Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELATIHAN HYGIENE DAN SANITASI BAGI PELAKU USAHA KULINER DI DESA WISATA HUTA SIALLAGAN SAMOSIR Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16081

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagaimana menjaga kebersihan/hygiene bagi pelaku usaha makanan dan minuman serta bagaimana menjaga sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiata pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Hal ini diperlukan sebagai peningkatan mutu pelayanan terhadap pengunjung dalam hal kebersihan makanan dan minuman. Berdasarkan analisis situasi dapat teridentifikasi bahwa hal-hal yang dihadapi terkait dengan kebersihan dan sanitasi adalah sebagai berikut: Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal kebersihan bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Agar dapat mengukur keberhasilan kegiatan PKM ini,tim PKM  menerapkan metode pre tes dan pos tes yang akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait hygiene dan sanitasi. Rata-rata persentase peningkatan pemahaman peserta pada pos tes berkisar antara 70% hingga 97%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik yang aman dalam lingkungan kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa pertanyaan terdapat penurunan pemahaman peserta setelah pelatihan, seperti pada penggunaan pestisida yang aman. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan materi tersebut.
IDENTIFIKASI FAKTOR MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA BUDAYA BAWOMATALUO Nova Bernedeta Sitorus; Muhammad Khadry; Aisyah Syakirah; Bryant Ekklesia Sembiring; Ikma Laras Wati; M Adlin Nasution; Nabila Balqis; Novayanti Siregar
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1165

Abstract

AbstractThis study aims to identify the factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village, South Nias Regency. The factors analyzed include tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs. This study employed a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 83 tourists who had visited or were visiting Bawomataluo Village, selected using simple random sampling. The data were analyzed using factor analysis to identify the dominant factors that constitute tourist’s visiting interest. The results indicated that all five variables, tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs, were identified as factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village. Based on factor loadings in the component matrix, tourism facilities and accessibility emerged as the most dominant factors, followed by tourism costs, tourism information and tourist attractions. This study is expected to provide input for destination managers and stakeholders in formulating more effective cultural tourism development strategies.Keywords: Cultural Tourism; Tourist Interest; Accessibility; Tourism Facilities; Factor AnalysisAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, serta tarif atau biaya wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan wisatawan yang sedang atau pernah berkunjung ke Desa Bawomataluo, dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor dominan yang membentuk minat wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel yang diteliti, daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, dan tarif atau biaya wisata, teridentifikasi sebagai faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo. Berdasarkan nilai loading faktor pada component matrix, fasilitas pariwisata dan aksesibilitas merupakan faktor yang paling dominan, diikuti tarif atau biaya wisata, informasi wisata, dan daya tarik wisata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola destinasi dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan wisata budaya yang lebih efektif.Kata kunci: Wisata Budaya; Minat Wisatawan; Aksesibilitas; Fasilitas Pariwisata; Analisis Faktor
Analisis Value Chain dalam Mengakomodasi Preferensi Wisatawan Gen-Z di Desa Wisata Budaya Dokan Nova Bernedeta Sitorus; Shofia Hamida Hasibuan; Miladdia Putri; Nurhafizhah Khairi; Febryola Indra
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i2.8160

Abstract

This study aims to analyze the tourism value chain in accommodating Generation Z tourist preferences in Desa Wisata Budaya Dokan. The research employed a mixed-method approach combining qualitative and quantitative methods through Conjoint Analysis. Data were collected using questionnaires, in-depth interviews, observation, and documentation involving 100 Gen-Z tourists selected through purposive sampling. The findings reveal that cultural aspects are the primary motivation for tourists, reflected by the highest utility value, while public facilities received negative utility scores, indicating weaknesses in basic tourism services. Facilities emerged as the most important attribute influencing travel decisions among Gen-Z tourists. Furthermore, the value chain analysis indicates that tourism management in Dokan Village remains fragmented and insufficiently integrated, particularly in terms of facilities, digital marketing, institutional support, and local economic value creation. Therefore, strengthening the tourism value chain through authentic cultural experiences, improved facilities, and digital promotion strategies aligned with Gen-Z characteristics is essential to enhance destination competitiveness and sustainability.