Meity Mulya Susanti
STIKES An-Nur Purwodadi

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE PADA SMARTPHONE (MOBILE ONLINE GAMES) DENGAN POLA MAKAN ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 5 DAN 6 DI SD NEGERI 4 PURWODADI Meity Mulya Susanti; Wahyu Unggul Widodo; Darmawati Indah Safitri
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v3i2.122

Abstract

Latar Belakang: Permainan yang saat ini populer dan marak digemari adalah game online. Kemudahan untuk mengakses game online didukung dengan kehadiran  smartphone. Maraknya permainan game online menyebabkan pemain menjadi kecanduan terhadap permainan tersebut. Kecanduan bermain game online tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga bisa terjadi pada anak usia sekolah. Adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan sejumlah anak usia sekolah yang gemar bermain game online yaitu salah satunya anak menjadi lebih memilih bermain game online dibandingkan makan kemudian menyebabkan pola makan menjadi tidak teratur atau buruk.  Tujuan; untuk mengetahui hubungan kecanduan bermain game online pada smartphone dengan pola makan pada anak sekolah dasar kelas 5 dan 6 di SD Negeri 4 Purwodadi.Metode: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah case control yang merupakan penelitian epidemiologic analitik non-ekperimental yang mengkaji hubungan antara efek dengan faktor resiko. Jumlah sampel 80 responden, 40 responden kelompok kasus (pola makan buruk) dan 40 responden kelompok kontrol (pola makan baik), teknik sampling yang digunakan yaitu quota sampling dengan uji hipotesis menggunakan Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan dari 40 responden dengan pola makan buruk yang mengalami kecanduan bermain game online pada smartphone sebanyak 30 responden (75%) dan yang tidak mengalami kecanduan bermain game online pada smartphone sebanyak 10 responden (25%), dengan p value = 0,000. Hal ini berarti ada hubungan kecanduan bermain game online pada smartphone dengan pola makan anak sekolah dasar kelas 5 dan 6 di SD Negeri 4 Purwodadi.Simpulan:Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kecanduan bermain game online pada smartphone dengan pola makan anak sekolah dasar kelas 5 dan 6 di SD Negeri 4 Purwodadi. Kata Kunci : Kecanduan Bermain Game Online, Smartphone, Pola Makan Anak Usia Sekolah
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN PLAY DOUGH DAN PUZZLE TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI PAUD DAHLIA GODONG Meity Mulya Susanti; Yuli Trianingsih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang; Penggunaan alat bantu bermain pada usia 1-3 tahun merupakan stimulus yang diperlukan untuk merangsang perkembangan motorik halus anak. Observasi awal dengan lembar DDST dari 5 anak yang diajak bermain play dough ada 4 anak (80%) mengalami perkembangan motorik halus normal, sedangkan pada 5 anak yang diajak bermain puzzle ada 3 anak (60%) mengalami perkembangan motorik halus normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi bermain play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong.Metode ; Desain penelitian yang digunakan adalah “Nonequivalent Control Group Design”. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling sebanyak 31 responden. Uji hipotesis untuk kedua kelompok berpasangan dengan uji Wilcoxon Test dan untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan motorik halus anak pada kedua kelompok dengan uji Mann-Whitney Test. Hasil – Perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain play dough diperoleh nilai p-value 0,025, perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain puzzle diperoleh nilai p-value 0,046, sedangkan efektivitas play dough dan puzzle diperoleh nilai p-value 0,615.Simpulan; terdapat perbedaan tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain play dough dan puzzle dan tidak terdapat perbedaan efektivitas terapi bermain Play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong. Kata Kunci : Play dough, puzzle, perkembangan motorik halus
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak  akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ? (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak  dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I. Kata Kunci    : Pengetahuan Ibu, Perkembangan anak dan Perkembangan motorik
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) OLAHAN TELUR TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM) USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Anita Lufianti; Siti Anisatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v1i1.25

Abstract

Latar belakang; Balita merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, terutama masalah gizi kurang atau buruk. Untuk mencegah gizi balita yang ditandai dengan berat badan kurang atau dibawah garis merah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa olahan telur karena telur menjadi bagian penting dari nutrisi yang di butuhkan anak, karena kaya akan zat besi, protein, lemak, dan protein sangat penting sebagai zat pembangun untuk pembuatan sel-sel baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Metodologi; Jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimentdengan jenis rancangan One Group Pre Post Test Designdengan tehnik Accidental Samplingdan didapatkan 14 respondenyang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penimbangan sebelum dan setelah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur pada balita bawah garis merah.Hasil; Berdasarkan hasil analisa data didapatkan hasil uji beda antara berat badan balita sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur menggunakan uji Paired T Testnilai pv (0,000) < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Kesimpulan; Ada perbedaan rata-rata berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur, dengan demikian ada perbedaan yang bermakna berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur kepada balita bawah garis merah Kata kunci; Olahan Telur, PMT, BGM
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI DESA CEBOK KECAMATAN PURWODADI Yuwanti Yuwanti; Nurya Kumalasari; Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v2i1.43

Abstract

Latar Belakang: ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi, dikarenakan nilai gizi yang ada di dalam ASI mampu mencukupi kebutuhan nutrisi bagi bayi, karen itu program pemberian ASI Ekslusif bagi bayi terus dikumandangkan. Pada kenyataannya program pemberian ASI Ekslusif belum menyasar pada seluruh lapisan masyarakat sehingga banyak ibu yang tidak memberikan ASI secara ekslusif bagi bayi. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pemberian ASI Ekslusif dikarenakan masih adanya masyarakat yang belum memiliki pengetahuan tentang ASI Ekslusif.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variable bebas ( independent) dalam penelitian yaitu pengetahuan ibu tentang ASI Ekslusif, sedangkan variabel terikat (dependent) yaitu pemberian ASI pada bayi.  Analisis data menggunakan Chi-Square.Hasil: Berdasarkan analisis data dari 40 responden diketahui bahwa pengetahuan ibu  tentang ASI Ekslusif dengan kriteria Baik sejumalah 60 %, sedang 32, 5 %, dan kurang ditemukan 7,5 %. Analisi univariat diketahui terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan status imunisasi pada bayi dengan nilai nilai p = 0,046 (p< 0,05).  Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu menyusi dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Kata Kunci    :  Pengetahuan, ASI, Bayi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR BALITA DI DESA PILANGPAYUNG KECAMATAN TOROH Christina Nur Widayati; Meity Mulya Susanti; Renditya Abtian Hidyatama
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v3i2.117

Abstract

Latar belakang: Imunisasi telah diakui sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling sempurna dan berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat serta merupakan usaha yang sangat hemat biaya dalam mencegah penyakit menular yakni tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis B. Secara spesifik program imunisasi di Indonesia memiliki target cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi (usia kelahiran sampai 1 tahun). Wilayah desa Pilangpayung memiliki cakupan paling rendah di Kecamatan Toroh. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung Kecamatan Toroh.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung kecamatan Toroh.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan cross sectional terhadap 25 responden yaitu ibu-ibu yang memiliki bayi usia 9bulan -1 tahun di desa pilangpayung kecamatan Toroh.Hasil: didapatkan hasil analisa data uji kolmogorov  pengetahuan ibu dengan status imunisasi dasar pvalue < ptabel yaitu : 0.001, dan analisa data uji fisher sikap ibu dengan status imunisasi dasar didapatkan hasil pvalue < ptabel yaitu : 0.001. Dapat diartikan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi balita di desa pilangpayung kecamatan Toroh.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang imunisasi dengan status imunisasi dasar balita di desa pilangpayung Kecamatan Toroh. Kata Kunci: Pengetahuan dan Sikap, Ibu, Status Imunisasi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI DESA LAJER, PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGAN Fitriani Fitriani; Meity Mulya Susanti; Dyah Fransiska Sari N.M
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v3i1.46

Abstract

Latar Belakang : WHO (World Health Organitation) 2010 mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari10,5 juta per tahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi, seperti pneumococcus (28 %), campak (21 %), tetanus (18%), rotavirus penyebab diare (16%), dan hepatitis B (16%). Data dari Puskesmas Penawangan selama tahun 2016 menunjukkan Desa Lajer menduduki angka kelahiran pertama dengan jumlah sebanyak  240 bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan di desa Lajer Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah metode Simple Random Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 148 responden.Hasil : Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji Paired Sample T Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai t hitung (18,122) > t tabel (1,993) dan nilai pv (0,000) < α (0,05), maka terdapat pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Sedangkan pada kelompok kontrol tanpa diberikan pendidikan kesehatan menunjukkan nilai t hitung (1,490) < t tabel (1,993) dan nilai pv (0,000) < α (0,05), maka tidak terdapat pengaruh tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Untuk mengetahui perbedaan dilakukan uji Mann Whitney, dimana hasil uji diketahui nilai Z (5,625) dan nilai pv (0,000) < α 0.05, maka terdapat perbedaan pengaruh  pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang imunisasi dasar antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Simpulan : Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar pada bayi usia 0-12 bulan. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Imunisasi Dasar