Angka pemberian ASI eksklusif (EBF) di beberapa wilayah Indonesia masih di bawah target nasional. Pembentukan kader konselor ASI yang terlatih merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pembentukan kader konselor ASI dengan model pretest–posttest design dalam meningkatkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan di Desa Kubutambahan. Metode: Studi quasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest dengan kelompok kontrol non-random. Sampel terdiri dari 133 ibu nifas dengan bayi berusia <1 bulan pada baseline: 67 ibu di desa intervensi (Desa Kubutambahan) dan 66 ibu di desa kontrol yang karakteristik demografinya serupa. Intervensi: pembentukan dan pelatihan 30 kader konselor ASI (pelatihan 3 hari), pendampingan rumah, kelompok dukungan ibu (monthly mothers' support groups), dan pesan pengingat melalui SMS/WhatsApp selama 6 bulan. Pengukuran utama: proporsi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan; data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur pada pretest (baseline) dan posttest (6 bulan). Analisis menggunakan uji Chi-square untuk perbandingan proporsi EBF, serta regresi logistik untuk mengontrol kovariat. Tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Pada pretest, proporsi EBF serupa antara kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 40,3% dan 39,4%). Setelah 6 bulan (posttest), proporsi EBF di kelompok intervensi meningkat menjadi 77,6% (n=52), sedangkan kelompok kontrol naik menjadi 45,5% (n=30). Perbedaan absolut peningkatan EBF antara kelompok intervensi dan kontrol adalah 32,1% (p<0,001). Regresi logistik multivariat yang mengontrol usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan menunjukkan bahwa ibu di desa intervensi 4,1 kali lebih mungkin memberikan ASI eksklusif dibandingkan kelompok kontrol (OR adj = 4,10; 95% CI: 2,05–8,20; p<0,001). Kesimpulan: Model pretest–posttest dengan pembentukan kader konselor ASI yang terlatih, dilengkapi pendampingan rumah dan kelompok dukungan, efektif meningkatkan proporsi pemberian ASI eksklusif di Desa Kubutambahan.