Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Scoping Review: Item Analysis Pada Multiple Choice Questions (MCQs) dalam Pembelajaran Yunita, Sri; Kristianti, Yasinta Dewi; Martin, Novia; Harefa, Nuryudica; Yana, Elly; Aritonang, Patricia Zenitha; Safitri, Dessy Nur; Susanti, Ari Indra; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v7i1.1671

Abstract

Salah satu komponen penting dari proses belajar mengajar adalah penilaian dan evaluasi. Ini adalah cara untuk mengetahui batas kemampuan, dan perkembangan hasil pembelajaran mahasiswa serta tingkat efektivitas pengajaran dosen. Pertanyaan multiple choice (MCQs) atau pertanyaan pilihan berganda adalah salah satu jenis penilaian dan evaluasi yang sangat populer. Agar ujian tetap sesuai dengan penilaian yang diinginkan, standar yang berlaku untuk pembuatan instrumen MCQ harus dipatuhi. Diharapkan review ini dapat menambah referensi untuk meningkatkan pengetahuan tentang pembuatan instrumen evaluasi MCQ dengan berfokus pada analisis hasil item analisis pada instrumen evaluasi MCQ. Struktur yang digunakan oleh Arksey dan O'Malley terdiri dari lima langkah. Menurut hasil, terdapat tujuh artikel yang diperoleh dari proses pencarian. Terdapat empat tema yang ditemukan dalam hasil analisis. Mereka adalah sebagai berikut: menentukan kualitas bagian soal; elemen yang mempengaruhi tingkat kesulitan soal; menjamin validitas dan kredibilitas bagian soal; dan menggunakan metode analisis untuk menghasilkan distraktor. Dalam pemilihan evaluasi belajar dalam pilihan berganda (MCQ), ketelitian diperlukan dalam pembuatan soal dan opsi jawaban yang menggunakan item analysis.
Effective Feedback Sebagai Evaluasi Pembelajaran Praktik di Laboratorium dan Klinik Pada Pendidikan Kesehatan: Literature Review Hendraswari, Chatrine Aprilia; Kristianti, Yasinta Dewi; Fadila, Nadia Nur; Martin, Novia; Yunita, Sri; Susanti, Ari Indra
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v7i2.1739

Abstract

Sistem pendidikan pada berbagai profesi dibidang kesehatan, khususnya kebidanan, berfokus pada pengetahuan dan praktik dalam menghasilkan  lulusan yang terjun pada pelayanan klinis. Pendidikan kebidanan terdiri dari pembelajaran teori dan pembelajaran praktik. Pada pendidikan klinik, keterampilan diasah dengan simulasi dalam laboratorium dan praktik klinik yang membutuhkan evaluasi formatif. Feedback merupakan bagian penting dalam evaluasi formatif. Literature review ini disusun untuk menganalisis feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran praktek laboratorium dan klinik, khususnya pada pendidikan kesehatan. Literature review ini disusun untuk menganalisis feedback yang efektif dalam evaluasi pembelajaran praktek laboratorium dan klinik, khususnya pada pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review. Analisis dilakukan terhadap 13 artikel jurnal. Hasil literature review ini menunjukkan umpan balik efektif dan teratur dapat memperkuat praktik yang baik, meningkatkan kemampuan refleksi diri pada peserta didik, dan memotivasi peserta didi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penting untuk dapat mengetahui feedback yang efektif dalam melakukan evaluasi pembelajaran praktikum dan klinik bagi mahasiswa merupakan salah satu cara untuk dapat menilai keberhasilan pembelajaran dan penguasaan keterampilanKata Kunci: evaluasi, feedback, formatif, kebidanan, pendidik
IBM Akupresure untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri Martin, Novia; Hambami, Sarifah; Rahmawati, Rahmawati; Fitri, Juli; Triani, Evina; Isfaizah, Isfaizah; Widyaningsih, Ari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.684 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1271

Abstract

Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain and is often complained of 40-80% of young women. Dysmenorrhea occurs because the endometrium in the secretion phase produces excessive prostaglandins that cause hypertonus and vasocontction of the myometrium resulting in ischemia, endometrial disintegration, bleeding, and pain. Dysmenorrhea can be treated by administering pharmacological therapy with non-steroidal and non-pharmacological anti-inflammatory drugs with acupressure techniques.Acupressure is done by massaging techniques at certain meridian points of the body to stimulate the natural ability to heal yourself by restoring a positive energy balance in the body. This community service aims to provide information about acupressure to reduce dysmenorrhea in young women online through zoom meetings with powerpoint slideshows and videos.The steps are the selection of groups of adolescents who are willing to be taught about acupressure to reduce dysmenorrhea pain, counseling and acupressure training and evaluation using google form. The service was conducted online on June 20, 2021 at 08.00-10.00 WIB which was attended by 30 young women in D.I Yogyakarta, Jambi, East Java, Lampung, South Sumatra, and Southeast Sulawesi.The results were an increase in the level of knowledge and skills of young women before and after counseling on acupressure to overcome dysmenorrhea. Before counseling, the level of adolescent knowledge is less, then after counseling the level of adolescent knowledge becomes sufficient and good. The need for various activities that improve the health of adolescents online in this pandemic.ABSTRAKDismenore adalah menstruasi yang disertai nyeri dan sering dikeluhkan 40-80% wanita muda.Dismenore terjadi karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin berlebihan yang menyebabkan hipertonus dan vasokontriksi pada miometrium sehingga mengakibatkan iskemia, disintegrasi endometrium, perdarahan, dan nyeri.Dismenore dapat ditangani dengan pemberian terapi farmakologi dengan obat-obatan anti inflamasi non-steroiddan non farmakologidengan teknik akupresur.Akupresur dilakukan dengan teknik memijat pada titik meridian tubuh tertentu untuk merangsang kemampuan alami menyembuhkan diri sendiri dengan mengembalikan keseimbangan energi positif dalam tubuh.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang akupresure untuk mengurangi dismenore pada remaja putri secara daringmelalui zoom meetingdengan slideshow powerpointserta video. Adapun langkah-langkahnya adalah pemilihan kelompok remaja yang bersedia diajarkan tentang akupresure mengurangi nyeri dismenorea, penyuluhan dan pelatihan akupresure serta evaluasi menggunakan google form.Pengabdian dilakukan secara daring pada tanggal 20 Juni 2021 pukul 08.00-10.00 WIB yang diikuti oleh 30 remaja putri di D.I Yogyakarta, Jambi, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Hasil terdapat peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang akupresure untuk mengatasi dismenorea.Sebelum dilakukan penyuluhan, tingkat pengetahuan remaja adalah kurang, kemudian setelah dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan remaja menjadi cukup dan baik.Perlunya berbagai kegiatan yang meningkatkan derajat kesehatan remaja secara daring dimasa pandemi ini.
THE ROLE OF SLEEP IN INFANT AND EARLY CHILDHOOD COGNITIVE DEVELOPMENT: A SCOPING REVIEW Martin, Novia; Mose, Johanes Cornelius; Iskandar, Shelly
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 2 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i2.2061

Abstract

Tidur adalah periode terjadinya perubahan aktivitas otak, berkurangnya aktivitas sensorik dan daya tanggap terhadap rangsangan eksternal. Penelitian telah membuktikan banyaknya manfaat tidur bayi dan balita terhadap perkembangan kognitif serta dampaknya pada anak usia sekolah. Bayi yang memiliki pengaturan tidur yang baik diyakini memberikan dampak positif pada kemampuan kognitif. Sebaliknya, gangguan tidur pada masa kanak-kanak berhubungan dengan volume otak yang lebih kecil. Bukti dalam 20 tahun terakhir menunjukkan bahwa tidur sangat penting untuk perkembangan sistem sensorik pada janin dan bayi, menjaga plastisitas otak, penciptaan memori dan pembelajaran jangka Panjang. Oleh karena itu, scoping review ini bertujuan mengidentifikasi bukti yang tersedia tentang peran tidur pada bayi dan balita terhadap perkembangan kognitifnya. Pencarian sistematis dilakukan di PubMED, ScienceDirect, SCOPUS, The Lancet, dan Oxford Academic Journal dengan menggunakan istilah dan kata kunci yang telah ditentukan. Artikel yang dijadikan rujukan adalah artikel yang publish pada 10 tahun terakhir, berbahasa inggris, merupakan artikel penelitian, dan dapat diakses, sedangkan artikel yang berupa buku, tesis, surat, review dikecualikan. Dari hasil seleksi diperoleh total akhir 7 artikel untuk di review. Hasilnya, tidur memiliki banyak manfaat bagi perkembangan kognitif bayi dan balita yakni mereka dengan tidur yang cukup memiliki kemampuan memperhatikan, memproses, dan berkomunikasi dengan lebih baik dibandingkan mereka yang tidak cukup tidur. Diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengingat keterbatasan dari sebuah tinjauan sistematis yakni rentan terhadap bias dalam seleksi artikel dan heterogenitas statistik.
Implementation of the Free Nutritious Meal Program in Schools: A Systematic Literature Review of Success and Failure Factors Nagaring, Sulaiman Putra; Lahay, Sitty Fadhilla Fitrianty; Nuryana, Riska; Martin, Novia; Siregar, Ryskina Fatimah
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 1 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i1.34677

Abstract

Background: Child nutrition problems in Indonesia remain a critical issue affecting health, education, and human resource quality. The government introduced the Makan Bergizi Gratis (MBG) Program to reduce stunting, improve learning concentration, and support socio-economic welfare. Nevertheless, its implementation faces challenges that may limit the achievement of long-term objectives.Content: This study applied a Systematic Literature Review (SLR) using articles published between 2020 and 2025 retrieved from Google Scholar. Inclusion criteria covered Indonesian and English publications addressing the implementation, effectiveness, or policy analysis of the MBG Program. From 396 identified articles, nine met the selection criteria. The findings indicate that the MBG Program positively impacts nutritional status, stunting reduction, student concentration and motivation, and local economic empowerment. Success is supported by strong leadership, local government involvement, transparent governance, multi-stakeholder collaboration, and policy adaptation. In contrast, major constraints include limited funding, fiscal sustainability issues, uneven logistics, weak regulations, low community participation, and unstable socio-political conditions.Conclusion: The MBG Program has strong potential as a long-term investment in achieving the Golden Generation 2045. Its success depends on stable financing, effective implementation, transparent governance, and sustained political commitment. Keywords: Free nutritious meal program, health policy, systematic literature review
Integrasi Dakwah dan Pelayanan Kesehatan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Jasmani dan Rohani Masyarakat Novia Martin; Zuhriana K. Yusuf; Hazen Masrafat; Ryskina Fatimah Siregar; Riska Nuryana; Jesica Mulyadi; Sulaiman Putra Nagaring
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Mei-Juli
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan hidup modern meningkatkan kecemasan dan gangguan kesehatan masyarakat sehingga diperlukan pendekatan holistik yang memadukan penguatan spiritual dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat “Subuh Menyala Edisi Spesial Milad Muhammadiyah ke-113” bertema “Jangan Cemas, Tenang Aja” bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani melalui kajian keagamaan dan layanan kesehatan gratis. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Muqarrabin Kota Gorontalo pada 18 Oktober 2025 ini melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga medis, dan warga sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi salat subuh berjamaah, kajian Islam, edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, dan konsultasi medis. Lebih dari 50 peserta mengikuti kajian, dan 37 orang menjalani pemeriksaan kesehatan. Beberapa kasus hipertensi ringan ditemukan dan langsung diberikan arahan medis. Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan nilai keagamaan, promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat kolaborasi antar lembaga akademik, sosial, dan keagamaan.
PERAN TIM KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN PERKEMAHAN ANTAR SATUAN KARYA NASIONAL 2025 Novia Martin; Zuhriana K. Yusuf
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.37169

Abstract

The 2025 National Inter-Scout Unit Camp involved participants from various regions and required optimal health service support. Fatigue, minor injuries, common illnesses, and emergency medical conditions were the main challenges in large-scale outdoor activities. This community service aimed to provide basic medical services, first aid, and health education to camp participants through the establishment of a field health team. The activity was carried out on Tuesday, November 4th, 2025 from 07.30–14.00 WITA at Bongohulawa Camping Ground, Limboto. The implementation method was conducted through direct health services including registration, blood pressure and body temperature checks, doctor examination, and medicine administration according to participants’ needs. The health team consisted of lecturers and health workers from the Faculty of Medicine, Universitas Negeri Gorontalo. The results showed that health services were carried out effectively, participants received quick access to basic medical services, and awareness of the importance of early health detection during camp activities increased. The presence of a field hospital also provided a sense of safety for participants and organizers. This activity proves that health team collaboration in field activities can improve the quality of community health services and support the overall success of national events.
Aplikasi Model Anatomi Cetak Tiga Dimensi dalam Pendidikan Anatomi Panggul: Tinjauan Sistematis Aqsha Wijaya; Ahmad Azwar Habibi; Novia Martin; Fakhriati Averroesyka
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i3.7650

Abstract

Three-dimensional printing is an emerging educational tool that can enhance anatomy learning through realistic and interactive models. However, evidence regarding the use of female pelvic anatomy models in anatomy education has not yet been comprehensively synthesized. This systematic review was conducted in accordance with PRISMA 2020 guidelines, using PubMed, Scopus, and ScienceDirect as of June 15, 2026, to identify primary studies published between 2021 and 2026. Seven studies met the inclusion criteria. Overall, the synthesis results indicate that 3D-printed models improve anatomical visualization, spatial understanding, student engagement, and satisfaction. Experimental studies also reported improved fracture classification, understanding of injury mechanisms, and procedural skills, particularly among students with limited clinical experience. Furthermore, these models provide a more hands-on learning experience, allowing students to understand the relationships between anatomical structures more clearly, and support a more effective learning process compared to conventional media. However, most of the studies were exploratory in nature, had small sample sizes, and reported heterogeneous outcomes. 3D-printed anatomical models show promise in the education of female pelvic anatomy, but further high-quality experimental studies are needed to confirm their educational effectiveness.
Budaya Laktasi dan Keamanannya Dari Sisi Medis di Indonesia: Tinjauan Literatur Terstruktur Martin, Novia; Masrafat, Hazen; Wijaya, Aqsha
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 14 No. 1 (2026): JKP JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v14i1.1358

Abstract

Latar belakang: Budaya laktasi di Indonesia dipengaruhi oleh nilai tradisional, kepercayaan keluarga, dan norma sosial yang dapat mendukung maupun menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Praktik seperti pemberian makanan prelakteal, penolakan kolostrum, dan mitos tentang bentuk puting susu masih sering ditemukan dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan pada ibu dan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif bagi pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, dan komunitas dalam memperkuat budaya laktasi yang aman dan menyehatkan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur terstruktur dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terhadap artikel. yang dipublikasikan pada tahun 2015 – 2025, menggunakan kata kunci terkait budaya laktasi dan ASI eksklusif. Dari 1.846 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 6 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil: Hasil review menunjukkan bahwa budaya laktasi yang berpotensi mendukung keberhasilan menyusui meliputi dukungan keluarga, pijat oksitosin, perawatan payudara tradisional menggunakan minyak kelapa, serta konsumsi pangan lokal seperti jagung dan kacang goreng yang secara empiris dipercaya membantu kelancaran produksi ASI. Sebaliknya, praktik pemberian madu dan makanan prelakteal pada bayi baru lahir, penolakan kolostrum, serta pembatasan makanan ibu menyusui berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bayi dan menghambat keberhasilan ASI eksklusif. Namun, sebagian besar studi menggunakan desain kualitatif sehingga generalisasi temuan masih terbatas. Kesimpulan: Budaya laktasi dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat keberhasilan menyusui. Meskipun demikian, jumlah studi yang tersedia masih terbatas dan belum mewakili seluruh wilayah Indonesia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat bukti keamanan dan efektivitas berbagai praktik budaya laktasi.
EDUKASI DAN PRAKTIK PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON PADA IBU HAMIL EMESIS GRAVIDARUM DI POSYANDU MAWAR Sutrisna Altahirah; Nurul Intan Ramadhan; Novia Martin; Wildan; Hazen Masrafat; Asriadi; Sapril
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.37163

Abstract

Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women during the first trimester due to hormonal changes, which may interfere with daily activities and quality of life. Non-pharmacological management is considered a safe alternative to reduce these symptoms, one of which is lemon aromatherapy. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge about emesis gravidarum and the use of lemon aromatherapy as a complementary therapy. The methods included health education sessions, demonstrations of lemon aromatherapy application, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The activity was conducted at Posyandu Mawar, Waara Public Health Center, Muna Regency, involving first-trimester pregnant women. The results showed an increase in participants’ knowledge from 50% before education to 90% after education. Additionally, the incidence of emesis gravidarum decreased from 86,7% before the intervention to 76,7% after the implementation of lemon aromatherapy. The activity showed an increase in pregnant women’s knowledge regarding emesis gravidarum and the utilization of lemon aromatherapy after receiving education, as well as changes in nausea and vomiting complaints based on observations conducted during the activity. Lemon aromatherapy can be recommended as a safe, simple, and affordable complementary therapy in antenatal care services at primary healthcare settings. ABSTRAK Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil trimester pertama akibat perubahan hormonal yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup ibu. Penanganan nonfarmakologis menjadi alternatif yang aman untuk mengurangi keluhan tersebut, salah satunya melalui aromaterapi lemon. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang emesis gravidarum dan pemanfaatan aromaterapi lemon sebagai terapi komplementer. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi penggunaan aromaterapi lemon, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Mawar wilayah kerja Puskesmas Waara Kabupaten Muna dengan melibatkan ibu hamil trimester pertama. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari 50% sebelum edukasi menjadi 90% setelah edukasi. Selain itu, terjadi penurunan kejadian emesis gravidarum dari 85% sebelum intervensi menjadi 75% setelah praktik penggunaan aromaterapi lemon. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait emesis gravidarum dan pemanfaatan aromaterapi lemon setelah diberikan edukasi, serta terdapat perubahan keluhan mual dan muntah berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung. Aromaterapi lemon dapat menjadi alternatif terapi komplementer yang aman, mudah, dan terjangkau untuk diterapkan dalam pelayanan antenatal di tingkat pelayanan kesehatan dasar.