Anita Lufianti
Universitas An Nuur

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMBERIAN ASI TERHADAP MOTIVASI IBU MENYUSUI DI DESA PUTATSARI KABUPATEN GROBOGAN Anita Permata Hari; Anita Lufianti; Fitriani; Mika Agustiana; Yuwanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang : Keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi ibu untuk menyusui.Pengetahuan menjadi salah satu faktor untuk mendukung dalam pemberian ASI, angka pemberian ASI di Grobogan sendiri masih rendah sebanyak 51,86% dari data jumlah akumulatif sebesar 11.018. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan pola pikir untuk mengetahui tindakan yang baik dan benar sehingga mampu memberikan informasi yang benaruntuk meningkatkan motivasi bagi ibu menyusui. Faktor pengetahuan sendiri meliputi: Pendidikan, Umur, Ekonomi. Sosial budaya dan pengalaman.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan random sampling. Responden keluarga ibu menyusui bayiusia 0-11 bulan di Desa Putatsari kabupaten Grobogan sebanyak 55 responden.Hasil: Sesuai hasil uji yang chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui di Desa Putatsari kabupaten Grobogan dengan p-value : 0.001 kurang dari (α) <0.05. dan kekuatan korelasi sebesar 0.456. sehingga kesimpulannya menunjukkan bahwa Hubungan Tingkatpengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui berkorelasi sedang.Kesimpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui Di Desa Putatsari Kabupaten Grobogan.
EFEKTIVITAS PENGARUH TEKNIK MODELLING DAN TEKNIK SHAPINGBINA DIRI TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB Yulianasari; Anita Lufianti; Yesita Ragil Kusumaningrum
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Lebih dari 450 juta (12%) anak di Dunia pada tahun 2019 mengalami tunagrahita, sekitar 56% di Indonesia, 12.0007 jiwa di Jawa Tengah serta 1.596 jiwa diGrobogan. Kemampuan motorik halus anak tunagrahita yang masih rendah perlu ditingkatkan dengan latihan mengancingkan baju bina diri dengan gerak yang melibatkan fungsi motorik seperti otak, otot, saraf dan rangka sehingga anak menjadi lebih mandiri mengenakan danmenanggalkan baju berkancing tanpa bantuan dari orang lain serta percaya diri. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahita di SLB C YPLB Danyang Purwodadi.Metode: Jenis penelitian yang digunakan quasi ekperimental dengan desain equivalent control grup. Sampelnya sebanyak 45 responden menggunakan teknik sampling probability samplingdengan stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji anova.Hasil: Hasil uji anova didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < α (0,05) sehingga Ha diterimadan H0 ditolak maka dapat diartikan bahwa adanya efektivitas (perbedaaan signifikan) pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahitadi SLB C YPLB Danyang Purwodadi. Serta penggunaan teknik shaping bina diri menjadi lebihefektif meningkatkan kemandirian anak tunagrahita dengan peningkatan kemandiriandibandingkan dengan teknik modelling sebanyak 8,467 dan jika dengan kelompok kontrolsebanyak 70,467 Kesimpulan: Ada efektivitas pengaruh teknik modelling dan teknik shaping bina diri terhadapkemandirian anak tunagrahita di SLB C YPLB Danyang Purwodadi
18PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) OLAHAN TELURTERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BALITABAWAH GARIS MERAH (BGM) USIA 1-5 TAHUNDI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Anita Lufianti; Siti Anisatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1 No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/mwvpy742

Abstract

Latar belakang; Balita merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, terutama masalah gizi kurang atau buruk. Untuk mencegah gizi balita yang ditandai dengan berat badan kurang atau dibawah garis merah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa olahan telur karena telur menjadi bagian penting dari nutrisi yang di butuhkan anak, karena kaya akan zat besi, protein, lemak, dan protein sangat penting sebagai zat pembangun untuk pembuatan sel-sel baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Metodologi; Jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimentdengan jenis rancangan One Group Pre Post Test Designdengan tehnik Accidental Samplingdan didapatkan 14 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penimbangan sebelum dan setelah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) olahantelur pada balita bawah garis merah.Hasil; Berdasarkan hasil analisa data didapatkan hasil uji beda antara berat badan balita sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur menggunakan uji Paired T Testnilai pv (0,000) < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Kesimpulan; Ada perbedaan rata-rata berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur, dengan demikian ada perbedaan yang bermakna berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur kepada balita bawah garis merah
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI DENGAN METODE CERAMAHDAN DEMONSTRASI TERHADAP PERUBAHAN TEKNIK SIKAT GIGIDI SDN 05 GODONG KABUPATEN GROBOGAN Anita Lufianti; Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1 No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/frw3vv49

Abstract

Latar Belakang : Hasil studi pendahuluan, didapatkan data di SDN 05 Godong terdapat anak-anak yang mengalami masalah kesehatan gigi diantaranya adalah masalah gigi berlubang, masalah bau mulut, dan masalah pola makan yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi. Sebagian besar siswa rata-rata mengalami gigi berlubang dan sering mengalami sakit gigi, menyikat gigi rata- rata 1x sehari , kurang mengerti cara menjaga kesehatan gigi danteknik sikat gigi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan perbedaan efektivitas perubahan teknik sikat gigi pada kelompok kontrol dan intervensi. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian post- test control group design. Sampel penelitian sebanyak 48 orang yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang masing-masing terdiri dari 24 responden. Sedangkan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling yaitu menggunakan metode total Sampling. Analisa menggunakan uji statistikmann-withney.Hasil Penelitian: Pendidikan kesehatan gigi dengan metode ceramah dan demonstrasi terhadap perubahan teknik sikat gigi yang baik di SDN 05 Godong dibuktikan dengan kelompok intervensi nilai mean rank 35,00 sedangkan pada kelompok kontrol nilai mean rank 14,00. Hal ini memperlihatkan bahwa rata-rata nilai teknik sikat gigi untuk kelompokintervensi lebih besar dari pada kelompok kontrol. Berdasarkan uji mann-whitney nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 pada level signifikansi 95%. Data ini memperlihatkan adanya perbedaan teknik sikat gigi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Kesimpulan penelitian : Pendidikan kesehatan gigi dengan metode Ceramah dan demonstrasi efektif dalam perubahan teknik sikat gigi yang baik.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN BIDAN DALAM MELAKUKANANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIENDI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) YACINTA DESA MAYAHANKECAMATAN TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGAN Rahmawati; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1 No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/w8tdh504

Abstract

Latar Belakang; Kualitas pelayanan keperawatan dapat diukur melalui tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan kesehatan yang diterima. Keberhasilan pelayanan keperawatan yang salah satunya dapat berbentuk dalam asuhan keperawatan, dapat diukur dari cepatnya kesembuhan klien, menurunnya kecemasan klien, dan meningkatnya kepuasan klien akan pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan salah satu hal sangat penting dalammeninjau mutu pelayanan khususnya pelayanan kebidanan suatu rumah sakit. Kepuasan pasien dari sisi yang berbeda pada saat pasien memasuki rumah sakit dengan serangkaian harapan dan keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan Bidan dalam melakukan Antenatal Care terhadap tingkat kepuasan pasien di BidanPraktek Swasta (BPS) Yacinta Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan.Metode; Jenis penelitian ini adalah deskriptif correlation dengan rancangan penelitian Cross Sectional dengan tehnik sampling yaitu accidental Sampling sebanyak 27 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.Hasil; Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan kualitas pelayanan Bidan dalam melaukan Antenatal Care (ANC) Terhadap tingkat kepuasan pasien dengan Uji korelasi menggunakan uji Spearmen Rho didapatkan hasil uji kualitas pelayanan Bidan terhadap tingkat kepuasan pasien diketahui ρ hitung (0,756) > r table (0,324) dengan p-value (0.00) < sig (0,05). Dapat  ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan kualitas pelayanan Bidandalam melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kepuasan pasien di Bidan Praktek Swasta (BPS) Yacinta Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan..Kesimpulan; Ada hubungan kualitas pelayanan Bidan dalam melakukan Antenatal Care (ANC) terhadap tingkat kepuasan pasien di Bidan Praktek Swasta (BPS) Yacinta Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan menggunakan uji Spearmen Rho. Secara signifikansi hubungan dikatakan kuat
PENGARUH MOBILISASI PADA PASIEN STROK NON HAEMORAGIC YANGMENGALAMI GANGGUAN MOTORIK TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUSDI RSUD dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI Anita Lufianti; Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2 No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/1jh72n85

Abstract

Latar Belakang; Pada penderita stroke non hemorrhagic perlu di lakukan mobilisasi karena bisa menurunkan resiko terjadinya trauma atau iskemik jaringan daerah yang terkena mengalami perburukan atau sirkulasi yang lebih jelek dan menurunkan sensasi dan lebih besar menimbulkan kerusakan pada kulit atau dekubitus.Tujuan; penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi pada pasien stroke non haemoragic yang mengalami gangguan motorik terhadap kejadian dekubitus di RSUD dr. Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Post Test Only Control group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel didapatkan 20 responden dari ruang Seroja dan Kemuning. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 responden pada kelompok intervensi  dan 10 responden pada kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan SkalaNorton yang terdiri dari Keadaan fisik, Keadaan mental, Aktivitas, Mobilitas, inkontinensia. Analisis datanya dengan bantuan computerized menggunakan uji Independent t test dengan taraf signifikansi 95 %.Hasil; Responden pada kelompok intervensi yang memiliki kondisi dengan resiko sedang terjadi dekubitus sebanyak 3 responden (30%) dan yang memiliki resiko rendah dekubitus sebanyak 7 responden (70%), sedangkan pada kelompok kontrol, responden yang memiliki resiko sedang terjadi dekubitus sebanyak 7 responden (70%) dan yang memiliki resiko rendah dekubitus sebanyak 3 responden (30%). Nilai mean kelompok perlakuan 16.70 dan SD 1.05 Nilai mean kelompok control 17.80 dan SD 1.13 Ada perbedaan rata-rata kondisi dekubitus antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan nilai t hitung (2,240) > t tabel (2,101) dan nilai p value (0,038) < α (0,05).Kesimpulan; Mobilisasi pada pasien stroke non hemoragik memberikan pengaruh terhadap risiko dekubitus. Peluang terjadinya dekubitus bisa diperkecil atau risikonya lebih ringan
PERBEDAAN ANTARA AIR MINUM YANG DIMASAK DENGAN AIR MINUMULTRAVIOLET TERHADAP ADANYA BAKTERI ESCHERICHIA COLIDI KECAMATAN KARANGRAYUNG KABUPATEN GROBOGAN Purhadi; Anita Lufianti; Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2 No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/mhb5ch45

Abstract

Latar Belakang: Escherichia coli adalah bakteri indikator kualitas air minum karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya. Jika air telah terkontaminasi oleh bakteri dan dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang akan berdampak pada timbulnya penyakit seperti radang usus, diare, infeksi pada saluran kemih dan empeduTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan antara air minum yang dimasak dan air minum dengan ultraviolet terhadap adanya bakteri Escherichia Coli di Kecamatan Karangrayung Kabupaten GroboganMetode: Penelitian ini menggunakan desain pre experiment designs/Quasy Eksperimental dengan Pendekatan post test only design/one shot case stud. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 responden yang dibagi menjadi dua, 5 depo air minum isi ulang yang menggunakan lampu ultraviolet dan 5 airminum yang dimasak sampai mendidih. Analisa data yang digunakan adalah uji manwithney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara air minum dengan perlakuandimasak dan air minum dengan ultraviolet terhadap keberadaan bakteri E. Coli. Uji manwithney rata-rata keberadaan bakteri e.coli pada air masak 5.50 dan dengan ultraviolet 5.50 dengan nilai sig 1.000 > 0,05 jadi didapatkan kesimpulan tidak ada perbedaan antara airminum dengan perlakuan dimasak dan air minum dengan ultraviolet terhadap keberadaan bakteri E. ColiKesimpulan: tidak ada perbedaan antara air minum yang dimasak dan air minum dengan ultraviolet terhadap adanya bakteri Escherichia Coli di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Kata kunci: Ai
HUBUNGAN PERSEPSI KLIEN TENTANG PENYAKIT GAGAL GINJALKRONIK DENGAN PERUBAHAN HARGA DIRI DI RUANG HEMODIALISARSUD DR. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI Anita Lufianti; Mustakhim
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/cyzb9w29

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal progresif yang berakibat fatal dan ditandai dengan uremia. Penatalaksanaan pasien gagal ginjal kronik harus dilengkapi dengan technical treatment, antara lain tranplantasi ginjal, hemodialisis atau peritoneal dialysis. Pada tahun 2013 ada 1.185 kunjungan pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi klien tentang penyakit gagal ginjal kronik dengan perubahan harga diri di ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.Metode: Penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional pada 43 responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dengan kuisioner persepsi dan harga diri klien gagal ginjal kronik yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Pengujian hipotesis penelitian dengan coeficient contingensi. Hasil: Persepsi responden tentang gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Grobogan sebagian besar negatif sejumlah 26 responden (60,5%) dan harga diri baik sejumlah 17 responden (39,5%). Harga diri responden gagal ginjal kronik sebagian besar buruk sejumlah 26 responden (60,5%) dan harga diri baik sejumlah 17 responden (39,5%).Simpulan: Ada hubungan antara persepsi klien tentang penyakit gagal ginjal kronik dengan perubahan harga diri di ruang Hemodialisa RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi Grobogan. Besarnya hubungan dalam kategori kuat karena koefisien kontingensi terletak antara 0,60-0,799 dengan arah korelasi positif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAKDI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4 No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/cvz51258

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ρ (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SEKOLAH SD NEGERI 2 DEPOK Anita Lufianti; Aseptasari; Wahyu Riniasih; Ariefatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 11 No 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/0cg80j75

Abstract

Latar Belakang: Pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kemandirian anak, termasuk dalam hal kebersihan pribadi (personal hygiene). Anak-anak usia sekolah memerlukan bimbingan yang tepat agar mampu menjaga kebersihan diri secara mandiri. Berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri 2 Depok pada siswa kelas 2 dan 3, ditemukan bahwa sebagian besar anak masih bergantung pada orang tua dan guru dalam menjaga kebersihan dirinya. Orang tua dan guru masih memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku personal hygiene anak. Terdapat variasi gaya pengasuhan di antara orang tua, termasuk pola otoriter, permisif, dan demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 66 responden siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Depok. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak, dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Nilai koefisien korelasi +0,660 menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif. Pola asuh demokratis (36,4%) menjadi tipe terbanyak, diikuti permisif (34,8%) dan otoriter (28,8%). Tingkat kemandirian anak terbanyak berada pada kategori kurang mandiri (48,5%). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan tingkat kemandirian yang lebih baik dibandingkan pola otoriter dan permisif.