Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERANCANGAN MESIN SCREW CONVEYOR UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA PETANI GARAM Abdul Majid Budianto; Marno; Rizal Hanifi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i1.16958

Abstract

Garam merupakan salah satu pelengkap dari bahan pangan yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Untuk memudahkan dalam pembuatan garam perlu adanya alat-alat yang otomatis sehingga meningkatkan hasil kerja yang efektif. Screw Conveyor yaitu salah satu jenis pesawat pemindah bahan yang sederhana dengan prinsip kerjanya menggunakan ulir. Screw conveyor ini terdiri dari pipa ulir yang di susun pada pipa atau poros yang berputar di dalam tabung tetap kemudian digerakkan menggunakan motor. Komponen yang digunakan pada screw conveyor diantaranya: motor listrik, reducer, poros, bantalan, palung, dan screw. Material yang digunakan yaitu stainless steel 316L. Penelitian ini berisikan perancangan mesin screw conveyor dengan menggunakan aplikasi Autodesk Inventor 2015, dalam perancangan ini material menggunakan plat SS316L dengan tebal 2 mm, kemudian untuk frame/rangka menggunakan besi siku dengan ketebalan 4 x 40 mm dan 5 x 50 mm. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu, kapasitas yang didapatkan adalah 1711 ft3/hr. dengan jumlah daun screw 23, pitch 150, maka menghasilkan daya total yang dibutuhkan untuk memutar screw conveyor ini sebesar 2 HP dengan kecepatan putaran conveyor actual sebesar 38,2 rpm
Perancangan dan Pembuatan Mesin Pemotong PCB Dengan Mekanisme Gerak Linear Berbasis Arduino Uno Fathur Muhammad; Aa Santosa; Rizal Hanifi
Jurnal Mesin Nusantara Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v9i1.26630

Abstract

Perkembangan industri manufaktur elektronik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi sektor industri elektronik meningkat sebesar 12,8% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Printed Circuit Boards (PCB) merupakan komponen penting dalam perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, dan alat elektronik lainnya. Berdasarkan observasi di PT. Sharp Electronics Indonesia, proses pemotongan PCB masih banyak dilakukan secara manual, sehingga sering menimbulkan hasil potongan yang tidak presisi. Maka dari itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang mencakup perancangan, pembuatan dan menguji mesin pemotong PCB yang bertujuan untuk memotong PCB mendapatkan hasil yang bagus, rapih dan presisi. Adapun spesifikasi mesin sebagai berikut: Mesin pemotong PCB dengan dimensi 30 cm x 30 cm dilengkapi dengan menggunakan motor DC 24V dengan 30.000 rpm, power suply DC, Arduino uno, linear servo actuator, IR Module Infrared Barrier Sensor, saklar sentuh dan rangka mesin yang terbuat dari material kayu backlite.
Analisis Kekuatan Bending Akibat Posisi Pengelasan Smaw pada Sambungan Pipa ASTM A53 Ilham Nasuha; Rizal Hanifi; Boni Sena
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.6392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi posisi pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) pada uji penetrant cair pada pipa karbon ASTM A53 terhadap sifat mekanik, khususnya dalam uji bending dan penetrant, dan untuk menghitung kekuatan lentur pipa ASTM A53. Hasil penelitian menghasilkan nilai kekuatan bending rata-rata sebesar 505,408 MPa untuk variasi kuat posisi 5 G, 347,907 MPa untuk variasi kuat posisi 6 G. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada patahan pada uji penetrant yang dapat melukai atau menyebabkan kebocoran, dengan demikian hasil pengelasan dapat digunakan atau diteruskan sesuai dengan inspektur penguji NDT dengan nomor sertifikasi B4T-PC/TCI. Menurut inspektur pengujian NDT dengan nomor sertifikasi SNT-IC-2011. Hasil menunjukkan bahwa variasi posisi pengelasan berpengaruh signifikan pada kekuatan mekanik material. Posisi 5 G memberikan nilai kekuatan bending tertinggi, sementara arus 100 A menunjukkan hasil optimal dalam kekuatan mekanik secara keseluruhan, dengan peningkatan risiko retak pada posisi 5 G. penetrant menunjukkan perubahan ukuran butir seiring dengan peningkatan posisi. Kesimpulannya, posisi pengelasan 6 G merupakan pilihan optimal untuk pengelasan ASTM A53 dalam mencapai sifat mekanik yang baik dan stabil.
Pengaruh Variasi Ketebalan Komposit Serat Kelapa terhadap Koefisien Absorpsi Bunyi pada Frekuensi Rendah Raihan Arsy Wildani Hidayat; Rizal Hanifi; Aa Santosa
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5687

Abstract

This study aims to investigate the effect of coconut fiber composite thickness on the sound absorption coefficient using a two-microphone impedance tube. The composites were fabricated with thickness variations of 1 cm and 2 cm using the hand lay-up method, with polyester resin as the matrix and coconut fiber as the reinforcement. The tests were conducted at frequencies of 400 Hz, 450 Hz, and 500 Hz. Data processing was carried out using LabVIEW and MATLAB software. The results show that the composite with a thickness of 2 cm exhibited a higher sound absorption coefficient compared to the 1 cm thickness across all tested frequencies. The highest sound absorption coefficient was recorded at 0.175 at 400 Hz for the 2 cm thickness. However, the absorption capability significantly decreased at higher frequencies, particularly for the 1 cm thickness, which showed no absorption at 500 Hz. These findings indicate that coconut fiber has potential as an environmentally friendly sound-absorbing material, especially in the low-frequency range.