Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBERDAYAAN UMKM OPAK KETAN CIBUAYA MELALUI ERGONOMI DAN POKA-YOKE MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA MASYARAKAT BERKELANJUTAN Asep Erik Nugraha; Fransisca Debora; Diah Kusumastuti; Sutrisno; Raihan Rama Wijaya; Merlbie Marlella
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i1.723

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keselamatan kerja pada proses produksi opak ketan di UMKM Opak Ketan Cibuaya yang berlokasi di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya efisiensi produksi, postur kerja yang tidak ergonomis, serta belum adanya standar operasional yang memadai, sehingga berdampak pada keluhan muskuloskeletal, ketidakkonsistenan ukuran produk, dan penurunan produktivitas. Metode pelaksanaan PkM menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dengan melibatkan mitra secara aktif sejak tahap identifikasi masalah, perancangan solusi, implementasi, hingga evaluasi. Intervensi yang dilakukan meliputi perancangan dan penerapan meja kerja ergonomis, penyediaan alat bantu poka-yoke berupa cetakan opak untuk menyeragamkan ukuran produk, serta sosialisasi dan pendampingan terkait efisiensi dan keselamatan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kenyamanan kerja, penghematan waktu proses produksi, serta meningkatnya keseragaman ukuran opak yang dihasilkan. Selain itu, evaluasi pascapelaksanaan mengindikasikan peningkatan produktivitas, penurunan variasi produk, dan meningkatnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sasaran dengan menunjukkan bahwa penerapan prinsip ergonomi dan poka-yoke yang sederhana, aplikatif, dan berbiaya rendah dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja produksi sekaligus kesejahteraan pekerja UMKM.
Material Inventory Control Analysis Using Safety Stock and Reorder Point Methods at PT. Hwaseung Bimaruna Indonesia Muhammad Luthfi Aprian; Sutrisno; Apid Hapid Maksum; Muhammad Rafi Achsan; Naufal Rabbani Sumitra
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Hwaseung Bimaruna Indonesia is an automotive rubber component distribution company facing inventory control problems, as indicated by 33 materials categorized as Need Order in its Material Requirement Planning (MRP) system. This condition reflects a potential inventory shortage that may disrupt operational activities. This study aimed to identify materials with Need Order status, determine the required Safety Stock, and calculate the optimal Reorder Point (ROP) as a basis for inventory control. A quantitative approach was employed using the Safety Stock and Reorder Point methods. The research samples were selected through purposive sampling, focusing on five materials with the highest demand levels: 82130-I7000, 58737-BW200, 58738-BW200, 25415-I7000, and 26710-2M020. The data consisted of material demand records, inventory data, supplier lead time data, and company MRP data from January to May 2026. The results showed that the highest Safety Stock value was found for materials 58737-BW200 and 58738-BW200 at 1,889.29 units, while the lowest value was identified for materials 25415-I7000 and 26710-2M020 at 850.58 units. The highest Reorder Point value was obtained for materials 58737-BW200 and 58738-BW200 at 7,520.89 units, whereas the lowest value of 5,418.18 units was found for materials 25415-I7000 and 26710-2M020. The implementation of the Safety Stock and Reorder Point methods can assist the company in determining appropriate safety inventory levels and replenishment timing, thereby minimizing the risk of stockouts.