Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Ritual Sebagai Ruang Interreligious Engagement Di Tana Toraja: Tinjauan Sosiologis Terhadap Ritual Rambu solo’ Sebagai Ruang Dialog Antaragama Ambakaraeng, Eliazer; Lattu, Izak Y. M.; Adi, Suwarto
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 10, No 1 (2024): KENOSIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v10i1.1073

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat Religious Engagement dan Dialog agama dalam ritual kematian orang Toraja, yaitu Rambu Solo. Tulisan merupakan kritik terhadap dialog agama yang dilakukan oleh para elit dan sifatnya struktural. Oleh karena itu sebagai kritik, tulisan ini menempatkan tradisi oral (oral-based) dan ritual sebagai upaya untuk melihat bagaimana ritual kematian orang Toraja menjadi ruang bagi dialog antar agama. Pendekatan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan penulis lakukan melalui wawancara dan review literatur terhadap teks yang bersinggungan dengan penelitian ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori solidaritas Durkheim dan Ritual dalam beberapa tokoh sosiolog sebagai perspektif untuk melihat bagaimana keterkaitan antara ritual dan nilai-nilai dalam ritual menjadi jembatan untuk dialog antar agama. Melalui tulisan ini, penulis menemukan bahwa dialog antara agama dalam ritual rambu solo’ menempatkan identitas primordial sebagai yang utama bukan identitas keagamaan. Oleh karena itu, ritual berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang di dalamnya orang menemukan dan menciptakan makna (meaning making) dengan individu dan kelompok sebagai suatu komunitas. 
RESILIENSI SPIRITUAL PASCABENCANA Ataupah, Noviyan Kefinabu; Harisantoso, Imanuel Teguh; Adi, Suwarto
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v6i2.533

Abstract

This study explores the impact of a landslide disaster on the spiritual life of the Evangelical Christian Church in Timor (GMIT) Victory Noelmina congregation, which consists of members from Noelmina Village and its surrounding areas. The research focuses on the effects of the disaster on the congregation's spirituality, including the intensity of worship, involvement in church ministry, and spiritual resilience in facing trauma and loss. This study employs a qualitative method with a single case study approach. The research subjects are three families from the GMIT Victory Noelmina congregation directly affected by the disaster, selected through purposive sampling. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation, while data analysis was conducted thematically through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the landslide disaster increased the congregation's spirituality. Worship attendance rose from 60% to 91%, and participation in church ministries such as prayer meetings and catechetical worship increased. Spiritual resilience became a key factor in trauma recovery, where the congregation interpreted the disaster as an opportunity to strengthen their relationship with God and others. In conclusion, the disaster brought negative impacts and catalyzed spiritual growth and community solidarity, relevant to Christian theology in addressing life's challenges.
Pemalangan Tanah Sebagai Bentuk Resistensi Masyarakat Papua Barat Terhadap Pembangunan Ngabalin, Marthinus; Adi, Suwarto; Tampake, Tony
Indonesian Journal of Religion and Society Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Indonesian Center for Religion and Society Studies (InTReSt)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijrs.v6i2.423

Abstract

This research aims to analyze the resistance efforts of West Papuans in land blocking in the form of demands for compensation, customary bars, complaints and demands, coordination with other parties and the use of traditional leadership systems. In Papuan culture, talking about land means talking about people at the same time. On the other hand, this research also analyzes the phenomenon of land blocking as a form of resistance to the development process in Papua. This stems from the concept that development that does not involve the community in the planning process will have an impact on the process. Resistance is seen as a model of resistance to the development process in the form of rejection, blockading and even carried out openly in the form of protests and demonstrations. The method used is qualitative research, using an ethnographic approach. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and literature studies. Data analysis in the study adopted the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings show that land for the Papuan people has a very important role in life and is interpreted as Mama who contains and gives life to humans. In addition, resistance is understood as a form of protest against the development process carried out on the land of the Papuan people
RESILIENSI SPIRITUAL PASCABENCANA Ataupah, Noviyan Kefinabu; Harisantoso, Imanuel Teguh; Adi, Suwarto
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v6i2.533

Abstract

This study explores the impact of a landslide disaster on the spiritual life of the Evangelical Christian Church in Timor (GMIT) Victory Noelmina congregation, which consists of members from Noelmina Village and its surrounding areas. The research focuses on the effects of the disaster on the congregation's spirituality, including the intensity of worship, involvement in church ministry, and spiritual resilience in facing trauma and loss. This study employs a qualitative method with a single case study approach. The research subjects are three families from the GMIT Victory Noelmina congregation directly affected by the disaster, selected through purposive sampling. Data collection techniques include in-depth interviews, participatory observation, and documentation, while data analysis was conducted thematically through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the landslide disaster increased the congregation's spirituality. Worship attendance rose from 60% to 91%, and participation in church ministries such as prayer meetings and catechetical worship increased. Spiritual resilience became a key factor in trauma recovery, where the congregation interpreted the disaster as an opportunity to strengthen their relationship with God and others. In conclusion, the disaster brought negative impacts and catalyzed spiritual growth and community solidarity, relevant to Christian theology in addressing life's challenges.
ETIKA EKOLOGI DALAM KEARIFAN LOKAL “SASI” DI MALUKU Brando Zeth Maatoke; Irene Ludji; Suwarto Adi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i1.343

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggali etika ekologi dari kearifan lokal sasi. Sasi merupakan salah satu kearifan lokal dari masyarakat Maluku. Sasi dipraktekan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam ciptaan. Maka dari itu, sasi sering  digunakan sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dengan pedoman dalam kearifan ini,  alam tetap dijaga di tengah meningkatnya sifat antroposentris dari manusia. Selain itu, sasi memberikan paradigma baru bahwa alam bukanlah objek dari manusia, tetapi merupakan subjek. Maka dari itu, kearifan lokal sasi mengandung nilai-nilai etis yang perlu digali sebagai bagian dari etika ekologi. Teori yang akan dijadikan sebagai landasan teori dalam menggali etika ekologi dari tradisi sasi adalah teori deep ekology dari Arnev Ness. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sasi mengadung sejumblah nilai etis, misalnya kebaikan, kesetaraan dan solidaritas. Nilai tersebut dapat dijadikan sebagai kaidah dalam membangun hubungan dengan alam semesta. Dalam hubungan tersebut, ekosistem hutan tetap terjaga serta  perkembangbiakan flora dan fauna yang ada di hutan dan laut dapat berjalan dengan baik.
Antusiasme Beribadah Pasca Pandemi COVID-19 di Gereja-Gereja Isa Almasih Wilayah Ungaran Benyamin, Nefry Christoffel; Tampake, Tony; Adi, Suwarto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v8i1.718

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu yang lalu tentu menimbulkan dampak pada banyak aspek. Bahkan sampai saat ini, dampak dari Pandemi Covid-19 masih dapat ditemukan dan dirasakan. Dalam kegiatan bergereja dan berjemaat tentu ada dampak-dampak yang juga ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19 tersebut, dan itu menyangkut juga pada bagaimana anggota jemaat beribadah. Berdasarkan hal tersebut maka tulisan ini bermaksud untuk mengetahui dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Mengapa hal ini menjadi penting? Oleh karena dalam ibadah-ibadah di gereja, antusiasme anggota jemaat berperan besar dalam terlaksana dan optimalnya tujuan beribadah yang riil dan otentik. Untuk mencapai tujuan atau maksud penulisan ini maka metode yang dipakai adalah pengumpulan data secara kualitatif dengan melakukan observasi dan beberapa wawancara terkait dengan hal itu. Data itu kemudian dianalisis menggunakan teori perubahan sosial untuk kemudian melihat seperti apa dampak Pandemi Covid-19 terhadap antusiasme anggota jemaat dalam ibadah Minggu di gereja pasca pandemi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa antusiasme beribadah anggota jemaat dalam beribadah di gereja pasca pandemi Covid-19 meningkat kembali yang mana hal ini dapat dilihat sebagai perubahan sosial dengan pola seperti bandul (kembali ke posisi awalnya setelah berayun).
Religion and Management: Redefining God's Kingdom Management for Human Resources Post COVID-19 Wiryadinata, Halim; Adi, Suwarto; Rumbay, Christar Arstilo; Pathmanathan, Joseph Winston Napoleon
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/rjsalb.v6i3.12679

Abstract

This research analyzes the shifting of management of God's Kingdom to focus on saving human resources in the economic site due to COVID-19. The old paradigm of management of God's Kingdom, which is to save human resources biblically, shifts to humans from the low economic condition. This study aims to redefine the shifting of management of God's Kingdom as the form of human resources development from the economic perspective. This study systematically presents the economy's condition due to COVID-19, the Church's response to it, and the redefinition of God's Kingdom management through the descriptive qualitative method. This research confirms the redefinition of management of God's Kingdom as the Church's response to help human resources. Finally, this research aims to give out some charity programs and skill training in saving human resources in responding to the economic downward due to COVID-19.
Pendidikan Agama Kristen dalam Pendampingan terhadap Orang Tua yang Mengalami Empty-Nest Kristiantia, Graseila; Engel, Jacob Daan; Adi, Suwarto
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemahaman Pendidikan Agama Kristen dapat berperan khususnya dalam proses pendampingan yang diberikan kepada orang tua yang mengalami empty-nest, dengan tujuan membantu mereka untuk menganggap diri mereka berharga dan bermakna meskipun tidak lagi tinggal bersama dengan anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan melihat bahwa situasi empty-nest memiliki dampak yang jika dibiarkan tidak mendapatkan pendampingan akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur. Sumber-sumber rujukan digunakan untuk melihat penyebab dan dampak dari situasi empty-nest. Peran Pendidikan Agama Kristen melalui gereja serta dan adanya interaksi antar anggota keluarga yang lain dalam proses pendampingan terhadap orang tua yang mengalami empty-nest, dibutuhkan untuk membantu mereka mampu menumbuhkan kesadaran diri, penerimaan diri, keterbukaan terhadap lingkungan, dan keinginan untuk bermakna.
CAPTIKUS DI PERSIMPANGAN MAKNA: KONTESTASI ANTARA SIMBOL KEKERASAN PUBLIK DAN SAKRALITAS BAGI MASYARAKAT DESA WANGA M.C. Mokoagow, Intan; R. Tampake, Tony; Adi, Suwarto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i7.2025.%p

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontestasi makna simbolik captikus yang ambivalen. Captikus dipandang sakral, sekaligus dibangun atas narasi kekerasan. Ketegangan makna ini merupakan sebuah pertarungan struktur sosial, makro dan mikro, sehingga menjadi fenomena yang menunjukkan bahwa masyarakat hidup dalam suatu dialog dalam ruang sosial yang kompleks. Makna tidak bersifat tetap, konstan, dan statis; namun dinamis. Lokus penelitian berada di Desa Wanga, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara – tempat di mana captikus menjadi entitas penting karena berperan menopang struktur masyarakat: agama, budaya, sosial, dan ekonomi. Di sisi lain, ada tekanan publik terhadap praktik produksi dan konsumsi captikus yang dipandang sebagai akar kekerasan sosial dan persoalan-persoalan masyarakat (patologi sosial). Berdasarkan konteks inilah, maka penelitian ini berbasis pada penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini mengumpulkan data melalui sumber primer (masyarakat Desa Wanga) dan sekunder (dokumen, postingan media sosial, berita online, literasi hukum), dengan bersumber pada teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Penelitian ini pun juga berbasis pada analisis konstruktivisme, dengan menggunakan pandangan Peter Berger tentang “konstruksi sosial atas agama,” karena penelitian ini menyoroti aspek sakralitas dari captikus. Argumentasi utama tulisan ini menyebut, captikus merupakan simbol yang bersifat ambivalen, sehingga menyebabkan terjadinya kontestasi makna dalam ruang sosial, antara struktur lokal (mikro) dan publik (makro).
Spiritual Capital as a Driver of Entrepreneurial Spirit Permanent Community, Gambirsari, Salatiga Nugroho, Wisnu Sapto; Loekmono, J.T. Lobby; Adi, Suwarto; Supratikno, Agus; Tsitsigkos, Spyridon
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.10137

Abstract

This paper proves that spiritual capital is the driving force of entrepreneurial spirit. Spirituality comes from religious values, traditions, and the environment. It can be seen in the community of Tetep, Dukuh Gambirsari Kelurahan Randuacir, Salatiga, Central Java. The entrepreneurial spirit in this community develops due to the impacts of spirituality that manifest in daily practice. The approach of this paper is autoethnography, which is a narrative study based on the experiences of individuals and communities in society. The research utilizes the theories of capital developed by Karl Marx, Weber, and Pierre Bourdieu. Marx emphasized that humans are beings who work, and material possessions serve as the driving force behind work. Weber argues that economic development is closely intertwined with non-economic factors. Bourdieu conceptualizes capital across various dimensions-economic, cultural, social, and symbolic – which are interconnected with habitus and field. The spiritual capital that grows through the practice of life shows that people have the ability to manifest the appreciation of spirituality into the power to survive and thrive amid changing times. In its development, it was also found that some members of the community did not view their businesses solely as a means of survival, but rather as a source of livelihood that created jobs for many people. This spiritual capital is developed in concrete actions through the creations of self-employment in the form of trade and service business. The development of an entrepreneurial society with all its implementations can be used in this approach. Spiritual capital gives rise to fortitude, perseverance, courage to take risks, learners, gratitude, fruitfulness, and honesty. This spirit became the driving force of capitalism for marginalized communities, known as marginal capitalism or village capitalism. They proved the values, culture, and norms of society.