Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Teknik Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Bahan Bekas di PAUD Al Hasanah Ampenan Nurul Iman; Abdurrahman Abdurrahman; Ahmad Zainul Irfan; Ani Endriani; Khairul Huda
Jurnal Dedikasi Madani Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.537 KB) | DOI: 10.33394/jdm.v1i2.7033

Abstract

Keberhasilan kegiatan pembelajaran di PAUD sangat ditentukan oleh pengelolaan berbagai kegiatan main oleh pendidik. Kegiatan tersebut diupayakan seoptimal mungkin harus dapat dan mampu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini. Maka dari itu sebagai calon pendidik PAUD harus berusaha untuk membuat dan atau mengembangkan alat permainan edukatif dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di lingkungan sekitar. Dengan adanya alat permainan edukatif (APE) ini bisa membantu pendidik untuk mempermudah proses pembelajaran di kelas dengan lebih efektif dan menyenangkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih guru dalam pembuatan alat permainan edukatif (APE) berbasis bahan bekas. Metode yang digunakan adalah partisipatif. Hasilnya semua guru antusias dalam mengikuti pelatihan serta bisa menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak.
TANGGAPAN MAHASISWA TENTANG PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Abdurrahman
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 3 No. 9 (2022): September
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v3i9.2607

Abstract

Abstrak: PThis research aims to determine the responses of West Nusa Tenggara Nahdlatul Ulama University students to the use of image media on student learning outcomes. The results of this research show that the use of image media is very helpful in improving student learning outcomes, because it involves all the competencies possessed by students. The level of students' abilities increased after using image media in the learning process. The research results showed that the use of image media had a significant influence in improving students' abilities in learning. Abstarak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama’ Nusa Tenggara Barat terhadap penggunaan media gambar terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar sangat membantu untuk meningkatkan hasil belajar siswa, karena melibatkan semua kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Tingkat kemampuan siswa meningkat setelah menggunakan media gambar dalam proses belajar, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan siswa pada pembelajaran.
Analisis Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kurikulum Abdurrahman
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i2.3407

Abstract

Abstrak: Fungsi dan tugas kepala sekolah dapat diakronimkan menjadi emanslime (education,manager, administrator,supervisor, leader, inovator, motivator dan entrepreneur). Kepala sekolah bertugas sebagai manajer sekolah diantaranya harus memehami betul tentang manajemen kurikulum. Maka seorang kepala sekolah dalam memahami kurikulum sebagai jantungnya lembaga pendidikan harus benar-benar dikuasainya. Atas dasar tersebut penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum di MTs. At-Tahzib Kekait. Adapun focus penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum di MTs. At-Tahzib Kekait ? (2) Bagaimana kesiapan kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin dalam pengembangan kurikulum di MTs. At-Tahzib ?. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Sumber data ini dikelompokkan dalam dua bagian yaitu sumber data berupa subyek penelitian dan tempat penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyah At-Tahzib. Data yang akan digali terbatas pada unsur-unsur (1) peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum di MTs. At-Tahzib Kekait. (2) dokumen profil dan keadaan Madrasah Ibtidaiyah At-Tahzib Kekait. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh adalah (1) kepala sekolah sangat berperan dalam pengembangan kurikulum di MTs.At-Tahzib Kekait. (2) terlihat kesiapan kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum di MTs. At-Tahzib Kekait.
Digital Literacy Development Strategy in Higher Education Institutions Jayadi, Agus; Ikawati, Hastuti Diah; Abdurrahman, Abdurrahman; Irawan, M. Ary
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v10i1.13882

Abstract

This study aims to analyze the digital literacy development strategy in higher education institutions with a focus on three main aspects: (1) the digital literacy development strategy implemented, (2) the challenges faced in implementing the digital literacy program, and (3) the effectiveness of the program in improving students' ability to use technology critically and ethically. The research method used is a qualitative approach with a case study at a university in West Nusa Tenggara. Data were obtained through interviews with students, lecturers, and digital literacy program managers as well as analysis of relevant policy documents. The results of the study indicate that the strategies implemented include the integration of digital literacy into the curriculum, training for lecturers and students, and the development of technology infrastructure. However, the main challenges faced include limited infrastructure, lecturers' resistance to technology, and students' lack of critical and ethical understanding of using technology. The digital literacy program has proven effective in improving students' technical skills, but needs strengthening in the aspects of information evaluation and digital ethics. This study suggests the need for increased continuous training for lecturers, strengthening of technological infrastructure, and increasing student awareness of the importance of digital literacy holistically.
MENGEMBANGKAN POTENSI DAN KREATIVITAS PEMUDA DALAM MENINGKATKAN POTENSI DESA WISATA MELALUI MEDIA SOSIAL NETWORK DI DESA BATULAYAR BARAT Abdurrahman, Mashur, Dedi Riswasndi, Helmi Jauhari, dan Hermansyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v2i1.427

Abstract

Di dalam masyarakat kita, kegiatan literasi masih belum sepenuhnya bisa membuat masyarakat tergugah. Untuk menumbuhkan budaya literasi, banyak hal bisa yang bisa dilakukan; misalnya dengan membuat Lapak Baca, Berugak Buku ‘sederhana’ yang menyediakan akses bacaan. Juga akses media internet. Saat ini IPTEK berkembang pesat. Dengan ini kemudian, kegiatan literasi; membaca dan menulis kreatif dapat lebih mudah dikembangkan untuk menciptakan informasi-informasi yang menarik, aktual, dan mampu menjadi instrument strategis sebagai strategi promosi. Caranya, menciptakan narasi-narasi dalam bentuk sebuah tulisan. Terlebih lagi, jika informasi-informasi berupa tulisan kreatif menyajikan informasi tentang potensi alam, ekonomi dan kawasan suatu desa/wilayah tersebut dapat dengan mudah diakses melalui internet melalui sarana web, blog, media social, twitter, instagram, dan lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola objek wisata. Pengamat pariwisata Chusmeru (2017) mengatakan bahwa media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Media sosial juga sangat menarik dan interaktif. Dalam kaitan ini, sangat bermanfaat untuk memperkuat brand pariwisata, khususnya desa wisata. Dengan ini kemudian, maka menyajikan informasi melalui tulisan-tulisan kreatif, popular, akan lebih diminati. Kegiatan pengabdian masyarakat akan dilakukan di Desa Batulayar Barat. Target luaran yang dihasilkan jurnal nasional tidak terakreditasi ber ISSN.
The Workshop For Morality Abdurrahman
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i2.1246

Abstract

Buku yang ditulis oleh Dindin Solahudin. Lokakarya untuk moralitas: kreativitas islam pesantren daarut tauhid di bandung, jawa, Buku ini mencoba melihat studi pesantren yang berbeda. Secara resmi dikenal sebagai Pesantren Daarut Tauhid, pesantren ini terletak di Bandung dan berkembang pada awal periode kebangkitan Islam di Indonesia. Lebih sering disebut sebagai Bengkel Akhlaq, 'Lokakarya Moralitas' ini memberikan daya tarik khusus kepada kelompok-kelompok muda Muslim perkotaan, khususnya mahasiswa. Pendirinya adalah H. K. Abdullah Gymnastiar, yang lebih dikenal sebagai Aa Gym, yang kemudian menjadi salah satu pengkhotbah Muslim dan selebriti televisi terkemuka di Indonesia. Pesantren Daarut Tauhid terkenal karena popularitas khotbah Aa Gym dan respons emosional yang ia pengaruhi di antara para pengikutnya. Ritual menangis adalah fitur yang menonjol dari pertemuan di pesantren. Namun Pesantren Daarut Tauhid juga tidak biasa karena mengorganisir pengajaran kitab klassik dengan mengundang guru-guru agama terkemuka dari pesantren Jawa Barat lainnya untuk memberi ceramah pada waktu yang berbeda selama seminggu dan menyajikan orientasi Islam yang berbeda-beda. Dindin Solahudin melakukan kerja lapangan untuk penelitian ini pada pertengahan 1990-an dan mampu memberikan wawasan yang luar biasa tentang operasional Pesantren Daarut Tauhid sekaligus menyampaikan rasa semangat keagamaan yang menjadi ciri periode ini. Dia juga mampu berbicara panjang lebar dengan pendirinya, Aa Gym, dan atas dasar ini, dia menyajikan gambaran kehidupan awal Aa Gym dan kemunduran awal dan pengalaman spiritual berikutnya yang mengubah hidupnya. Dia menyoroti pentingnya mimpi dan pengalaman haji yang mendalam yang mendorong gerakan pertama dari karir dakwahnya dan akhirnya pendirian pesantrennya. Secara khusus berkaitan dengan pemahaman misi Pesantren Daarut Tauhid sebagai 'Lokakarya Moralitas', Dindin Solahudin mengkaji formulasi Aa Gym tentang kualitas pikiran dan hati yang ia lihat sebagai dasar moralitas Islam: ketulusan, kerendahan hati, kejujuran dan kesabaran. Pencapaian kualitas-kualitas ini adalah tujuan dari semua kegiatan keagamaan pesantren.Lokakarya Moralitas adalah karya luar biasa yang memiliki relevansi historis dan etnografis yang mencerminkan kapasitas pengarangnya, Dindin Solahudin, untuk menangkap momen kritis dalam perkembangan Islam dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Berasal dari Bandung, Dindin Solahudin telah memiliki paguyuban sejak 1993 dengan bekas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Jati yang kini menjadi Universitas Islam Negeri di Bandung. Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, ia pernah mengepalai Jurusan Jurnalistik dan Jurusan Pengembangan Masyarakat pada waktu yang berbeda.
Layanan Informasi Dalam Rangka Meminimalisir Kecemasan Akademik Siswa Ni Ketut Alit Suarti; Farida Herna Astuti; I Made Gunawan; Hariadi Ahmad; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v1i2.2836

Abstract

The purpose of this service activity is to reduce student academic anxiety through providing information services in the form of group guidance. The method of implementing this service activity uses the group guidance service method. The target of this activity is 28 students of class XII at Baiturrahman Islamic High School. In the process of group guidance activities, students are explained about the meaning of academic anxiety, the characteristics of behavior that arise, the factors that influence it, and how to overcome it. Likewise, it is also explained that learning motivation is very important to be cultivated so as not to cause academic anxiety, especially in facing exams. The results of this service activity show that students have an understanding of academic anxiety and how to deal with it. In addition, the activities of providing information services through group guidance have also been able to provide learning motivation to students to be more enthusiastic and prepare themselves both mentally and to study more seriously. High learning motivation will have an impact on increasing enthusiasm for learning and can overcome anxiety in facing exams, so that the learning outcomes obtained can be achieved maximally.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN Abdurrahman
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i1.556

Abstract

Penilaian yang dilaksanakan oleh guru masih didominasi oleh penilaian yang digunakan mengukur aspek kognitif yang bisa diterapkan dalam penilaian kurikulum. Atas dasar tersebut penelitian ini bermaksud untuk menemukan proses penilaian yang dilaksanakan oleh guru di MI Nurul Islam Karangpule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Adapun focus penelitian ini adalah (1) bagaimanakah guru kelas mengembangkan instumen penilaian proses pembelajaran sesuai dengan sistem penilaian di MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram tahun 2021 (2) Bagaimanakah guru kelas melaksanakan penilaian berdasarkan proses pembelajaran instrumen penilaian yang telah dikembangkan? Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan tiga tahap pengumpulan data yaitu, (1) pralapangan, (2) kegiatan lapangan dan (3) analisis intensif. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (observasi), wawancara dan dokuemntasi. Seluruh data dianalisis dengan menggunakan (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) verifikasi data. Adapun hasil yang diperoleh adalah (1)Guru MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram sudah mampu membuat istrumen penilaian peruses pembelajran sesuai dengan sistem penilaian (2) Guru MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram hanya sebagian yang melaksanakan penilaian berdasarkan instrumen penilaian yang dikembangkan pada Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP). Penilaian yang dilaksanakan oleh guru masih didominasi oleh penilaian yang digunakan mengukur aspek kognitif yang bisa diterapkan dalam penilaian kurikulum. Atas dasar tersebut penelitian ini bermaksud untuk menemukan proses penilaian yang dilaksanakan oleh guru di MI Nurul Islam Karangpule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Adapun focus penelitian ini adalah (1) bagaimanakah guru kelas mengembangkan instumen penilaian proses pembelajaran sesuai dengan sistem penilaian di MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram tahun 2021 (2) Bagaimanakah guru kelas melaksanakan penilaian berdasarkan proses pembelajaran instrumen penilaian yang telah dikembangkan? Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan tiga tahap pengumpulan data yaitu, (1) pralapangan, (2) kegiatan lapangan dan (3) analisis intensif. Metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (observasi), wawancara dan dokuemntasi. Seluruh data dianalisis dengan menggunakan (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) verifikasi data. Adapun hasil yang diperoleh adalah (1)Guru MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram sudah mampu membuat istrumen penilaian peruses pembelajran sesuai dengan sistem penilaian (2) Guru MI Nurul Islam Sekarbela Kota Mataram hanya sebagian yang melaksanakan penilaian berdasarkan instrumen penilaian yang dikembangkan pada Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP).
Hubungan Antara Penggunaan Game online Dengan Perilaku Agresif Verbal Pada Siswa Kelas VIII Di SMPN 22 Mataram Abdurrahman; Ni Ketut Alit Suarti; Seftian Arief Budiman
Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025, Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan
Publisher : Jurnal Sistem Informasi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif verbal merupakan bentuk ekspresi negatif yang dapat berdampak pada iklim sosial dan emosional di lingkungan sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku ini adalah intensitas penggunaan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan game online dengan perilaku agresif verbal pada siswa kelas VIII di SMPN 22 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui dua jenis angket, yaitu angket penggunaan game online dan angket perilaku agresif verbal. Teknik analisis yang digunakan adalah uji statistik Pearson Product Moment. Bedasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan game online dengan perilaku agresif verbal pada siswa kelas VIII di SMPN 22 Mataram tahun pelajaran 2024/2025 dengan hasil analisis menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,603 lebih besar dari rtabel sebesar 0,276 dengan nilai signifikansi (sig.) 0,000. Karena nilai sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 sehingga terdapat Hubungan Antara Penggunaan Game online dengan Perilaku Agresif Verbal pada Siswa Kelas VIII di SMPN 22 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan tingkat hubungan yang kuat, dengan arah hubungan positif yang artinya ketika siswa memiliki intensitas penggunaan game online yang tinggi, maka siswa tersebut memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi pula.
Stakeholder Roles in Strengthening Religious Moderation: A Case Study of Socio-Religious Conflict in Mesanggok Village, Gerung Subdistrict, West Lombok Regency Abdurrahman; Fibrian Khotmul Aula Putra
Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Nahdlatul Ulama Studies
Publisher : Lakpesdam PCNU Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/jnus.v6i1.68-85

Abstract

Religious moderation denotes a perspective, disposition, and practice of religiosity that foregrounds justice, balance, respect for human dignity, and commitment to the national civic compact. Yet in rural communities with entrenched religious traditions, the entry of preaching currents that label local practices as bid‘ah may generate delegitimation, polarization, and conflict escalation. This article addresses three questions: (1) how the chronology and dynamics of socio-religious conflict escalation unfolded in Mesanggok Village, Gerung Subdistrict, West Lombok; (2) how stakeholders (village government, police, the Indonesian Ulama Council/MUI, the Office of Religious Affairs/KUA, the Religious Harmony Forum/FKUB, Lakpesdam NU, religious counsellors, faith-based organizations, youth, and academics) contributed to strengthening religious moderation and post-conflict recovery; and (3) how cross-actor musyawarah (deliberative consultation) produced consensus and programmes to prevent recurrent conflict. Using a qualitative case-study design, data were collected through observation, in-depth interviews, document review, community deliberations (sarasehan), and focus group discussions, and were analysed thematically and iteratively through coding and case-narrative construction with source and method triangulation. The findings show that stakeholder collaboration operated through four stages: (1) de-escalation and security protection, (2) mediated dialogue and norm clarification, (3) the formation of community consensus and rules of engagement, and (4) the institutionalisation of inclusive religious programmes (routine cross-group study circles) that frame differences as manageable khilāfiyah (legitimate interpretive disagreement) rather than identity-threatening disputes. In conclusion, the Mesanggok conflict emerged not merely from theological disagreement but from struggles over legitimacy and the delegitimation of local religious traditions. Recovery proved most effective when religious moderation was enacted through collaborative, deliberative governance that distributed stakeholder roles protection, mediation, norm production, and programme institutionalization in a synergistic and sustained manner. The study recommends: establishing inclusive village-level deliberation protocols; strengthening public literacy on ikhtilāf and the ethics of da‘wah through MUI, KUA, Lakpesdam NU, religious counsellors; developing mediation-oriented community policing; and extending cross-group programmes to the hamlet/RT level to prevent renewed escalation.