Articles
PERSEPSI PASIEN DAN KELUARGA TERHADAP ASUHAN KEPERAWATAN YANG DIBERIKAN OLEH MAHASISWA KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
Lina Herliana;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.577 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v8i1.1
The Problem: This research is motivated by the importance of patient perception to improve the dimensions of service quality and nursing care. Method: the study design used descriptive quantitative using percentage calculation. The population in this study was patients who were being treated in inpatient department at Bandung Adventist Hospital, and totaling 30 patients taken with a purposive sampling technique. The survey was conducted using a questionnaire on patient satisfaction with student nursing care consisting of 13 statements Result: Overall, the patient's perception of students nursing care was 87%. This value indicates that nursing care provided by nursing students to patients is in the good category. Even though, if calculated based on each statement, the statement item "students introduce themselves before providing services" has the lowest percentage value of 73%, this value is in the moderate category. Follow up: The results of this study were submitted to the education department, so that nursing students could be guided to maintain and improve the good grades that had been obtained, as well as provide guidance and supervision of the low and low scores obtained.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN BENCANA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN EVAKUASI DIRI SAAT GEMPA BUMI SISWA SD ADVENT PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Richard Tande;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.602 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v8i1.4
Gempa bumi merupakan gejala alam berupa goncangan atau getaran tanah yang timbul akibat terjadinya patahan atau sesar karena aktivitas tektonik. Daerah Parongpong mempunyaii potensi gempa bumi yang mungkin timbul dari pergerakan sesar Lembang sebesar 6,8 Skala Richter. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektifitas pendidikan bencana terhadap tingkat pengetahuan evakuasi diri saat gempa bumi siswa SD Advent Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian pre experimental one group pretest- posttest. Responden dalam penelitian ini 34 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes yang terdiri dari 10 pertanyaan benar atau salah mengacu pada panduan latihan evakuasi diri dari ruangan saat gempa yang dibuat oleh BNPB. Hasil uji wilcoxon menunjukan p < 0,05 ini mempunyai arti pendidikan bencana efektif dalam peningkatan pengetahuan siswa SD. Saran agar materi pendidikan bencana dapat diberikan dalam proses belajar di sekolah sebagai suatu langkah mitigasi bencana.
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA PERDARAHAN LUKA LUAR DALAM PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SIAGA BENCANA ANGGOTA PATHFINDER JEMAAT UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA
Nia Laurenza Sitohang;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.728 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v8i2.11
Bencana adalah serangkaian kejadian yang dapat mengancam dan mengganggu sumberkehidupan dan kehidupan masyarakat. Bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan bahkandapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur, jenis kelamin dan status sosial KabupatenBandung Barat merupakan area yang sangat rentan terhadap resiko bencana gempa bumi. Sesarlembang yang melintasi 5 kecamatan yang dimulai dari kecamatan Lembang, Parongpong,Cisarua, Ngamprah dan padalarang Lembang yang memiliki potensi terjadi gempa bumi denganmaksimum pergeseran 6,8 Skala Richter (SR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukurefektifitas pemberian materi pertolongan pertama pada perdarahan luka luar dalam programpeningkatan kapasitas siaga bencana anggota Pathfinder jemaat Universitas Advent Indonesia.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre experimental onegroup pretest-posttest. Responden dalam penelitian ini 31 orang. Instrumen penelitianmenggunakan tes yang terdiri dari 10 pertanyaan pilihan yang dirancang oleh peneliti mengacupada prosedur pertolongan pertama pada perdarahan luka luar dalam buku Pertolongan PertamaGawat Darurat Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PBBM) Yayasan IDEP. Hasil ujiWilcoxon nonparametric menunjukkan p < 0,05 ini berarti terjadi peningkatan pengetahuanpertolongan pertama pada perdarahan luka yang signifikan dari anggota Pathfinder. Saran agaranak usia sekolah dapat dipaparkan dengan materi kebencanaan yang lainnya untukmeningkatkan kapasitas dan menguragi resiko yang terjadi akibat bencana.
PENGETAHUAN PERAWATAN LUKA ANGGOTA PATHFINDER JEMAAT UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA DALAM PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SIAGA BENCANA GEMPA BUMI
Theo Fani Arta Uli Sirait;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.848 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v8i2.12
Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di berbagai belahanbumi. Umumnya gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi yang merupakan hasil daritekanan lempeng yang bergerak. Parongpong terletak pada patahan Sesar Lembang yangmemiliki potensi terjadi gempa bumi dengan maksimum pergeseran 6,8 Skala Richter (SR).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektifitas pemberian materi perawatan lukaterhadap tingkat pengetahuan anggota Pathfinder jemaat Universitas Advent Indonesia dalamprogram peningkatan kapasitas siaga bencana gempa bumi. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan desain penelitian pre experimental one group pretest-posttest.Responden dalam penelitian ini 31 orang. Instrumen penelitian menggunakan tes yang terdiridari 10 pertanyaan pilihan yang dirancang oleh peneliti mengacu pada prosedur perawatanluka dalam buku Modul Praktik Prosedur Kebutuhan Dasar Manusia Universitas AdventIndonesia. Hasil uji Wilcoxon nonparametric menunjukkan p < 0,05 ini berarti terjadipeningkatan pengetahuan perawatan luka yang signifikan dari anggota Pathfinder. Saran agaranak usia sekolah dapat dipaparkan dengan materi kebencanaan yang lainnya untukmeningkatkan kapasitas dan menguragi resiko yang terjadi akibat bencana.
PENGETAHUAN RESUSITASI JANTUNG PARU PASIEN TERDUGA COVID-19 MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA
Nickholas Chaidir;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.096 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v8i2.18
Henti Jantung merupakan kasus kegawatdadruratan yang harus segera dilakukan pertolongan dengan resusitasi jantung paru. Penderita penyakit jantung mempunyai resiko tinggi terkena infeksi termasuk covid 19. Resusitasi jantung paru pada pasien terduga covid 19 harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus dan mencegah penularan covid 19. Tujuan penelitian ini untuk mengukur pengetahuan resusitasi jantung paru pada pasien terduga covid-19 mahasiswa keperawatan Universitas Advent Indonesia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian adalah pre experimental dengan rancangan the one group pretest- posttest. Jumlah Responden dalam penelitian ini adalah 38 mahasiswa Keperawatan Universitas Advent Indonesia semester 7. Hasil dari penelitian ini didapatkan data bahwa Mean pada pre test adalah 76.5 termasuk dalam kategori pengetahuan tinggi sedangkan post testnya 96.8 termasuk dalam kategori pengetahuan sangat tinggi. Data diuji dengan metode Wilcoxon nonparametric test 2 related samples dengan hasil p < 0,05 ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan resusitasi jantung paru pasien terduga covid 19 mahasiswa Keperawatan Universitas Advent Indonesia naik secara signifikan.
Keterampilan Memakai Dan Melepas Alat Pelindung Diri Level 2 Mahasiswa Profesi Ners Universitas Advent Indonesia
Debora Debby Irvina Ruru;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.657 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v9i1.20
Alat Pelindung Diri (APD) merupakan alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari cedera atau penyakit yang diakibatkan oleh kontak dengan bahaya (hazards) di tempat kerja yang meliputi kimiawi, biologis, radiasi, fisik, elektris, mekanis dan lain-lain. Alat Pelindung Diri (APD) level 2 biasa digunakan oleh dokter, perawat, petugas laboratorium, farmasi, radiographer serta petugas kebersihan yang berdinas di ruang Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara memakai dan melepas alat pelindung diri level 2 pada mahasiswa profesi ners Universitas Advent Indonesia untuk mengurangi resiko terpapar virus Covid-19. Metode penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian adalah pre experimental dengan rancangan the one group posttest only. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa perawat Universitas Advent Indonesia jenjang profesi. Hasil penelitian yang didapatkan pada nilai mean keterampilan memakai APD adalah 92,8 sedangangkan nilai mean ketrampilan melepas APD adalah 87,2. Hal ini berarti mahasiswa profesi ners Universitas Advent Indonesia dalam memakai dan melepas APD level 2 pada tingkat keterampilan sangat tinggi. Saran untuk pendidikan tinggi keperawatan agar terus meningkatkan keterampilan peserta didik dalam memakai dan melepas APD level 2.
PENGETAHUAN DALAM MENERAPKAN EARLY WARNING SCORE MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA
Hanna Diana manurung;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.848 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v9i1.21
Kasus henti jantung bisa terjadi dimana saja. Kematian yang diakibatkan oleh henti jantung dapat diturunkan dengan Early Warning Score System yaitu sebuah system peringatan dini yang berupa skor yang digunakan untuk menunjukkan terjadinya perburukan kondisi pasien dapat digunakan untuk meningkatkan pengelolaan perawatan pasien secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan early warning score system pada mahasiswa profesi Ners Universitas Advent Indonesia mengenai hal-hal yang mungkin dilakukan untuk menurunkan angka kematian yang diakibatkan oleh henti jantung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimental yang menggunakan the one group post test only. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 30 mahasiswa perawat Universitas Advent Indonesia jenjang profesi. Hasil penelitian ini didapatkan hasil pada data mean nilai pengetahuan mahasiswa dalam menerapkan early warning score system adalah 81. Hal ini berarti mahasiwa profesi ners mempunyai pengetahuan dalam menerapkan arly warning score system dalam kategori tinggi.
PELAKSANAAN INITIAL ASSESMENT PADA PASIEN TRAUMA OLEH MAHASISWA PERAWAT PROGRAM PROFESI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA
Harlon Simbolon;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.314 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v9i2.28
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada pasien trauma. Penyebab utama kematian pada pasien trauma adalah adanya obstruksi jalan napas, gagal napas, syok hemoragik, dan cedera otak, perawat harus mengenal tanda dan gejala dari masalah tersebut dan juga harus mampu menangani bila masalah itu muncul pada pasien. Initial assessment merupakan suatu siklus penilaian yang dilakukan dengan cepat untuk menangani pasien gawat dan kritis yang diikuti dengan tindakan resusitasi. Tindakan initial assessment dimulai dengan mengidentifikasi identitas pasien, melakukan triase dan setelah itu dilanjutkan dengan tindakan survey primer yaitu penilaian pada ABCDE. Metode yang digunakan pada penelitan ini adalah deskriptif kuantitatif, instrument penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mencatat atau mendokumentasikan pelaksanaan prosedur initial assessment yang dilakukan. Subjek penelitian adalah 20 orang mahasiswa yang telah menyelesaikan stase keperawatan gawat darurat dan kritis di Fakultas Ilmu Keperawatan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara subjek penelitian diminta untuk melakukan initial assessment terhadap manekin sesuai dengan kasus yang diberikan. Penilaian pelaksanaan dilakukan dengan mencatat pelaksanaan prosedur oleh subjek penelitian di lembar observasi oleh peneliti. Setelah subjek melakukan prosedur pelaksanaan maka peneliti menghitung nilai persentasi pelaksanaan prosedur yang dilakukan. Hasil penelitian didapatkan nilai mean 87,31. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan initial assessment yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kategori sangat tinggi. Saran untuk pendidikan tinggi keperawatan agar terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman praktik peserta didik dalam melaksanakan initial assessment.
PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PASIEN DAN KELUARGA DI KLINIK ANGELINA
Fanny Tambunan;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.917 KB)
|
DOI: 10.55912/jks.v9i2.29
World Health Organization menetapkan status Covid-19 secara global menjadi pandemi, sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terutama dalam hal penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Upaya yang ditempuh pemerintah untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan pembentukan Satgas Covid-19 di tingkat pusat sampai ke desa serta pemerintah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan penularan Covid-19 melalui media elektronik seperti tayangan di televisi, radio ataupun media cetak seperti leaflet, spanduk dan lainnya dan melalui media social. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pencegahan penularan Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan accidental sampling digunakan untuk pemilihan sampel dimana jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 81 orang yang mengembalikan tes pengetahuan selama bulan Mei 2021. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa lembar pertanyaan yang berisi 16 pertanyaan. Hasil penelitian yang didapatkan pengetahuan pasien dan keluarga sangat baik dengan nilai rata-rata pengetahuan 81,6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah promosi Kesehatan untuk mencegagah penularan Covid 19 cukup baik dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat.. Saran bagi masyarakat adalah menjalankan protocol kesehatan dalam mencegah penularan covid 19.
TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DI RUANG ISOLASI MANDIRI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA
Parlindungan Manurung;
Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55912/jks.v10i1.45
Various efforts have been made by the government to stop the chain of spread of the Covid-19 virus, among others, by following health protocols, not panicking, maintaining health, avoiding crowds and maintaining distance, and strengthening the body's immunity. The low level of awareness of students who live in dormitories in following health protocols causes students to be exposed to the Corona virus so they have to undergo isolation or quarantine in the dormitory. People who are confirmed positive for Covid-19 who are isolated can experience mental disorders, such as anxiety. Therefore, this study was conducted to determine the anxiety level of students undergoing isolation at the Adventist University of Indonesia. This research method is descriptive quantitative. The subjects in this study were students who were exposed to the Covid-19 virus as many as 58 people. Saturated sampling techniques where the entire population was involved in the study. Instruments for measuring anxiety signs using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). This study showed that there were 37 students (63.8%) who were being treated in the isolation room were not experiencing anxiety. There were 19 students (32.8) experiencing mild anxiety and 2 students (3.4%) experiencing moderate anxiety. The majority of respondents experienced sleep pattern disorders, where students could not rest quietly, which was as many as 28 (48.2%).