Anita Lufianti
Universitas An Nuur

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH TELENURSING TENTANG PENATALAKSANAAN DIET DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE IIPASCA RAWAT INAP DI RS PANTI RAHAYU PURWODADI Hendrik Budi Prasetyo; Anita Lufianti; Sutiyono
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit gangguan metabolisme kronis ditandai dengan peningkatan glukosa darah (hiperglikemia). Penyebab ketidakpatuhan pasien DM dalam menjalankan terapi diantaranya adalah tidak memahami tentang manfaat diet dan aktifitas fisik. Pengetahuan yang baik akan membuat seseorang berperilaku patuh terhadap diet dan mempunyai kontrol kadar gula darah (glikemik) yang lebih baik. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai dampak yang signifikan dalam bidang kesehatan sehingga muncul metode baru dalam memberikan asuhan keperawatan yang dikenal dengan telenursing.   Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Pretespostest Design. Responden penelitian adalah pasien DM tipe 2 pasca rawat inap di RS Panti Rahayu yang memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 21 orang yang dipilih dengan Teknik probability sampling. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan edukasi melalui video call sesuai SOP dengan aplikasi whatsapp kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah. Analisa data mengetahui pengaruh telenursing tentang pelaksanaan diet dan aktifitas fisik terhadap perubahan kadar gula darah responden   Hasil: Penelitian menunjukan hasil eksperimen perbaikan gula darah dibawah < 200 mg/dl sebanyak 16 responden ( 76,2 % ) dengan interprestasi normal , sedangkan 5 responden ( 23,8 % ) menunjukan kadar gula darah sewaktu > 200 mg/dl dengan interprestasi tidak normal. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxson dengan nilai p 0,00 < 0,05 disimpulkan ada pengaruh telenursing dengan perubahan gula darah pasien DM tipe 2   Kesimpulan: telenursing tentang pelaksanaan diit dan aktifitas fisik secara signifikan mempengaruhi kadar gula darah pasien DM tipe 2 
HUBUNGAN PENERAPAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PERTIWI 2 TODANAN KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Anita Lufianti; Fitriani; Sumiati; Febriana Tri Kusumawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Keluarga merupakan lingkungan pertama di mana seorang anak berinteraksi secara intensif. Interaksi dalam keluarga, termasuk komunikasi verbal maupun nonverbal dapat membentuk pemahaman anak tentang emosi. Komunikasi dalam keluarga memiliki peran penting dalam perkembangan emosi anak. pola komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat membantu anak belajar menanggapi orang lain, mengenal diri, dan mengelola emosinya.   Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional dengan pendekatan korelasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditunjukan kepada orang tua untuk memperoleh data pola komunikasi keluarga dan perkembangan emosi anak. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling dan didapatkan 35 responden.   Hasil; Berdasarkan analisis uji spearman rank diperoleh nilai signifikansi atau sig. (2- tailed) sebesar 0,001, karena nilai sig. (2-tailed) 0,001 < 0,005, maka Ho ditolak sehingga Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosional pada anak TK Pertiwi 2 Todanan.   Kesimpulan; Dari hasil penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan penerapan pola komunikasi keluarga dengan perkembangan emosi anak usia prasekolah di TK Pertiwi 2 Todanan. 
EFEKTIFITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DI DESA BUGEL KECAMATAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Gigih Kenanga Sari; Anita Lufianti; Ella Laela Musyarofah
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2020): THE SHINE CAHAYA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan pemicu penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Di era globalisasi ini, banyak orang yang melupakan pentingnya pola hidup sehat sehingga tidak sedikit orang yang terkena hiperkolesterolemia. Obat kimia jika dikonsumsi jangka panjang akan mengakibatkan efek samping, sehingga perlu terapi nonfarmakologi untuk mengatasinya. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kadar koleterol tinggi adalah dengan pemberian air perasan jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian air jeruk nipis di Desa Bugel Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain rancangan semu (Quasy Eksperimental) dan rancangan penelitian menggunakan Thereversed Non-Equivalent with Control Group pre-test and post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampel Random sampling keseluruhan populasi menjadi sampel, dan didapatkan 15 responden.Hasil: Hasil uji hipotesa dengan menggunakan uji wilcoxon pada pengaruh pemberian jeruk nipis 0,001 dari hasil tersebut air perasan jeruk nipis efektif menurunkan kadar kolesterol.Simpulan: Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jeruk nipis efektif dalam menurunkan kadar kolesterol pada pederita hiperkolesterolemia.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN INDEKS MASSA TUBUH PADA ORANG DENGAN HIV- AIDS Festy Mahanani Mulyaningrum; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2021): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Penderita HIV-AIDS (di Indonesia dikenal dengan ODHA) mengalami penurunan daya tahan tubuh secara terus menerus disertai dengan memburuknya kondisi gizinya yang dinyatakan dalam Body Mass Index (IMT).Jambu biji mengandung flavonoid, tanin 17,4%, fenolat 575,3 mg/g, dan minyak atsiri. Daun jambu biji merupakan alternatif lain sebagai sumber antioksidan yang berasal dari senyawa yang terkandung dalam daun jambu biji. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap IMT pada ODHA di KDS Grobogan. Status gizi responden diukur dengan indeks massa tubuh dan recall 24 jam terhadap asupan gizi hariannya. Uji beda menggunakan Mann Whitney, Independent T-test, dan Dependent T-test. Metode : Quasi Experimental dengan Non Equivalent Control Group Design. Dua kelompok dilakukan untuk penelitian ini. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol tanpa suplemen ekstrak daun jambu biji, sedangkan kelompok kedua (kelompok intervensi) diberikan suplemen ekstrak daun jambu biji satu kapsul/hari selama 20 hari. 25 Responden untuk setiap kelompok dipilih dengan teknik purposive sampling dan harus memenuhi kriteriaHasil : Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan perubahan IMT yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,182) tetapi terjadi peningkatan IMT sebesar 0,07 ± 0,48 pada kelompok intervensiKesimpulan : Perubahan IMT tidak meningkat 72% pada kelompok kontrol dan 48% pada kelompok intervensi. Faktor yang tidak dapat dikontrol dalam penelitian ini adalah lamanya seseorang menderita HIV.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMBERIAN ASI TERHADAP MOTIVASI IBU MENYUSUI DI DESA PUTATSARI KABUPATEN GROBOGAN Anita Permata Hari; Anita Lufianti; Fitriani; Mika Agustiana; Yuwanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang : Keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi ibu untuk menyusui.Pengetahuan menjadi salah satu faktor untuk mendukung dalam pemberian ASI, angka pemberian ASI di Grobogan sendiri masih rendah sebanyak 51,86% dari data jumlah akumulatif sebesar 11.018. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan pola pikir untuk mengetahui tindakan yang baik dan benar sehingga mampu memberikan informasi yang benaruntuk meningkatkan motivasi bagi ibu menyusui. Faktor pengetahuan sendiri meliputi: Pendidikan, Umur, Ekonomi. Sosial budaya dan pengalaman.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan random sampling. Responden keluarga ibu menyusui bayiusia 0-11 bulan di Desa Putatsari kabupaten Grobogan sebanyak 55 responden.Hasil: Sesuai hasil uji yang chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui di Desa Putatsari kabupaten Grobogan dengan p-value : 0.001 kurang dari (α) <0.05. dan kekuatan korelasi sebesar 0.456. sehingga kesimpulannya menunjukkan bahwa Hubungan Tingkatpengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui berkorelasi sedang.Kesimpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui Di Desa Putatsari Kabupaten Grobogan.
EFEKTIVITAS PENGARUH TEKNIK MODELLING DAN TEKNIK SHAPINGBINA DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB Yulianasari; Anita Lufianti; Yesita Ragil Kusumaningrum
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 450 juta (12%) anak di Dunia pada tahun 2019 mengalami tunagrahita, sekitar 56% di Indonesia, 12.0007 jiwa di Jawa Tengah serta 1.596 jiwa diGrobogan. Kemampuan motorik halus anak tunagrahita yang masih rendah perlu ditingkatkan dengan latihan mengancingkan baju bina diri dengan gerak yang melibatkan fungsi motorik seperti otak, otot, saraf dan rangka sehingga anak menjadi lebih mandiri mengenakan danmenanggalkan baju berkancing tanpa bantuan dari orang lain serta percaya diri. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahita di SLB C YPLB Danyang Purwodadi.Metode: Jenis penelitian yang digunakan quasi ekperimental dengan desain equivalent control grup. Sampelnya sebanyak 45 responden menggunakan teknik sampling probability samplingdengan stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji anova.Hasil: Hasil uji anova didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < α (0,05) sehingga Ha diterimadan H0 ditolak maka dapat diartikan bahwa adanya efektivitas (perbedaaan signifikan) pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahitadi SLB C YPLB Danyang Purwodadi. Serta penggunaan teknik shaping bina diri menjadi lebihefektif meningkatkan kemandirian anak tunagrahita dengan peningkatan kemandiriandibandingkan dengan teknik modelling sebanyak 8,467 dan jika dengan kelompok kontrolsebanyak 70,467 Kesimpulan: Ada efektivitas pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadapkemandirian anak tunagrahita di SLB C YPLB Danyang Purwodadi