Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Social Library

Hubungan Antara Stress Kerja dengan Produktivitas kerja pada Karyawan Khairuddin Khairuddin
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 2, No 1 (2022): JURNAL SOCIAL LIBRARY MARCH
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.567 KB) | DOI: 10.51849/sl.v2i1.60

Abstract

Produktivitas kerja adalah faktor penting dalam menyokong perputaran roda bisnis pada suatu perusahaan, produktivitas kerja merupakan suatu kemampuan untuk memperoleh hasil yang maksmial dari adanya fasilitas yang tersedia pada perusahaan dengan penghasilan output yang optimal bahkan kalau mungkin yang maksimal. Telah banyak dilakukan penelitian mengenai hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja, namun pada jurnal penelitian, didapatkan hasil yang berbeda-beda, oleh karena alasan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai hubungan stres kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan dengan menggunakan pendekatan studi meta-analisis. Penelitian ini melakukan reviu yang melibatkan 10 jurnal penelitian yang berhubungan dengan stres kerjda dan produktivitas kerja pada 10 tahun terakhir, dengan jumlah total responden sebanyak 794. Hasil dari penelitian studi meta-analisis ini menunjukkan adanya korelasi yang small effect size sebesar r = 0,02 (95% CI=-0.456,0.482) confidance intervalnya akan ada heterogeneity ????²= 97,8% 80%, makadari itu meta-analisis ini menggunakan random effects dari hasil tersebut menggambarkan bahwa stres kerja pada karyawan berkorelasi dengan produktivitas kerja secara langsung dikarenakan memiliki small effect size, hal ini disebabkan adanya faktor-faktor lain yang memiliki efek (pengaruh) akan variabel produktivitas kerja.
Gambaran Motivasi Belajar Pada Masa Pandemi COVID-19 di MAN 2 Langkat Risky Rahmawati; Khairuddin Khairuddin
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 2, No 2 (2022): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan terkait gambaran motivasi belajar siswa pada masa Pandemi Covid-19 di MAN 2 Langkat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas XI dan kelas XII MAN 2 Langkat yang berjumlah sekitar 707 orang, dan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah sekitar 107 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini  menggunakan  teknik  random  sampling.  Pengumpulan  data  menggunakan  Skala Likert  yang disebarkan melalui google form. Teknik analisis data menggunakan teknik stastistik deskriptif dengan menghitung persentase data dari setiap aspek-aspek, kemudian menginterpretasi skor presentasi data dan menganalisis setiap aspeknya secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran motivasi belajar siswa pada masa Pandemi Covid-19 di MAN 2 Langkat sangat baik, hal itu didapatkan dari skor presentase aspek-aspek motivasi belajar yakni berjumlah 48% pada aspek optimis, 30% pada aspek dorongan mencapai sesuatu, 16% pada aspek inisiatif, dan 6% pada komitmen.
Hubungan Antara Komitmen Organisasi Dengan Perilaku Inovatif Pada Guru Lisnaini Ramadhani; Babby Hasmayni; Khairuddin Khairuddin
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 3, No 1 (2023): JURNAL SOCIAL LIBRARY MARCH
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v3i1.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dengan perilaku inovatif pada guru di SMK Musda Perbungan. Sampel dalam penelitian ini adalah 41 orang, yang merupakan Guru. Hal ini sejalan dengan landasan teori yang ada maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara komitmen organisasi dengan perilaku inovatif pada Guru. Dengan asumsi semakin tinggi komitmen organisasi, maka semakin tinggi perilaku inovatif, dan sebaliknya semakin rendah komitmen organisasi maka semakin rendah perilaku inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan skala komitmen organisasi dengan skala perilaku inovatif. Teknik pengambilan data sampel menggunakan Total Sampling. Berdasarkan koefisien determinan (r2) dari hubungan variabel X dan variabel Y sebesar r2 = 0,891, ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi berkontribusi terhadap perilaku inovatif sebesar 89,1%. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara komitmen organisasi dengan perilaku inovatif sangat kuat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Pearson Product Moment. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komitmen organisasi dengan perilaku inovatif. Hal ini ditunjukkan koefisien rxy = 0,944 dengan p = 0,000 0,050 yang berarti hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara komitmen organisasi dengan perilaku inovatif dinyatakan diterima.
Hubungan Dukungan Organisasional Dengan Burnout Rizqa Nabilah; Shirley Melita Sembiring Meliala; Khairuddin Khairuddin; Doli Maulana Gama Samudera Lubis
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 3, No 2 (2023): JURNAL SOCIAL LIBRARY JULY
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v3i2.140

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan Hubungan Dukungan Organisasional Dengan Burnout Pada Karyawan PGN Solution. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis korelasional. Populasi penelitian dalah karyawan di PGN Solution yang berjumlah 67 karyawan. Menggunakan teknik sampling total sampling. Dalam mengukur dukungan organisasional peneliti menggunakan teori aspek-aspek dukungan organisasional: peduli dengan kesejahteraan karyawan, respon terhadap kesulitan karyawan, peduli dengan performa kerja karyawan, respon terhadap ide dan pendapat karyawan. Skala disusun berdasarkan aspek-aspek burnout: Kelelahan emosi (emotional exhaustion), depersonalisasi (depersonalization), perasaan tidak berkemampuan (low of personal accomplishment). Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan negatif antara dukungan organisasional dengan burnout. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = -0,391, dengan Signifikan p= 0,000 0,05. Disimpulkan bahwa dukungan organisasional sedang cenderung rendah dengan mean hipotetik sebesar 67,5 lebih besar dari mean empirik dengan nilai 61,06. Selanjutnya burnout memperoleh hasil sedang cenderung tinggi dengan nilai mean hipotetik sebesar 57,5 lebih kecil dibandingnya nilai mean empirik 62,76.