Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Jaringan dan Aktor #TeddyOut di Media Sosial Twitter Menggunakan Social Network Analysis (SNA) Berry Olan Fikri; Diana Septy Dwi Lestari; Fauzi Ahmad Warimin; Gema Nusantara Bakry; FX Ari Agung Prastowo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1052

Abstract

Bobotoh adalah sebutan bagi pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Bobotoh memiliki semangat tinggi mendukung pertandingan Persib Bandung. Dijatuhkannya sanksi kepada salah satu bobotoh yang menyalakan dan menjual flare dalam pertandingan Persib melawan Persikabo 1978, ditambah Persib kalah 4-1 memicu kemarahan para bobotoh sehingga menimbulkan kericuhan antara bobotoh dan manajemen Persib termasuk Teddy Tjahjono (Direktur Persib Bandung). Protes dilakukan melalui Twitter dengan tagar #TeddyOut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis jaringan komunikasi dan mengidentifikasi aktor yang berpengaruh didalam jaringan #TeddyOut di Twitter. Metode yang digunakan yaitu metode Social Network Analysis (SNA) serta teori Computer Mediated Communication (CMC). Data yang dikumpulkan melalui Twitter dari tanggal 15-18 April 2023. Aplikasi yang digunakan untuk pengambilan dan analisis data yaitu website Netlytic.org dan perangkat lunak Gephi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1555 nodes dan 1546 edges dengan nilai diameter 12 yang berarti jarak diantara aktor cukup jauh sehingga interaksi diantara aktor akan semakin sulit dan lebih kecil. Interaksi antar aktor tidak merata, sangat sedikit dan hanya satu arah. Interaksi #TeddyOut terpusat sepuluh aktor. Menurut hasil analisis degree centrality, closeness centrality, betweenness centrality, dan eigenvector centrality aktor-aktor yang paling berpengaruh di dalam jaringan #TeddyOut adalah @provokatroo & @gnrlfans.
Polarisasi Aktor Jaringan Gerakan Sosial #IndonesiaGelap di X Fathan Insanulkamil; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2355

Abstract

Polarisasi dalam jaringan gerakan sosial menjadi fenomena yang semakin menonjol di era digital, terutama dengan berkembangnya media sosial sebagai ruang interaksi. Penelitian ini menganalisis polarisasi aktor dalam jaringan gerakan sosial dengan pendekatan analisis jaringan sosial (Social Network Analysis). Data yang digunakan berasal dari interaksi di platform Twitter terkait dengan gerakan sosial tertentu. Studi ini mengeksplorasi peran aktor utama, pola hubungan antaraktor, serta bagaimana modularitas jaringan mempengaruhi polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan gerakan sosial memiliki tingkat modularitas yang tinggi, di mana komunitas-komunitas dalam jaringan cenderung berinteraksi dalam kelompoknya sendiri dan jarang berhubungan dengan komunitas lain. Efek echo chamber yang kuat menyebabkan informasi dalam kelompok menjadi semakin homogen dan memperkuat bias kognitif anggotanya. Selain itu, ditemukan bahwa aktor dengan tingkat degree centrality yang tinggi berperan sebagai gatekeeper informasi, menentukan arah narasi yang berkembang di komunitasnya. Polarisasi juga diperkuat oleh algoritma media sosial yang memprioritaskan interaksi berbasis kesamaan ideologi, sehingga menghambat penyebaran perspektif yang lebih beragam. Studi ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi lintas komunitas serta penggunaan bridging nodes untuk mengurangi polarisasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam mengolah data jaringan dan pola komunikasi, sehingga meningkatkan akurasi dalam memahami dinamika polarisasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pengelola platform media sosial dalam merancang strategi mitigasi polarisasi
The Influence of Najwa Shihab's “3 Bacapres Bicara Gagasan” on the Preferences of First-time Voters Regarding the 2024 Presidential Election Teresa Alena Lee; Gema Nusantara Bakry
Journal of Government and Politics (JGOP) Vol 6, No 1 (2024): July
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jgop.v6i1.20973

Abstract

“3 Bacapres Bicara Gagasan” is a livestream talk show by Najwa Shihab which lets the 3 “Bakal Calon Presiden” (presidential candidate) share their ideas and dreams for the future Indonesia and was first broadcast through Narasi TV’s website, Najwa Shihab’s YouTube channel, and Universitas Gadjah Mada’s YouTube channel. Since then, the snippets have been spread widely throughout every social media, such as Facebook, Instagram, X, and TikTok. Using quantitative methods, this research aims to see whether there are influences of the “3 Bacapres Bicara Gagasan” broadcast and snippets, which are available and have become a major conversation on social media, on first-time voters preferences regarding the 2024 presidential election. The sample size is 100 respondend using slovin’s formula of sampling. This research shows that the snippets or informations spread to social media does effect the preferences of first-time voters, such as their opinion and likes towars which candidate. However, it shows negative results towards voters’ candidate criterias. Voters’ understanding toward the show also don’t show any influence toward first-time voter’s preferences regarding the 2024 presidential elections.
Analisis Jaringan dan Aktor Pada Keyword Naturalisasi Timnas di Media Sosial X Maulana Zahran; Muhammad Fakhri Asril; Gema Nusantara Bakry
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v5i2.2466

Abstract

Banyaknya pemain naturalisasi yang ada pada tim nasional sepak bola Indonesia menjadi topik hangat pada media sosial X. Berbagai macam pro dan kontra yang terdapat pada topik tersebut membuat banyak masyarakat Indonesia yang membicarakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis jaringan komunikasi dan mengidentifikasi aktor yang berpengaruh di dalam jaringan “naturalisasi timnas” pada media sosial X. Penelitian ini menggunakan metode SNA atau social network analysis. Data dikumpulkan melalui media sosial X dari tanggal 6 juni sampai 21 juni tahun 2024. Proses analisis dan pengambilan data menggunakan aplikasi netlytic.org dan perangkat lunak Gephi. Hasil penelitian mengatakan terdapat terdapat 492 aktor dengan jumlah interakasi 377 interaksi yang terjadi pada setiap satu jaringan. Jarak antar aktor memiliki nilai 3, yang artinya jarak tersebut dekat dan mudah terjadi interaksi antar aktor.
Analisis Sentimen dan Jaringan Pada Video Youtube Malaka “Memahami Danantara dengan Mudah” Fathan Auzan Abdullah; Gema Nusantara Bakry; Siti Fatimah Zahrah Fibaeti
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i3.5162

Abstract

This article aims to analyze the interaction patterns and distribution of sentiment in user comments on the Malaka Project YouTube video entitled “Memahami Danantara dengan Mudah”. This study uses a combined approach between sentiment analysis and Social Network Analysis (SNA) to gain a comprehensive understanding of the public response to the educational content. Data were collected using the YouTube Data API and analyzed quantitatively using Google Colab and visualized through the Gephi application. The results of the study show that the network formed has a diameter of 2, with density and reciprocity values of 0.000000 each, and a very low centralization of 0.0001861. This finding indicates that interaction between users in the comments olumn is very minimal and one-way, without any meaningful two-way communication. However, the modularity value of 0.735 indicates that the comments form certain clusters that represent communities with similar interests or discussion topics. In terms of sentiment, positive comments dominate with a total of 1,843 uploads, followed by neutral comments of 2,824 and negative comments of 1,217. This shows that despite low user interaction, the perception of the content is generally positive and well received by the majority of viewers.
Konstruksi Realitas Isu Lingkungan oleh BandungBergerak.id melalui Pemberitaan Jurnalisme Konstruktif Aisyah Putri Maulidina; Gema Nusantara Bakry; Muhammad Zen Al-Faqih
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana media alternatif BandungBergerak.id mengkontruksi realitas isu lingkungan melalui pemberitaan jurnalisme konstruktif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk, penelitian ini menganalisis susunan wacana berdasarkan dimensi teks yang terdiri dari struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro. Analisis dilakukan terhadap enam pemberitaan jurnalisme konstruktif periode 2025 yang diproduksi BandungBergerak.id pada kanal Bergerak. Hasil penelitian menunjukkan melalui pemberitaan jurnalisme konstruktif, BandungBergerak.id secara aktif melakukan konstruksi realitas isu lingkungan yang memihak atau tidak netral. Narasi solusi dari masyarakat secara berulang ditonjolkan melalui elemen struktur mikro, superstruktur, struktur makro untuk melawan dan membongkar kegagalan aktor pemerintah yang seringkali menjadi aktor dominan dalam isu lingkungan. Hal ini kemudian dapat mengarahkan dan mempersesuasi pembaca dalam memaknai isu lingkungan yang sejalan dengan ideologi dan kepentingan media.