Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman Petugas Dalam Melaksanakan Ketepatan Waktu Pengembalian Rekam Medis Melalui Analisis Fishbone Indah Triesna Uyang; M. Ardan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i1.1127

Abstract

Rekam medis merupakan informasi yang lengkap atau akurat terkait indentitas pasien serta perjalan penyakit yang dialami selama pasien berobat di puskesmas. Pengembalian rekam medis merupakan kegiatan dimana rekam medis pasien yang sebelumnya berada di ruang perawatan dan dikembalikan ke ruang rekam medis. Ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat jalan merupakan masalah pada penelitian ini, dimana untuk pengembalian rekam medis rawat jalan sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal) 1 x 24 jam setelah pasien pulang. Oleh karena itu, identifikasi masalah tersebut dengan menggunakan analisis fishbone untuk mengetahui akar dari masalah pengembalian rekam medis. Analisis dilakukan dengan mengobservasi dan analisis selanjutnya diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor yaitu man, method, machine dan money. Berdasarkan analisis tersebut, salah satu akar dari permasalahan yang menyebabkan pengembalian rekam medis tidak tepat waktu adalah penundaan pengembalian rekam medis dan tingkat kedisiplinan petugas masih rendah. Penggunaan analisis fishbone sangat bermanfaat bagi puskesmas dan perlu diperhatikan untuk mengidentifikasi sebuah penyebab yang akan muncul di lain hari.
Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Loyalitas Karyawan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda Trifosa, Trifosa; Ardan, M; Johan, Herni
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i1.22486

Abstract

Loyalty and job satisfaction have a significant influence on improving performance so that efforts to improve performance are carried out through increasing job satisfaction. Information shows that the number of employees who stop working at the hospital has increased and decreased by >10% each year. The purpose of this study was to analyze the effect of job satisfaction on employee loyalty at the Siaga Al Munawwarah Hospital Samarinda. This study used a cross-sectional design method with a population of 144 employees and a sample of 103 employees selected through purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire, then analyzed using simple linear regression. The results of the analysis showed that job satisfaction had a positive and significant influence on employee loyalty, indicated by the p-value (0.000 <0.05). This finding emphasizes the importance of job satisfaction in improving employee loyalty and performance, especially in the health sector.
Analisis Pengaruh Keseimbangan Kerja-Kehidupan Terhadap Loyalitas Karyawan Nazarani Kezia Zanetti; M. Ardan; Herni Johan
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 1 (2025): February
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i1.555

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (Work-Life Balance) menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas karyawan, jika tidak ada keseimbangan maka akan memyebabkan stres dan menurunkan kepuasan hidup, yang pada akhirnya berdampak negatif pada loyalitas karyawan. Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda mengalami peningkatan dan penurunan karyawan yang berhenti bekerja sehingga angka turnover mencapai lebih dari 10% per tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh hubungan antara keseimbangan kerja-kehidupan terhadap loyalitas karyawan. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, dengan 144 populasi dan 103 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa keseimbangan kerja-kehidupan dapat meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih loyal.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Erika Hamdana; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.
Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi Pasien dengan Kepatuhan dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Nadya Febriantie; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55416

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan penyakit kronis merupakan faktor penting dalam keberhasilan terapi, namun masih dipengaruhi oleh berbagai determinan, salah satunya tingkat sosial ekonomi. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, memenuhi kebutuhan pengobatan, serta mempertahankan kepatuhan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi pasien dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 400 pasien penyakit kronis rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat sosial ekonomi dan kepatuhan pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik (87,1%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (94%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan pengobatan, namun dengan kekuatan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun sosial ekonomi berperan dalam mendukung kepatuhan pasien, faktor lain seperti pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, dan sistem pelayanan kesehatan juga memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan perlu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada edukasi pasien dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.