Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Teknik Self-Control untuk Mengurangi Kecanduan Gadget pada Remaja: Studi Kasus: Studi Kasus Woro Amalia Sundari; Shanti Wardaningsih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2091

Abstract

Gadget adalah perangkat komunikasi yang digunakan di seluruh dunia, karena memiliki berbagai fungsi yang beragam. Namun, banyak orang yang menggunakan gadget secara berlebihan sehingga berpotensi mengalami kecandua. Sebagian besar remaja kini memiliki gadget, dan hal tersebut memberikan dampak baik maupun buruk terhadap kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas selft control penggunaan gadget pada remaja. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa secara komprehensif. Partispan dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berusia 18 tahun yang mengalami kecanduan gadget. Teknik selft-control ini dilakukan selama 7x pertemuan dari tanggal 19 Oktober 2025 - 6 November 2025. Tahapan self-control meliputi, tahap monitor diri, pengukuhan diri, control stimulus, evaluasi. Efektivitas terapi diukur menggunakan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV). Kuesioner yang digunakan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, uji validitas pada kuesioner ini menggunakan teknik Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha dengan bantuan program Statistic Product and Service Solution (SPSS) 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik self-control efektif dalam mengurangi kecanduan gadget, yang ditandai dengan penurunan durasi penggunaan harian dari 10 jam menjadi 5 jam. Tingkat adiksi klien mengalami perbaikan dari kategori berat dengan skor 90 menjadi kategori sedang dengan skor 60.
PENGARUH AUTOGENIC TRAINING DALAM MENURUNKANRESPONS STRES MAHASISWA KEPERAWATAN Neng Annis Fathia; Shanti Wardaningsih; Azizah Khoiriyati
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2 No 2 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/3pderw34

Abstract

Latar Belakang; Autogenic training (AT) merupakan suatu latihan yang bertujuan untuk memberikan efek relaksasi, meringankan gangguan psikosomatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh autogenic training dalam menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Eksperimental Using a Pretest-Posttest Design. Sebanyak 30 orang mahasiswa ditahun pertama salah satu perguruan tinggi swasta terlibat dalam penelitian ini.Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang bermakna pada respons stres. Secara klinis menunjukkan perubahan respons stres baik sebelum dan sudah diberikan intervensi autogenic training.dengan p value 0.027. Autogenic training merupakan bentuk psikofisiologis yang dapat membantu seseorang untuk mengkondisikan dirinya sendiri dengan menggunakan konsentrasi pasif dan beberapa kombinasi stimulasi psikofisiologis yang disesuaikan dengan kebutuhan therapy.Kesimpulan; Autogenic training secara signifikan mampu menurunkan respons stress mahasiswa keperawatan.
PERBANDINGAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA KANKER SERVIKSYANG SEDANG MENJALANI KEMOTERAPI SEBELUM DAN SESUDAHLATIHAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR)DI SURAKARTA Vina Yolanda Sari Sigalingging; Shanti Wardaningsih; Yanuar Primanda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3 No 1 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/e81aw634

Abstract

Latar belakang; Kemoterapi memberikan dampak yang sangat buruk bagi penderita kanker serviks yang sedang menjalaninya, baik dampaik fisik hingga psikologis. Salah satu dampak psikologis dari kemoterapi adalah kecemasan. Latihan yang dapat menurunkan kecemasan pada penderita kanker serviks adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap tingkat kecemasan pada pasien penderita kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi.Metode; Design penelitian ini adalah Quasy Experimental Pre-Post Test Design. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, responden penelitian merupakan pasien dengan diagnosa kanker serviks yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Hasil; Data yang telah diperoleh kemudian di uji dengan Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap tingkat kecemasan dengan nilai p-value 0.000.