Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI AKIBAT APLIKASI PUPUK BIOSLURRY PADA TIGA VARIETAS PADI DENGAN PEMBENAH TANAH DI JENIS TANAH MEDITERAN Vivi Anisa; Sumarsono Sumarsono; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6809

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan produksi akibat dosis pupuk bioslurry yang berbeda pada tiga varietas padi dengan diberi dan tidak diberi pembenah tanah di tanah mediteran. Penelitian menggunakan split plot dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan. Petak utama ialah pembenah tanah (A) yaitu tanpa pembenah (A1) dan dengan pembenah (A2). Anak petak adalah varietas padi pada dosis pupuk bioslurry (B) yaitu kombinasi varietas Ciherang, IR64 dan Inpari 32 dengan masing-masing dosis bioslurry 125 kg N/ha, 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x125 kg N/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, bobot segar dan kering tajuk, bobot segar gabah, bobot 1000 butir dan produksi hasil.Data diolah menggunakan analisis ragam untuk menguji pengaruh perlakuan.Apabila ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pembenah tanah dan interaksinya dengan varietas padi pada dosis bioslurry (P<0,05) terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Perlakuan varietas IR64 pada dosis bioslurry nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding verietas ciherang dan Inpari 32 terhadap waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun, jumlah bulir per malai, dan bobot 1000 butir. Parameter waktu muncul malai, jumlah malai per rumpun dan jumlah bulir per malai pada dosis bioslurry 125 kg N/ha tiap varietas padi nyata (P<0,05) tertinggi, hasil tidak meningkat dengan peningkatan dosis 1,5 x 125 kg N/ha dan 2 x 125 kg N/ha. Perlakuan dengan pembenah tanah pada varietas IR64 menghasilkan pertumbuhan dan produksi padi tertinggi diikuti dengan varietas Ciherang dan Inpari 32, serta penggunaaan dosis bioslurry 125 kg N/ha sudah cukup untuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.Produksi padi dengan dosis bioslurry 125 kg N/ha pada varietas IR64 yang mendapat pembenah tanah pada jenis tanah Mediteran.dapat mencapai 745 g/m2.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (SOLANUMLYCOPERSICUM L.) TERHADAP PRESENTASE NAUNGAN DAN FREKUENSI PENYIRAMAN Febrianti Febrianti; Sutarno Sutarno; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6805

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas buah yang sering dijumpai di Indonesia. Naungan merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi faktor lingkungan yang kurang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Penyiraman yang sesuai kebutuhan tanaman dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh presentase naungan dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi tomat. Penelitian dilakukan di greenhouse Desa Gembong, Pati dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan April sampai Juli 2021. Penelitian menggunakan percobaan split plot 4 x 3 dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Petak Utama yaitu perlakuan presentase naungan dengan 4 taraf yaitu N0 = 0 % atau tidak diberi naungan sebagai kontrol, N1 = 55% naungan, N2 = 65% naungan, dan N3 = 75 % naungan. Anak petak yaitu perlakuan frekuensi penyiraman yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = 1 hari (Kontrol), P1 = 2 hari sekali, dan P2 = 3 hari sekali. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa perlakuan tinggi tanaman terbaik padapenyiraman 3 hari sekali, bobot buah tiap tanaman, diameter buah terbaik pada penyiraman 2 hari sekali. Diameter batang, bobot buah tiap tanaman terbaik pada perlakuan naungan 0% atau tanpa naungan. Jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan tidak berpengaruh terhadap perlakuan presentase naungan dan frekuensi penyiraman. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan presentase naungan dengan tingkat 0% atau tanpa naungan dan penyiraman 2 hari sekali menunjukkan hasil terbaik. 
PENGARUH SILIKA DAN PERSENTASE SUBSTITUSI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN (BRASSICA OLERACEA L.) SECARA HIDROPONIK Novia Rahmawati; Endang Dwi Purbajanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7114

Abstract

Kailan merupakan tanaman sayuran dengan nilai ekonomi tinggi karena permintaan kailan meningkat dan memiliki kandungan gizi tinggi. Silika merupakan unsur hara yang diserap tanaman yang menyebabkan penebalan dinding sel batang. Biourine sapi merupakan pupuk organik cair yang meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengobatan silika cair dan proporsi substitusi biourine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi air secara hidroponik. Penelitian dilakukan di rumah kaca dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Penelitian faktorial 4 x 5 dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan.Faktor pertama adalah konsentrasi silika cair, S0 = 0 ml, S1 = 0,6 ml, S2 = 1,2 ml dan S3 = 1,8 ml. Faktor kedua adalah proporsi substitusi POC biourine sapi, B1 = 0%, B2 = 25%, B3 = 50%, B4 = 75% dan B5 = 100%. Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering berangkasan, berat konsumsi, berat kering akar memiliki pengaruh terhadap perlakuan silika cair, biourine sapi dan interaksi silika cair dengan biourin sapi. Parameter klorofil hanya memiliki pengaruh nyata terhadap perlakuan silika cair dan biourine sapi. Berikan 0 ml silika cair dan 0% substitusi biourine sapi memberikan hasil terbaik di seluruh parameter.Hasil berdasarkan penelitian dapat menjamin bahwa silika tidak berperan penting dalam pertumbuhan kailan dan biourine sapi tidak dapat menyediakan peran AB Mix pada hidroponik.
RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP KONSENTRASI EM4 PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK RAKIT APUNG Yovan Pratama; Endang Dwi Purbajant; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tanaman selada terhadap interaksi berbagai konsentrasi EM4 dan berbagai jenis pupuk organik dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Analisis parameter pengamatan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi EM4 yaitu : 6 ml/liter (K1), 12 ml/liter (K2), dan 18 ml/liter (K3). Faktor kedua adalah pupuk organik yaitu : pupuk ampas tahu (P1) dan pupuk kotoran ayam (P2). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa interaksi antara pemberian pupuk organik cair kotoran ayam dengan konsentrasi EM4 12 ml/liter memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar tajuk, berat kering pucuk, segar akar. bobot tanaman, dan bobot tanaman total tanaman selada. Pupuk organik cair kotoran ayam terbukti mampu memberikan hasil pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan pupuk organik cair limbah tahu.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KOMODITAS SAYURAN DI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN Indra Nur Arifin; Susilo Budiyanto; Endang Dwi Purbajanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7893

Abstract

Kecamatan Getasan berada pada wilayah pegunungan dengan tingkat bahaya erosi yang tinggi. Sistem budidaya tanaman sayuran di Kecamatan Getasan masih menerapkan pola-pola tradisional, tanpa menerapkan kaedah konservasi tanah yang akan menyebabkan terjadinya erosi dan berdampak pada penurunan kualitas lahan serta penurunan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman sayuran, faktor yang mempengaruhinya, dan cara pengelolaan tanaman sayuran untuk meningkatkan kualitas lahan dan produksi tanaman sayuran di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel tanah di 10 satuan peta lahan yang sebelumnya telah di overlay berdasarkan peta jenis tanah, kelerengan, dan penggunaan lahan. Pengujian sampel tanah berupa retensi hara, sedangkan data temperatur, curah hujan, dan kemiringan lereng diperoleh dari data sekunder. Data-data tersebut kemudian di input kedalam aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL). Hasil evaluasi lahan ditampilkan dalam bentuk peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini menghasilkan kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial. Kesesuaian lahan aktual komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar adalah kelas N, sedangkan kubis, kentang dan terung masuk kelas S3. Kesesuaian lahan potensial komoditas kubis, kentang dan terung dapat ditingkatkan dari sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2). Faktor-faktor pembatas yang dapat diperbaiki yaitu nilai pH yang rendah dapat diperbaiki dengan penambahan kapur, untuk drainase dapat diperbaiki dengan pembuatan selokan/saluran air, dan penambahan bahan organik, untuk kemiringan lereng perbaikannya dengan terasering, tanaman penutup, penanaman searah kontur sedangkan curah hujan dapat ditanggulangi dengan cara pembuatan parit/saluran air.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN BAYAM PADA HIDROPONIK SISTEM WICK AKIBAT SUBSTITUSI POC KULIT PISANG Audi Ramadhan Wicaksana; Endang Dwi Purbayanti; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8953

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan menggunakan percobaan monofaktor dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Kandungan nilai N larutan penelitian yang dilakukan sebesar 20 ml dengan POC 250 ml. AB Mix yang digunakan adalah cair. Perlakuan yang  diberikan yaitu substitusi nutrisi AB Mix dengan POC kulit pisang, yang teridiri dari 4 taraf yaitu P0 = AB Mix 100 % (20 ml), P1 = AB Mix 75 % (15 ml) + POC kulit pisang 25% (62.5 ml), P2 = AB mix 50% (10 ml) + POC kulit pisang 50% (125 ml), P3 = AB Mix 25% (5 ml) + POC kulit pisang  75% (187.5 ml), P4 = Tanpa AB Mix (0%) + POC kulit pisang 100% (250 ml). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam atau analysis of variance (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) pada taraf 5% untuk melihat beda antar perlakuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan tanaman bayam hijau pada pemberian poc kulit pisang 25% dan ab mix 75% merupakan hasil yang terbaik.
RESPON PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) AKIBAT PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL REBUNG BAMBU DAN PUPUK KANDANG KAMBING Zul Fatun Nikmah; Susilo Budiyanto; Sutarno Sutarno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) rebung bambu dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022 di Screen House dan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, Analisis MOL rebung bambu dilakukan di Laboratorium Pengujian Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 4 x 4 dengan rancangan acak lengkap (RAL) 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi MOL rebung bambu terdiri dari P0: 0 mL/L, P1= 20 mL/L, P2= 40 mL/L, dan P3= 60 mL/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing terdiri dari M0= 0 (kontrol), M1= 10 ton/ha (30 g/polybag), M2= 20 ton/ha (60 g/polybag), dan M3= 30 ton/ha (90 g/polybag). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi (biji), diameter umbi (cm), bobot umbi segar (g), bobot umbi kering (g), bobot daun segar (g), dan bobot daun kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter umbi, bobot segar daun, bobot segar umbi, dan bobot kering daun dipengaruhi oleh pemberian dosis pupuk kandang kambing dengan hasil terbaik pada dosis 30 ton/ha, namun jumlah daun, jumlah umbi tidak dipengaruhi oleh pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dan pemberian dosis pupuk kandang kambing. Bobot kering umbi dipengaruhi oleh perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan interaksi antara perlakuan pemberian konsentrasi MOL rebung bambu dengan dosis pupuk kandang kambing.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merr) VARIETAS EDAMAME AKIBAT PEMBERIAN AGENSIA HAYATI Trichoderma sp. DAN KOMPOS GEDEBOG-AZOLLA Silviana Nurul Maziyah; Susilo Budiyanto; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.7977

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman yang memiliki prospek tinggi di Indonesia. Produktivitas kedelai edamame dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik kompos dan agensia hayati Trichoderma sp. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian agensia hayati Trichoderma sp. dan dosis kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian dilakukan pada bulan September - Januari 2022 di Jepara dan di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan menggunakan rancangan faktorial acak lengkap 4x5 dengan 3 kali ulangan. Faktor Pertama adalah perlakuan dosis agensia hayati Trichoderma sp. yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (A0), agensi hayati 3,5 ton/ha (A1), agensia hayati 7 ton/ha (A2) dan agensia hayati 10,5 ton/ha (A3). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (B0), kompos 5 ton/ha (B1), kompos 10 ton/ha (B2), kompos 15 ton/ha (B3), dan kompos 20 ton/ha (B4). Data yang diperoleh dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis agensia hayati trichoderma sp. 3,5 ton/ha mampu meningkatkan berat biji kedelai edamame. Perlakuan kompos gedebog-azolla dosis 15 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat basah tajuk, jumlah polong, dan berat polong kedelai edamame. Interaksi perlakuan tanpa agensia hayati trichoderma sp. dengan dosis kompos 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap jumlah biji kedelai edamame
PENGARUH NITROGEN BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR-BIOSLURRY DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI KERITING (BRASSICA CHINENSIS VAR. PARACHINENSIS) Yulia Anjani Maula; Didik Wisnu Widjajanto; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.12708

Abstract

Produktivitas tanaman sawi keriting (Brassica chinensis var. Parachinensis) berfluktuasi akibat  kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas tanaman sawi keriting yaitu melalui penggunaan pupuk organik cair-bioslurry. Penelitian bertujan untuk mengkaji pengaruh  berbagai dosis nitrogen berbasis bioslurry dan waktu aplikasi pemupukan serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi keriting. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2022 di Desa Karaskepoh, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang (6º43’32” LS dan 111º27’34” BT), Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4x3 dengan 3 ulangan digunakan dalam percobaan sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama adalah berbagai level dosis nitrogen berbasis Pupuk Organik Cair-bioslurry (POC-bioslurry) terdiri dari (0 kg N/ha setara 0 ml/tanaman) K0; (100 kg N/ha setara 29 ml/tanaman) K1; (200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman) K2; dan (300 kg N/ha setara 87 ml/tanaman) K3. Faktor kedua adalah perlakuan  pemupukan yang aplikasikan setiap 4, 7 dan 10 hari, berturut-turut untuk P1, P2 dan P3. Parameter yang diamati termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, kadar air tanaman, kandungan klorofil total, serapan nitrogen, berat kering tajuk, berat kering akar, nisbah tajuk akar, berat segar tajuk, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan 200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman dengan aplikasi pemupukan 4 hari (K2P1) berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan tanaman seperti jumlah daun, luas daun, dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis 200kg N/ha dan aplikasi setiap 4 hari sekali paling sesuai untuk diaplikasikan dalam budidaya tanaman sawi keriting.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS NITROGEN DAN WAKTU APLIKASI PEMUPUKAN BERBASIS POC BIOSLURRY TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI KERITING (Brassica chinensis var. parachinensis) Maula, Yulia Anjani; Widjadjanto, Didik Wisnu; Budiyanto, Susilo
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.12566

Abstract

Tanaman sawi keriting fun jen (Brassica chinensis var. parachinensis) merupakan sayuran daun yang mudah dibudidayakan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. produktivitas tanaman sawi keriting berada dalam kondisi fluktuasi akibat dari kesuburan tanah yang rendah. Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas tanaman sawi keriting yaitu melalui penggunaan bioslurry sebagai pupuk organik untuk penunjang pertumbuhan. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai dosis nitrogen berbasis bioslurry dan aplikasi pemupukan serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi keriting fun jen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2022 di Desa Karaskepoh, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan percobaan factorial 4x3 Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama adalah perlakuan berbagai level dosis nitrogen berbasis POC bioslurry (0 kg N/ha setara 0 ml/tanaman) K0; (100 kg N/ha setara 29 ml/tanaman) K1; (200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman) K2; dan (300 kg N/ha setara 87 ml/tanaman) K3. Faktor kedua adalah perlakuan aplikasi pemupukan terdiri dari (4 hari) P1; (7 hari) P2; dan (10 hari) P3. Parameter penelitian : tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), panjang akar (cm), kadar air tanaman (%), kandungan klorofil total (mg/g), serapan nitrogen (%), berat kering tajuk (g), berat kering akar (g), nisbah tajuk akar (g), berat segar tajuk (g), dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan dosis nitrogen berbasis bioslurry cair sebesar 200 kg N/ha setara 58 ml/tanaman dengan aplikasi pemupukan 4 hari (K2P1) diperoleh hasil berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan tanaman : jumlah daun, luas daun, dan panjang akar.