Rizali Djaelangkara
Program Studi Administrasi Publik, Universitas Tadulako

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Academica

QUO ANNIMA DAN QUOVADISKEBIJAKAN PENANGANAN KONFLIK DI INDONESIA Djaelangkara, Rizali
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.971 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara terdiri dari beragam suku bangsa,agama dan budaya menuju proses Indonesia yang utuh, di manadalam proses tersebut berdasarkan sejarah perjuangan, pembentukandan pembangunan bangsa Indonesia, potensi konflik selalu ada, baikyang bersifat laten maupun berwujud, baik yang bersifat vertikalmaupun horizontal. Ancaman potensi konflik tersebut bukan sesuatubahaya yang signifikan jika dalam penanganannya terlembagakandalam kerangka kebijakan yang lebih tinggi yang dapat menjadipayung bagi kerangka kebijakan dan operasional di bawahnya bagisemua sektor, tingkatan Pemerintah dan pemangku kepentinganyang terkait. Selama ini, cara penanganan Bencana Konflik Sosial,masih berpijak pada paradigma sentralistik dan represif (kuratif)dan disamakan dengan cara penangan bencana alam, pada halkonflik memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan denganbencana alam. Untuk itu sangat urgen dibuatnya regulasi setingkatundang-undang yang khusus menangani bencana konflik sosial.Kata Kunci: Bencana, Konflik Sosial
TINJAUAN KRITIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA Djaelangkara, Rizali
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.486 KB)

Abstract

Isu Pelayanan Publik merupakan Isu Strategis dalam tata KelolaPemerintahan yang baik, karena Pelayanan Publik mencakup hubunganfundamental antara warga negara dengan Negara (Pemerintah) sebagaibentuk komitmen bersama antar pihak yang memerintah dan pihakdiperintah untuk membangun suatu negara, sehingga salah satu halpenting seharusnya menjadi indikator untuk mengukur keberhasilanpelayanan publik adalah persamaan/Kesetaraan Hak danTanggungjawab para aktor. Lokus dan Fokus Pelayanan Publik cenderungmenjadi dilema antara Negara dan Swasta hal ini dimungkinkan karenalingkup kepelayanan publik berada pada garis kontinum Private Good danPublic Good yang menghasilkan Aktor Negara dan Aktor Swasta,Pelayanan bersifat Primer, Sekunder dan Swasta. Implementasi danPerwujudan Pelayanan Publik yang Prima pada institusi negara sangatditentukan oleh Budaya Organisasi,, Sifat Monopolistik, serta sensitivitasSistem Perencanaan dan suksesi Politik terhadap Pelayanan Publik. Untukmewewujudkan Pelayanan Publik yang Prima, terdapat empat Level EntryPoint Strategi yang dapat dilakukan yakni: Level System, Level Jaringan,Level Institusi dan Level MasyarakatKata Kunci : Pelayanan Publik, Peran Negara dan Swasta
TINJAUAN KRITIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA Djaelangkara, Rizali
Academica Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.486 KB)

Abstract

Isu Pelayanan Publik merupakan Isu Strategis dalam tata KelolaPemerintahan yang baik, karena Pelayanan Publik mencakup hubunganfundamental antara warga negara dengan Negara (Pemerintah) sebagaibentuk komitmen bersama antar pihak yang memerintah dan pihakdiperintah untuk membangun suatu negara, sehingga salah satu halpenting seharusnya menjadi indikator untuk mengukur keberhasilanpelayanan publik adalah persamaan/Kesetaraan Hak danTanggungjawab para aktor. Lokus dan Fokus Pelayanan Publik cenderungmenjadi dilema antara Negara dan Swasta hal ini dimungkinkan karenalingkup kepelayanan publik berada pada garis kontinum Private Good danPublic Good yang menghasilkan Aktor Negara dan Aktor Swasta,Pelayanan bersifat Primer, Sekunder dan Swasta. Implementasi danPerwujudan Pelayanan Publik yang Prima pada institusi negara sangatditentukan oleh Budaya Organisasi,, Sifat Monopolistik, serta sensitivitasSistem Perencanaan dan suksesi Politik terhadap Pelayanan Publik. Untukmewewujudkan Pelayanan Publik yang Prima, terdapat empat Level EntryPoint Strategi yang dapat dilakukan yakni: Level System, Level Jaringan,Level Institusi dan Level MasyarakatKata Kunci : Pelayanan Publik, Peran Negara dan Swasta
QUO ANNIMA DAN QUOVADISKEBIJAKAN PENANGANAN KONFLIK DI INDONESIA Djaelangkara, Rizali
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.971 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara terdiri dari beragam suku bangsa,agama dan budaya menuju proses Indonesia yang utuh, di manadalam proses tersebut berdasarkan sejarah perjuangan, pembentukandan pembangunan bangsa Indonesia, potensi konflik selalu ada, baikyang bersifat laten maupun berwujud, baik yang bersifat vertikalmaupun horizontal. Ancaman potensi konflik tersebut bukan sesuatubahaya yang signifikan jika dalam penanganannya terlembagakandalam kerangka kebijakan yang lebih tinggi yang dapat menjadipayung bagi kerangka kebijakan dan operasional di bawahnya bagisemua sektor, tingkatan Pemerintah dan pemangku kepentinganyang terkait. Selama ini, cara penanganan Bencana Konflik Sosial,masih berpijak pada paradigma sentralistik dan represif (kuratif)dan disamakan dengan cara penangan bencana alam, pada halkonflik memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan denganbencana alam. Untuk itu sangat urgen dibuatnya regulasi setingkatundang-undang yang khusus menangani bencana konflik sosial.Kata Kunci: Bencana, Konflik Sosial