Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Pada Materi Teorema Phytagoras M Gina Auliah Ramdan; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1996

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan penalaran siswa dalam menyelesaikan permasalahan pada materi teorema pythagoras dengan pengkategorian tingkat kemampuan penalaran matematis tinggi, sedang, dan rendah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX sebanyak 20 orang. Bentuk pengambilan data yaitu pemberian 5 butir soal tes tertulis pada subjek terpilih. Hasil penelitian ini menunjukan klasifikasi kemampuan penalaran matematis siswa diperoleh persentase sebesar 33,38% pada indikator membuat generalisasi untuk memperkirakan jawaban dan proses solusi; 20,43% pada indikator melakukan manipulasi matematika; 27,07% pada indikator menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisis situasi matematika; dan sebesar 1,63% pada indikator penalaran menarik kesimpulan. Secara keseluruhan didapatkan hasil persentase sebesar 20,63% masuk dalam kriteria rendah.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII Tentang Bangun Datar Ditinjau Dari Teori Van Hiele Bella Lorentina; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4693

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang berada di dalam diri seorang siswa dalam rangka menggunakan proses berpikir untuk memecahkan permasalahan dengan cara mengumpulkan fakta, informasi maupun alternatif yang lain, serta menentukan pemecahan masalah yang paling efektif. Tujuan penelitian ini untuk memahami tingkat kemampuan dalam memecahkan permasalahan dikaji menurut Teori Van Hiele pada siswa SMP dengan materi bangun datar. Subjek penelitian berjumlah 16 orang siswa yang dilakukan secara purposive sampling. Disamping itu, instrumen yang digunakan berupa tes essai. Dari penelitian ini, diperoleh hasil sebesar 18.75% yang berada pada kategori sangat tinggi, dimana siswa mampu memenuhi 4 indikator penilaian. Selanjutnya, 31.25% siswa berada pada kategori tinggi karena mereka hanya dapat memenuhi 3 indikator penilaian. Lalu 34.75% siswa berada pada kategori rendah karena mereka hanya dapat memenuhi 2 indikator penilaian. Terakhir terdapat 6.25% siswa berada pada kategori sangat rendah dikarenakan mereka hanya mampu memenuhi 1 indikator atau tidak sama sekali.
Kesalahan Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Indikator Kemampuan Pemecahan Masalah Tiara Vemmy Ramadhani; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5056

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran sekolah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, dalam belajar matematika, siswa dibekali kemampuan memecahkan masalah kontekstual yang sering ditemukan dalam aktivitas kesehariannya. Namun banyak ditemukan siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga diperlukan suatu kajian untuk menelaah kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang membuat siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang ditinjau dari indikator kemampuan pemecahan masalah. Siswa kelas IX SMPIT Al-Mu’min dengan Tahun Pelajaran 2022/2023 menjadi populasi dalam penelitian ini. Data diambil dengan menggunakan random sampling, dan diperoleh siswa kelas IX yang berjumlah 20 siswa. Data diambil dengan menggunakan metode tes untuk menentukan kemampuan pemecahan masalah siswa, lalu dianalisis dengan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kesalahan dalam memahami masalah sebesar 3.75%; 2) Kesalahan dalam merencanakan penyelesaian sebesar 19.00%; 3) Kesalahan dalam menyusun model matematika sebesar 6.25%; 4) Kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah sesuai rencana sebesar 8.00%; 4) Kesalahan melakukan pengecekan jawaban sebesar 19.50%.