Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Pengaruh Keseimbangan Kerja-Kehidupan Terhadap Loyalitas Karyawan Nazarani Kezia Zanetti; M. Ardan; Herni Johan
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i1.555

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (Work-Life Balance) menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas karyawan, jika tidak ada keseimbangan maka akan memyebabkan stres dan menurunkan kepuasan hidup, yang pada akhirnya berdampak negatif pada loyalitas karyawan. Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda mengalami peningkatan dan penurunan karyawan yang berhenti bekerja sehingga angka turnover mencapai lebih dari 10% per tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh hubungan antara keseimbangan kerja-kehidupan terhadap loyalitas karyawan. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, dengan 144 populasi dan 103 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan dapat meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih loyal.
Edukasi Risiko Gout melalui Media Audio Visual pada Lansia di Desa Kertabuana M Ardan; Sri Sunarti; Ghozali Ghozali; Ferry Fadzlul Rahman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.878

Abstract

Asam urat sering dijumpai dimasyarakat terutama pada lanjut usia dimana penyakit ini disebut juga sebagai artritis gout yang merupakan penyakit degenerative yang menyerang persendian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai edukasi risiko gout melalui media audio visual pada lansia di Desa Kertabuana yang diikuti oleh 60 responden. Sebelum dilaksanakan penyuluhan terlebih dahulu melaksanakan Focus Gorup Discussion (FGD) bersama pihak Pemerintahan Desa, Pihak Puskesmas dan Petugas Posyandu Lansia. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik responden lebih banyak pada jenis kelamin perempuan (58,3%) dan responden berumur 60-69 tahun (66,7%) yang mengikuti sosialisasi. Sedangkan dari hasil evaluasi statistik pengetahuan lansia meningkat setelah dilaksanakan sosialisasi melaui media audio visual (p=0,000<0,05) dengan rata-rata 59,03 menjadi 79,18. Perlunya kepedulian dan perhatian kepada lansia akan memberikan dampak dan harapan yang positif serta semangat para lansia untuk terus dapat hidup dan menyadari bahwa usia senja mereka harus tetap prima.
Pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja Berbasis Komunikasi Karakter Siti Noorbaya; M. Ardan; Rusdiana Fitri
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.919

Abstract

Pembentukan dan pembinaan pusat informasi dan konseling Remaja adalah program pengabdian masyarakat yakni sebagai wadah yang dikembangkan dalam program generasi berencana, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja / mahasiswa guna memberikan pelayanan informasi dan konseling berbasis komunikasi karakter. Sekolah dan perguruan tinggi merupakan wahana pendidikan yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan reproduksi remaja, dalam rangka mendukung program pemerintah yang dilaksanakan pada mahasiswa. Remaja / mahasiswa merupakan masa pencarian identitas diri, yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Informasi yang berimbang sangat dibutuhkan remaja dalam menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan, khususnya terkait kesehatan reproduksi. Teknologi informasi memberikan kontribusi pada tahap perkembangan ini, sehingga memiliki dampak positif maupun negatif. Tujuan kegiatan ini adalah (1) Meningkatkan pengatahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, (2) Pembentukan PIK-R sehat berbasis komunikasi karakter, dan (3) Membuat program PIK-R berbasis komunikasi karakter. Sasaran pembentukan PIK-R adalah remaja putri yang berjumlah 20 orang yang disebut dengan volunteer atau kader kesehatan remaja. Metode kegiatan berupa branstroming, focus group discussion dan ceramah. Kegiatan ini terealisasikan dengan baik dan memberikan kebermanfaatan bagi peserta dan para pemangku kepentingan serta telah di terbitkan surat keputusan PIK-R Mutiara Mahakam di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mutiara Mahakam Samarinda.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Erika Hamdana; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Pengaruh Keselamatan Pasien Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di RSUD I.A Inche Abdul Moeis Samarinda Cahya Rio Nur Rahman; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56736

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan mutu dan keamanan pelayanan kesehatan. Namun di sisi lain juga menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, penerapan standar keselamatan pasien sering diasumsikan dapat menambah beban kerja perawat karena adanya kewajiban prosedural serta dokumentasi yang harus dipenuhi. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui apakah keselamatan pasien berpengaruh terhadap beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keselamatan pasien terhadap beban kerja perawat rawat inap di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan keselamatan pasien berada pada kategori sedang sebesar 73,6%. Uji statistik korelasi Spearman menghasilkan nilai korelasi −0,129 dengan p-value 0,221, sehingga H0 diterima. Hal dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan pasien dan beban kerja perawat.
Pengaruh Kompetensi Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di Rsud I.A Moeis Samarinda Intan Nur Azizah; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56932

Abstract

Based on the data obtained regarding the workload experienced by nurses, nurse workload is a real problem at I.A. Moeis Regional General Hospital Samarinda. This condition occurs when in one shift, 6 nurses handle up to 40 patients or more. As many as 67% of nurses stated that the workload is in the heavy category. This condition triggers work fatigue and risks reducing the quality of service and patient safety. One factor suspected of influencing workload is nurse competence in carrying out clinical tasks, communication, and nursing care management. Low competence can slow down actions, increase work errors, and increase work pressure in the inpatient ward. This study aims to analyze the effect of competence on the workload of inpatient nurses using quantitative methods with a cross-sectional design on 91 respondents through a purposive sampling technique. Data collection used a questionnaire that has been tested for validity and reliability and analyzed using the Spearman Rank test. The correlation test showed an r value of 0.001 with a p value of 0.993. Thus, the results of the study show that the null hypothesis (H₀) is accepted, which means that there is no significant influence of competence on the workload of inpatient nurses at I.A Moeis Regional General Hospital, Samarinda.
Hubungan Antara Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Kronis Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Cinta Sasmita Rahma Illahi; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah; Rr. Nindya Mayangsari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57051

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani. Namun, rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan masih menjadi permasalahan utama yang dapat menghambat keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit kronis yang dideritanya. Oleh karenanya, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit kronis dan kuesioner kepatuhan pengobatan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan pasien tentang penyakit kronis berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Hubungan Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Farmasi Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan Di RSUD I.A Moeis Samarinda Vera Michaella Stefani; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien rawat jalan dengan penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan layanan farmasi serta Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan terhadap layanan farmasi dalam kategori puas (86,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan dalam kategori tinggi (92,3%). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kepuasan layanan farmasi dengan kepatuhan pengobatan (r = 0,781) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,610. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.