Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDAMPINGAN PADA WANITA UNTUK PERSIAPAN FISIK DAN PSIKIS DALAM MENGHADAPI FASE PRA MENOPAUSE DI DESA JATILUWIH Putu Sukma Megaputri; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ketut Eka Larasati Wardana; Dewi Aprelia Meriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 2 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i2.73

Abstract

Masa pramenopause merupakan siklus yang dihadapi oleh setiap Wanita di seluruh Dunia. Banyaknya keluhan yang dapat dirasakan saat masi ini menjadi penting untuk dapat mengetahui dengan baik persiapan fisik dan psikis yang disiapkan oleh ibu sebelum menghadapi masa pramenopause. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada ibu-ibu di Desa Jatiluwih tentang persiapan menyambut masa pramenopause baik dari segi fisik dan psikis. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 20-30 orang ibu usia 45-49 tahun dengan tempat pengabdian di wantilan Desa Jatiluwih. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan tokoh masyarakat dan perbekel Desa Jatiluwih, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata nilai pretest sebelum diberikan edukasi dengan nilai 60,8 selanjutnya setelah diberikan edukasi pengetahuan mereka meningkat menjadi 78,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai persiapan fisik dan psikis dalam menghadapi masa pramenopause di Desa Jatiluwih.
EFEKTIFITAS PEMBENTUKAN KADER KONSELOR ASI UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DI DESA KUBUTAMBAHAN, BULELENG BALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Putu Sukma Megaputri; Luh Putu Indah Cantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.75

Abstract

Angka pemberian ASI eksklusif (EBF) di beberapa wilayah Indonesia masih di bawah target nasional. Pembentukan kader konselor ASI yang terlatih merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pembentukan kader konselor ASI dengan model pretest–posttest design dalam meningkatkan proporsi ibu yang memberikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan di Desa Kubutambahan. Metode: Studi quasi-eksperimental dengan desain pretest–posttest dengan kelompok kontrol non-random. Sampel terdiri dari 133 ibu nifas dengan bayi berusia <1 bulan pada baseline: 67 ibu di desa intervensi (Desa Kubutambahan) dan 66 ibu di desa kontrol yang karakteristik demografinya serupa. Intervensi: pembentukan dan pelatihan 30 kader konselor ASI (pelatihan 3 hari), pendampingan rumah, kelompok dukungan ibu (monthly mothers' support groups), dan pesan pengingat melalui SMS/WhatsApp selama 6 bulan. Pengukuran utama: proporsi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan; data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur pada pretest (baseline) dan posttest (6 bulan). Analisis menggunakan uji Chi-square untuk perbandingan proporsi EBF, serta regresi logistik untuk mengontrol kovariat. Tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Pada pretest, proporsi EBF serupa antara kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 40,3% dan 39,4%). Setelah 6 bulan (posttest), proporsi EBF di kelompok intervensi meningkat menjadi 77,6% (n=52), sedangkan kelompok kontrol naik menjadi 45,5% (n=30). Perbedaan absolut peningkatan EBF antara kelompok intervensi dan kontrol adalah 32,1% (p<0,001). Regresi logistik multivariat yang mengontrol usia ibu, pendidikan, dan pekerjaan menunjukkan bahwa ibu di desa intervensi 4,1 kali lebih mungkin memberikan ASI eksklusif dibandingkan kelompok kontrol (OR adj = 4,10; 95% CI: 2,05–8,20; p<0,001). Kesimpulan: Model pretest–posttest dengan pembentukan kader konselor ASI yang terlatih, dilengkapi pendampingan rumah dan kelompok dukungan, efektif meningkatkan proporsi pemberian ASI eksklusif di Desa Kubutambahan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMASANGAN HANDRAIL UNTUK KESELAMATAN WISATA DI AIR TERJUN JEMBONG Putu Sukma Megaputri; Desak Ketut Sugiartini; Made Bayu Oka Widiarta; Dewi Aprelia Meriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.101

Abstract

Keselamatan saat melakukan wisata merupakan satu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap daerah wisata. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan semakin baiknya daerah wiata menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan kunjungan juga diharapkan semakin meningkat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pengabdian Masyarakat dengan melakukan pemasangan handrail bersama-sama dengan pokdarwis untuk menciptakan iklim keamanan dan wisata sapta pesona. Metode pengabdian ini menggunakan Teknik identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring kegiatan. Sasaranya adalah pokdarwis Air Terjun Jembong sejumlah 28 orang. Pendampingan ini dilaksanakan selama 7 hari dan menilai kunjungan dari wisatawan 6 bulan selanjutnya. Hasilnya bahwa terjadi peningkatan kunjungan wisatawan akibat pemasangan handrail yang dilakukan. Simpulannya bahwa pendampingan yang dilakukan kepada pokdarwis membawa hal yang baik selain meningkatkan keamanan dan pencegahan kecelakaan wisatawan terjadi juga peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong.