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan yaitu feses tanpa perlakuan (P1), feses difermentasi 2% ekoenzim (P2), dan feses difermentasi 0,25% Stardec (P3) dengan 6 ulangan. Data hasil perlakuan diuji secara statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut menggunakan Uji Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi feses ayam layer tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap pertumbuhan maggot, tetapi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap waktu mencapai prepupa. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah fermentasi feses ayam layer dengan menggunakan 2% ekoenzim memberikan hasil terbaik terhadap waktu mencapai prepupa dengan rata-rata waktu 33 hari.
PENGARUH FERMENTASI MANURE LAYER SEBAGAI MEDIA TUMBUH MAGGOT TERHADAP KANDUNGAN N TOTAL DAN C ORGANIK KASGOT Ihsan, Tegar Pribadi; Sinaga, Sauland; Ramdani, Diky
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi manure layer sebagai media tumbuh maggot terhadap kandungan N total dan C-organik kasgot. Manure layer yang digunakan berasal dari Farm Talaga Unggas Bahagia, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 = Fermentasi manure layer segar, P2 = Fermentasi manure layer dengan eco-enzyme 2% dan P3 = Fermentasi manure layer dengan Stardec 0,25 % . Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan analisis jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Stardec 0,25% berpengaruh nyata terhadap (p<0,05) kandungan Nitrogen total tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan C-Organik. Penambahan Stardec 0,25% pada fermentasi manure layer menghasilkan perlakuan terbaik dengan jumlah Nitrogen 1,69% dan C-Organik 33,22%