Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Terpaan Media Sosial dan Pengaruhnya pada Tingkat Cyberchondria Dimediasi Rasa Takut Cacar Monyet Maisaroh -; Dadang Rahmat Hidayat; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 1: Oktober 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/0swf9291

Abstract

23 Juli 2022 WHO menetapkan bahwa Cacar Monyet menjadi darurat kesehatan global di tengah-tegah pandemi Covid-19. Peristiwa ini kemudian membuat media sosial banjir informasi yang berkaitan dengan Cacar Monyet yang dapat menyebabkan meningkatnya perilaku cyberchondria di kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini kemudian adalah untuk menguji hipotesis bahwa 1) paparan informasi di media sosial berpengaruh terhadap tingkat cyberchondria; 2) paparan infromasi media sosial berpengaruh terhadap rasa takut pada Cacar Monyet; 3) rasa takut pada Cacar Monyet berpengaruh terhadap tingkat cyberchondria; dan 4) terdapat pengaruh mediasi rasa takut pada Cacar Monyet dari pengaruh paparan media sosial terhadap tingkat cyberchondria. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling (n = 515, G*Power = 485). Teknik analisis data dilakukan dengan uji regresi PROCESS model 4 pada SPSS versi 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh paparan informasi di media sosial yang dimediasi rasa takut pada Cacar Monyet terhadap tingkat cyberchondria. Sebagai upaya menekan angka cemas, ketakutan, dan cyberchondria pada isu kesehatan, peneliti menyarankan perlu adanya kolaborasi antara tenaga medis, aktivis kesehatan, dan praktisi media/jurnalis untuk merancang kampanye yang bertujuan mengedukasi masyarakat pada topik kesehatan Cacar Monyet tanpa bersifat menakuti.
Peran Iklan #RambutCapek di Instagram dan X dalam Mendorong Minat Beli Konsumen Agnes Monica Marpaung; Asep Suryana; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 11 No 1: Oktober 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/693pa363

Abstract

The diversity of shampoo brands demands innovative marketing strategies  to highlight their products. The use of male models as the primary representation  in Pantene Indonesia shampoo advertisements is a new step that shifts the  advertising paradigm, which previously always emphasized the feminist side. This  study aims to measure the role of the Pantene Shampoo advertisement "Hair  Supplement Baru! - Bye #RambutCapek Hello #RambutKeCharged" in influencing  consumer purchasing tendencies. The research method employed is a survey  conducted by distributing questionnaires through Google Form to randomly  selected respondents with a sample size of 400 respondents distributed throught  Instagram and X. Data analysis may involve statistical techniques to identify the  role of advertisements in driving purchasing interest, as well as other factors that  may influence consumer interest in a shampoo product. Data processing utilizes  descriptive quantitative methods. The research findings indicate that: (1) Attitude  towards advertisements plays a role in influencing consumer purchasing interest,  (2) Subjective norms play a role in influencing consumer purchasing interest in  advertisements, (3) Behavioral control plays a role in influencing consumer  purchasing interest in advertisements. These research findings can provide insights  for marketers to understand the effectiveness of their advertisements in influencing  consumer behavior, particularly among social media users. Consequently, they can  tailor their marketing strategies to achieve desired objectives.
Analisis Jaringan dan Aktor #TeddyOut di Media Sosial Twitter Menggunakan Social Network Analysis (SNA) Berry Olan Fikri; Diana Septy Dwi Lestari; Fauzi Ahmad Warimin; Gema Nusantara Bakry; FX Ari Agung Prastowo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1052

Abstract

Bobotoh adalah sebutan bagi pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Bobotoh memiliki semangat tinggi mendukung pertandingan Persib Bandung. Dijatuhkannya sanksi kepada salah satu bobotoh yang menyalakan dan menjual flare dalam pertandingan Persib melawan Persikabo 1978, ditambah Persib kalah 4-1 memicu kemarahan para bobotoh sehingga menimbulkan kericuhan antara bobotoh dan manajemen Persib termasuk Teddy Tjahjono (Direktur Persib Bandung). Protes dilakukan melalui Twitter dengan tagar #TeddyOut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis jaringan komunikasi dan mengidentifikasi aktor yang berpengaruh didalam jaringan #TeddyOut di Twitter. Metode yang digunakan yaitu metode Social Network Analysis (SNA) serta teori Computer Mediated Communication (CMC). Data yang dikumpulkan melalui Twitter dari tanggal 15-18 April 2023. Aplikasi yang digunakan untuk pengambilan dan analisis data yaitu website Netlytic.org dan perangkat lunak Gephi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1555 nodes dan 1546 edges dengan nilai diameter 12 yang berarti jarak diantara aktor cukup jauh sehingga interaksi diantara aktor akan semakin sulit dan lebih kecil. Interaksi antar aktor tidak merata, sangat sedikit dan hanya satu arah. Interaksi #TeddyOut terpusat sepuluh aktor. Menurut hasil analisis degree centrality, closeness centrality, betweenness centrality, dan eigenvector centrality aktor-aktor yang paling berpengaruh di dalam jaringan #TeddyOut adalah @provokatroo & @gnrlfans.
Polarisasi Aktor Jaringan Gerakan Sosial #IndonesiaGelap di X Fathan Insanulkamil; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2355

Abstract

Polarisasi dalam jaringan gerakan sosial menjadi fenomena yang semakin menonjol di era digital, terutama dengan berkembangnya media sosial sebagai ruang interaksi. Penelitian ini menganalisis polarisasi aktor dalam jaringan gerakan sosial dengan pendekatan analisis jaringan sosial (Social Network Analysis). Data yang digunakan berasal dari interaksi di platform Twitter terkait dengan gerakan sosial tertentu. Studi ini mengeksplorasi peran aktor utama, pola hubungan antaraktor, serta bagaimana modularitas jaringan mempengaruhi polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan gerakan sosial memiliki tingkat modularitas yang tinggi, di mana komunitas-komunitas dalam jaringan cenderung berinteraksi dalam kelompoknya sendiri dan jarang berhubungan dengan komunitas lain. Efek echo chamber yang kuat menyebabkan informasi dalam kelompok menjadi semakin homogen dan memperkuat bias kognitif anggotanya. Selain itu, ditemukan bahwa aktor dengan tingkat degree centrality yang tinggi berperan sebagai gatekeeper informasi, menentukan arah narasi yang berkembang di komunitasnya. Polarisasi juga diperkuat oleh algoritma media sosial yang memprioritaskan interaksi berbasis kesamaan ideologi, sehingga menghambat penyebaran perspektif yang lebih beragam. Studi ini menyoroti pentingnya strategi komunikasi lintas komunitas serta penggunaan bridging nodes untuk mengurangi polarisasi. Selain itu, penelitian ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam mengolah data jaringan dan pola komunikasi, sehingga meningkatkan akurasi dalam memahami dinamika polarisasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan dan pengelola platform media sosial dalam merancang strategi mitigasi polarisasi