Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Design of Work Facilities to Reduce Complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDS) with an Ergonomic Approach to Coffee Farmers Nukhe Andri Silviana; Chalis Fajri Hasibuan; M. Fauza Rizkyansyah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 1 No. 2 (2022): IJHE-JULY 2022
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.684 KB) | DOI: 10.55227/ijhet.v1i2.17

Abstract

Complaints on the musculoskeletal system are complaints that are felt by a person in the muscles and skeleton with different levels of complaints, complaints to this damage are usually referred to as musculoskeletal disorders. The purpose of this study was to improve work facilities in the process of picking coffee cherries in Arul Item Village, Central Aceh. This measurement was carried out using the REBA (Rapid Entire Body Assessment) method and using the NBM (Nordic Body Map) questionnaire as the research instrument. The study was conducted using an analytical survey method which aims to see the relationship between work attitudes and musculoskeletal complaints with an ergonomic approach. From the results of the NBM questionnaire on 56 workers, it shows that the musculoskeletal complaints experienced by coffee berry pickers are in the category of pain, most of which are in the upper neck and left wrist as many as 39 (70%). In the very category of pain, the most pain was in the left shoulder 50 (89%) and the right wrist as much as 33 (59). Based on measurements using the REBA method, it is stated that there is an actual REBA score of 4-7 where the risk is at moderate risk for musculoskeletal disorders and on the proposed REBA score there is a score of 2 where the score is in a low risk area, so as to improve work attitudes and work posture which resulted in the emergence of musculoskeletal complaints, a modified work tool design, namely a bag, was proposed to reduce the high number of musculoskeletal complaints in coffee fruit pickers
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN MENGGUNAKAN CARA TRADISIONAL Hasibuan, Chalis Fajri; Rahmiati, Rahmiati; Nasution, Jamilah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v1i3.128-132

Abstract

Virgin coconut oil merupakan minyak yang diperoleh dari ekstraksi yang dilakukan dari buah kelapa segar yang diproses dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan cara tradisional dengan menggunakan peralatan maksimal untuk produksi skala rumahan, tujuan dari pembuatan virgin coconut oil ini adalah untuk memberikan informasi pemanfaat hasil kelapa yang berupa santan yang dapat diolah kembali menjadi minyak VCO yang memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kegunaan sebagai obat, dari hasil. Cara pembuatan VCO dilakukan dengan cara praktek bersama-sama antara pemateri dengan mitra. Pertama kali dilakukan demonstrasi oleh pemateri yang selanjutnya diikuti oleh mitra yang dipandu oleh pemateri. Prosedur pembuatan VCO  terdiri dari: persiapan bahan baku, Pembelahan Kelapa, pemarutan kelapa, pemerasan kelapa parut menjadi santan, pemanasaan santan sampai menjadi VCO dengan suhu maksimal 70oC.Kata Kunci : Virgin Coconut Oil, Proses Produksi, Biologi Industri
Evaluasi Penerapan Safety Climate Menggunakan NOSAQ-50 Di Perusahaan Perkebunan PT. XYZ Chalis Fajri Hasibuan; Nurhamidah Rizki Lubis
Elkawnie Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v4i2.3597

Abstract

Safety Climate merupakan persepsi bersama antara manajemen perusahaan dan pekerja dalam menangani masalah terkait dengan keselamatan kerja di dalam perusahaan. Safety Climate yang tinggi menggambarkan bahwa perusahaan sudah memiliki persepsi yang sama. Sedangkan Safety Climate yang rendah menggambarkan bahwa perusahaan masih memiliki persepsi yang berbeda. Dan perbedaan persepsi di dalam perusahaan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Karena kecelakaan kerja berawal dari perilaku tidak aman, dan perilaku tidak aman berawal dari persepsi kerja yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keselamatan kerja di Perusahaan Perkebunan PT XYZ dimana setiap tahunnya masih terjadi kecelakaan kerja. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan metode The Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) yang terdiri dari 7 dimensi iklim kerja. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney dan Kruskal Wallis dinyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan Safety Climate di kelompok jabatan, jenis kelamin, umur dan lama bekerja. Sedangkan pada kelompok pendidikan terdapat perbedaan yang signifikan untuk dimensi pemberdayaan keselamatan kerja, sehingga perlu diberikan suatu usulan perbaikan iklim keselamatan untuk meningkatkan iklim keselamatan di perusahaan agar tidak terjadi lagi kecelakaan kerja di tahun beriktunya.The safety climate is a shared perception between company management and workers in dealing with safety-related issues within the company. A high level of safety reflects that companies already have the same perception. While the low work safety climate illustrates that companies still have different perceptions. And differences in perception within the company cause work accidents. Because work accidents stem from unsafe behavior, and unsafe behavior begins with different perceptions of work. The purpose of this research is to evaluate the safety of work at Factory Plant where every year there are work accidents. This measurement is done by using The Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50) which consists of 7 working climate dimensions Based on test results Mann Whitney and Kruskal Wallis stated there is no significant difference in work safety climate in the occupational group, sex, age and duration of work. While in the education group there is a significant difference for the dimension of the empowerment of work safety, so it needs to be given a suggestion of improvement of the safety climate to improve the safety climate in the company in order to avoid more work accidents in the next year.
Inovasi Desain Kemasan Botol Parfum Berbasis Model Kano dan Quality Function Deployment untuk Meningkatkan Kepuasan Konsumen Fajri Hasibuan, Chalis
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v21i1.1938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain kemasan botol parfum berbasis kebutuhan konsumen dengan mengintegrasikan Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang merupakan konsumen Perfume. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan tertutup, kemudian diuji menggunakan uji validitas (Pearson) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha). Hasil analisis Model Kano menunjukkan bahwa atribut kemasan terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu must-be, one-dimensional, dan attractive. Atribut must-be berupa kelengkapan informasi produk menjadi kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi. Atribut one-dimensional meliputi bentuk dan dimensi kemasan yang berpengaruh langsung terhadap kepuasan konsumen. Sementara itu, atribut attractive seperti warna, material, dan desain visual berperan sebagai faktor peningkat daya tarik produk. Selanjutnya, metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam karakteristik teknis melalui House of Quality (HoQ), sehingga diperoleh prioritas pengembangan desain kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek visual dan informatif menjadi faktor utama dalam pengembangan desain kemasan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen dan daya saing produk
EDUKASI DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG CARA PENGOLAHAN DAN KHASIAT MINYAK KARO DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL Rahmiati Rahmiati; Toberni S. Situmorang; Helen Anjelina Simanjuntak; Chalis Fajri Hasibuan; Jamilah Nasution; Ferdinand Susilo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 6 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i6.2490-2494

Abstract

Minyak Karo merupakan salah satu pengobatan tradisional khas masyarakat Karo di Sumatera Utara yang dibuat dari campuran minyak kelapa dan berbagai rempah alami yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Seiring berkembangnya modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, pengetahuan mengenai pengolahan dan pemanfaatan minyak Karo mulai mengalami penurunan, terutama pada generasi muda. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahan dan khasiat minyak Karo dalam pengobatan tradisional. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 06–07 Februari 2025 di Lingkungan III, Kecamatan Padang Bulan Selayang II, Medan, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan minyak Karo. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kalangan usia mengikuti kegiatan secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan respons positif dari peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 27 peserta (90%) menyatakan sangat puas dan 3 peserta (10%) menyatakan puas terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, cara pengolahan, serta potensi pengembangan minyak Karo sebagai produk pengobatan tradisional dan produk bernilai ekonomi. Selain mendukung pelestarian kearifan lokal, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan minyak Karo sebagai produk herbal berbasis budaya lokal yang memiliki potensi industri dan ekonomi
ANALISIS PENGENDALIAN BAHAN BAKU DENGAN METODE JUST IN TIME DALAM PEMBUATAN TAHU PADA PABRIK TAHU ULI Chalis Fajri Hasibuan
Jurnal Industrial Galuh Vol. 8 No. 02 (2026): Jurnal Industrial Galuh
Publisher : Teknik Industri Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jig.v8i02.6133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Just in Time (JIT) pada Pabrik Tahu Uli di Kabupaten Tapanuli Utara. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya kelebihan persediaan bahan baku yang menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan dan menurunkan efisiensi operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah pesanan rata-rata, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, total biaya persediaan, serta menentukan kuantitas pemesanan optimal menggunakan metode Just in Time (JIT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan bahan baku kedelai selama tahun 2025 sebesar 8.255 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 24 kali dan jumlah pesanan rata-rata sebesar 343,96 kg per pesanan. Total biaya persediaan sebelum penerapan metode JIT sebesar Rp 2.431.250 per tahun. Setelah diterapkan metode JIT dengan kuantitas pemesanan optimal sebesar 85,99 kg per pengiriman, total biaya persediaan dapat ditekan menjadi Rp 1.215.625 per tahun. Dengan demikian, penerapan metode Just in Time mampu menghasilkan penghematan biaya persediaan sebesar Rp 1.215.625 atau sekitar 50% dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Just in Time efektif dalam meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku melalui pengurangan jumlah persediaan yang disimpan di gudang tanpa mengganggu kelancaran proses produksi.