Ari Widyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N Umur 32 Tahun di Poned Puskesmas Bancak “Gerakan Goyang Panggul (Pelvic Rocking) sebagai Upaya Mempercepat Proses Persalinan Kala I” Setiyowati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labor is the process of expelling a fetus that occurs during full-term pregnancy (37-42 weeks), born spontaneously with a cephalic presentation that lasts for 18 hours. The mother's response to pain can cause uterine contractions to weaken and result in prolonged labor or even death. Labor is a process that begins with uterine contractions, continues with cervical dilation, birth of the baby, and expulsion of the placenta. One way to relieve pain and accelerate the process of descent of the fetal head is with the pelvic rocking technique, a movement of gently swinging or shaking the pelvis forward, backward, and sideways. This pelvic rocking technique is commonly used to reduce pelvic pain during pregnancy and accelerate the labor process by relaxing the pelvic muscles, increasing flexibility, and helping the baby descend into the birth canal. Research Objectives This study was to determine the effectiveness of the pelvic rocking technique. The research method used in this study was an observational descriptive analytic with a case study approach. The sample of this study was a pregnant woman in the third trimester at 40 weeks of gestation, G2P1A0. This research was conducted at Poned Health Center Bancak. The research instrument used the SOAP documentation method. Data collection techniques used were primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews both directly and through WhatsApp media, observation, and physical examination, as well as documentation using SOAP documentation. Secondary data is data obtained from the KIA book. The results obtained are that the pelvic rocking technique has been carried out to reduce back pain and accelerate the descent of the fetal head during the labor process. The results obtained are that midwifery care has been carried out on mothers giving birth by applying the pelvic rocking technique to reduce pain and accelerate the descent of the fetal head during the first stage of labor. It is hoped that clients will gain clearer knowledge and understanding of childbirth, newborns, the postpartum period, and neonates in accordance with the midwifery care provided. In addition, clients also gain knowledge about complementary therapies in the midwifery care that has been provided.   Abstrak Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Persalinan merupakan proses yang diawali dengan kontraksi rahim, dilanjutkan dengan pembukaan serviks, kelahiran bayi, dan pengeluaran plasenta. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri dan mempercepat proses penurunan kepala janin adalah dengan teknik pelvic rocking, gerakan mengayunkan atau menggoyangkan panggul ke depan, belakang, dan samping secara perlahan. Teknik pelvic rocking ini umum digunakan untuk mengurangi nyeri panggul selama kehamilan dan mempercepat proses persalinan dengan merelaksasi otot-otot panggul, meningkatkan fleksibilitas, dan membantu bayi turun ke jalan lahir. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik pelvic rocking. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 40 minggu, G2P1A0. Penelitian ini dilakukan di Poned Puskesmas Bancak. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun melalui media WhatsApp, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta dokumentasi menggunakan dokumentasi SOAP. Data sekunder adalah data yang di dapat dari buku KIA. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri punggung dan mempercepat penurunan kepala janin pada proses persalinan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik pelvic rocking untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penurunan kepala janin pada persalinan kala I. Diharapkan klien mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan neonatus yang lebih jelas sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan. Selain itu klien juga mendapatkan pengetahuan tentang terapi komplementer pada asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. L Umur 27 Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati Nuryati; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care (COC) is one of the midwifery care models as an effort to detect complications early. The comprehensive midwifery care model aims to improve continuous care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services. Pregnancy care prioritizes continuity. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on Mrs. L aged 27 years G2P1A0 at TPMB Nuryati from June to September 2025. The data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Comprehensive midwifery care for pregnant women found that the mother experienced complaints of discomfort in the third trimester of pregnancy and was managed by providing Health Education and prenatal yoga, the mother gave birth by CS at 37 weeks of pregnancy at Banyumnaik 2 Hospital. The newborn was born by CS and did not have IMD. The mother's postpartum was normal and care was carried out according to the standard of care, namely 4 visits. The mother chose to use the 3-monthly injectable contraceptive. Comprehensive midwifery care will improve the health and well-being of both mother and fetus.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. L umur 27Tahun G2P1A0 di TPMB Nuryati pada bulan Juni sampai September 2025. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dengan pemberian Pendidikan Kesehatan dan prenatal yoga, Ibu Bersalin secara SC pada umur kehamilan 37 minggu di RS Banyumnaik 2. Bayi Baru lahir secara SC dan dilakukan tidak IMD. Nifas ibu normal dan dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. K Umur 30 Tahun G1P0A0 di Kelurahan Kampung Enam, Tarakan Umi Suci Purnama Sari; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is a midwifery care approach that provides comprehensive and continuous services to women throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning. This case study aims to describe the implementation of CoC midwifery care for Mrs. K, 30 years old, in Kampung Empat Village, Tarakan City, who experienced a physiological pregnancy during the first and second trimesters, but in the third trimester was diagnosed with umbilical cord entanglement and meconium-stained amniotic fluid, leading to a Sectio Caesarea (SC) procedure. The study employed a case study method using the seven-step Varney management approach and SOAP documentation. Data were collected through interviews, physical examinations, observations, and document reviews. The results showed that during the first trimester, the mother experienced mild nausea and vomiting that were managed through nutritional education and adequate rest. The second trimester progressed normally, while in the third trimester, signs of fetal distress were identified—specifically, a single umbilical cord loop around the fetal neck and meconium-stained amniotic fluid—prompting an SC procedure to prevent fetal asphyxia. A live male infant was born weighing 2,900 grams, measuring 49 cm in length, with an APGAR score of 8–9. The postpartum period was normal, the surgical wound healed well, breastfeeding was successful, and the mother chose the Copper T-380A IUD as a long-term contraceptive method. The implementation of CoC for Mrs. K highlights the importance of continuous monitoring to enable early detection of complications, enhance maternal readiness, and support the success of postpartum family planning programs.   Abstrak Asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan CoC pada Ny. K, usia 30 tahun, di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan, yang mengalami kehamilan fisiologis pada trimester I dan II, namun trimester III ditemukan lilitan tali pusat dan ketuban keruh sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi. dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan pada trimester I ibu mengalami mual muntah ringan yang dapat diatasi melalui edukasi gizi dan istirahat. Trimester II berjalan normal, sedangkan trimester III terjadi tanda gawat janin berupa lilitan tali pusat satu kali di leher janin dengan ketuban keruh, sehingga dilakukan SC untuk mencegah asfiksia. Bayi lahir hidup, laki-laki, berat badan 2.900 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8–9. Masa nifas berlangsung normal, luka operasi sembuh baik, ASI eksklusif berjalan lancar, dan ibu memilih kontrasepsi IUD (Copper T-380A). Pelaksanaan CoC pada Ny. K menunjukkan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk deteksi dini komplikasi, meningkatkan kesiapan ibu, serta mendukung keberhasilan program keluarga berencana pasca persalinan.
Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Pijat Common Cold untuk Meredakan Batuk Pilek pada Anak Balita Eni Tri Sudarman; Ari Widyaningsih; Umi Suci Purnama Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are common in toddlers, as their immune systems are not yet fully developed, making them highly susceptible to viruses. Parents perception that coughs and colds are a normal occurrence in toddlers leads to less prompt and appropriate treatment. Common cold massage therapy can be performed independently by mothers. Many mothers do not know how to massage a baby with a common cold. This community service activity was conducted at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, to increase mothers' knowledge and skills about coughs and colds, which can be treated not only pharmacologically but also non-pharmacologically, namely through common cold therapy. Participants in this activity were 11 mothers with babies/toddlers at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Selumit Village, Pantai, Central Tarakan, totaling 11 people. The methods used were lectures, discussions, and demonstrations. The evaluation results showed an increase in mothers knowledge about common cold massage. It is hoped that mothers can practice baby massage when their babies/toddlers experience a common cold. Therefore, it is recommended that mothers with toddlers who are experiencing coughs and colds can provide cough and cold therapy to their children.   Abstrak Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan terjangkit virus. Persepsi orangtua tentang batuk pilek adalah hal yang wajar terjadi pada balit menyebabkan penanganan kurang cepat dan tepat terhadap batuk pilek. Pijat common cold terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang batuk pilek yang bisa di obati tidak hanya dengan cara farmakologi tetapi juga non farmakologi yaitu dengan cara terapi common cold. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai bayi/balita di Posyandu Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah sejumlah 11 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan para ibu tentang pijat common cold Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami common cold. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Edukasi dan Pendampingan Pelvic Rocking untuk Menurunkan Keluhan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Rasdiana Binti Baharuddin; Siti Nurhidayah; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a long-awaited event, but some women may experience discomfort as the pregnancy progresses. One such discomfort is back pain. One way to reduce back pain is through non-pharmacological methods, one of which is Pelvic rocking. Many pregnant women have not yet received education about the importance of pelvic rocking practices to reduce back pain. To increase the knowledge and skills of pregnant women in pelvic rocking to reduce back pain. Community service will be implemented by prior preparation by collaborating with partners and determining the target of community service. Then, before the counseling begins, a pre-test will be conducted to explore the mothers' knowledge about pelvic rocking. Next, education and training on pelvic rocking will be conducted with direct demonstrations. After the pre-test, counseling and evaluation will be conducted by administering a post-test questionnaire. After the activity, which was attended by 20 pregnant women, there was an increase in knowledge and a reduction in pain scale in the majority of pregnant women who experienced back pain. There was an increase in knowledge and skills as well as a reduction in pain scale before and after pelvic rocking counseling. It is hoped that pregnant women can carry out pelvic rocking activities sustainably.   Abstrak Kehamilan merupakan hal yang diharapkan akan tetapi ada beberapa yang dapat merasakan ketidaknyamanan seiring besarnya kehamilan. Salah satu ketidaknyamanan yang dirasa yaitu Nyeri punggung. Salah satu cara mengurangi nyeri punggung yaitu dengan metode non farmakologi salah satunya yaitu Pelvic rocking. Banyaknya ibu hamil yang masih belum mendapatkan edukasi tentang pentingnya praktik pelvic rocking guna mengurangi nyeri punggung. untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dalam pelvic rocking guna mengurangi nyeri punggung. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Posyandu Mentari Desa Sumenad, dengan sasaran 20 orang ibu hamil yang di lakukan pada tanggal 12 Desember 2025 dengan sebelumnya melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Kemudian sebelum penyuluhan dimulai, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pelvic rocking. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pelvic rocking dengan demonstrasi secara langsung. Setelah pretest dilakukan penyuluhan dan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Setelah dilaksanakan kegiatan yang diikuti oleh 20 orang ibu hamil ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan pengurangan skala nyeri pada sebagian besar ibu hamil yang mengalami nyeri punggung. Terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta pengurangan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pelvic rocking.  Diharapkan ibu hamil dapat melakukan kegiatan pelvic rocking yang berkelanjutan.